Minggu, 27 September 2026
09:57 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Bhisa

Bhisa

perusahaan otobus Indonesia

PT Bhinneka Sangkuriang Transport
250px-Bhisa_bus_logo.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Bhisa_AKAP_Legacy_SR2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bus Bhisa dengan trayek Bandung–Wonogiri via Yogyakarta. Bus ini menggunakan karoseri Legacy SR-2 produksi Laksana
Didirikan1972
Kantor pusatJalan Pilang Raya 587, Kedawung, Cirebon, Jawa Barat, Indonesia
Wilayah layananJawa
Jenis layanan
Tujuan akhirKota-kota di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta
Ruang tungguTersedia di setiap agen dan kantor perwakilan Bhisa
Garasi
Jenis bahan bakarDiesel
Direktur UtamaAldo Fantinus Wiyana
Situs webbhisa.id

PT Bhinneka Sangkuriang Transport adalah perusahaan otobus Indonesia yang berpusat di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Perusahaan otobus ini mengelola tiga jenis layanan bus, yakni bus antarkota, bus pariwisata, dan bus antar-jemput dengan sejumlah jenama seperti Bhinneka/Bhisa, Bhisa/Bhinneka Pariwisata, Bhisa Shuttle, serta memiliki divisi taksi bernama Bhinneka Taxi. Didirikan pada tahun 1972, Bhisa dan Bhinneka merupakan perusahaan otobus yang memainkan peranan penting dalam sejarah transportasi bus di wilayah Jawa bagian barat karena menjadi salah satu pemain utama di trayek lintas tengah dan utara. Kantor pusat dan garasi utama perusahaan otobus ini terletak di Kedawung, Cirebon serta di Kota Bandung, Jawa Barat.

Sejarah

Bhinneka dan Bhisa berawal dari berdirinya PO Pedoman oleh keluarga Ade Wiyana. Meski tidak dicatat secara pasti tahun pendiriannya, perusahaan otobus ini sejak didirikannya konsisten melayani trayek yang menghubungkan Kota Cirebon dan DKI Jakarta. Memasuki awal dekade 1970-an, perusahaan ini memutuskan untuk berganti nama menjadi PO Kesatuan. Namun, pada kurun waktu 1972 hingga 1973, muncul konflik terkait perbedaan pandangan arah bisnis serta hubungan keluarga di dalam tubuh manajemen. Perpecahan ini akhirnya berujung pada dibubarkannya PO Kesatuan dan melahirkan dua PO baru yang terpisah, yakni PO Sahabat dan PO Bhinneka.[1][2] Untuk PO Bhinneka sendiri dimiliki oleh Tisna Wiyana,[3] ayah dari pembawa acara televisi dan aktor Augie Fantinus.[4]

Didirikan pada tahun 1972, Bhinneka terjun melayani kelas ekonomi di lintasan Pantura. Kehadirannya memicu persaingan sengit di trayek Cirebon–Jakarta, tidak hanya dengan "saudara kandungnya" sendiri, Sahabat, tetapi juga dengan pemain kompetitif lainnya seperti Setia Negara, Luragung Jaya, dan Madona. Persaingan ini bukan sekadar adu banyak armada atau jadwal keberangkatan, melainkan perjuangan memperebutkan kepercayaan penumpang di jalur Pantura yang padat dan penuh risiko.[5][6][7] Di tengah panasnya persaingan tersebut, Bhinneka terus melebarkan sayapnya hingga pada tahun 1989 mendirikan anak usaha bernama Sangkuriang di Kota Bandung untuk melayani rute ke sana.[8]

Kerasnya persaingan di trayek Cirebon–Jakarta kerap menghadirkan tantangan berat, terutama dalam hal penetapan tarif angkutan. Misalnya pada 14 April 1995, ketika tujuh bus milik Bhinneka, Sahabat, dan Garuda Mas dijatuhi sanksi larangan beroperasi akibat pelanggaran ketentuan angkutan Lebaran, termasuk praktik kenaikan tarif di luar batas wajar.[9] Meski demikian, PO Bhinneka menjadikan berbagai dinamika keselamatan dan kenyamanan era 1990-an hingga 2010-an sebagai bahan evaluasi berharga.[10] Sebuah kajian pada tahun 2016 mencatat komitmen perbaikan tersebut, dan PO ini turut menggaungkan slogan "Better Public Transportation” untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat menggunakan moda transportasi umum yang aman, nyaman, dan berkualitas.[10][2]

Berkat transformasi dan dedikasinya dalam menjaga kualitas layanan, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia memberikan penghargaan kepada Bhinneka sebagai Perusahaan Angkutan AKAP Pelayanan Ekonomi Terbaik untuk kategori perusahaan kecil.[11] Setelah Tisna meninggal pada 10 Juli 2020,[4] kepemimpinan PO ini diserahkan kepada Aldo Fantinus Wiyana,[12] kakak dari Augie. Bhinneka, yang sejak 2012 berbadan hukum perseroan terbatas dengan nama PT Bhinneka Sangkuriang Transport (Bhisa),[13] berkembang pesat dengan ragam unit layanan mulai dari Bhinneka/Bhisa Patas AC Reguler, Bhinneka/Bhisa Patas AC Eksekutif, Bhinneka/Bhisa Shuttle, hingga Bhinneka/Bhisa Taxi. Di samping menjadi penyedia transportasi darat, PO ini juga aktif melakukan kampanye sosial sebagai wujud tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan.[2]

Armada

Bhinneka dan Bhisa terus memperkuat jajaran armadanya dengan mengandalkan kombinasi sasis serta balutan karoseri bus nasional Indonesia, dengan produk Laksana asal Kabupaten Semarang dan Adi Putro asal Kota Malang yang paling mendominasi. Untuk armada barunya di sektor bus pariwisata, Bhisa menggunakan sasis bus sedang Hino GB yang dikenal tangguh dan andal untuk perjalanan jarak menengah. Sasis ini dibalut dengan karoseri Laksana Tourista Double-Glass, lengkap dengan tampilan luar khas berkelir dominan merah-hitam. Sementara untuk armada bus besar (big bus), Bhisa memercayakan dapur pacu dan sasisnya pada Mercedes-Benz OH 1626. Adi Putro dipercaya membalut sasis bus besar tersebut dengan bodi terbarunya, Jetbus5 Middle-High-Deck (MHD) double-glass.[14][15]

Ciri khas tampilan dan fasilitas

Bus-bus modern Bhisa dikenal dengan estetika eksterior bus yang sporty, yakni warna dasar merah-hitam dipadukan dengan livery sulur-suluran hitam, abu-abu, serta untuk armada pariwisatanya, grafik pemandangan lampu-lampu gedung perkotaan. Di sisi interior pada unit Jetbus5-nya, kabin penumpangnya menyajikan pencahayaan bernuansa warm white ala Jetbus5 serta sentuhan khusus berupa dasbor merah menyala dan head unit berbasis Android. Kapasitas angkut armada bus besar ini dimaksimalkan lewat konfigurasi kursi penumpang 3+2 yang telah dilengkapi sabuk pengaman di setiap bangkunya. Sementara itu pada unit bus sedangnya, interior didesain menggunakan konfigurasi kursi 2+2 berbalut kulit sintetis berwarna senada merah-hitam, serta didukung oleh bagasi yang cukup muat untuk barang bawaan rombongan.[14][15]

Trayek

Bhinneka dan Bhisa menjadi salah satu penyedia moda transportasi bus yang konsisten melayani Pantura, dengan rute-rutenya menjadi tumpangan favorit bagi para pedagang, nelayan, buruh, hingga mahasiswa. Untuk menjangkau berbagai kebutuhan penumpang, Bhisa hadir menggunakan dua jenama utama. Jenama pertama, yakni Bhinneka, berfokus melayani rute regional dan koridor Pantura seperti Cirebon–Jakarta, Cirebon–Merak, hingga Kuningan–Merak. Bus-bus ini berjalan setiap hari sejak pagi pukul 04.25 WIB hingga malam pukul 20.30 WIB dengan pilihan kelas Ekonomi AC dan Ekonomi non-AC berkapasitas 59 kursi.[16] Sementara itu, jenama kedua, yakni Bhisa, dihadirkan untuk mengakomodasi kebutuhan perjalanan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) jarak jauh, salah satunya melayani rute Kota Bandung hingga Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Spesialisasi trayek jarak jauh ini didukung oleh pengoperasian armada kelas patas eksekutif, yang dirancang dengan interior nyaman serta dilengkapi fasilitas pendukung perjalanan untuk jarak tempuh menengah hingga jauh.[butuh rujukan]

Bisnis nontrayek

Bus antar-jemput

250px-Bhisa_Travel_Jogja.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bus antar-jemput dari Bhisa saat terparkir di kantor perwakilannya di area Terminal Jombor

Pada Agustus 2016, Bhisa membuka bus antar-jemput yang berpusat di Kabupaten Cirebon dengan jenama Bhisa Shuttle. Bus antar-jemputnya memiliki fasilitas custom seat delapan hingga sepuluh penumpang, pengisi daya ponsel, dan penyejuk udara.[13] Armada yang digunakan untuk operasional Bhisa Shuttle adalah unit Toyota HiAce. Di dalam kabin, penumpang juga disuguhkan fasilitas seperti air mineral gratis serta asuransi perjalanan guna memberikan keamanan dan kenyamanan ekstra.[17][18]

Jaringan rute yang ditawarkan oleh Bhisa Shuttle telah berkembang luas mengubungkan berbagai daerah strategis di Jawa Barat hingga Jabodetabek. Untuk koridor Jakarta–Bandung, keberangkatan tersedia dari beberapa titik seperti Cawang, Jatiwaringin, dan Cikini menuju titik penurunan di Pasteur maupun Buahbatu. Selain itu, Bhisa juga melayani rute lain seperti Jakarta–Sukabumi dari kawasan Grogol, serta menjangkau setiap kota di Jawa Barat. Layanan ini dirancang agar fleksibel dengan berbagai macam pilihan jadwal favorit, serta tiket yang dapat dibeli melalui berbagai platform digital, sehingga memudahkan calon penumpang untuk memilih jadwal tanpa perlu ke kantor perwakilan.[17][18]

Bus pariwisata

Bhisa memiliki divisi bus pariwisata yang beroperasi dengan jenama Bhisa/Bhinneka Pariwisata. Armadanya dipisahkan dari armada reguler, ditandai dengan ciri khas tampilan yang dibedakan dari layanan AKAP-nya. Bus-bus pariwisata Bhisa memiliki sejumlah fasilitas hiburan dan penunjang kenyamanan yang lengkap, mulai dari head unit Android, televisi layar datar, jaringan Wi-Fi, slot USB charger di area penumpang, coolbox, hingga ketersediaan dispenser untuk kebutuhan minuman selama di jalan. Banyak menggunakan armada yang usianya relatif muda, terdapat variasi pilihan unit—mulai dari bus sedang untuk rombongan dengan jumlah sedang hingga bus besar berkapasitas banyak.[14][15]

Referensi

  1. ↑ rakyatcirebon.id. "Sejarah Singkat PO Bus di Jawa Barat, Muncul Nama 'Sahabat' karena Sempat Ada Perpecahan". rakyatcirebon.id. Diakses tanggal 21 Desember 2025.
  2. 1 2 3 Okezone (21 Maret 2023). "Sejarah PO Bhinneka: Sukses Berkat Prioritaskan Keselamatan Penumpang : Okezone Ototekno". https://ototekno.okezone.com/. Diakses tanggal 21 Desember 2025.{{cite web}}: Tautan eksternal dalam |website=
  3. ↑ Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (2018). "Daftar Perusahaan Angkutan Antar Kota Antar Provinsi Seluruh Indonesia per Januari 2018". Jakarta. hlm. 8.
  4. 1 2 Media, Kompas Cyber. "Kabar Duka, Ayah Augie Fantinus Meninggal Dunia di Bandung Halaman all - Kompas.com". KOMPAS.com. Diakses tanggal 23 Agustus 2026.
  5. ↑ Okezone (17 Maret 2023). "Sejarah PO Luragung Jaya: Raja Jalanan Pantura yang Sukses di Trayek Kuningan-Jakarta : Okezone Ototekno". https://ototekno.okezone.com/. Diakses tanggal 21 Desember 2025.{{cite web}}: Tautan eksternal dalam |website=
  6. ↑ radarcirebon.com. "Bus Setia Negara, Raja Jalanan Pantura yang Memiliki Banyak Sebutan". radarcirebon.com. Diakses tanggal 21 Desember 2025.
  7. ↑ Pradana, Whisnu. "Kisah Manis Masa Jaya Bus Madona Dalam Memori Pengemudi". detikjabar. Diakses tanggal 21 Desember 2025.
  8. ↑ Sumayya 2019, hlm. 59.
  9. ↑ "Kab. Cirebon Tambah 14 Rute Angdes". Berita Yudha. 20 April 1995.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. 1 2 Muhammad, Suradi & Njatrijani 2016, hlm. 11.
  11. ↑ "DUKUNGAN NYATA PEMERINTAH UNTUK PELAYANAN ANGKUTAN UMUM Kementerian Perhubungan Republik Indonesia". dephub.go.id. Diakses tanggal 23 Agustus 2026.
  12. ↑ radarcirebon.com. "PT Bhinneka Sangkuriang Ajak Karyawan Nobar Film Lagi-lagi Ateng". radarcirebon.com. Diakses tanggal 23 Agustus 2026.
  13. 1 2 Sumayya 2019, hlm. 60.
  14. 1 2 3 "Siap Disewa, Intip 5 Medium Bus Baru Bhinneka Sangkuriang Group". otodriver. Diakses tanggal 23 Agustus 2026.
  15. 1 2 3 Sari, J.P.I.; Ferdian, A. (8 November 2024). "PO Bhisa Luncurkan 7 Bus Pariwisata Baru". Kompas.com. Diakses tanggal 23 Agustus 2026.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  16. ↑ Syahroni, Ony. "Bus Pantura Tumpangan Favorit Kelas Pekerja". detikjabar. Diakses tanggal 23 Agustus 2026.
  17. 1 2 "Mau Naik Bhinneka Shuttle ke Bandung? Simak Dulu 5 Hal yang Paling Sering Ditanyakan". TIMES Indonesia. 13 Juli 2026. Diakses tanggal 23 Agustus 2026.
  18. 1 2 Alfianto, Rian (16 Januari 2026). "Dari Jakarta ke Sukabumi Jarang Ada Bus Langsung, Ini 4 Pilihan Shuttle yang Lebih Nyaman dan Aman". www.jawapos.com. Diakses tanggal 23 Agustus 2026.

Daftar pustaka

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Bhisa buses.
Bus antarnegara
Bus perkotaan
Bus antarkota
Bus pariwisata
Bus antar-jemput
karyawan
Bus antar-jemput
Bus permukiman
Bus pemadu moda
Bus apron bandara
Tidak beroperasi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan