Selasa, 27 Oktober 2026
07:58 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Mayasari Bakti

Mayasari Bakti

perusahaan otobus Indonesia

Bagikan:
Gaya atau nada penulisan artikel ini tidak mengikuti gaya dan nada penulisan ensiklopedis yang diberlakukan di Wikipedia. Bantulah memperbaikinya berdasarkan panduan penulisan artikel. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Alasannya ialah: Wikipedia bukanlah tempat beriklan, situs blog... Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
PT Mayasari Bakti
250px-Mayasari_Bakti_bus_logo.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Mayasari_Bakti_B1214_Evo_X_Rahayu_Santosa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bus Mayasari Bakti dengan karoseri Evo X produksi Rahayu Santosa
IndukMayasari Group (PT Mayasari Bakti Utama)
Didirikan1964;62 tahun lalu (1964)
Kantor pusatJalan Raya Bogor km 24, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
Wilayah layananJabodetabek
Jenis layananBus perkotaan Jabodetabek
Armada1.200 unit/hari
Jenis bahan bakar
Direktur UtamaAkhmad Zulkifli
Situs webmayasaribakti.id

PT Mayasari Bakti adalah perusahaan otobus Indonesia yang berpusat di DKI Jakarta. Merupakan perusahaan utama dalam kelompok usaha Mayasari Group, Mayasari Bakti merupakan salah satu perusahaan otobus yang memiliki spesialisasi bus perkotaan Jabodetabek. Didirikan pada tahun 1964 oleh Engkud Mahpud, seorang pengusaha asal Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, sejak awal berdirinya PO ini melayani bus perkotaan di wilayah DKI Jakarta. Saat ini, Mayasari Bakti mengoperasikan armada untuk layanan Transjabodetabek dan Transjakarta yang beroperasi di kawasan metropolitan Jakarta Raya.

Sejarah

PT Mayasari Bakti berawal dari perusahaan otobus (PO) Bakti yang didirikan oleh H. Engkud Mahpud. Ia lahir pada 31 Desember 1932 di Tasikmalaya, Jawa Barat. Sebelum mengembangkan perusahaan di wilayah Jakarta, Engkud Mahpud memulai usaha angkutan bus dengan PO Bakti yang melayani trayek Tasikmalaya–Cirebon dan Tasikmalaya–Bandung. Menurut sejarah perusahaan, PO Bakti pada awal perjalanannya mengoperasikan 15 unit bus.[1]

Pada 1969, PO Bakti tercatat memiliki 10 unit bus merek Dodge. Setahun kemudian, pada 1970, nama PO Bakti berubah menjadi PT Mayasari Bakti. Pada periode 1970–1976, perusahaan mengalami perkembangan pesat dan jumlah armadanya bertambah hingga mencapai sekitar 300 unit. Pada 1973, perusahaan menambah 100 unit bus Mercedes untuk layanan Patas.[1]

Perkembangan Mayasari Bakti berlangsung pada masa pertumbuhan layanan bus kota di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Pada 1970, Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin memberikan bantuan kredit pengadaan bus kota kepada sejumlah operator bus kota di Jakarta. Kebijakan tersebut ikut menjadi bagian dari perkembangan angkutan bus swasta di ibu kota.[1][2]

Pada 1976, pemerintah menerapkan kebijakan baru terhadap penyelenggaraan angkutan bus kota di Jakarta. Menurut sejarah resmi perusahaan, Mayasari Bakti menjadi satu-satunya perusahaan pengangkutan penumpang swasta yang tetap bertahan sebagai perusahaan swasta setelah kebijakan tersebut. Perusahaan kemudian terus mengembangkan armadanya. Pada 1988, Mayasari Bakti menambah 100 unit bus Hino untuk layanan Patas.[1]

Pada 1982, sejumlah operator bus kota mengalami perubahan kelembagaan dan sebagian dilebur ke dalam PPD.[a] Mayasari Bakti tetap beroperasi sebagai perusahaan swasta.

Pada 2000, para pendiri Mayasari Bakti mendirikan perusahaan induk bernama PT Mayasari Bakti Utama. PT Mayasari Bakti menjadi perusahaan pertama yang bergabung ke dalam perusahaan induk tersebut. Menurut situs resmi perusahaan, hingga saat ini terdapat tujuh perusahaan otobus yang tergabung dalam holding tersebut antara lain Mayasari Bakti sebagai induk perusahaan, City Trans Utama (CTU), Doa Ibu, Karunia Bakti, Primajasa, Maya Gapura Intan (MGI), dan Cahaya Bakti Utama (CBU).[1]

Setelah pendiri Mayasari Group, H. Engkud Mahpud, meninggal dunia pada 27 Februari 2010,[3] pengelolaan usaha Mayasari Group kemudian dilanjutkan oleh generasi kedua keluarga Mahpud. Sejumlah anggota keluarga mengambil peran dalam mengelola berbagai perusahaan yang berada dalam kelompok usaha tersebut. Salah satunya adalah H. Amir Mahpud, S.E., yang melanjutkan kepemimpinan di Primajasa. Pembagian peran antargenerasi tersebut menjadi bagian dari keberlanjutan pengelolaan bisnis keluarga Mahpud setelah wafatnya Engkud Mahpud.

Memasuki era integrasi transportasi Jakarta, pada 2011 Mayasari Bakti ikut melayani Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB). Pada 2012, perusahaan menyatakan telah mengoperasikan lebih dari 1.200 unit bus.[1]

Sejak 2016, PT Mayasari Bakti menjadi operator mitra Transjakarta secara mandiri. Dalam perkembangan berikutnya, kegiatan perusahaan mencakup layanan bus besar untuk Transjakarta serta layanan TransJabodetabek Regular. Situs resmi perusahaan saat ini menyebut Mayasari Bakti mengoperasikan 441 unit bus Transjakarta.[1]

Saat ini, kegiatan usaha PT Mayasari Bakti mencakup dua lini utama, yaitu layanan TransJabodetabek Regular dan pengoperasian bus besar sebagai operator mitra Transjakarta. Layanan TransJabodetabek Regular mencakup 20 rute yang menghubungkan berbagai wilayah di kawasan penyangga perkotaan Jakarta seperti Tangerang, Cileungsi, Cibinong, Bekasi, dan Cikarang dan dalam wilayah Jakarta, sedangkan layanan Transjakarta didukung oleh depo di Klender, Cijantung, dan Cibubur.[1]

Dalam perkembangannya, Mayasari Bakti juga mulai menggunakan bus listrik dalam layanan Transjakarta sebagai bagian dari upaya pengurangan emisi karbon. Situs resmi perusahaan mencatat penggunaan bus listrik di Depo Cibubur serta pengoperasian berbagai jenis bus di Depo Klender dan Cijantung.[1]

Depo

250px-Pool_Mayasari_-_panoramio.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Depo Mayasari Bakti

Armada

Transjabodetabek

Armada Transjabodetabek Mayasari Bakti dan anak perusahaannya didominasi oleh Hino, sedangkan Scania dan Mercedes-Benz mendominasi armada Transjakarta dari Mayasari Bakti. Namun, untuk beberapa tipe bus lama, Mayasari Bakti menggunakan sasis dan mesin Mercedes-Benz. Armada ini memiliki 2 macam livery, yakni livery hijau dengan garis oranye di bawah kaca penumpang, serta livery biru dengan garis hijau di bawah kaca penumpang. Umumnya armada ini menggunakan bodi dari Mayasari Utama, Rahayu Santosa dan Laksana.

Hino AK (Mesin Depan)

250px-Buskota.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Armada Hino dengan bodi Mayasari Utama

Short Wheelbase

  • Hino AK172 dengan kode DI-xxx
  • Hino AK174 dengan kode PH-xxx, Alokasi: P9BT

Long Wheelbase

  • Hino AK176 dengan kode H-xxx
  • Hino AK3HR dengan kode L-xxx dan LS-xxx, Alokasi: AC29, AC42A, AC52, AC52A, AC132
  • Hino AK8 dengan kode B-xxxx, Alokasi: AC25, AC34, Patas AC Tanah Abang-Bekasi, Patas AC Cibinong-Grogol, P9A, P9BC, P9BT

[4] * : 2 angka pertama pada kode B-xxxx mengindikasikan tahun pengoperasian armada

Hino RK (Mesin Belakang)

Short Wheelbase

  • Hino RK174 dengan kode RK-xxx, Alokasi: P9B, P9BT. Bus ini sekarang tidak lagi beroperasi.

Long Wheelbase

  • Hino RK2HR Turbo dengan kode T-xxx, Alokasi: AC02, AC05, AC52, AC52A, AC73, AC74, AC117, P9BT. Bus ini sekarang tidak lagi beroperasi.
  • Hino RK 1 JSNL dengan kode B-xxxx*

[4] * : 2 angka pertama pada kode B-xxxx mengindikasikan tahun pengoperasian armada

Mercedes-Benz

Short Wheelbase

  • Mercedes-Benz O 306 (Mesin depan) dengan kode C-xxx, K-xxx dan OL-xxx. Bus ini sekarang tidak lagi beroperasi.
  • Mercedes-Benz OF 1113 (Mesin depan) dengan kode C-xxx dan K-xxx. Bus ini sekarang tidak lagi beroperasi.

Long Wheelbase

  • Mercedes-Benz OH 1113 (Mesin belakang) dengan kode OH-xxx. Bus ini sekarang tidak lagi beroperasi.
  • Mercedes-Benz OH 1518 (Mesin belakang). Bus ini sekarang tidak lagi beroperasi.

[4]

Transjakarta

250px-Transjakarta_Mercedes_Benz_OH_1626_Ng_MYS-19220_at_Cibubur_junction.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Armada Mercedes-Benz OH 1626 di halte Cibubur, melayani koridor 7C
250px-Transjakarta_Mayasari_Bakti_Cityline_2_Laksana.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Armada Scania K320IA di halte Pulogadung, melayani koridor 2A

Sebelum menjadi operator mandiri, Mayasari Bakti berpengalaman mengoperasikan bus untuk Transjakarta melalui konsorisium dengan beberapa perusahaan lainnya, yaitu PT Trans Batavia, PT Jakarta Mega Trans, PT Jakarta Trans Metropolitan dan PT Trans Mayapada Busway.[5] Pada tahun 2013 hingga 2016, Mayasari Bakti mengoperasikan sejumlah rute Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) ,[6] sebelum pada akhirnya APTB dilarang beroperasi di jalur busway pada pertengahan tahun 2016.[7] Unit eks APTB kemudian digunakan pada layanan Transjabodetabek. Pada tahun 2016, Mayasari Bakti memutuskan untuk bergabung dengan Transjakarta berdasarkan skema rupiah per kilometer.[8] Pengerjaan bodi armada Transjakarta dari Mayasari Bakti hingga saat ini seluruhnya dilakukan oleh Laksana, dengan pengecualian bus listrik lantai rendah merek BYD yang diimpor utuh.

Pada 5 Maret 2022, Mayasari Bakti menjadi operator Transjakarta pertama yang mengoperasikan bus bersumber tenaga listrik dengan mengoperasikan bus berlantai rendah BYD K9.[9]

Scania

  • Scania K320 IA dengan kode MB 16xx, Bus gandeng BBG Euro VI dengan bodi Cityline 2 oleh Laksana[10]
  • Scania K310 IB 6x2 dengan kode MYS 17xxx dan MYS 18xxx, Bus Maxi (3 sumbu) Diesel Euro III dengan bodi Cityline 2 oleh Laksana[11]

Mercedes-Benz

  • Mercedes-Benz OH 1626 dengan kode MYS 18xxx, MYS 19xxx dan MYS 21xxx Bus single Diesel Euro III dengan bodi Cityline 2 dan Cityline 3 (Khusus MYS 21xxx) oleh Laksana.[12][13]

BYD

  • BYD K9 dengan kode MYS 22xxx dan MYS 23xxx, Bus tunggal dek rendah dengan bodi CBU oleh BYD.[9]

Trayek

Berikut adalah beberapa trayek bus Mayasari Bakti:[14][15]

Patas AC (Jakarta ke Bekasi)

Rute Terminus Jakarta Terminus Bekasi Jalan di Jakarta yang dilalui Via Jalan di Bekasi yang dilalui
AC05A
Terminal Blok M
di stasiun MRT Blok M (jalur 20px-Jakarta_MRT_M.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail) dan halte Blok M (20px-TransJakarta_BRT_Corridor_1_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-TransJakarta_BRT_Corridor_4_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-TransJakarta_BRT_Corridor_10_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-TransJakarta_BRT_Corridor_13_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail)
↔ Jatiasih
Jalan Jatiasih Raya dan Jalan Wibawa Mukti
  • Jalan Iskandarsyah, Jalan Pattimura (arah timur)
  • Jalan Sisingamangaraja (arah barat)
  • Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Jenderal Gatot Subroto
Jalan Tol Lingkar Dalam Kota Jakarta, Jalan Tol Jakarta-Cikampek
  • Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jalan Cut Meutia
AC25
Terminal Tanjung Priok
di halte Tanjung Priok (20px-TransJakarta_BRT_Corridor_10_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail) dan stasiun Tanjung Priok (20px-Jakarta_KRL_TP.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail)
↔ Terminal Bekasi
  • Jalan Yos Sudarso, Jalan Enggano
Jalan Tol Lingkar Dalam Kota Jakarta, Jalan Tol Jakarta-Cikampek
  • Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jalan Cut Meutia
AC29
Terminal Kalideres
di halte Kalideres ( 20px-TransJakarta_BRT_Corridor_3_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail)
↔ Terminal Bekasi
  • Jalan Daan Mogot, Jalan Letjen. S. Parman, Jalan Jenderal Gatot Subroto
Jalan Tol Lingkar Dalam Kota Jakarta, Jalan Tol Jakarta-Cikampek
  • Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jalan Cut Meutia
AC52
Stasiun Tanah Abang (20px-Jakarta_KRL_C.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-Jakarta_KRL_R.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail) ↔ Terminal Bekasi
  • Jalan Kebon Jati, Jalan K.H. Mas Mansyur, Jalan Cideng Barat, Jalan Cideng Timur (arah timur)
  • Jalan Fachrudin, Jalan Jatibaru (arah barat)
  • Jalan Kebon Sirih, Jalan M.H. Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Jenderal Gatot Subroto
Jalan Tol Lingkar Dalam Kota Jakarta, Jalan Tol Jakarta-Cikampek
  • Jalan H. Mulyadi Joyomartono, Jalan Ir. H. Juanda
AC52A
Stasiun Tanah Abang (20px-Jakarta_KRL_C.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-Jakarta_KRL_R.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail) ↔ Jatiasih
Jalan Jatiasih Raya dan Jalan Wibawa Mukti
  • Jalan Kebon Jati, Jalan K.H. Mas Mansyur, Jalan Cideng Barat, Jalan Cideng Timur (arah timur)
  • Jalan Fachrudin, Jalan Jatibaru (arah barat)
  • Jalan Kebon Sirih, Jalan M.H. Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Jenderal Gatot Subroto
Jalan Tol Lingkar Dalam Kota Jakarta, Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta
  • Jalan Wibawa Mukti (arah timur)
  • Jalan Jatiasih Raya (arah barat)
AC121A Terminal Blok M
di stasiun MRT Blok M (jalur 20px-Jakarta_MRT_M.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail) dan halte Blok M (20px-TransJakarta_BRT_Corridor_1_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-TransJakarta_BRT_Corridor_4_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-TransJakarta_BRT_Corridor_10_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-TransJakarta_BRT_Corridor_13_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail)
↔ Jababeka
Hollywood Junction Jababeka
  • Jalan Iskandarsyah, Jalan Pattimura (arah timur)
  • Jalan Sisingamangaraja (arah barat)
  • Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Jenderal Gatot Subroto
Jalan Tol Lingkar Dalam Kota Jakarta, Jalan Tol Jakarta-Cikampek
  • Jalan Kedasih (arah barat)
  • Jalan Kasuari (arah timur)
  • Jalan Raya Industri, Jalan Niaga Raya, Jalan Industri Utama, Jalan H. Usmar Ismail
AC125
Terminal Kalideres
di halte Kalideres ( 20px-TransJakarta_BRT_Corridor_3_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail)
↔ Terminal Cikarang
  • Jalan Daan Mogot, Jalan Letjen. S. Parman, Jalan Jenderal Gatot Subroto
Jalan Tol Lingkar Dalam Kota Jakarta, Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jalan Tol Cibitung-Cilincing
  • Jalan Imam Bonjol
AC132
Stasiun MRT Lebak Bulus (20px-Jakarta_MRT_M.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail)
di halte Lebak Bulus (20px-TransJakarta_BRT_Corridor_8_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail)
↔ Terminal Bekasi
  • Jalan T.B. Simatupang
  • Jalan R.A. Kartini
  • Jalan Pasar Jumat Raya (arah timur)
  • Jalan Ciputat Raya (arah timur)
Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta, Jalan Tol Jakarta-Cikampek
  • Jalan H. Mulyadi Joyomartono, Jalan Ir. H. Juanda
P9A
Terminal Pasar Senen
di halte Senen (20px-TransJakarta_BRT_Corridor_2_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-TransJakarta_roundel_2A.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-TransJakarta_BRT_Corridor_7_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail) dan halte Senen Central (20px-TransJakarta_BRT_Corridor_5_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail )
↔ Terminal Bekasi
  • Jalan Stasiun Senen (arah timur)
  • Jalan Kramat Bunder (arah timur)
  • Jalan Jatinegara Timur (arah barat)
  • Jalan Jatinegara Timur 2 (arah barat)
  • Jalan Jatinegara Barat (arah barat)
  • Jalan Senen Raya (arah barat)
  • Jalan Dr. Wahidin (arah barat)
  • Jalan Gunung Sahari (arah barat)
  • Jalan Kramat Raya, Jalan Salemba Raya, Jalan Matraman Raya, Jalan Bekasi Barat, Jalan Jenderal Ahmad Yani
Jalan Tol Lingkar Dalam Kota Jakarta, Jalan Tol Jakarta-Cikampek
  • Jalan H. Mulyadi Joyomartono, Jalan Ir. H. Juanda
P9BT
Terminal Kampung Rambutan
di halte Kampung Rambutan ( 20px-TransJakarta_BRT_Corridor_7_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-TransJakarta_BRT_Corridor_9_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-TransJakarta_BRT_Corridor_10_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail)
↔ Terminal Bekasi
  • Jalan Supriyadi
  • Jalan Mayjen Sutoyo
  • Jalan Halim Perdanakusuma
Jalan Tol Jagorawi, Jalan Tol Jakarta-Cikampek
  • Jalan H. Mulyadi Joyomartono, Jalan Ir. H. Juanda
P9BC
Terminal Kampung Rambutan
di halte Kampung Rambutan ( 20px-TransJakarta_BRT_Corridor_7_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-TransJakarta_BRT_Corridor_9_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-TransJakarta_BRT_Corridor_10_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail)
↔ Terminal Cikarang
  • Jalan Supriyadi
  • Jalan Mayjen Sutoyo
  • Jalan Halim Perdanakusuma
Jalan Tol Jagorawi, Jalan Tol Jakarta-Cikampek
  • Jalan Akses Tol Cibitung, Jalan Imam Bonjol

Patas AC (Jakarta ke Kabupaten Bogor)

Rute Terminus Jakarta Terminus Kabupaten Bogor Jalan di Jakarta yang dilalui Via Jalan di Kabupaten Bogor yang dilalui
AC42
Terminal Tanjung Priok
di halte Tanjung Priok (20px-TransJakarta_BRT_Corridor_10_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail)
↔ Terminal Cileungsi
  • Jalan Enggano, Jalan Yos Sudarso
Jalan Tol Lingkar Dalam Kota Jakarta, Jalan Tol Jagorawi, Jalan Tol Cimanggis-Cibitung
  • Jalan Trans Yogi, Jalan Cileungsi-Jonggol
AC42A
Terminal Kalideres
di halte Kalideres (20px-TransJakarta_roundel_2A.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-TransJakarta_BRT_Corridor_3_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail)
↔ Terminal Cileungsi
  • Jalan Daan Mogot, Jalan Letjen. S. Parman, Jalan Jenderal Gatot Subroto
Jalan Tol Lingkar Dalam Kota Jakarta, Jalan Tol Jagorawi, Jalan Tol Cimanggis-Cibitung
  • Jalan Trans Yogi, Jalan Cileungsi-Jonggol
AC43
Terminal Grogol
di halte Grogol 1 (20px-TransJakarta_roundel_2A.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-TransJakarta_BRT_Corridor_3_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-TransJakarta_BRT_Corridor_8_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail)
dan halte Grogol 2 (20px-TransJakarta_BRT_Corridor_3_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-Transjakarta_BRT_Route_8A_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-TransJakarta_BRT_Corridor_9_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-TransJakarta_roundel_9A.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail)
↔ Terminal Cibinong
  • Jalan Kyai Tapa, Jalan Letjen. S. Parman, Jalan Jenderal Gatot Subroto
Jalan Tol Lingkar Dalam Kota Jakarta, Jalan Tol Jagorawi
  • Jalan Mayor Oking
AC70A
Stasiun Tanah Abang ( 20px-Jakarta_KRL_R.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail) ↔ Terminal Cileungsi
  • Jalan Cideng Barat (arah timur)
  • Jalan Cideng Timur (arah timur)
  • Jalan Kebon Jati (arah timur)
  • Jalan Fachrudin (arah barat)
  • Jalan Jatibaru (arah barat)
  • Jalan Kebon Sirih, Jalan M.H. Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Jenderal Gatot Subroto
Jalan Tol Lingkar Dalam Kota Jakarta, Jalan Tol Jagorawi, Jalan Tol Cimanggis-Cibitung
  • Jalan Trans Yogi, Jalan Cileungsi-Jonggol
AC137A
Terminal Blok M
di stasiun MRT Blok M (jalur 20px-Jakarta_MRT_M.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail) dan halte Blok M (20px-TransJakarta_BRT_Corridor_1_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-TransJakarta_BRT_Corridor_4_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-TransJakarta_BRT_Corridor_10_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-TransJakarta_BRT_Corridor_13_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail)
↔ Terminal Cileungsi
  • Jalan Iskandarsyah (arah timur)
  • Jalan Pattimura (arah timur)
  • Jalan Sisingamangaraja (arah barat)
  • Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Jenderal Gatot Subroto
Jalan Tol Lingkar Dalam Kota Jakarta, Jalan Tol Jagorawi, Jalan Tol Cimanggis-Cibitung
  • Jalan Trans Yogi, Jalan Cileungsi-Jonggol

Patas AC (Jakarta ke Tangerang)

Rute Terminus Jakarta Terminus Tangerang Jalan di Jakarta yang dilalui Via Jalan di Tangerang yang dilalui
AC34
Terminal Blok M
di stasiun MRT Blok M (jalur 20px-Jakarta_MRT_M.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail) dan halte Blok M (20px-TransJakarta_BRT_Corridor_1_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-TransJakarta_BRT_Corridor_4_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-TransJakarta_BRT_Corridor_10_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-TransJakarta_BRT_Corridor_13_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail)
↔ Terminal Poris Plawad ( TT1   TT2 )
  • Jalan Iskandarsyah (arah timur)
  • Jalan Pattimura (arah timur)
  • Jalan Sisingamangaraja (arah barat)
  • Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jalan Letjen S. Parman
Jalan Tol Jakarta-Tangerang
  • Jalan Imam Bonjol, Jalan Teuku Umar, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Benteng Betawi
AC73
Terminal Kampung Rambutan
di halte Kampung Rambutan ( 20px-TransJakarta_BRT_Corridor_7_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-TransJakarta_BRT_Corridor_9_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-TransJakarta_BRT_Corridor_10_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail)
↔ Ciledug
CBD Ciledug
di halte CBD Ciledug (20px-TransJakarta_BRT_Corridor_13_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail  TT3 )
  • Jalan Supriyadi, Jalan R.A. Kartini, Jalan Metro Pondok Indah, Jalan Sultan Iskandar Muda, Jalan Ciledug Raya
Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta
  • Jalan H.O.S. Cokroaminoto

Perubahan Rute saat HBKB

Pada saat hari bebas kendaraan bermotor (HBKB), sejumlah rute bus Mayasari Bakti mengalami perubahan rute. Umumnya perubahan ini dilakukan pada hari minggu jam 05:00-10:00 WIB pagi. Apabila HBKB ditiadakan, maka seluruh rute berjalan sesuai jalur normal.

  • AC05 Barat: Blok M-Bekasi (semula via Jalan Pattimura–Sudirman–Komdak–Jatibening–Bks. Barat) dialihkan ke Jalan Sisingamangaraja, Jalan Pakubuwono Jalan Hang Lekir II dan I, Jalan Asia Afrika dan Gerbang Pemuda
  • AC05 Timur: Blok M-Bekasi (semula via Jalan Pattimura–Sudirman–Komdak–Jatibening–Bks. Timur) dialihkan ke Jalan Sisingamangaraja, Jalan Pakubuwono Jalan Hang Lekir II dan I, Jalan Asia Afrika dan Gerbang Pemuda
  • AC34: Blok M-Poris Plawad (semula via Jalan Pattimura–Sudirman–Slipi–Kebon Jeruk–Karawaci–Cikokol) dialihkan ke Jalan Sisingamangaraja, Jalan Pakubuwono Jalan Hang Lekir II dan I, Jalan Asia Afrika dan Gerbang Pemuda
  • AC52: Tanah Abang-Bekasi (semula via Thamrin–Sudirman–Komdak–Jatibening–Bks. Timur) dialihkan ke Jalan KH Mas Mansyur–Jalan Penjernihan
  • AC52A: Tanah Abang-Jatiasih (semula via Thamrin–Sudirman–Komdak–Jatibening–Tol JORR) dialihkan ke Jalan KH Mas Mansyur–Jalan Penjernihan

Catatan

  1. ↑ Pada 2023, PPD dilebur ke dalam Perum DAMRI.

Keterlibatan dalam politik di Tasikmalaya

Jaringan usaha yang berkaitan dengan Mayasari Group memiliki keterkaitan dengan sejumlah tokoh yang terlibat dalam politik lokal Kota Tasikmalaya. Salah satunya adalah Budi Budiman, pengusaha yang memulai usaha angkutan melalui PO Doa Ibu di Kota Tasikmalaya pada 1990-an. Dalam perkembangannya, PO Doa Ibu kemudian menjadi bagian dari Grup Mayasari.[16]

250px-Wali_Kota_Tasikmalaya_Budi_Budiman.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret Budi Budiman sebagai Wali Kota Tasikmalaya periode 2012–7

Budi Budiman kemudian terjun ke politik melalui Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan terpilih sebagai Wali Kota Tasikmalaya untuk periode 2012–2017. Pada periode tersebut, ia didampingi Dede Sudrajat sebagai wakil wali kota. Dede Sudrajat merupakan putra Saleh Budiman, pendiri PO Budiman. Pemerintah Kota Tasikmalaya mencatat Budi Budiman dan Dede Sudrajat sebagai wali kota dan wakil wali kota untuk periode 2012–2017.[17]

Pada Pilwali Tasikmalaya 2017, Budi Budiman kembali terpilih sebagai wali kota bersama Muhammad Yusuf sebagai wakil wali kota. Dengan demikian, Dede Sudrajat dan Budi Budiman yang sebelumnya menjadi pasangan wali kota dan wakil wali kota pada periode 2012–2017 kemudian maju dalam kontestasi politik yang berbeda pada pemilihan berikutnya.[18]

Perkara korupsi Budi Budiman

Pada April 2019, ketika masih menjabat sebagai Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka dalam perkara dugaan suap terkait pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Tasikmalaya Tahun Anggaran 2018. KPK menyatakan bahwa perkara tersebut merupakan pengembangan penyidikan kasus suap yang melibatkan pejabat pada Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Pada tahap penyidikan, KPK menduga Budi memberikan uang kepada Yaya Purnomo dan pihak lain terkait pengurusan DAK Kota Tasikmalaya.[19]

KPK kemudian menahan Budi Budiman pada 23 Oktober 2020 setelah memeriksa sejumlah saksi dan ahli. Pada saat itu, KPK menyatakan bahwa perkara tersebut berkaitan dengan pengurusan DAK Kota Tasikmalaya Tahun Anggaran 2018.[20]

Perkara tersebut kemudian diperiksa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Bandung. Pada 24 Februari 2021, majelis hakim menjatuhkan hukuman satu tahun penjara dan denda Rp200 juta kepada Budi Budiman karena dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana korupsi berupa pemberian suap kepada pegawai Kementerian Keuangan.[21]

Jaksa KPK mengajukan banding terhadap putusan tersebut. Pada 4 Mei 2021, Pengadilan Tinggi Bandung memperberat hukuman menjadi satu tahun enam bulan penjara, dengan denda Rp200 juta. Budi kemudian dieksekusi oleh KPK ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Sukamiskin pada 11 Juni 2021 untuk menjalani hukuman tersebut.[22]

Menurut KPK, Budi dinyatakan bersalah karena memberikan total Rp700 juta kepada Yaya Purnomo dan Rifa Surya berkaitan dengan pengurusan Dana Insentif Daerah (DID) Tahun Anggaran 2017 dan DAK Tahun Anggaran 2018 untuk Pemerintah Kota Tasikmalaya.[23]

Generasi berikutnya

250px-Wali_Kota_Tasikmalaya_Viman_Alfarizi_Ramadhan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret Viman Alfarizi Ramadhan sebagai Wali Kota Tasikmalaya periode 2025–30

Keterlibatan keluarga pendiri Mayasari Group dalam politik lokal kemudian berlanjut pada generasi berikutnya. Viman Alfarizi Ramadhan merupakan cucu Engkud Mahpud, pendiri Mayasari Group. Viman terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Barat untuk periode 2019–2024 dari Partai Gerindra, mewakili daerah pemilihan XV yang meliputi Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.[24][25]

Dalam Pilwali Tasikmalaya 2024, Viman berpasangan dengan Dicky Candra dan ditetapkan sebagai pasangan terpilih dengan perolehan 193.225 suara atau 48,34 persen suara sah. Keduanya dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya untuk masa jabatan 2025–2030 pada 20 Februari 2025.[26][27]

Budi Budiman bukan anggota keluarga Mahpud. Keterkaitannya dengan Mayasari Group berasal dari hubungan usaha melalui PO Doa Ibu, sedangkan Viman Alfarizi Ramadhan merupakan anggota keluarga Mahpud. Dengan demikian, kedua hubungan tersebut merupakan hubungan yang berbeda, yakni hubungan bisnis dalam kasus Budi Budiman dan hubungan kekerabatan dalam kasus Viman Alfarizi Ramadhan.

Pemilihan Bupati Tasikmalaya 2024 dan PSU 2025

Menjelang Pilbup Tasikmalaya 2024, Amir Mahpud melakukan komunikasi politik dengan sejumlah pimpinan partai politik di Kabupaten Tasikmalaya. Komunikasi tersebut berkaitan dengan pembentukan koalisi dan pencalonan kepala daerah dalam Pilkada 2024.[28]

Dalam perkembangan selanjutnya, koalisi sejumlah partai politik mengusung Cecep Nurul Yakin dan Asep Sopari Al Ayubi sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya. Amir Mahpud menjadi salah satu tokoh yang terlibat dalam komunikasi politik antara Partai Gerindra dan partai-partai yang tergabung dalam koalisi tersebut.

Hasil Pilbup Tasikmalaya 2024 kemudian disengketakan di Mahkamah Konstitusi. Melalui Putusan Nomor 132/PHPU.BUP-XXIII/2025, Mahkamah Konstitusi mendiskualifikasi calon Bupati Ade Sugianto dan memerintahkan dilaksanakannya pemungutan suara ulang (PSU).[29]

PSU dilaksanakan pada 19 April 2025. Menjelang PSU, jaringan usaha dan keluarga yang terkait dengan Primajasa serta keluarga besar PO Budiman sama-sama menyatakan dukungan kepada pasangan Cecep Nurul Yakin–Asep Sopari Al Ayubi.[30]

Dalam PSU tersebut, pasangan Cecep Nurul Yakin–Asep Sopari Al Ayubi memperoleh 465.150 suara atau 52,45% suara. KPU Kabupaten Tasikmalaya kemudian menetapkan pasangan tersebut sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih pada 28 Mei 2025.[31]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 "Tentang Kami – PT Mayasari Bakti". PT Mayasari Bakti. Diakses tanggal 28 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Sejarah PO Mayasari Bakti". AyoNaikBus.com. 10 Desember 2016. Diakses tanggal 17 Desember 2020.
  3. ↑ "JPNN: Bos Mayasari Tutup Usia". Diarsipkan dari asli tanggal 17 November 2011. Diakses tanggal 3 Maret 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 3 "Sejarah Bus Kota PT Mayasari Bakti". 25 Juli 2017. Diakses tanggal 17 Desember 2020.
  5. ↑ Rudi, Alsadad (06 Januari 2016). Kistyarini (ed.). "Dirut Transjakarta: Mayasari Bakti Punya Pengalaman Puluhan Tahun". Kompas.com. Diakses tanggal 17 Desember 2020.{{cite news}}: |author= and |last= ditentukan lebih dari satu kali; Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  6. ↑ Nugroho, Adi (22 Mei 2013). Hasits, Muhammad (ed.). "Tiga trayek APTB Bekasi-Jakarta resmi beroperasi". Merdeka.com. Diakses tanggal 17 Desember 2020.{{cite news}}: |author= and |last= ditentukan lebih dari satu kali
  7. ↑ Juniman, Puput Tripeni (23 Mei 2016). "Bulan Depan, APTB Dilarang Masuk Busway". CNN Indonesia. Diakses tanggal 17 Desember 2020.{{cite news}}: |author= and |last= ditentukan lebih dari satu kali
  8. ↑ Aris Cahyadi (06 Januari 2016). "Mayasari Bakti Ingin Gabung Transjakarta". Berita Satu. Diakses tanggal 17 Desember 2020.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  9. 1 2 "Asyik Nih, Ada Bus Listrik Baru di Jakarta yang Akan Beroperasi di Rute Non-BRT Transjakarta". MSN. Diakses tanggal 10 Maret 2022.
  10. ↑ Alief, Bisma (06 April 2016). "Mayasari Bakti Luncurkan 51 Bus Gandeng Scania untuk TransJakarta". detikcom. Diakses tanggal 17 Desember 2020.{{cite news}}: |author= and |last= ditentukan lebih dari satu kali; Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  11. ↑ Kevin W (22 Februari 2017). "Hari Ini, Transjakarta Scania Baru Milik Mayasari Bakti Mulai Dioperasikan". Kaori Nusantara. Diakses tanggal 17 Desember 2020.
  12. ↑ Fasubkhanali (17 Maret 2018). "Bus Mercedes Benz OH 1626 Milik Mayasari Bakti Telah Mengaspal". Kaori Nusantara. Diakses tanggal 17 Desember 2020.
  13. ↑ Ikko Haidar Farozy (03 Desember 2020). "Selamat Berdinas Armada TransJakarta Mayasari Bakti Cityline 3!". Redigest. Diakses tanggal 17 Desember 2020.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  14. ↑ "Twitter: Mayasari Bakti Mania". Diarsipkan dari asli tanggal 16 Juli 2017. Diakses tanggal 27 Februari 2021.
  15. ↑ Facebook: Mayasari Bakti Mania
  16. ↑ "Sejarah PO Doa Ibu si Biru Asal Tasikmalaya, Pesaing di Jalur Selatan". Okezone. 24 Maret 2023. Diakses tanggal 22 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  17. ↑ "Sejarah Wali Kota Tasikmalaya". Pemerintah Kota Tasikmalaya. Diakses tanggal 22 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  18. ↑ "Kota Tasikmalaya". Pemerintah Kota Tasikmalaya. Diakses tanggal 22 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  19. ↑ "KPK jelaskan konstruksi perkara kasus Wali Kota Tasikmalaya". ANTARA. 26 April 2019. Diakses tanggal 22 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  20. ↑ "KPK tahan Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman". ANTARA. 23 Oktober 2020. Diakses tanggal 22 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  21. ↑ "Suap Pegawai Kemenkeu, Walkot Tasik Nonaktif Divonis 1 Tahun Penjara". detikcom. 24 Februari 2021. Diakses tanggal 22 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  22. ↑ "KPK eksekusi Wali Kota Tasikmalaya nonaktif ke Lapas Sukamiskin". ANTARA. 11 Juni 2021. Diakses tanggal 22 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  23. ↑ "KPK setor Rp245 juta dari hasil lelang barang rampasan Budi Budiman". ANTARA. 23 Agustus 2022. Diakses tanggal 22 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  24. ↑ "Viman Alfarizi Ramadhan, S.T., MBA". Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Barat. Diakses tanggal 22 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  25. ↑ "Mengenal Lebih Dekat Bacawalkot Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan". iNews Tasikmalaya. 22 Mei 2024. Diakses tanggal 22 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  26. ↑ "Rapat Pleno Terbuka Penetapan pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya Terpilih pada Pemilihan Serentak Tahun 2024". Pemerintah Kota Tasikmalaya. 10 Januari 2025. Diakses tanggal 22 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  27. ↑ "Pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya Periode 2025-2030". Pemerintah Kota Tasikmalaya. 20 Februari 2025. Diakses tanggal 22 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  28. ↑ "Ketua Partai Demokrat, PAN dan Gerindra Kabupaten Tasikmalaya Bertemu dengan H. Amir Mahpud, Ada Apa?". Kabar Tasikmalaya. 20 April 2024. Diakses tanggal 28 September 2026.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  29. ↑ "MK Diskualifikasi Cabup Tasikmalaya karena Telah Menjabat Dua Periode". Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. 24 Februari 2025. Diakses tanggal 28 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  30. ↑ "Dua Raksasa Bus Primajasa dan Budiman Berkoalisi Dukung Cecep-Asep di PSU Tasikmalaya". Radar Tasikmalaya. 7 April 2025. Diakses tanggal 28 September 2026.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  31. ↑ "KPU Kabupaten Tasikmalaya Menetapkan Cecep-Asep sebagai Paslon Terpilih Bupati dan Wakil Bupati". KPU Jawa Barat. 28 Mei 2025. Diakses tanggal 28 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Bus antarnegara
Bus perkotaan
Bus antarkota
Bus pariwisata
Bus antar-jemput
karyawan
Bus antar-jemput
Bus permukiman
Bus pemadu moda
Bus apron bandara
Tidak beroperasi


Ikon rintisan

Artikel bertopik transportasi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan