Selasa, 03 November 2026
06:01 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Gapura Angkasa

perusahaan asal Indonesia

Bagikan:
PT Gapura Angkasa
JenisPerseroan terbatas
IndustriPenerbangan
Wilayah yang dilayani
Indonesia
Tokoh kunci
Achmad Rifai[1]
(Direktur Utama)
Prasetio[1]
(Komisaris Utama)
MerekJoumpa
Layanan
PendapatanRp 1,866 triliun (2018)[2]
Rp 88,326 miliar (2018)[2]
Total asetRp 1,016 triliun (2018)[2]
Total ekuitasRp 508,292 miliar (2018)[2]
PemilikIntegrasi Aviasi Solusi (54,38%)
Garuda Indonesia (45,62%)
Jumlah karyawan
1.574 (2018)[2]

PT Gapura Angkasa adalah anak usaha dari Injourney Aviation Services yang terutama menyediakan layanan penanganan pesawat terbang selama berada di bandara. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, hingga akhir tahun 2018, perusahaan ini memiliki 61 kantor cabang yang tersebar di seantero Indonesia.[2][3]

Sejarah

Perusahaan ini didirikan oleh Garuda Indonesia, Angkasa Pura I, dan Angkasa Pura II pada bulan Januari 1998 untuk menyediakan berbagai jasa pendukung operasional bandara, seperti penanganan apron, pergudangan, penumpang, bagasi, dan pesawat terbang, yang mana layanan tersebut sebelumnya disediakan sendiri oleh masing-masing maskapai penerbangan. Pada tahun 2001, perusahaan ini mulai mengoperasikan pergudangan domestik di Bandar Udara Soekarno-Hatta. Pada tahun 2004, perusahaan ini meluncurkan layanan Smart Handling untuk mendukung operasional maskapai penerbangan berbiaya rendah di bandara.

Pada tahun 2005, perusahaan ini mulai mengoperasikan pergudangan internasional di Bandara Soekarno-Hatta. Pada tahun 2014, Garuda Indonesia meningkatkan kepemilikan sahamnya di perusahaan ini menjadi 58,75%.[4] Pada tahun 2015, perusahaan ini meluncurkan Gapura Learning Center sebagai tempat pelatihan bagi para pegawainya. Pada tahun 2017, perusahaan ini meluncurkan layanan pendampingan penumpang selama berada di bandara, dengan nama Joumpa.[2][3]

Pada bulan November 2019, Angkasa Pura II meningkatkan kepemilikan sahamnya di perusahaan ini menjadi 46,62%.[5] Pada bulan April 2022, Pelita Air Service menunjuk perusahaan ini untuk menyediakan layanan pendukung bagi pesawat terbang berjadwal miliknya selama berada di bandara.[6] Pada bulan Desember 2023, Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II masing-masing menyerahkan 46,62% dan 7,76% saham perusahaan ini yang mereka pegang ke PT Angkasa Pura Kargo, sebagai bagian dari upaya untuk membentuk subholding di internal Injourney yang bergerak di bidang pendukung operasional bandara.[7]

Referensi

  1. 1 2 "Komisaris & Direksi". PT Gapura Angkasa. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-09-26. Diakses tanggal 14 Januari 2022.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 "Laporan Tahunan 2018" (PDF). PT Gapura Angkasa. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2022-01-14. Diakses tanggal 14 Januari 2022.
  3. 1 2 "Profil Perusahaan". PT Gapura Angkasa. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-01-14. Diakses tanggal 14 Januari 2022.
  4. ↑ Erna, J (3 Juli 2014). "Garuda Jadi Pemilik Mayoritas Saham Gapura Angkasa". Sindonews. Diakses tanggal 19 Maret 2025.
  5. ↑ Pradana, Rio Sandy (27 November 2019). "Angkasa Pura II Akhirnya Kendalikan Gapura Angkasa". Bisnis Indonesia. Diakses tanggal 19 Maret 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Anam, Khoirul (6 April 2022). "Pelita Air Gandeng Gapura Angkasa Untuk Ground Handling". CNBC Indonesia. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-28. Diakses tanggal 23 April 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ "Laporan Tahunan 2023". PT Angkasa Pura II. Diakses tanggal 13 Mei 2024.


Ikon rintisan

Artikel bertopik badan usaha atau perusahaan Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan