Senin, 21 September 2026
06:04 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Pasar Atom

pusat perbelanjaan di Indonesia

Shopping mall in Surabaya, IndonesiaTemplat:SHORTDESC:Shopping mall in Surabaya, Indonesia
Pasar Atom
osm-intl,14,-7.241511,112.744151,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Pasar_Atom&revid=27877852&groups=_5889772f951c9b6fba868c384b7d00d2ee82feda&parser=parsoid
LokasiSurabaya, Indonesia
Koordinat7°14′29.4396″S 112°44′38.9436″E / 7.241511000°S 112.744151000°E / -7.241511000; 112.744151000
AlamatJl. Bunguran No.45, Bongkaran, Kec. Pabean Cantikan, Surabaya, Jawa Timur 60161, Indonesia
Dibuka25 Juni 1979 (Tahap I)
1980 (Tahap II)
1981 (Tahap III)
1982 (Tahap IV)
1984 (Tahap V)
2007 (Pasar Atom Mall)
Transportasi umum40px-Wirawiri_Suroboyo_Feeder_4_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 40px-Wirawiri_Suroboyo_Feeder_10_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
20px-Ikon_MPU_sby_D.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-Ikon_MPU_sby_M.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail20px-Ikon_MPU_sby_R.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Situs webhttps://pasaratom.com/

Pasar Atom adalah pusat perbelanjaan, perdagangan dan pertokoan yang terletak di Surabaya Utara, tepatnya di Jalan Bunguran 45 dan Jalan Stasiun Kota, Surabaya, Jawa Timur. Pasar ini pertama kali dibangun pada 6 Februari 1978 dan diresmikan pada 25 Juni 1979. Pembangunan dilakukan secara bertahap hingga Tahap V pada tahun 1984.[1] Pasar Atom Mall, yang merupakan bagian dari kompleks ini, dibuka pada tahun 2007. Pasar Atom dikenal sebagai pusat perbelanjaan pertama di Surabaya yang dilengkapi dengan eskalator, menandai langkah awal modernisasi pusat perbelanjaan di kota tersebut.

Sejarah

Pasar Atum Lama

Pasar Atum merupakan salah satu pasar tertutup tertua di Surabaya yang jejak awalnya dapat ditelusuri sejak masa kolonial Belanda. Pada masa itu, Pasar Atum terletak di sepanjang Kali Pegirian, di antara Jalan Gembong dan Jalan Bunguran, sebuah lokasi yang dianggap strategis dalam jaringan perdagangan lokal. Kawasan ini berkembang sebagai titik transaksi penting bagi kebutuhan sehari-hari, baik berupa produk lokal maupun impor, serta menjadi ruang sosial bagi komunitas pedagang, khususnya dari etnis Tionghoa yang mendominasi aktivitas ekonomi di sana.[2][3]

Istilah "Atum" (Ejaan Lama: Atoom) diyakini berasal dari penyebutan masyarakat terhadap plastik—komoditas yang banyak diperjualbelikan pada masa itu, seperti sandal dan peralatan rumah tangga.[2] Seiring dengan meningkatnya aktivitas dan kepadatan, pada era 1950-an, dilakukan pengembangan stand dan kios pasar melalui kerja sama antara sejumlah pihak swasta dan lembaga lokal, seperti Bond Pasar Atoom, Banking Corporation Indonesia, dan Jajasan Ksatrija (Setia) Jawa Timur.[4]

Namun, pada awal 1970-an, seiring dengan kebijakan pemerintah kota terkait penataan Kali Pegirian, seluruh bangunan pasar yang berada di bantaran sungai dibongkar. Pedagang yang terdampak kemudian dipindahkan ke lahan baru di bekas markas Brimob yang luasnya sekitar 6 hektar.[2][4]

Pusat Perbelanjaan Pasar Atom

Pembangunan Pusat Perbelanjaan Pasar Atom dimulai pada tahun 1972, dipelopori oleh PT. Prosam Plano & Co. yang bertindak sebagai investor utama dengan dukungan dari Pemerintah Kotamadya Surabaya. Proyek ini dirancang sebagai pusat perdagangan tertutup yang dibangun secara bertahap hingga awal 1980-an.[2]

Tahap pertama berfokus pada pembangunan bangunan awal untuk menampung para pedagang yang sebelumnya berada di sepanjang Kali Pegirikan. Karena sifatnya sementara, tahap ini belum menerapkan sistem pengelompokan ruang. Mulai dari tahap kedua hingga tahap kelima, diterapkan sistem penataan berdasarkan kategori dagang: tahap kedua difokuskan untuk sektor makanan dan kuliner, tahap ketiga untuk konveksi dan pakaian, tahap keempat untuk perdagangan grosir, dan tahap kelima digunakan sebagai pusat ritel modern dan swalayan.[5]

Bangunan Pusat Perbelanjaan Pasar Atom dikenal karena keunikan arsitekturnya. Pusat perbelanjaan ini merupakan bangunan pertama di Surabaya yang menggunakan eskalator, serta menampilkan desain tangga melayang tanpa penyangga, yang dirancang oleh Harjono Sigit, arsitek sekaligus mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).[1]

Pada akhir 1980-an, Pasar Atom mengalami kebakaran besar yang mendorong renovasi menyeluruh. Dalam proses tersebut, dilakukan perbaikan struktur dan penambahan fasilitas baru, termasuk kolam renang di atap bangunan yang merupakan kolam rooftop pertama di Surabaya.[1] Pada tahun 2007, Pasar Atom Mall dibuka dengan 600 stand toko.

Sekarang

Pasar Atom merupakan salah satu pusat perdagangan di Surabaya yang memiliki peran penting dalam distribusi barang dan aktivitas ekonomi, khususnya di kawasan Indonesia Timur. Wilayah cakupan pengunjung dan pedagangnya melampaui kota Surabaya, dengan keterlibatan pelaku usaha dari berbagai daerah.

Pasar Atom memiliki konsentrasi kegiatan ekonomi di beberapa sektor, seperti perdagangan emas, sandang, makanan, dan layanan keuangan. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan emas yang juga menampung berbagai usaha di bidang pakaian dan konveksi yang melayani konsumen lokal maupun luar kota. Sejumlah lembaga keuangan juga membuka cabang di lingkungan pasar untuk mendukung kebutuhan transaksi. Selain itu, pusat perbelanjaan ini juga menyediakan berbagai pilihan makanan dan jajanan, termasuk produk-produk yang berakar pada tradisi kuliner lokal. Aktivitas ekonomi yang beragam ini menjadikan Pasar Atum sebagai ruang pertemuan berbagai latar sosial dan budaya di Surabaya. Sebagian besar kios di Pasar Atom dioperasikan langsung oleh pemiliknya. Hal ini memungkinkan terjadinya interaksi langsung dalam proses jual beli, termasuk praktik tawar-menawar yang menjadi bagian dari pola transaksi umum di pasar tersebut.

Signifikansi budaya

Pasar Atom menjadi pusat interaksi budaya yang penting bagi komunitas Tionghoa di Surabaya, mencerminkan sejarah panjang migrasi, asimilasi, dan dinamika sosial mereka sejak masa Majapahit. Sebagai ruang pertemuan antara kelompok Tionghoa Peranakan dan Totok, Pasar Atom turut melahirkan budaya khas yang terekspresikan dalam bahasa Pasar Atom—sebuah subdialek dari bahasa Jawa dialek Arekan yang dipengaruhi oleh bahasa Hokkian, Mandarin, Belanda, dan Indonesia. Bahasa ini memperlihatkan ciri khas berupa pencampuran kosakata dan perubahan fonetik, seperti bunyi /r/ menjadi /l/ atau /t/ menjadi /k/, yang menunjukkan proses adaptasi lintas generasi. Keunikan linguistik tersebut menjadikan Pasar Atom bukan hanya sebagai pusat ekonomi, tetapi juga sebagai simbol identitas multikultural dan warisan budaya Tionghoa di Surabaya.[6]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 "Menelusuri Sejarah Jalan Stasiun Kota 11_Pasar Atom Berawal dari PKL Sepanjang Sungai Pegirian. Radar Surabaya. 10 Maret 2021. Hal.3 Chrisyandi. LIB – Library". Diakses tanggal 2025-06-13.
  2. 1 2 3 4 Gunawan, Nely; Utama, Nina (1999). Potensi Pasar Atum dan Pasar Turi Baru sebagai Alternatif Tujuan Wisata Belanja bagi Wisatawan Asing di Surabaya. hlm. 7.
  3. Sudrajat, Rahmat (24 Januari 2025). "Lokasi Pasar Atom Surabaya Awalnya di Pegirian". Radar Surabaya. Diakses tanggal 14 Juni 2025.
  4. 1 2 Ridho, Rozzy (2020). Pasar Atom Surabaya dan Aktivitas Pedagang Tionghoa Tahun 1950-1980an. hlm. 8.
  5. Gunawan, Nely; Utama, Nina (1999). Potensi Pasar Atum dan Pasar Turi Baru sebagai Alternatif Tujuan Wisata Belanja bagi Wisatawan Asing di Surabaya. hlm. 10.
  6. Hafidz, Muhammad (30 Juni 2022). "Mengenal Bahasa Pecinan Surabaya". Kompasiana. Diakses tanggal 14 Juni 2025.

Pranala luar

Aceh
Kota Banda Aceh
Bali
Kabupaten Badung
Kota Denpasar
Banten
Kabupaten Tangerang
Kota Cilegon
Kota Serang
Kota Tangerang
Kota Tangerang Selatan
Bengkulu
Kota Bengkulu
DI Yogyakarta
Kabupaten Sleman
Kota Yogyakarta
DKI Jakarta
Jakarta Barat
Jakarta Pusat
Jakarta Selatan
Jakarta Timur
Jakarta Utara
Gorontalo
Kota Gorontalo
Jambi
Kota Jambi
Jawa Barat
Kabupaten Bandung
Kabupaten Bekasi
Kabupaten Bogor
Kabupaten Cianjur
Kabupaten Cirebon
Kabupaten Garut
Kabupaten Indramayu
Kabupaten Karawang
Kabupaten Purwakarta
Kabupaten Sumedang
Kota Bandung
Kota Bekasi
Kota Bogor
Kota Cirebon
Kota Depok
Kota Tasikmalaya
Jawa Tengah
Kabupaten Banyumas
Kabupaten Kebumen
Kabupaten Klaten
Kabupaten Kudus
Kabupaten Magelang
Kabupaten Sukoharjo
Kota Pekalongan
Kota Semarang
Kota Surakarta
Kota Tegal
Jawa Timur
Kabupaten Bondowoso
Kabupaten Gresik
Kabupaten Jember
Kabupaten Ponorogo
Kabupaten Sidoarjo
Kota Batu
Kota Blitar
Kota Kediri
Kota Madiun
Kota Malang
Kota Mojokerto
Kota Surabaya
Kalimantan Barat
Kabupaten Ketapang
Kota Pontianak
Kota Singkawang
Kalimantan Selatan
Kabupaten Banjar
Kota Banjarbaru
Kota Banjarmasin
Kalimantan Tengah
Kabupaten Kapuas
Kabupaten Kotawaringin Barat
Kabupaten Kotawaringin Timur
Kota Palangka Raya
Kalimantan Timur
Kota Balikpapan
Kota Bontang
Kota Samarinda
Kalimantan Utara
Kota Tarakan
Kepulauan Bangka Belitung
Kota Pangkalpinang
Kepulauan Riau
Kota Batam
Kota Tanjungpinang
Lampung
Kota Bandar Lampung
Maluku
Kota Ambon
Maluku Utara
Kota Ternate
Nusa Tenggara Barat
Kota Mataram
Nusa Tenggara Timur
Kota Kupang
Papua
Kota Jayapura
Papua Barat
Kabupaten Manokwari
Papua Barat Daya
Kota Sorong
Papua Tengah
Kabupaten Mimika
Riau
Kabupaten Bengkalis
Kota Dumai
Kota Pekanbaru
Sulawesi Barat
Kabupaten Mamuju
Sulawesi Selatan
Kabupaten Maros
Kota Makassar
Kota Palopo
Sulawesi Tengah
Kabupaten Poso
Kota Palu
Sulawesi Tenggara
Kota Baubau
Kota Kendari
Sulawesi Utara
Kota Manado
Sumatera Barat
Kota Padang
Sumatera Selatan
Kabupaten Banyuasin
Kabupaten Lahat
Kabupaten Ogan Komering Ulu
Kota Lubuk Linggau
Kota Palembang
Kota Prabumulih
Sumatera Utara
Kota Binjai
Kota Medan
1 Dikelola oleh Aeon, Co. Ltd. di Indonesia dibawah perjanjian lisensi

2 Dikelola oleh Lotte Corporation di Indonesia dibawah perjanjian lisensi

3 Dikelola oleh Simon Property Group di Indonesia dibawah perjanjian lisensi
Ikon rintisan

Artikel bertopik bangunan dan struktur ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan