Rabu, 14 Oktober 2026
20:31 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus
Stasiun Panarukan

Stasiun Panarukan

stasiun kereta api di Indonesia

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Stasiun Petarukan atau Stasiun Panarukan Pelabuhan.
Singkatan stasiun ini bukan berarti Philippine National Railways.
Stasiun Panarukan
40px-Logo_Kereta_Api_Indonesia_1991-2011.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Panarukan
+3 m
330px-Pintu_Keluar.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tampak depan Stasiun Panarukan, 2023
Lokasi
Koordinat 7°41′53″S 113°56′6″E / 7.69806°S 113.93500°E / -7.69806; 113.93500
Ketinggian+3 m
Operator
Letak
km 284+016 lintas Surabaya Kota-Probolinggo-Kalisat-Panarukan[1]
Jumlah peron2 (satu peron sisi dan satu peron pulau yang rendah)
Jumlah jalur2 (jalur 1: sepur lurus)
Layanan-
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
Sejarah
DibukaOktober 1, 1897;129 tahun lalu (1897-10-01)
Ditutup2004;22 tahun lalu (2004)
Fasilitas dan teknis
Jenis persinyalan
  • Mekanik
Diagram lintasan stasiun
ke Panarukan Pelabuhan
Jalan Akses
Pelabuhan Panarukan
ke Tribungan
Lokasi pada peta
osm-intl,13,-7.6980555555556,113.935,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Stasiun_Panarukan&revid=30003317&groups=_a3229b951bcedfd46d4f2f3d4d1f44d9d1bf45dc&parser=parsoid
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L •B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Panarukan (PNR) adalah stasiun kereta api nonaktif yang terletak di Kilensari, Panarukan, Situbondo; termasuk dalam Wilayah Penjagaan Aset IX Jember pada ketinggian +3 meter. Stasiun ini merupakan stasiun kereta api yang lokasinya paling utara di Kabupaten Situbondo dan juga merupakan stasiun paling ujung di jalur kereta api Kalisat-Panarukan.

Pada saat stasiun ini aktif, stasiun ini hanya memiliki dua jalur kereta api dengan jalur 1 merupakan sepur lurus ditambah gudang dan lima sepur simpan (khusus bongkar muat barang).[3] Arsitektur stasiun ini mirip dengan Stasiun Situbondo.

Jalur dan prasarana sepanjang lintas Kalisat-Panarukan dimiliki oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan sesuai UU No.23 Tahun 2007.

Sejarah

Stasiun ini dibuka pada tahun 1 Oktober 1897. Tujuan membuat stasiun ini adalah untuk mengangkut barang dari Pelabuhan Panarukan. Karena itu, dibangunlah jalur lori dari Pelabuhan Panarukan yang berjarak 1 km timur dari stasiun ini. Jalur lori ini hanya digunakan untuk mengangkut barang. Operator stasiun ini adalah perusahaan kereta api pemerintah Hindia Belanda Staats Spoorwegen (SS). Jalur ini merupakan segmen terakhir dari megaproyek jalur kereta api Probolinggo–Panarukan yang konsesinya keluar pada 23 Juni 1893.[4][5]

Sebelum tahun 1980, stasiun ini sangat ramai dengan penumpang dan barang yang hendak ke pelabuhan. Pada tahun 1980-an, aktivitas Pelabuhan Panarukan perlahan-lahan mulai sepi. Ekspor melalui laut kemudian dialihkan ke Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi dan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Pelabuhan Panarukan menjadi kurang diminati karena lautnya menjadi dangkal sekitar 1,5 meter akibat sedimentasi dari Sungai Sampeyan.[6] Akibatnya, kapal-kapal bertonase besar tidak dapat sandar. Karena jarang dipakai, jalur lori ke pelabuhan dinonaktifkan pada awal tahun 1990. Setelah jalur lori ini ditutup, stasiun ini tidak melayani kereta barang lagi.

Kereta api penumpang masih bisa beroperasi sampai tahun 2004. Karena prasarana yang sudah sangat tua, PT KAI menutup jalur dan stasiun ini pada tahun 2004. Selain itu, jalur ini ditutup karena kurangnya sarana kereta api Daop IX Jember. Kereta api lokal yang melewati jalur ini sebelum ditutup,dioperasikanlah Ka Lokal Blagador dan hanya membawa 1-2 kereta ekonomi dan 1 gerbong barang. Tidak ada kereta api yang melewati jalur ini lagi. Rel-rel, sinyal, wesel, dan aset-aset kereta lainnya dibiarkan terbengkalai, bahkan ada sebagian yang dicuri dan dijual. Bekas Stasiun Panarukan kini masih ada, tetapi sudah rusak dan butuh banyak dana untuk memperbaikinya.[7]

Sejak ditutup jalur ini pada tahun 2004, telah muncul banyak wacana untuk mengaktifkan kembali jalur ini. Saat ini, jalur Kalisat-Panarukan telah masuk dalam prioritas reaktivasi melalui Perpres 80 Tahun 2019 dan lolos studi kelayakan untuk diaktifkan ulang.

Galeri

  • Papan nama Stasiun Panarukan, 2023
    Papan nama Stasiun Panarukan, 2023
  • Bagian Peron Stasiun Panarukan, 2023
    Bagian Peron Stasiun Panarukan, 2023
  • Sisi utara
    Sisi utara

Referensi

  1. ↑ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).
  2. ↑ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. ↑ Grafik Perjalanan Kereta Api 2002. Jakarta: Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Departemen Perhubungan Republik Indonesia.
  4. ↑ Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 1921–1932.{{cite book}}: |first= tidak memiliki |last=
  5. ↑ "Wijziging van de Aansluiting van den Zijtak naar Pasirian aan de Hoofdlijn Probolinggo-Panaroekan". de Indische gids. 16: 1173. 1894.
  6. ↑ Penerbit Buku Kompas. ([2008]). Ekspedisi Anjer-Panaroekan : laporan jurnalistik Kompas : 200 tahun Anjer-Panaroekan, jalan untuk perubahan. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. ISBN 9789797093914. OCLC 298706775.{{cite book}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  7. ↑ "Jalur Kereta Api Kalisat-Panarukan Segera Dibuka". Tempo.co. 2009-01-12. Diakses tanggal 2019-07-20.
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Tribungan
menuju Kalisat
Kalisat–Panarukan
dengan kelanjutan ke Panarukan Pelabuhan
Panarukan Pelabuhan
Terminus


Ikon rintisan

Artikel bertopik stasiun kereta api di Jawa Timur ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan