Minggu, 04 Oktober 2026
19:15 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Stasiun Babat

Stasiun Babat

stasiun kereta api di Indonesia

Bagikan:
Stasiun Babat
Kereta Api Indonesia
B11 J31 A24

330px-LiveryPapanStasiun_2020.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

120px-PapanNamaStasiun_BBT.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
330px-Stasiun_Babat_2020.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tampak depan Stasiun Babat, 2020
Lokasi
Koordinat 7°6′23″S 112°10′19″E / 7.10639°S 112.17194°E / -7.10639; 112.17194
Ketinggian+7 m
Operator
Letak
Jumlah peron4 (satu peron sisi yang rendah dan tiga peron pulau yang tinggi)
Jumlah jalur7 (jalur 3 dan 4: sepur lurus)
LayananKereta api penumpang
Lintas utara Jawa
Lokal dan komuter

Kereta api barang
Lintas utara Jawa
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
KlasifikasiI[3]
Sejarah
Dibuka1900
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya 20px-KRL_CL_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail KAI Commuter Stasiun berikutnya
Pucuk Commuter Line Blorasura Bowerno
menuju Cepu
Pucuk
menuju Sidoarjo
Commuter Line Arjonegoro
Terminus untuk beberapa perjalanan
Bowerno
menuju Bojonegoro
Pucuk
menuju Mojokerto melalui Sepanjang
Commuter Line Jenggala Terminus
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Cetak tiket mandiri Ruang/area tunggu Pemesanan langsung di loket Layanan pelanggan Pusat informasi Musala Toilet Ruang menyusui Isi baterai Area merokok 
Jenis persinyalan
Diagram lintasan stasiun
ke Bowerno
ke Tangkir
±
200 m
219 yd
±
200 m
219 yd
±
250 m
273 yd
Jalan Raya
Babat-Jombang
ke Nguwok
Eks rumah sinyal
A (barat daya)
ke
jalur parkir
KA barang
ke gudang
Eks rumah sinyalB (timur laut)
Jl. Sumowiharjo
ke Gembong Lokasi pada petaosm-intl,13,-7.1063888888889,112.17194444444,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Stasiun_Babat&revid=30028353&groups=_4cf2dd62815d44124cda59a95f9cee6b9b83193d&parser=parsoid
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L •B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Babat (BBT) adalah stasiun kereta api kelas I yang terletak di Babat, Babat, Lamongan. Stasiun kereta api lintas utara Jawa ini yang terletak pada ketinggian +7 meter termasuk dalam pengelolaan Daerah Operasi VIII Surabaya serta KAI Commuter dan merupakan stasiun kereta api paling barat di Kabupaten Lamongan. Walaupun bangunan stasiun ini lebih besar daripada Stasiun Lamongan, kereta api yang melintas lebih banyak yang berhenti di Lamongan.

Kereta api yang tidak berhenti/melintas langsung di stasiun ini adalah kereta api Anggrek, Sembrani, Blambangan Ekspres, Pandalungan, Argo Anjasmoro, serta kereta api barang selain Parcel ONS dan angkutan Semen Indonesia.

Sejarah

Generasi pertama

Pada 24 September 1896, Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) mendapat konsesi izin pembangunan jalur kereta api baru. Jalur ini akan menghubungan Stasiun Gundih yang sudah ada sebelumnya dengan calon stasiun baru NIS di Surabaya (kini Stasiun Pasarturi).[4]: 109  Dengan berbekal konsesi tersebut, NIS mulai membangun jalurnya dengan sepur sempit 1.067 mm. Mengingat terbatasnya dana dan biaya, semua stasiun dan perhentian yang terletak di lintas tersebut sangat sederhana dan terbuat dari kayu, termasuk Stasiun Babat. Stasiun ini diresmikan berbarengan dengan peresmian lintas Babat–Lamongan pada tanggal 15 Agustus 1900 dan pada 1 Februari 1903, jalur kereta api Gundih–Surabaya telah selesai dibangun.[4]: 119 

Pada 12 Januari 1914, koran Algemeen Handelsblad memberitakan bahwa Stasiun Babat generasi pertama akan dirombak guna mendukung kelancaran angkutan barang dan persiapan pembangunan jalur cabang ke Merakurak.[5]

Generasi kedua

250px-Stasiun_Babat%2C_2019.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sisi barat halaman depan Stasiun Babat, 2019

Bangunan Stasiun Babat generasi pertama kemudian diperbesar dengan mengganti kanopi kecil dengan kanopi pelana—serupa kanopi di Stasiun Lempuyangan, Stasiun Bojonegoro, dan Stasiun Surabaya Pasarturi—serta mengubah bangunan yang sebelumnya semipermanen menjadi permanen.

Kemungkinan, bangunan stasiun generasi kedua ini mulai dipergunakan pada kisaran tahun 1920-an. Adapun buktinya, yaitu memiliki fisik yang cenderung serupa dengan stasiun-stasiun NIS lainnya yang juga diresmikan pada dekade tahun 1920-an, seperti Stasiun Tuban dan Stasiun Wonogiri. Stasiun-stasiun tersebut memiliki kemiripan di struktur atapnya, bangunan utama, dan adanya kanopi yang menaungi teras depan dan peron sisi.

Bangunan Stasiun Babat generasi kedua ini hingga kini masih tetap dipertahankan.

Bangunan dan tata letak

250px-KA_Ambarawa_Eks_BBT.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kereta api Ambarawa Ekspres saat meninggalkan Stasiun Babat, 2020. Terdapat peron baru di antara jalur 4 dan 5 dari kejauhan.

Pada awalnya, stasiun ini menggunakan sistem persinyalan mekanik dan memiliki enam jalur kereta api dengan jalur 3 merupakan sepur lurus ditambah dua sepur badug yang mengarah ke gudang di sebelah barat stasiun, satu sepur badug masing-masing di sisi timur laut dan barat daya stasiun, serta satu sepur badug yang terdapat di antara jalur 3 dan 4 yang lama. Setelah jalur ganda menuju Stasiun Bojonegoro dioperasikan per 22 April 2014[6] dan menuju Stasiun Kandangan per 8 Mei 2014,[7] jumlah jalurnya bertambah menjadi tujuh. Sepur badug di area tengah tersebut diubah menjadi jalur 4 yang baru sebagai sepur lurus arah Surabaya, sedangkan jalur 3 dijadikan sebagai sepur lurus arah DKI Jakarta saja. Selain itu, sistem persinyalannya telah diganti dengan sistem persinyalan elektrik.

Sejak November 2019, terdapat peron pulau baru yang terletak di antara jalur 4 dan 5 yang baru serta peron pulau yang terletak di antara jalur 2 dan 3 sudah dipanjangkan, sehingga jumlah peron di stasiun ini kini berjumlah empat buah: satu peron sisi dan tiga peron pulau. Stasiun ini juga memiliki depo lokomotif dan pemutar rel, tetapi sudah lama tidak dipakai lagi.

Jalur 7 ← Sepur belok →
Jalur 6 Sepur belok
Jalur 5 ← Sepur belok →
Sepur lurus jalur tunggal dari dan ke arah Jombang (nonaktif) ↔
← Kereta Api Indonesia Pemberhentian kereta api antarkota ke arah timur
← (Pucuk) B Commuter Line Blorasura, tujuan Surabaya Pasarturi
A Commuter Line Arjonegoro, tujuan Sidoarjo
Peron pulau, pintu terbuka di sebelah kiri
Jalur 4 ← Sepur lurus arah Surabaya Pasarturi
Jalur berjalan langsung kereta api ke arah timur
Jalur 3 Sepur lurus arah Jakarta Kota →
Jalur berjalan langsung kereta api ke arah barat
Kereta Api Indonesia Pemberhentian kereta api antarkota ke arah barat
B Commuter Line Blorasura, tujuan Cepu → (Bowerno)
A Commuter Line Arjonegoro, tujuan Bojonegoro
Peron pulau, pintu terbuka di sebelah kanan
Jalur 2 ← Sepur belok →
↔ (Pucuk) A Commuter Line Arjonegoro, dari dan tujuan Surabaya Pasarturi/Sidoarjo
J Commuter Line Jenggala, dari dan tujuan Mojokerto
Peron pulau
Jalur 1 Sepur lurus jalur tunggal dari dan ke arah Tuban (nonaktif) ↔
← Sepur belok →
Peron sisi
Lantai 1 Bangunan utama stasiun

330px-PapanKeretaApi_2020.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

40px-KAJJ_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail B11 A24 120px-PapanNamaStasiunKomuter_BBT.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Di sebelah barat stasiun ini terdapat jalur cabang yang akan berakhir di Tuban (dari jalur 1) dan Jombang (dari jalur 5), tetapi kedua jalur cabang tersebut sudah dinonaktifkan. Berdasarkan Perpres No. 80 Tahun 2019, jalur menuju Tuban hingga Merakurak ini direncanakan akan kembali diaktifkan supaya mendukung pemerataan dan percepatan pembangunan di sekitar wilayah Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan).[8] Selain itu, rencana reaktivasi jalur ini juga tercantum dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional tahun 2018.[9]

Layanan kereta api

Berikut ini adalah layanan kereta api yang berhenti di stasiun ini sesuai Gapeka 2025 revisi per 15 Juli 2025.[10]

Penumpang

Antarkota

Lintas utara Jawa
Nama kereta api Kelas Relasi perjalanan Keterangan
Eksekutif
Sembrani Tambahan Priority Surabaya Pasarturi Gambir Via Semarang Tawang–Cirebon

Pemberhentian hanya untuk perjalanan menuju Jakarta.

Eksekutif
Campuran
Sancaka Utara Eksekutif Cilacap Surabaya Pasarturi Via Solo Balapan–Cepu
Ekonomi
Gumarang Eksekutif Pasar Senen Via Cirebon–Semarang Tawang
Ekonomi
Dharmawangsa Ekspres Eksekutif Via Cirebon Prujakan–Semarang Poncol
Ekonomi
Kertajaya Tambahan Eksekutif
Ekonomi
Harina Eksekutif Bandung Via Cikampek–Semarang Tawang
Ekonomi Premium
Jayabaya Eksekutif Pasar Senen Malang Via Semarang Poncol–Surabaya Pasarturi
Ekonomi
Ekonomi
Ambarawa Ekspres Ekonomi Premium Semarang Poncol Surabaya Pasarturi Perjalanan ke Semarang pada jadwal pagi dan sebaliknya pada jadwal siang.
Ekonomi Perjalanan ke Semarang pada jadwal siang dan sebaliknya pada jadwal pagi.
Kertajaya Ekonomi Premium Pasar Senen Via Cirebon Prujakan–Semarang Poncol
Airlangga Ekonomi

Lokal (Commuter Line)

Nama kereta api Relasi perjalanan Keterangan
Lintas utara Jawa
B Blorasura Cepu Surabaya Pasarturi –
A Arjonegoro Babat Perjalanan satu arah hanya jadwal malam.
Sidoarjo Perjalanan menuju Sidoarjo hanya jadwal pagi, sedangkan sebaliknya hanya jadwal sore.
Bojonegoro Hanya jadwal siang.
J Jenggala Babat Mojokerto Via Wonokromo–Krian

Perjalanan menuju Mojokerto hanya jadwal pagi, sedangkan sebaliknya hanya jadwal sore.

Barang

Nama kereta api Relasi perjalanan Keterangan
Lintas utara Jawa
Angkutan Semen Indonesia Babat Kampung Bandan Via Cirebon Prujakan–Semarang Poncol

Kegiatan bongkar muat dan langsiran hanya dilakukan di Jakarta Gudang

Angkutan logistik ONS Parcel Utara Kampung Bandan Surabaya Pasarturi Via Cirebon Prujakan–Semarang Tawang

Kegiatan bongkar muat dan langsiran hanya dilakukan di Jakarta Gudang

Galeri

  • Kereta api lokal Bojonegoro saat berhenti di Stasiun Babat, Juli 2011
    Kereta api lokal Bojonegoro saat berhenti di Stasiun Babat, Juli 2011
  • Deretan rumah dinas di kompleks Stasiun Babat
    Deretan rumah dinas di kompleks Stasiun Babat
  • Bangunan depo Lokomotif Babat dengan sebuah gerbong penolong (NR) di dalamnya dan tangki HSD kapasitas 30.000 liter di sudut kanan foto
    Bangunan depo Lokomotif Babat dengan sebuah gerbong penolong (NR) di dalamnya dan tangki HSD kapasitas 30.000 liter di sudut kanan foto
  • Sebuah gerbong penolong yang berada di dalam Depo Lokomotif Babat
    Sebuah gerbong penolong yang berada di dalam Depo Lokomotif Babat
  • Bekas kolam penampungan air yang telah berubah menjadi tempat sampah yang berlokasi di Depo Lokomotif Babat
    Bekas kolam penampungan air yang telah berubah menjadi tempat sampah yang berlokasi di Depo Lokomotif Babat

Referensi

  1. ↑ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  2. ↑ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. ↑ Data Stasiun Kereta Api (2017) Diarsipkan 2020-12-04 di Wayback Machine., Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
  4. 1 2 Reitsma, S.A. (1928). Korte Geschiedenis der Nederlandsch-Indische Spoor- en Tramwegen. Weltevreden: G. Kolff & Co.
  5. ↑ "Uit Tjepoe schrijft men aan het N. v. d. D. v. N.-I-:". Algemeen Handelsblad. 12-01-1914. hlm. 10.{{cite news}}: |website= and |newspaper= ditentukan lebih dari satu kali; Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  6. ↑ Aziz, Abd (2014-04-22). Syafputri, Ella (ed.). "Rel jalur ganda Surabaya-Bojonegoro tersambung 55 km". ANTARA News. Diakses tanggal 2020-04-18.
  7. ↑ Ritonga, Efri NP, ed. (2014-05-09). "Rel Ganda Tersambung, Bulan Depan Kereta Ditambah". Tempo.co. Diakses tanggal 2020-04-19.{{cite news}}: |first= tidak memiliki |last=
  8. ↑ Lampiran Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 80 Tahun 2019 Tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik – Bangkalan – Mojokerto, Surabaya – Sidoarjo – Lamongan, Kawasan Bromo - Tengger - Semeru, Serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan
  9. ↑ Rencana Induk Perkeretaapian Nasional 2018 (PDF). Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan. 2018.
  10. ↑ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

Pranala luar

Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Bowerno
menuju Gundih
Gundih–Surabaya Pasarturi Gembong
Tangkir
menuju Merakurak
Merakurak–Babat Terminus
Terminus Babat–Jombang Nguwok
menuju Jombang
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan