Rabu, 04 November 2026
08:19 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Stasiun Petarukan

Stasiun Petarukan

stasiun kereta api di Indonesia

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Stasiun Panarukan.
Stasiun Petarukan

330px-LiveryPapanStasiun_2020.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-PapanNamaStasiun_PTA.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
330px-Stasiun_Petarukan_2019.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Stasiun Petarukan
Lokasi
Koordinat 6°53′42″S 109°27′9″E / 6.89500°S 109.45250°E / -6.89500; 109.45250
Ketinggian+10 m
Operator
Letak
km 113+210 lintas Semarang Poncol-Tegal-Cirebon[1]
Jumlah peron3 (satu peron sisi dan dua peron pulau yang sama-sama agak tinggi)
Jumlah jalur3 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
LayananHanya untuk penyusulan antarkereta api.
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
KlasifikasiIII/kecil[2]
Fasilitas dan teknis
Jenis persinyalan
Diagram lintasan stasiun
ke Pemalang
3
2
1
ke Ujunggede
Lokasi pada peta
osm-intl,13,-6.895,109.4525,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Stasiun_Petarukan&revid=27258116&groups=_aacae7868d0c009ae557d2a544e4bb6acf0f89ad&parser=parsoid
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L •B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Petarukan (PTA) merupakan stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Serang, Petarukan, Pemalang. Stasiun yang terletak pada ketinggian +10 m ini termasuk dalam Daerah Operasi IV Semarang.

Awalnya stasiun ini hanya memiliki dua jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus. Setelah jalur ganda pada petak stasiun ini hingga Stasiun Pemalang resmi dioperasikan mulai 30 Oktober 2008[4][5] dan kemudian segmen hingga Stasiun Sragi mulai 26 September 2012,[6] jumlah jalurnya bertambah menjadi tiga. Jalur 3 ditambahkan di sisi selatan stasiun sebagai sepur lurus hanya untuk arah Semarang, sedangkan jalur 2 dijadikan sebagai sepur lurus untuk arah Cirebon saja.

Saat ini tidak ada kereta api yang berhenti di stasiun ini, kecuali jika terjadi penyusulan antarkereta api. Ke arah timur, sebelum Stasiun Comal, terdapat bekas Halte Ujunggede yang sudah dinonaktifkan karena okupansi yang minim.

Insiden

Pada tanggal 2 Oktober 2010, pukul 02.45 dini hari, kereta api Argo Bromo Anggrek dengan relasi Gambir–Surabaya Pasarturi (KA 4) menyeruduk kereta api Senja Utama Semarang relasi Pasar Senen–Semarang Tawang yang sedang berhenti di jalur 3 untuk mempersilakan KA 4 melaju.[7] Kecelakaan ini diduga disebabkan masinis KA Argo Bromo Anggrek melanggar sinyal masuk stasiun;[8] seharusnya berbelok dan melintas langsung di jalur 2.[9] Sekitar 36 korban tewas dan merupakan salah satu kecelakaan kereta api terbesar di Indonesia.[9][10]

Referensi

  1. ↑ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  2. 1 2 Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. ↑ Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia" (PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46).
  4. ↑ "Detail Badan Usaha". lpjk.org. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-04-11. Diakses tanggal 2018-04-11.
  5. ↑ "Presiden SBY Resmikan Jalur Ganda KA". Kompas.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-04-11.
  6. ↑ Ariyanto, Is (2012-09-26). "Uji Coba Rel Ganda". SoloPos.com. Diakses tanggal 2020-04-29.
  7. ↑ Iswidodo (3 Oktober 2010). "Tabrakan Kereta Api di Pemalang Jadi Berita Dunia". Tribunnews.com. Diakses tanggal 3 April 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ "Tragedi Dini Hari di Petarukan". Liputan6. 6 Oktober 2010. Diakses tanggal 3 April 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. 1 2 Maryadie (4 Oktober 2010). "Tragedi Pemalang, Musibah KA Terburuk 2010". VIVA.co. Diakses tanggal 3 April 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ Bhayangkara, Chyntia Sami (6 Januari 2024). "10 Kecelakaan Kereta Api Terparah di Indonesia Sepanjang Masa". Suara.Com. Diakses tanggal 3 April 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Stasiun Petarukan.
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Pemalang
menuju Cirebon
Cirebon–Semarang Ujunggede


Ikon rintisan

Artikel bertopik stasiun kereta api di Jawa Tengah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan