Rabu, 07 Oktober 2026
03:46 WIB
TERKINI
Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan
Stasiun Probolinggo

Stasiun Probolinggo

stasiun kereta api di Indonesia

Bagikan:
Untuk stasiun nonaktif di Probolinggo dengan nama yang sama, lihat Stasiun Probolinggo (PbSM).
Untuk kegunaan lain, lihat PB.
Stasiun Probolinggo
Kereta Api Indonesia
SP22 PB07 TA06

330px-LiveryPapanStasiun_2020.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-PapanNamaStasiun_PB.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
330px-Stasiun_Probolinggo_2025.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tampak depan Stasiun Probolinggo, 2025
Lokasi
Koordinat 7°44′32″S 113°12′50″E / 7.74222°S 113.21389°E / -7.74222; 113.21389
Ketinggian+5 m
Operator
Letak
Jumlah peron3 (satu peron sisi yang rendah dan dua peron pulau yang agak tinggi)
Jumlah jalur6 (jalur 2: sepur lurus)
Layanan
Lintas utara Jawa
Lintas timur Jawa
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Gaya arsitekturIndische
Informasi lain
Kode stasiun
KlasifikasiI[2]
Sejarah
Dibuka3 Mei 1884
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya 20px-KAJJ_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Aglomerasi Stasiun berikutnya
Pasuruan Probowangi Klakah
menuju Ketapang
Pasuruan Tawang Alun
Stasiun sebelumnya 20px-KRL_CL_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail KAI Commuter Stasiun berikutnya
Pasuruan Commuter Line Supas Terminus
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Cetak tiket mandiri Ruang/area tunggu Pemesanan langsung di loket Layanan pelanggan Pusat informasi Musala Toilet Pos kesehatan Pertokoan/area komersial Ruang menyusui Isi baterai Area merokok 
Jenis persinyalan
JenisBangunan
Ditetapkan8 Mei 2019
No. referensiKB005462
Nomor SK87/2019
Diagram lintasan stasiun
ke Jati
Eks Emplasemen Barang
ke Probolinggo Pelabuhan
Jl. Ikan Kerapu
Eks Gudang
Sub depo Lokomotif
Jl. Ikan Hiu
ke Bayeman
Lokasi pada peta
osm-intl,13,-7.7422222222222,113.21388888889,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Stasiun_Probolinggo&revid=30028257&groups=_a826aa7751766f66395547859d783e2ffb3ed834&parser=parsoid
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L •B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Probolinggo (PB) merupakan stasiun kereta api kelas I yang terletak di Mayangan, Mayangan, Probolinggo; termasuk dalam Daerah Operasi IX Jember terletak pada ketinggian +5 meter dengan jarak 101 km sebelah tenggara dari Stasiun Surabaya Kota. Stasiun ini menghubungkan antara wilayah Banyuwangi dan Surabaya serta menjadi stasiun utama di wilayah Kabupaten/Kota Probolinggo.

Stasiun ini terletak di ujung utara Jalan Suroyo, yang dahulu merupakan jalan utama kota. Tepat di utara stasiun ini terdapat pelabuhan, sedangkan bangunan utama stasiun menghadap ke arah selatan menuju arah alun-alun.[4]

Bangunan stasiun ini diapit dua tikungan besar karena untuk menjangkau pelabuhan di sebelah utara stasiun. Saat berbelok ke arah selatan (arah Stasiun Leces), sebelum perlintasan di Jalan Panglima Soedirman, terdapat bekas Stasiun Jati yang di sebelah timurnya terdapat bekas jalur trem uap yang berakhir di Paiton, yang dahulu merupakan bekas jalur Probolinggo Stoomtram Maatschappij. Jalur tersebut digunakan untuk pengangkutan hasil alam Probolinggo dan penumpang, tetapi kini sudah tak dipergunakan lagi. Dahulu juga ada percabangan ke Pelabuhan Tanjung Tembaga untuk digunakan oleh kereta pengangkut BBM PT Kertas Leces dan sempat juga digunakan untuk pengangkutan molase dari Pabrik Gula Padjarakan, Pabrik Gula Gending, dan Pabrik Gula Wonolangan. Saat ini jalur tersebut sudah tidak digunakan lagi dan sebagian jalur yang melintang di jalan telah tertutup aspal.

Selepas Stasiun Jati, terdapat Halte Jorongan yang juga sudah tidak aktif karena okupansi penumpang yang minim dan jaraknya yang tidak terlalu jauh dengan Stasiun Leces.

Sejarah

lossy-page1-330px-KITLV_A283_-_Station_van_de_Staatsspoorwegen_te_Probolinggo%2C_KITLV_11882.tiff.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tampak depan Stasiun Probolinggo sekitar tahun 1930

Pembangunan Stasiun Probolinggo diawali dari pembangunan jalur rel kereta api dari Surabaya ke Pasuruan sepanjang 63 km dan selesai dibangun oleh Staatsspoorwegen (SS) pada tanggal 16 Mei 1878. Kemudian, jalur tersebut diperpanjang ke Probolinggo kira-kira sepanjang 40 km dan diresmikan tanggal 3 Mei 1884. Setelah itu, pada tahun 1895, rel kereta api disambung kembali dari Probolinggo menuju Klakah.[5]

Berdasarkan perencanaan tata ruang yang dilakukan oleh Pemerintah Kolonial untuk wilayah Kota Probolinggo, stasiun ini sengaja dibangun menghadap ke arah alun-alun dan pusat kota sehingga meningkatkan daya tarik. Di samping itu, stasiun ini sengaja dibangun mendekat ke arah pelabuhan karena stasiun ini juga melayani pengangkutan barang.[4] Akibatnya, proyek pembangunan jalur kereta api mengharuskan pembangunan dua tikungan tajam yang mengapit stasiun.

Bangunan dan tata letak

Stasiun Probolinggo memiliki enam jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus, tetapi hanya jalur 1-3 yang digunakan untuk pemberhentian kereta api penumpang. Terdapat masing-masing satu sepur badug yang arah masuknya dari ujung barat jalur 6 dan jalur 1.

Di sebelah barat stasiun ini terdapat sub depo lokomotif yang jalur aksesnya terhubung langsung dengan jalur 5.

↔ Sepur badug (jarang digunakan)
Jalur 6 ← Sepur belok untuk parkir rangkaian kereta api →
Jalur 5 ← Sepur belok untuk parkir rangkaian kereta api →
| Memiliki jalur akses dari dan ke sub depo lokomotif ↔
Jalur 4 ← Sepur belok untuk parkir rangkaian kereta api →
Jalur 3 Kereta Api Indonesia Pemberhentian kereta api antarkota
Peron pulau
Jalur 2 ← Sepur lurus →
Kereta Api Indonesia Pemberhentian kereta api antarkota
↔ (Pasuruan) S Commuter Line Supas, dari dan tujuan Surabaya Kota
Peron pulau
Jalur 1 ← Kereta Api Indonesia Pemberhentian kereta api antarkota →
↔ Sepur badug
Peron sisi
G Bangunan utama stasiun
250px-Papan_nama_stasiun_Probolinggo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Papan nama Stasiun Probolinggo, 2019

Bangunan stasiun yang berdiri saat ini merupakan hasil perbaikan atau renovasi yang dilakukan oleh PT KAI pada tahun 2013-2014 seiring dengan rencana penetapan status bangunan stasiun ini sebagai bangunan cagar budaya oleh Pemerintah Kota Probolinggo pada tahun 2013. Bagian yang menjalani renovasi antara lain dinding yang dicat ulang, perbaikan atap dan kanopi (overcapping) stasiun, serta pembuatan taman dan perkerasan jalan di area parkir.[6]

Bentuk bangunan stasiun ini masih asli sepenuhnya, yaitu menggunakan gaya arsitektur Indische, yang sangat menonjolkan estetika baik eksterior maupun interior. Penggunaan bentuk lengkung serta pencahayaannya yang alami memperkuat karakteristik bangunan. Hal itu dapat dilihat dari bentuk bangunan yang tinggi dan terdapat ventilasi di atasnya. Atap stasiun berbentuk pelana, dengan tiga jenis: atap bangunan induk, peron stasiun (overcapping), dan atap bagian samping. Pintu utama stasiun memiliki bentuk pintu tinggi dengan ventilasi setengah lingkaran (skala monumental), dan sedikit skala manusia yang dipadukan dengan ornamen geometris, sulur-suluran, dan garis-garis, serta menggunakan jendela krepyak yang dipengaruhi oleh gaya Art Nouveau.[7][8]

Layanan kereta api

Berikut ini adalah layanan kereta api yang berhenti di stasiun ini sesuai Gapeka 2025 revisi per 18 Juni 2026.[9]

Antarkota

Lintas selatan Jawa
Nama kereta api Kelas Relasi perjalanan Keterangan
Campuran
Wijayakusuma Eksekutif Cilacap Ketapang Via Yogyakarta–Surabaya Gubeng
Ekonomi Premium
Logawa Eksekutif Purwokerto Via Lempuyangan–Surabaya Gubeng
Ekonomi Premium
Ranggajati Eksekutif Cirebon Jember Via Purwokerto–Surabaya Gubeng
Ekonomi
Sangkuriang Compartment Suite Bandung Ketapang Via Yogyakarta–Surabaya Gubeng
Eksekutif
Ekonomi Premium
Ekonomi
Sri Tanjung Ekonomi Lempuyangan Ketapang Via Surabaya Kota–Jember
Lintas utara Jawa
Nama kereta api Kelas Relasi perjalanan Keterangan
Eksekutif
Pandalungan Priority Gambir Jember Via Semarang Tawang–Surabaya Pasarturi

Perjalanan ke Jakarta pada jadwal pagi dan sore, sedangkan sebaliknya pada jadwal pagi dan malam.

Kelas Priority tidak tersedia pada jadwal pagi.

Eksekutif
Campuran
Blambangan Ekspres Eksekutif Pasar Senen Ketapang Via Semarang Tawang–Surabaya Pasarturi
Ekonomi
Lintas timur Jawa
Nama kereta api Kelas Relasi perjalanan Keterangan
Eksekutif
Mutiara Timur Fakultatif Eksekutif Surabaya Gubeng Ketapang

Dijalankan pada hari tertentu


Perjalanan ke Surabaya pada jadwal siang, sedangkan sebaliknya pada jadwal malam.

Terkadang ditambahkan kelas ekonomi atau layanan kereta Panoramic.

Campuran
Mutiara Timur Eksekutif Surabaya Pasarturi Ketapang Perjalanan ke Surabaya pada jadwal malam, sedangkan sebaliknya pada jadwal siang.
Ekonomi
Ijen Ekspres Eksekutif Malang Via Bangil–Jember

Perjalanan ke Malang pada jadwal malam, sedangkan sebaliknya pada jadwal pagi.

Ekonomi
Ekonomi
PB Probowangi Ekonomi Surabaya Gubeng Ketapang Perjalanan ke Surabaya pada jadwal sore, sedangkan sebaliknya pada jadwal pagi.
TA Tawang Alun Malang Kotalama Via Bangil–Jember

Perjalanan ke Malang pada jadwal pagi, sedangkan sebaliknya pada jadwal petang.

Lokal (Commuter Line)

Nama kereta api Relasi perjalanan Keterangan
S Supas Probolinggo Surabaya Kota Perjalanan menuju Surabaya pada jadwal paling pagi dan malam, sedangkan sebaliknya pada jadwal paling pagi dan petang.

Galeri

  • Foto udara Stasiun Probolinggo dan Pelabuhan Tanjung Tembaga tahun 1947
    Foto udara Stasiun Probolinggo dan Pelabuhan Tanjung Tembaga tahun 1947
  • Foto udara Stasiun Probolinggo dan Pelabuhan Tanjung Tembaga tahun 1947
    Foto udara Stasiun Probolinggo dan Pelabuhan Tanjung Tembaga tahun 1947
  • Trem Probolinggo Stroomtram Maatschappij yang berada di emplasemen Stasiun Probolinggo
    Trem Probolinggo Stroomtram Maatschappij yang berada di emplasemen Stasiun Probolinggo
  • Tampak depan Stasiun Probolinggo dari Alun-Alun Probolinggo sekitar tahun 1890
    Tampak depan Stasiun Probolinggo dari Alun-Alun Probolinggo sekitar tahun 1890
  • Stasiun Kereta Api Probolinggo sekitar tahun 1890
    Stasiun Kereta Api Probolinggo sekitar tahun 1890
  • Tampak depan Stasiun Probolinggo, 2015
    Tampak depan Stasiun Probolinggo, 2015
  • Peron Stasiun Probolinggo, 2009
    Peron Stasiun Probolinggo, 2009
  • Mesin pecok di jalur 4, 2015
    Mesin pecok di jalur 4, 2015
  • Gudang Stasiun Probolinggo
    Gudang Stasiun Probolinggo
  • Tampak depan Stasiun Probolinggo, 2016
    Tampak depan Stasiun Probolinggo, 2016
  • Peron Stasiun Probolinggo pada malam hari, 2023
    Peron Stasiun Probolinggo pada malam hari, 2023
  • Tampak samping Stasiun Probolinggo
    Tampak samping Stasiun Probolinggo
  • Emplasemen sisi timur Stasiun Probolinggo
    Emplasemen sisi timur Stasiun Probolinggo
  • Halaman gudang Stasiun Probolinggo
    Halaman gudang Stasiun Probolinggo
  • KA Tawang Alun bersilang dengan KA Probowangi di stasiun Probolinggo
    KA Tawang Alun bersilang dengan KA Probowangi di stasiun Probolinggo
  • KA Probowangi memasuki Stasiun Probolinggo
    KA Probowangi memasuki Stasiun Probolinggo
  • KA Probowangi dari arah Surabaya tiba di Stasiun Probolinggo
    KA Probowangi dari arah Surabaya tiba di Stasiun Probolinggo

Referensi

  1. ↑ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  2. 1 2 Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. ↑ Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia" (PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46).
  4. 1 2 Azmi F.F., Antariksa & Suryasari 2013, hlm. 98.
  5. ↑ Staatsspoorwegen (1925). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Ned. Indië. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken.
  6. ↑ Heritage KAI (2014). "Pemugaran Stasiun Probolinggo 2014". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-08-10. Diakses tanggal 2024-09-09.
  7. ↑ Sudikno & Maharani 2016, hlm. 20.
  8. ↑ Azmi F.F., Antariksa & Suryasari 2013, hlm. 102-106.
  9. ↑ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

Daftar pustaka

Pranala luar

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api

Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Bayeman
menuju Bangil
Surabaya–Bangil–Kalisat
Bangil–Kalisat
Jati
menuju Kalisat
Untuk melihat daftar stasiun secara lengkap, dapat mengklik "(Kategori/Daftar)" pada masing-masing daerah atau pranala artikel.
Templat ini meringkas daftar stasiun yang dioperasikan oleh KAI (hanya stasiun utama yang diswakelola oleh perusahaan induk) dan operator KA lainnya (hanya pranala).
Jawa
I - Jakarta
(Kategori)
II - Bandung
(Kategori)
III - Cirebon
(Kategori)
IV - Semarang
(Kategori)
V - Purwokerto
(Kategori)
VI - Yogyakarta
(Kategori)
VII - Madiun
(Kategori)
VIII - Surabaya
(Kategori)
IX - Jember
(Kategori)
Komuter Jabodetabek
Komuter Yogyakarta dan Solo
Kereta Cepat Indonesia-China
120px-Jakarta_Kota_Station.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Stasiun_Bandung_Utara_2021.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Cirebon_station.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Semarang_Tawang_2019.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Stasiun_Purwokerto_2020.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Yogyakarta_Tugu_Station.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Stasiun_Madiun_2020.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Stasiun_SGU_Baru_2020.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-StasiunJR_2017.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sumatra
I - Sumatera Utara
(Kategori)
II - Sumatera Barat
(Kategori)
III – Palembang
(Kategori)
IV – Tanjungkarang
(Kategori)
Komuter Palembang
KAI Bandara
Sulawesi
BPKA Sulsel
(Daftar)
  • * = Stasiun khusus bandara.
  • ** = Stasiun/daftar stasiun dalam pembangunan.
  • Tebal: Stasiun kelas besar.
  • Reguler: Stasiun kelas I.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan