Minggu, 20 September 2026
10:43 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Stasiun Surabaya Gubeng

Stasiun Surabaya Gubeng

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Surabaya Gubeng
Kereta Api Indonesia
PD02 J02 PB01 SP02 A13

330px-LiveryPapanStasiun_2020.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-PapanNamaStasiun_SGU.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
330px-Stasiun_Gubeng%2C_2025.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bangunan lama Stasiun Surabaya Gubeng difoto pada malam hari, 2025
Nama lainStasiun Gubeng
Lokasi
Koordinat 7°15′55.152″S 112°45′9.684″E / 7.26532000°S 112.75269000°E / -7.26532000; 112.75269000
Ketinggian+5 m
Operator
Otoritas transportasiDirektorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda (hanya untuk layanan Commuter Line)
Letak
Jumlah peron7
Jumlah jalur6 (jalur 1, 2, dan 5: sepur lurus)
Layanan
Lintas timur Jawa
Lokal
Komuter
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Gaya arsitekturNeoklasik dengan sentuhan chalet (bangunan lama)
Modern 1990 (bangunan baru)
Informasi lain
Kode stasiun
KlasifikasiBesar tipe A[2]
Sejarah
Dibuka1878
Dibangun kembali1905, 1928, 1996
Nama sebelumnyaStation Goebeng Soerabaja
Perusahaan awalStaatsspoorwegen Oosterlijnen
Penumpang
20249.913/hari[a](KAI)
Peringkat4
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya 20px-KAJJ_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Antarkota Stasiun berikutnya
Terminus Lintas Selatan Jawa Mojokerto
menuju Pasar Senen atau Gambir
Stasiun sebelumnya 20px-KAJJ_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Aglomerasi Stasiun berikutnya
Terminus Probowangi Wonokromo
menuju Ketapang
Stasiun sebelumnya 20px-KRL_CL_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail KAI Commuter Stasiun berikutnya
Wonokromo
menuju Sidoarjo
Commuter Line Arjonegoro Surabaya Pasarturi
menuju Babat atau Bojonegoro
Surabaya Kota
Terminus
Commuter Line Supas Wonokromo
menuju Pasuruan atau Probolinggo
Surabaya Pasarturi
menuju Babat atau Indro
Commuter Line Jenggala Wonokromo
menuju Mojokerto
Surabaya Kota
Perjalanan satu arah
Commuter Line Penataran
Lingkar Jawa Timur
(searah jarum jam)
Wonokromo
Wonokromo
Perjalanan satu arah
Surabaya Kota
Terminus
Surabaya Kota
Perjalanan satu arah
Commuter Line Dhoho
Lingkar Jawa Timur
(berlawanan arah jarum jam)
Wonokromo
Wonokromo
Perjalanan satu arah
Surabaya Kota
Terminus
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Parkir sepeda Jalur difabel Tempat naik/turun Pemesanan langsung di loket Layanan pelanggan Mesin tiket Cetak tiket mandiri Ruang/area tunggu VIP Pusat informasi Musala Toilet Ruang menyusui Pos kesehatan Tempat bermain anak Galeri ATM Ruang kerja bersama Barang hilang Isi baterai Area merokok Penitipan barang Troli Sistem pengenalan wajah Air minum Pengering payung/payung gratis Restoran Pertokoan/area komersial 
Jenis persinyalan
JenisBangunan
KriteriaKota
Ditetapkan26 September 1996
No. referensiCB.6060.20150510.00046
Nomor SK188.45/251/402.1.04/1996
Diagram lintasan stasiun
ke Sb. Kota
ke Sidotopo
ke Balai Yasa
Jl. Prof.
Dr. Moestopo
JPL 8
Jl. Banda
ke Ngagel
Lokasi pada peta
osm-intl,13,-7.26532,112.75269,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Stasiun_Surabaya_Gubeng&revid=29673968&groups=_2a810f06152a4f62c44308d3cdaeb04bd869b526&parser=parsoid
Sunting kotak info
Sunting kotak info  L B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Surabaya Gubeng (SGU), juga dikenal sebagai Stasiun Gubeng, adalah stasiun kereta api kelas besar tipe A yang terletak di Pacar Keling, Tambaksari, Surabaya; pada ketinggian +5 m. Nama stasiun ini diambil dari nama kecamatan yang terletak di pusat Kota Surabaya, yakni Kecamatan Gubeng, walaupun secara administrasi berada di barat laut di luar batas wilayah kecamatan tersebut. Stasiun ini berada dalam pengelolaan Kereta Api Indonesia Daerah Operasi VIII Surabaya beserta KAI Commuter dan sebagai salah satu dari kedua stasiun kereta api utama di Kota Surabaya. Stasiun ini berjarak 825,3 km arah tenggara dari Jakarta Kota dan sebagai stasiun kereta api keberangkatan utama di Kota Surabaya terutama bagi lintas selatan dan timur Pulau Jawa, menggantikan Stasiun Surabaya Kota (kecuali KA Sri Tanjung). Stasiun kereta api utama lainnya adalah Stasiun Surabaya Pasarturi yang difokuskan untuk keberangkatan kereta api antarkota di lintas utara Pulau Jawa beserta lokal dan komuter menuju berbagai tujuan di Jawa Timur bagian utara.

Stasiun Surabaya Gubeng juga merupakan penghubung kereta api terbesar di wilayah Gerbangkertosusila karena melayani kereta api antarkota menghubungkan Surabaya dengan Kota Yogyakarta, Kota Bandung, Jawa Barat, dan DKI Jakarta[b] di lintas selatan Pulau Jawa. Selain kereta api antarkota, Stasiun ini juga melayani kereta api aglomerasi, kereta api lokal, serta komuter menuju berbagai tujuan di Jawa Timur bagian selatan. Meskipun demikian, beberapa kereta api antarkota basis jalur selatan Jawa meneruskan perjalanan menuju tujuan lainnya di Jawa Timur selain Surabaya. Satu-satunya kereta api yang melintas langsung/tidak berhenti di stasiun ini adalah KA Parcel ONS Selatan.

Berdasarkan jumlah penumpang kereta api antarkota yang dirilis PT Kereta Api Indonesia (KAI) antara Januari–Oktober 2024, Stasiun Surabaya Gubeng menjadi stasiun kereta api tersibuk keempat di Indonesia, sekaligus tersibuk kedua di luar Jabodetabek dengan mencatatkan 3.023.616 penumpang berdasarkan total jumlah penumpang naik maupun turun.[a]

Sejarah

lossy-page1-250px-KITLV_A1055_-_Station_Soerabaja_Goebeng_van_de_Staatsspoorwegen%2C_KITLV_117479.tiff.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tampak depan perspektif (fotografer menghadap ke arah timur laut) dari Stasiun Gubeng dengan kereta kuda di depan

Stasiun Surabaya Gubeng merupakan salah satu stasiun kereta api milik Staatsspoorwegen yang diresmikan pada 16 Mei 1878 sebagai bagian dari proyek pembangunan jalur kereta api Surabaya–Pasuruan.[5] Stasiun ini pertama kali dibangun di sisi barat rel kereta api. Awalnya berupa halte (stasiun kecil), kemudian pada 1897 diubah menjadi bentuk bangunan stasiun yang lebih besar seiring peningkatan status dan perkembangan Kota Surabaya yang makin dinamis.[6]

Bangunan lama stasiun juga telah dilakukan renovasi beberapa kali, antara lain renovasi kanopi peron pada tahun 1905 dan lobi bangunan utama pada tahun 1928. Ciri gaya bangunan stasiun ini adalah khas dari Staatsspoorwegen, yaitu bergaya neoklasik dengan sentuhan ornamental yang dipengaruhi oleh gaya chalet;[7] sebuah gaya bangunan yang pada gunungan atapnya diberi ornamen sulur-suluran dari besi tempa, serta jendela besar dengan jalusi besi. Gaya tersebut diadaptasikan dari rumah gunung di Eropa, tetapi sudah beradaptasi dengan iklim tropis. Dengan dua pintu utama, stasiun ini pernah "kalah status" dengan stasiun SS lain yang memiliki tiga hingga lima pintu keberangkatan.[6] Bangunan stasiun lama ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Kota Surabaya.[8]

Stasiun Gubeng pernah menjadi stasiun tempat kerja Presiden pertama Indonesia, Soekarno saat mengenyam pendidikan di Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang ITB). Saat itu, H.O.S. Cokroaminoto yang sudah menjadi mertua Soekarno dijebloskan ke penjara oleh Pemerintah Kolonial saat belum 3 bulan Soekarno berada di Kota Bandung. Soekarno menggunakan gelar Raden Soekarno, B.K.L., der Eerste Klasse Categorie (pangkat pertama golongan pertama). Ia bekerja sebagai juru tulis di bagian administrasi stasiun. Soekarno digaji Rp165 per bulan dan sebesar Rp125 diberikan kepada keluarga Cokroaminoto. Begitu H.O.S. Cokroaminoto dibebaskan pada April 1922, tiga bulan berikutnya Soekarno kembali mengenyam pendidikan di THB.[9]

Pascakemerdekaan

Pada masa perang kemerdekaan, daerah sekitar stasiun ini menjadi markas bagi puluhan anggota Angkatan Muda Kereta Api (AMKA) yang dipersenjatai. Kekuatan mereka sekitar 30 orang yang dipimpin oleh Moh. Ali dan di antara mereka dipersenjatai mitralyur.[10]

Stasiun Surabaya Gubeng awalnya menggunakan sistem persinyalan mekanik, lalu mengalami perubahan sistem persinyalan menjadi elektrik pada 1986.[3] Pada 7 Juni 1996, bangunan baru stasiun seluas 13.671 meter persegi (147.150 sq ft) telah selesai dibangun di sisi timur rel kereta api dengan arsitektur yang lebih modern dan lebih luas—pembangunannya ditaksir menelan biaya sebesar Rp1,5 miliar.[11]

Bangunan dan tata letak

Bangunan pertama Stasiun Surabaya Gubeng yang bergaya Neoklasik
Bangunan lama Stasiun Surabaya Gubeng peninggalan Staatsspoorwegen dan diperuntukkan bagi layanan kereta api lokal dan komuter.
Bangunan kedua Stasiun Surabaya Gubeng bergaya Modern 1990
Tampak bangunan baru Stasiun Surabaya Gubeng yang mulai digunakan sejak 1996

Pada awalnya, Stasiun Surabaya Gubeng memiliki banyak jalur kereta api. Namun, sejak bangunan stasiun yang baru tersebut resmi digunakan, jumlah jalurnya berkurang menjadi enam. Jalur 1 merupakan sepur lurus jalur ganda arah hilir (selatan), jalur 2 merupakan sepur lurus jalur ganda arah hulu (utara), dan jalur 5 merupakan sepur lurus jalur tunggal dari dan ke Sidotopo. Di sebelah utara jalur 6 ada jalur yang bercabang menuju Balai Yasa (BY) Surabaya Gubeng.

Stasiun ini mempunyai dua bangunan dengan tujuan berbeda: bangunan lama yang berdesain Chalet hanya untuk digunakan oleh keberangkatan beserta kedatangan layanan kereta api lokal dan komuter, sedangkan bangunan baru dengan desain modern berada di sisi timur stasiun hanya diperuntukkan untuk pemberhentian, keberangkatan, dan kedatangan kereta api antarkota serta aglomerasi.

330px-PapanKeretaApi_2020.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

20px-KAJJ_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PD02J02PB01SP02A13 250px-PapanNamaStasiunKomuter_SGU.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
G Bangunan utama stasiun sisi barat

(khusus keberangkatan beserta kedatangan kereta api lokal dan komuter, cagar budaya)

Peron sisi, pintu terbuka di sebelah kanan kedatangan KA dari arah utara Jalur 1 ← Sepur lurus jalur ganda dari arah Surabaya Kota Jalur berjalan langsung kereta api ke arah selatan ← (Wonokromo) D Commuter Line Dhoho, tujuan Kertosono/Blitar/Malang D Commuter Line Dhoho, tujuan Surabaya Kota (rute memutar berlawanan arah jarum jam) P Commuter Line Penataran, tujuan Malang/Blitar P Commuter Line Penataran, tujuan Surabaya Kota (rute memutar searah jarum jam) S Commuter Line Supas, tujuan Pasuruan/Probolinggo J Commuter Line Jenggala, tujuan Mojokerto via Krian J Commuter Line Jenggala, tujuan Mojokerto via Sidoarjo J Commuter Line Jenggala, tujuan Sidoarjo A Commuter Line Arjonegoro, tujuan Sidoarjo Peron pulau Jalur 2 Sepur lurus jalur ganda ke arah Surabaya Kota → Jalur berjalan langsung kereta api ke arah utara D Commuter Line Dhoho, tujuan Surabaya Kota(Surabaya Kota) P Commuter Line Penataran, tujuan Surabaya Kota S Commuter Line Supas, tujuan Surabaya Kota J Commuter Line Jenggala, tujuan Surabaya Pasarturi/Indro/Babat(Surabaya Pasarturi) A Commuter Line Arjonegoro, tujuan Surabaya Pasarturi/Babat/BojonegoroKereta Api Indonesia Pemberhentian kereta api antarkota Peron pulau Jalur 3 ← Jalur persusulan antarkereta api ataupun langsiran lokomotif → Jalur berjalan langsung kereta api barang Peron pulau Jalur 4 ← Sepur belok untuk parkir rangkaian kereta yang menjalani perawatan di Balai Yasa → Jalur berjalan langsung kereta api barang Peron pulau Jalur 5 Sepur lurus jalur tunggal dari dan ke arah Sidotopo ↔ ← Jalur berjalan langsung kereta api barang → Kereta Api Indonesia Pemberhentian kereta api antarkota dan aglomerasi Peron pulau Jalur 6Kereta Api Indonesia Pemberhentian, keberangkatan, serta kedatangan kereta api antarkota dan aglomerasi → Memiliki jalur akses dari dan ke Balai YasaPeron sisi, pintu terbuka di sebelah kanan kedatangan KA dari arah selatan dan sebelah kiri kedatangan KA dari arah utara G Bangunan utama stasiun sisi timur

(khusus keberangkatan dan kedatangan kereta api antarkota beserta aglomerasi)

Stasiun ini telah dilengkapi papan penunjuk arah untuk menuju ruang/nomor jalur/fasilitas tertentu, penunjuk arah jalur disertai jarak tempuhnya, dan layar monitor informasi keberangkatan maupun kedatangan kereta api secara waktu nyata yang wujudnya terlihat seperti di bandara. Per tahun 2020, desain papan penunjuk arah jalur telah disesuaikan dengan standar ISO 7001:2007 sehubungan dengan angkutan Natal dan Tahun Baru 2021.[12]

Pada 28 September 2022, PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah melakukan uji coba sistem pengenalan wajah pada proses keberangkatan kereta api antarkota di Stasiun Bandung dan per 10 Juli 2023, Stasiun Surabaya Gubeng sudah menerapkan sistem tersebut bersama sembilan belas stasiun KA utama lainnya seperti Stasiun Jember, Surabaya Pasarturi, Malang, Madiun, Solo Balapan, Lempuyangan, Yogyakarta, Semarang Poncol, Semarang Tawang, Pekalongan, Tegal, Purwokerto, Kutoarjo, Cirebon, Kiaracondong, Bekasi, Jakarta Pasar Senen, Jakarta Gambir di Pulau Jawa dan Medan di Pulau Sumatra.[13]

Pada 30 Desember 2023, PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi meluncurkan ruang luxury lounge di Stasiun Surabaya Gubeng yang melayani penumpang kelas kompartemen dan kereta wisata Panoramic setelah pertama kali diluncurkan di Kota Surabaya, yaitu di Stasiun Surabaya Pasarturi yang melayani penumpang kelas luxury.[14]

Pada tahun 2025, di stasiun ini dilakukan pemanjangan dan penambahan kanopi pada ujung utara peron jalur 5 dan 6 untuk mendukung pelayanan kereta api penumpang rangkaian panjang. Selain itu, terdapat pula penambahan kanopi baru yang menaungi jalur 3 dan 4 serta ujung utara jalur 1 dan 2 agar penumpang di sekitar ujung utara peron pada jalur-jalur tersebut nantinya tidak lagi kepanasan ataupun kehujanan saat menunggu maupun naik turun kereta api.

Ciri khas

Lagu "Surabaja" seperti pada bel kedatangan Stasiun Surabaya Gubeng per tahun 2021.
Bermasalah memainkan berkas ini? Lihat bantuan media.
250px-Kantor_Daerah_Operasi_8_Surabaya.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tampak depan Kantor PT KAI Daerah Operasi VIII Surabaya yang berada disebelah kanan Stasiun Surabaya Gubeng

Pada awalnya, melodi yang digunakan berupa bel bersuara lagu instrumental berjudul "Rek Ayo Rek". Kemudian, per akhir Mei 2021, Stasiun Surabaya Gubeng memiliki melodi penyambutan kereta api berirama keroncong berjudul "Soerabaja" yang dinyanyikan oleh Sundari Soekotjo, salah satu penyanyi keroncong terkenal dan sekarang lagu tersebut menjadi bel penyambutan seluruh stasiun terminus kereta api antarkota di Kota Surabaya. Lagu ini diperkenalkan pertama kali oleh grup musik bergenre rock and roll, Dara Puspita, dan juga dijadikan melodi kedatangan kereta api di Stasiun Surabaya Pasarturi mulai tahun 2020.

Pada tahun 2024 stasiun ini kembali memutar lagu instrumental berjudul "Rek Ayo Rek", tetapi dengan versi terbaru; menggantikan lagu "Soerabaja" yang dinyanyikan oleh Sundari Soekotjo.

250px-PapanSejarahSGU.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-PapanSejarahSGU2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah papan yang terletak di depan bangunan stasiun sisi barat berisikan tentang sejarah pembukaan Stasiun Surabaya Gubeng hingga penetapan cagar budaya

Layanan kereta api

Berikut ini adalah layanan kereta api yang berhenti di stasiun ini sesuai Gapeka 2025 revisi per 18 Juni 2026.[15]

Antarkota

Lintas selatan Jawa
Nama kereta api Kelas Relasi perjalanan Keterangan
Eksekutif
Argo Wilis Panoramic Surabaya Gubeng Bandung Via YogyakartaTasikmalaya
Eksekutif
Turangga Panoramic
Eksekutif
Argo Semeru Compartment Suite Gambir Via YogyakartaCirebon
Eksekutif
Bima Compartment Suite
Eksekutif
Campuran
Sancaka Eksekutif Surabaya Gubeng Yogyakarta Jadwal malam hanya beroperasi pada hari Jumat–Minggu dan hari libur nasional
Ekonomi Premium
Mutiara Selatan Eksekutif Bandung Via YogyakartaTasikmalaya
Ekonomi Premium
Gaya Baru Malam Selatan Eksekutif Pasar Senen Via LempuyanganCirebon Prujakan
Ekonomi
Logawa Eksekutif Purwokerto Ketapang Via LempuyanganSurabaya Gubeng
Ekonomi Premium
Wijayakusuma Eksekutif Cilacap Via YogyakartaSurabaya Gubeng
Ekonomi Premium
Ranggajati Eksekutif Cirebon Jember Via PurwokertoSurabaya Gubeng
Ekonomi
Sangkuriang Compartment Suite Bandung Ketapang Via YogyakartaSurabaya Gubeng
Eksekutif
Ekonomi Premium
Ekonomi
Pasundan (reguler & tambahan) Ekonomi Surabaya Gubeng Kiaracondong Via LempuyanganTasikmalaya
Jayakarta Ekonomi Premium Pasar Senen Via LempuyanganCirebon
Sri Tanjung Ekonomi Lempuyangan Ketapang Via Surabaya KotaJember
Lintas utara Jawa
Nama kereta api Kelas Relasi perjalanan Keterangan
Eksekutif
Pandalungan Priority Gambir Jember Via Semarang TawangSurabaya Pasarturi

Perjalanan ke Jakarta pada jadwal pagi dan petang, sedangkan sebaliknya pada jadwal pagi dan malam.

Kelas Priority tidak tersedia pada jadwal pagi.

Eksekutif
Campuran
Jayabaya Eksekutif Pasar Senen Malang Via Semarang PoncolSurabaya Pasarturi
Ekonomi
Blambangan Ekspres Eksekutif Ketapang Via Semarang TawangSurabaya Pasarturi
Ekonomi
Lintas timur Jawa
Nama kereta api Kelas Relasi perjalanan Keterangan
Eksekutif
Arjuno Ekspres Eksekutif Surabaya Gubeng Malang

Dijalankan pada hari tertentu


Hanya jadwal pagi

Mutiara Timur Fakultatif Ketapang

Dijalankan pada hari tertentu


Perjalanan ke Banyuwangi pada jadwal malam, sedangkan sebaliknya pada jadwal siang.

Terkadang ditambahkan kelas ekonomi atau layanan kereta Panoramic.

Campuran
Mutiara Timur Eksekutif Surabaya Pasarturi Ketapang Perjalanan ke Surabaya pada jadwal malam, sedangkan sebaliknya pada jadwal siang.
Ekonomi
Ekonomi
PB Probowangi Ekonomi Surabaya Gubeng Ketapang Perjalanan ke Banyuwangi pada jadwal pagi, sedangkan sebaliknya pada jadwal petang.

Lokal dan komuter (Commuter Line)

Nama kereta api Relasi perjalanan Keterangan
A Arjonegoro Bojonegoro Sidoarjo Perjalanan menuju Bojonegoro pada jadwal pagi, sedangkan sebaliknya pada jadwal siang.
Babat Perjalanan menuju Babat hanya jadwal sore, sedangkan sebaliknya hanya jadwal pagi.
J Jenggala Mojokerto Via SepanjangKrian

Perjalanan menuju Babat hanya jadwal sore, sedangkan sebaliknya hanya jadwal pagi.

Indro Via SidoarjoTulangan

Perjalanan menuju Gresik dua kali pada jadwal pagi dan sekali pada jadwal siang, sedangkan sebaliknya hanya sekali masing-masing pada jadwal pagi dan siang.

Via SepanjangKrian

Hanya jadwal siang.

Sidoarjo Perjalanan satu arah hanya jadwal sore.
Sidoarjo Surabaya Pasarturi Perjalanan satu arah hanya jadwal malam.
P Penataran Surabaya Kota Surabaya Kota Perjalanan memutar searah jarum jam via MalangBlitarKertosono.
Blitar Perjalanan searah jarum jam via Malang pada jadwal sore.
Malang Hanya jadwal malam
Malang Surabaya Kota Perjalanan memutar searah jarum jam via BlitarKertosono pada jadwal pagi.
Blitar Perjalanan memutar searah jarum jam via Kertosono pada jadwal pagi.
Kertosono Hanya jadwal pagi
D Dhoho Surabaya Kota Perjalanan memutar berlawanan arah jarum jam via KertosonoBlitarMalang.
Malang Perjalanan memutar berlawanan arah jarum jam via KertosonoBlitar pada jadwal sore.
Blitar Perjalanan memutar berlawanan arah jarum jam via Kertosono pada jadwal sore.
Kertosono Hanya jadwal malam
Blitar Surabaya Kota Perjalanan berlawanan arah jarum jam jam via Malang pada jadwal pagi.
Malang Hanya jadwal pagi
S Supas Surabaya Kota Pasuruan Perjalanan menuju Pasuruan pada jadwal pagi dan siang, sedangkan sebaliknya pada jadwal pagi dan sore.
Probolinggo Perjalanan menuju Probolinggo pada jadwal paling pagi dan petang, sedangkan sebaliknya pada jadwal paling pagi dan malam.

Antarmoda pendukung[16]

Jenis angkutan umum Trayek (lyn) Tujuan Keterangan
Sisi barat (bangunan lama)
Bus kota 20px-A2_%28Bus_kota_di_Surabaya%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Terminal PurabayaStasiun Surabaya Kota pp
Sisi timur (bangunan baru)
Wirawiri Suroboyo 40px-Wirawiri_Suroboyo_Feeder_7_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Stasiun PasarturiTerminal Bratang Transfer di Halte Stasiun Gubeng Baru.
40px-Wirawiri_Suroboyo_Feeder_10_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Terminal KeputihPasar Atom
Suroboyo Bus 40px-Suroboyo_Bus_Route_2_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Kejawan Putih TambakUNESA pp Transfer di Halte SMAN 4/Moestopo.
Perum DAMRI Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Stasiun Surabaya Pasarturi–Rest Area Wonokitri Bromo

Insiden

Pada 2 Maret 2026, sebuah pohon tumbang dan menimpa jalur rel Balai Yasa Surabaya Gubeng. Pohon tersebut juga menimpa pagar dan kabel listrik yang membuat perlintasan sebidang di dekat lokasi kejadian ditutup untuk sementara waktu hingga normalisasi selesai dilakukan.[17]

Galeri

  • KA Sancaka saat berangkat dari jalur 6 Stasiun Surabaya Gubeng, 2015
    KA Sancaka saat berangkat dari jalur 6 Stasiun Surabaya Gubeng, 2015
  • Kereta api Argo Wilis saat meninggalkan Stasiun Surabaya Gubeng
    Kereta api Argo Wilis saat meninggalkan Stasiun Surabaya Gubeng
  • Stasiun Gubeng di malam hari
    Stasiun Gubeng di malam hari
  • Fasilitas cetak tiket mandiri di Stasiun Surabaya Gubeng
    Fasilitas cetak tiket mandiri di Stasiun Surabaya Gubeng
  • Tampak depan Stasiun Surabaya Gubeng baru (atas) dan lama (bawah), 2020
    Tampak depan Stasiun Surabaya Gubeng baru (atas) dan lama (bawah), 2020

Lihat pula

Catatan

  1. 1 2 Data penumpang harian diperoleh dari menjumlahkan angka penumpang naik dan turun, kemudian dibagi 305.[4]
  2. Jakarta bukanlah sebuah kota, melainkan daerah khusus setingkat provinsi yang terdiri dari 1 kabupaten dan 5 kota administrasi

Referensi

  1. Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  2. 1 2 Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. 1 2 Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia" (PDF) (46). Korean Society for Railways. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2020-02-27. Diakses tanggal 2020-05-09. {{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  4. Bahfein, Suhaela (2024-11-14). "Pasar Senen Jadi Stasiun KA Terpadat Sepanjang 2024". Kompas.com. Jakarta: KG Media. Diakses tanggal 2024-11-14.
  5. Staatsspoorwegen in Nederlandsch-Indië: Jaarstatistieken over de jaren 1931 en 1932 (dalam bahasa Belanda). Bandung: Staatsspoorwegen. 1932.
  6. 1 2 Raap 2017, hlm. 42.
  7. Raap 2017, hlm. 36.
  8. SK Wali Kota No188.45/251/402.1.04/1996
  9. Osdar, J. (2020). Melintasi Seribu Stasiun. Jakarta: Kompas. hlm. 98-99. ISBN 9786232413863.
  10. Sejarah Brigade Ronggolawe., Panitia Penyusunan; IKAPI, Anggota (1985). Pengabdian Selama Perang Kemerdekaan Bersama Brigade Ronggolawe (Edisi Cet. 1). Aries Lima. hlm. 179.
  11. Direktorat Publikasi, Deppen RI (1996). "Stasiun KA Gubeng, Terbesar Kedua di Indonesia". Warta Laporan Daerah: Berkala Bulanan. Jakarta: Departemen Penerangan Republik Indonesia.
  12. "Sambut Libur Natal dan Tahun Baru, KAI Ubah Signager dan Hadirkan Ornamen Tambahan". beritatrans.com (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2020-12-11. Diakses tanggal 2020-12-11.
  13. Sri Rahayu, Isna (9 Juni 2023). "Boarding Kereta Api Hanya dengan "Face Recognition", Registrasinya Kurang dari 1 Menit". Kompas.com. Jakarta: KG Media. Diakses tanggal 10 Juli 2023.
  14. Setiawan, Indra (2023-12-30). "KAI hadirkan Luxury Lounge di Stasiun Gubeng". Surabaya. LKBN Antara.
  15. Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  16. "Transportasi". www.surabaya.go.id (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2018-06-26. Diakses tanggal 2018-06-26.
  17. Widiyana, Esti (2026-03-02). "Pohon Tumbang Tutup Perlintasan Kereta Api di Surabaya". detikJatim. Surabaya: Trans Digital Media. Diakses tanggal 2026-03-24.

Daftar pustaka

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Surabaya Gubeng Station.
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Surabaya Kota
Terminus
Surabaya–Bangil–Kalisat
Surabaya Kota–Bangil
Lintas Surabaya segmen Surabaya Kota–Wonokromo
Ngagel
menuju Bangil
Terminus Lintas Surabaya
Surabaya Gubeng–Benteng
Sidotopo
menuju Benteng
Surabaya Pasarturi
lewat viaduk
Terminus
Lintas Surabaya
Surabaya Pasarturi–Surabaya Gubeng
Terminus
Transportasi umum di Surabaya
Sarana transportasi
Bus
Angkutan pengumpan bus
Kereta api
60px-Logo_of_the_Ministry_of_Transportation_of_the_Republic_of_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail60px-City_of_Surabaya_Logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Infrastruktur
Bandara
Pelabuhan
Terminal
Tipe A
Tipe B
Tipe C
Balongsari   Benowo   Dukuh Kupang   Kalimas Barat   Kasuari   Keputih   Lidah Kulon   Manukan   Menanggal
Pangkalan
Stasiun
Kelas A
Lintas selatan Jawa: Surabaya Gubeng   Lintas utara Jawa: Kalimas (hanya kereta api barang) dan Surabaya Pasarturi
Kelas B
Lintas selatan Jawa: Surabaya Kota
Kelas C
Lintas selatan Jawa: Sidotopo   Wonokromo
Lain-lain
Benowo   Benteng   Kandangan   Tandes
Untuk melihat daftar stasiun secara lengkap, dapat mengklik "(Kategori/Daftar)" pada masing-masing daerah atau pranala artikel.
Templat ini meringkas daftar stasiun yang dioperasikan oleh KAI (hanya stasiun utama yang diswakelola oleh perusahaan induk) dan operator KA lainnya (hanya pranala).
Jawa
I - Jakarta
(Kategori)
II - Bandung
(Kategori)
III - Cirebon
(Kategori)
IV - Semarang
(Kategori)
V - Purwokerto
(Kategori)
VI - Yogyakarta
(Kategori)
VII - Madiun
(Kategori)
VIII - Surabaya
(Kategori)
IX - Jember
(Kategori)
Komuter Jabodetabek
Komuter Yogyakarta dan Solo
Kereta Cepat Indonesia-China
120px-Jakarta_Kota_Station.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Stasiun_Bandung_Utara_2021.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Cirebon_station.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Semarang_Tawang_2019.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Stasiun_Purwokerto_2020.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Yogyakarta_Tugu_Station.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Stasiun_Madiun_2020.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Stasiun_SGU_Baru_2020.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-StasiunJR_2017.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sumatra
I - Sumatera Utara
(Kategori)
II - Sumatera Barat
(Kategori)
III – Palembang
(Kategori)
IV – Tanjungkarang
(Kategori)
Komuter Palembang
KAI Bandara
Sulawesi
BPKA Sulsel
(Daftar)
  • * = Stasiun khusus bandara.
  • ** = Stasiun/daftar stasiun dalam pembangunan.
  • Tebal: Stasiun kelas besar.
  • Reguler: Stasiun kelas I.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan