Sabtu, 26 September 2026
18:54 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Chalet

Chalet

jenis bangunan atau rumah yang khas dari wilayah Alpen

250px-Ormont-Dessus%2C_Vers-L%27Eglise%2C_route_de_Brison_2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah chalet khas di Alpen Swiss

Chalet (diucapkan /ˈʃæleɪ/ dalam bahasa Inggris Britania; dalam bahasa Inggris Amerika biasanya /ʃæˈleɪ/), juga disebut chalet Swiss, adalah sejenis bangunan atau rumah khas wilayah Alpen di Eropa. Bangunan ini terbuat dari kayu dengan atap berat yang agak miring serta tritisan lebar berpenyangga kuat yang terpasang tegak lurus terhadap bagian depan rumah.[1]

Definisi dan asal-usul

250px-DirkvdM_orosi_chalet.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah 'chalet' di bukit sebelah timur Orosí, Kosta Rika

Istilah chalet berasal dari wilayah berbahasa Arpitan di Swiss dan wilayah Savoie di Prancis, yang awalnya merujuk pada gubuk milik penggembala.[2] Bangunan ini sering kali dibuat tertanam di dalam tanah demi menjaga kestabilan suhu.

Banyak chalet di Alpen Eropa awalnya digunakan sebagai peternakan musiman untuk sapi perah, yang dibawa naik dari padang rumput dataran rendah selama bulan-bulan musim panas. Para penggembala akan tinggal di chalet serta membuat mentega dan keju untuk mengawetkan susu yang dihasilkan. Produk-produk ini kemudian dibawa kembali bersama hewan ternak ke lembah bawah sebelum musim dingin Alpen dimulai. Chalet-chalet tersebut akan tetap terkunci dan tidak digunakan selama bulan-bulan musim dingin. Di sekitar banyak chalet terdapat gubuk-gubuk kecil tanpa jendela yang disebut mazot, yang digunakan untuk menyimpan barang-barang berharga secara aman selama periode tersebut.

Grand Chalet

Chalet bersejarah terbesar dan paling megah di Swiss adalah Grand Chalet di Rossinière. Chalet ini dianggap sebagai salah satu rumah kayu terbesar di Alpen. Grand Chalet dibangun antara tahun 1752 dan 1756 untuk Jean-David Henchoz (1712–1758), yang dikenal sebagai Baron Keju. Chalet ini menjadi terkenal sebagai kediaman terakhir pelukis Balthus.[3][4][5]

Penggunaan internasional modern

250px-House_built_by_Ruth_Trummer_in_Hagere_Selam.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rumah bergaya chalet yang dibangun oleh perawat asal Swiss, Ruth Trummer, di Hagere Selam (Etiopia) sekitar tahun 1970
250px-Chalet_in_Ranua.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Chalet Silver Beach di Ranua, Finlandia pada Desember 2007

Seiring munculnya bisnis pariwisata Alpen, chalet diubah menjadi rumah liburan yang digunakan oleh para penggemar ski dan penjelajah alam. Seiring berjalannya waktu, istilah 'chalet' beralih fungsi untuk merujuk pada rumah liburan secara umum, baik yang dibangun murni dengan gaya khas Alpen maupun tidak. Dalam bahasa Prancis Quebec, setiap hunian musim panas atau hunian liburan, khususnya yang berada di dekat lereng ski, disebut chalet tanpa memandang apakah bangunan tersebut dibangun dengan gaya chalet Swiss atau tidak; warga Quebec berbahasa Inggris juga telah mengadopsi istilah tersebut.

Saat ini, di Amerika Utara dan tempat lain di dunia, penggunaan kata chalet dapat merujuk pada lebih dari sekadar lokasi pegunungan. Istilah chalet bahkan digunakan untuk menggambarkan rumah peristirahatan mirip resor atau properti hunian yang terletak di tepi pantai. Sebagai contoh, di Lebanon, chalet biasanya merujuk pada rumah liburan di salah satu dari enam resor ski Lebanon, tetapi istilah ini juga dapat merujuk pada kabin pantai di resor tepi laut.[6] Di kawasan ski Amerika Utara, kata chalet juga digunakan untuk menggambarkan bangunan yang menampung kafetaria dan layanan lain yang disediakan bagi wisatawan, meskipun bangunan tersebut mungkin tidak menyerupai chalet Alpen tradisional. Di Amerika Serikat, chalet ski Alpen semakin populer di Colorado dan wilayah Pegunungan Rocky selama bulan-bulan musim dingin. Sebagian besar chalet ski adalah rumah liburan milik pribadi yang dikunjungi pemiliknya dua hingga tiga kali setahun dan disewakan di sisa waktu lainnya. Pemilik chalet ski ini sering kali menyewa perusahaan manajemen properti untuk mengelola dan menyewakan properti mereka.[7]

Di Levan, Mesir, dan Kuwait serta di wilayah Marche, Italia, chalet merujuk pada rumah pantai, alih-alih rumah di lereng gunung, dan dibangun dengan gaya arsitektur apa pun.

Di Britania, kata chalet digunakan untuk akomodasi tidur sederhana di kamp liburan yang dibangun sekitar pertengahan abad ke-20.[8][9]

Liburan ski 'chalet' dipopulerkan oleh warga Britania pada tahun 1980-an, dipelopori oleh perusahaan-perusahaan seperti Ski West, John Morgan, dan Supertravel. Bladon Lines merupakan 'perusahaan chalet' terkemuka,[10] tetapi kombinasi antara Brexit dan pandemi mengakibatkan hanya sedikit chalet yang masih ditawarkan kepada para pemain ski Britania.

Referensi

  1. ↑ Webster's Dictionary mendefinisikan chalet sebagai "Sebuah hunian kayu dengan atap miring dan tritisan lebar yang menonjol, umum di Swiss dan wilayah Alpen lainnya."
  2. ↑ Harper, Douglas. "chalet". Online Etymology Dictionary. Diakses tanggal 2015-05-23.
  3. ↑ Irene Loebell: Le Grand Chalet de Balthus, Swiss Films, documentary about this extraordinary house and the remarkable cosmos which the painter Balthus created in the Grand Chalet, consisting of approximately 60 rooms, directed and written by Irene Loebell, November 2003
  4. ↑ SWI – Swissinfo: A home for aristocratic artists, The Swiss voice in the world since 1935, article by Rodrigo Carrizo Couto, 3 July 2009
  5. ↑ SWI – Swissinfo: Balthus wohnte im grössten Chalet der Schweiz, The Swiss voice in the world since 1935, article by Rodrigo Carrizo Couto, 28 December 2009
  6. ↑ Pierce, Eleanor B. All You Need to Know about Living Abroad: Pan American's Guide to Living Conditions in 93 Countries
  7. ↑ "Ski Chalet | History of United States & European Chalets". movingmountains.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-11-12. Diakses tanggal 2015-09-30.
  8. ↑ Butlins FAQ Diarsipkan 2012-03-07 di Wayback Machine., Butlins Memories. Retrieved 22 February 2012.
  9. ↑ "Erehwon Retreat" Retrieved 18 September 2020
  10. ↑ Martin, Iain (2021-08-16). "252: The Rise and Fall of Bladon Lines | 'Parrots in the Snow' – The Ski Podcast" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-07-25.

Bibliografi

  • Dana, William Sumner Barton (1913), The Swiss Chalet Book; A Minute Analysis and Reproduction of the Chalets of Switzwerland, Obtained by a Special Visit to That Country, Its Architects, and Its Chalet Homes (reprinted 2009 by Nabu Press) ISBN978-1-172-29267-7
  • Galindo, Michelle (2009), Chalet Architecture and Design, Braun Architecture AG ISBN3-03768-021-0
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan