| Commuter Line Garut |
|---|
 |
 Commuter Line Garut melintasi Cicalengka |
Commuter Line Garut
 |
| Informasi umum |
|---|
| Jenis layanan | Kereta api lokal |
|---|
| Status | Beroperasi |
|---|
| Pendahulu |
- Simandra
- Lokal Cibatu
- Lokal Garut Cibatuan
|
|---|
| Mulai beroperasi | ca. 1986 |
|---|
| Operator saat ini | KAI Commuter Wilayah II Bandung |
|---|
| Operator sebelumnya | Kereta Api Indonesia |
|---|
| Lintas pelayanan |
|---|
| Stasiun awal | Garut dan Cibatu |
|---|
| Jumlah pemberhentian | 23 |
|---|
| Stasiun akhir | Padalarang dan Purwakarta |
|---|
| Frekuensi perjalanan | Satu kali dalam satu perjalanan pergi pulang sehari |
|---|
| Jenis rel | Rel berat |
|---|
| Pelayanan penumpang |
|---|
| Kelas | Ekonomi |
|---|
| Pengaturan tempat duduk | 106 tempat duduk disusun 3-2 kursi saling berhadapan dan tidak bisa direbahkan |
|---|
| Fasilitas restorasi | Tidak ada |
|---|
| Fasilitas observasi | Kaca panorama dupleks, lapisan laminasi isolator panas. |
|---|
| Teknis sarana dan prasarana |
|---|
| Lebar sepur | 1.067 mm (3 ft 6 in) |
|---|
| Kecepatan operasional | 40–90 km/h (11–25 m/s) |
|---|
| Pemilik jalur | Ditjen KA, Kemenhub RI |
|---|
| Nomor pada jadwal |
- 351 (Garut–Padalarang)
- 378, 391 (Padalarang–Cibatu)
- 348–350 (Purwakarta–Garut)
|
|---|
| Peta rute |
|---|

|
|
|
Keterangan: - Nama stasiun yang dicetak tebal menandakan bahwa stasiun tersebut juga melayani kereta api jarak jauh.
- Nama stasiun yang dicetak miring menandakan bahwa stasiun tersebut tidak melayani perjalanan kereta api apapun.
|
|
|
Commuter Line Garut[a] adalah layanan kereta api lokal yang dioperasikan oleh KAI Commuter Wilayah II Bandung. Kereta ini melayani relasi Garut–Padalarang–Purwakarta dan sebaliknya. Pada 25 Maret 2022, relasi kereta ini diperpanjang sampai Stasiun Garut yang baru direaktivasi.[1]
Commuter Line Garut melintasi wilayah persawahan dan pegunungan dari Garut hingga Kiaracondong dan dari wilayah Padalarang hingga Purwakarta. Dalam perjalanannya, kereta ini melalui beberapa jembatan kereta api terutama jembatan aktif terpanjang yaitu Jembatan Cikubang dan jembatan tertinggi di Indonesia yaitu Jembatan Cisomang dan juga sebuah terowongan, yaitu Terowongan Sasaksaat. Sejak 1 April 2022, layanan ini dialihkelola oleh KAI Commuter. Hal ini bertujuan untuk merampingkan pelayanan KAI di segmen KA lokal dan komuter.[2]
Per 1 Juni 2023, Kementrian Perhubungan Republik Indonesia melalui Grafik Perjalanan Kereta 2023 terdapat perubahan nama sistem perkeretaapian ini dari Kereta Api Lokal Garut dan Kereta Api Lokal Cibatuan akan dilebur menjadi satu yaitu "Commuter Line Garut".[3]
Stasiun pemberhentian
Stasiun yang disinggahi oleh kereta api ini sesuai Gapeka 2025 adalah:[4]
Galeri
Lihat pula
Catatan
- ↑ Sebelumnya bernama Kereta api Simandra, Kereta api lokal Garut Cibatuan dan Kereta api lokal Cibatuan. Nama tersebut juga masih sering digunakan oleh banyak orang hingga saat ini.
Referensi
Pranala luar
|
|---|
Jalur transportasi umum |
|---|
| Bus | |
|---|
| Kereta api lokal | |
|---|
| Kereta api antarkota | |
|---|
|
Infrastruktur |
|---|
| Jalan bebas hambatan | |
|---|
| Jalur kereta api | |
|---|
| Jalur bus | |
|---|
| Bandar udara | |
|---|
| Terminal bus | |
|---|
| Stasiun kereta api | |
|---|
|
Organisasi dan perusahaan |
|---|
| Operator dan regulator | |
|---|
|
- * dalam tahap perencanaan
- ** dalam tahap pembangunan/pengadaan
- Miring: tidak beroperasi
|
|
|---|
| |
Layanan yang beroperasi (Commuter Line ...) |
|---|
| Kereta api bandara**** | |
|---|
| Kereta api komuter* | |
|---|
| Kereta api lokal*** | |
|---|
|
Layanan yang tidak beroperasi** |
|---|
|
|
|
*)Tidak pernah dioperasikan KAI Commuter secara langsung, namun pernah beroperasi di layanan-layanan yang kemudian diambil alih KAI Commuter di Jabodetabek, Bandung, Yogya-Solo, dan Surabaya
*dioperasikan oleh PT KAI Commuter Jabodetabek (hingga 20 September 2017) dan PT Kereta Commuter Indonesia (hingga saat ini)
**dioperasikan oleh PT Kereta Api Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek (hingga 15 September 2008) & PT KA Commuter Jabodetabek (hingga 2 Juli 2011)
***operasional dialihkan dari swakelola perusahaan induk karena berfokus pada layanan antarkota dan aglomerasi.
****operasional dialihkan dari KAI Bandara
|