Bus Dunia Mas berkaroseri Laksana Legacy Sky SR2 single glass sedang terparkir di parkiran Terminal Purabaya, 2022 | |
| Didirikan | 26 Januari 1997;29 tahun lalu (1997-01-26) |
|---|---|
| Kantor pusat | Jalan Udang, Kelurahan Bali, Kecamatan/Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Indonesia |
| Wilayah layanan | |
| Jenis layanan | |
| Tujuan akhir | |
| Jenis bahan bakar | Diesel |
| Direktur Utama | ST Nurma |
PT Garuda Jaya Indonesia adalah perusahaan otobus Indonesia yang berpusat di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Perusahaan ini melayani angkutan penumpang antarkota (dalam provinsi Nusa Tenggara Barat dan antarprovinsi), serta bus pariwisata. Jaringan pelayanannya menghubungkan sejumlah wilayah di Kepulauan Nusa Tenggara dan Pulau Jawa.[1]
Keberadaan Dunia Mas sebagai perusahaan angkutan antarkota di Kabupaten Dompu juga tercatat dalam penelitian mengenai kondisi sosial-ekonomi dan transportasi di wilayah Dompu dan Sumbawa. Laporan The SMERU Research Institute mencatat Dunia Mas sebagai salah satu perusahaan yang menyediakan layanan angkutan antarkota dari Kabupaten Dompu dan melayani rute Kota Bima, Nusa Tenggara Barat–DKI Jakarta menggunakan bus besar serta usaha penyewaan kendaraan pariwisata.[2] Kantor pusat dan garasi utama perusahaan ini berkedudukan di Jalan Udang, Bali, Dompu, Dompu
Sejarah
Sejarah Dunia Mas berkaitan dengan perkembangan usaha transportasi yang dijalankan oleh keluarga Muhidin di Kabupaten Dompu. Menurut Ayo Naik Bis, usaha tersebut bermula dari kelompok usaha yang menggunakan nama PT Garuda Jaya Indonesia. Usaha tersebut didirikan oleh Muhidin Daeng Jubaida dan kemudian diteruskan oleh Haji Muchtar Muhidin.[1]
Pada tahap awal, kegiatan usaha tersebut belum berfokus pada layanan bus seperti sekarang. Angkutan penumpang dilakukan menggunakan kendaraan berbasis truk kayu yang melayani perjalanan antara Bima, Dompu, dan Sumbawa secara pulang-pergi. Seiring berkembangnya kebutuhan transportasi masyarakat, usaha tersebut kemudian memperluas armadanya dengan kendaraan minibus untuk melayani wilayah Dompu, Bima, dan daerah sekitarnya.[1]
Perkembangan usaha tersebut kemudian berlanjut dengan berdirinya PT Dunia Mas dan penggunaan nama PO Dunia Mas dalam kegiatan angkutan penumpang. Perusahaan kemudian mengembangkan jaringan trayeknya dari angkutan antarkota di Pulau Sumbawa menuju wilayah Nusa Tenggara Barat lainnya, Bali, dan Pulau Jawa.[1]
Pada 26 Januari 1997, Dunia Mas mulai mengoperasikan layanan bus malam antarkota antarprovinsi. Rute awal yang disebutkan meliputi Labuan Bajo–Bima–Dompu–Sumbawa–Mataram–Denpasar–Surabaya–Jakarta pulang-pergi.[1]
Pengembangan layanan AKAP tersebut menjadikan Dunia Mas sebagai salah satu perusahaan otobus dari Pulau Sumbawa yang menghubungkan wilayah Kepulauan Nusa Tenggara dan Jawa. Selain angkutan penumpang, perusahaan juga mengembangkan usaha penyewaan kendaraan pariwisata.[1]
Operasional
Dunia Mas menjalankan layanan angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP) Nusa Tenggara Barat dan antarkota antarprovinsi (AKAP). Penelitian Universitas Mataram yang diterbitkan pada 2025 mencatat bahwa perusahaan memiliki layanan AKDP pada rute Mataram–Sumbawa–Dompu–Bima, sedangkan layanan AKAP mencakup rute Jakarta–Surabaya–Bali–Mataram–Dompu–Bima dimana merupakah salah satu bus asli Pulau Sumbawa yang membuka trayek ke Pulau Jawa selain Tiara Mas dan Rasa Sayang Jaya.[3]
Laporan SMERU juga mencatat PO Dunia Mas sebagai salah satu operator angkutan antarkota dari Kabupaten Dompu. Pada periode penelitian, perusahaan melayani rute Bima–Jakarta menggunakan bus besar dan juga menjalankan usaha penyewaan kendaraan pariwisata. Layanan perjalanan jarak jauh tersebut diberangkatkan dari Terminal Dara di Kota Bima pada malam hari.[2]
Selain rute antarkota dalam provinsi Nusa Tenggara Barat, layanan Dunia Mas kemudian berkembang hingga menghubungkan wilayah Kepulauan Nusa Tenggara dengan Pulau Jawa. Perusahaan juga menjalankan layanan bus pariwisata untuk perjalanan di luar layanan angkutan reguler.[1]
Armada
Pada masa awal perkembangan usaha, armada angkutan menggunakan kendaraan berbasis truk kayu sebelum kemudian berkembang menggunakan kendaraan minibus dan bus berukuran lebih besar.[1]
Seiring perkembangan layanan AKAP, Dunia Mas menggunakan berbagai jenis bus dengan sejumlah tipe sasis dan karoseri. Sumber mengenai sejarah perusahaan mencatat penggunaan bus dengan sasis Hino dan Mercedes-Benz untuk sejumlah layanan perusahaan.[1]
Pada Maret 2024, PO Dunia Mas menerima dua unit bus baru dengan karoseri Legacy SR3 HD Prime Ultimate buatan Laksana. Kedua bus tersebut menggunakan sasis Hino RM280 dan dilengkapi dengan sistem pengereman ABS. Armada baru tersebut direncanakan untuk digunakan pada layanan AKAP non-ekonomi trayek Jepara–Jakarta.[4]
Badan usaha
Nama Dunia Mas berkaitan dengan sejumlah badan usaha yang tercatat di Kabupaten Dompu. Data GAPENSI mencatat PT Dunia Mas sebagai badan usaha yang beralamat di Jalan Udang No. 12, Bali, Dompu, Nusa Tenggara Barat.[5]
GAPENSI juga mencatat PT Garuda Jaya Indonesia sebagai badan usaha yang beralamat di Jalan Udang No. 9, Bali, Dompu, Nusa Tenggara Barat, dengan H. Muchtar Muhiddin sebagai pimpinan.[6]
Sumber sejarah mengenai Dunia Mas menghubungkan perkembangan perusahaan dengan usaha PT Garuda Jaya Indonesia, tetapi hubungan hukum antara PT Garuda Jaya Indonesia dan PT Dunia Mas sebagai badan usaha perlu dibedakan dari penggunaan nama dagang PO Dunia Mas.[1]
Penelitian
Dunia Mas menjadi objek penelitian akademik di sejumlah perguruan tinggi di Nusa Tenggara Barat.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Private Law Universitas Mataram pada 2025 membahas pelaksanaan tanggung jawab PO Dunia Mas terhadap keselamatan penumpang dan awak kendaraan. Penelitian tersebut menggunakan metode penelitian hukum empiris melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian tersebut juga mencatat izin usaha dan izin trayek perusahaan serta sejumlah layanan AKDP dan AKAP yang dijalankan Dunia Mas.[3]
Universitas Muhammadiyah Mataram juga memiliki penelitian berupa skripsi yang membahas tanggung jawab perusahaan pengangkutan atas kehilangan atau kerusakan barang penumpang dengan studi kasus Dunia Mas. Penelitian tersebut dilakukan oleh Selfiana Putri Ramdani pada 2025.[7]
Referensi
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 "Sejarah PO Dunia Mas & Trayeknya, Ternyata Berawal Bukan dari Bisnis Transportasi". Ayo Naik Bis. 13 Juli 2026. Diakses tanggal 9 September 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 A Socioeconomic Analysis of National Road Improvements in Indonesia (Laporan). The SMERU Research Institute. Diakses tanggal 9 September 2026.
{{cite report}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 Agustin, Della Arditha Wira; Aris Munandar; Hasan Asy'ari (28 Februari 2025). "Pelaksanaan Tanggung Jawab PO. Dunia Mas Terhadap Keselamatan Penumpang dan Awak Kendaraannya". Private Law. 5 (1). doi:10.29303/prlw.v5i1.4976. Diakses tanggal 9 September 2026.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "PO Dunia Mas Langsung Rilis 2 Unit Bus Baru, Busmania: Mata Liverynya Sangat Memanipulasi". Disway. 8 Maret 2024. Diakses tanggal 9 September 2026.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Data Anggota GAPENSI: PT Dunia Mas". GAPENSI. Diakses tanggal 9 September 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Data Anggota GAPENSI: PT Garuda Jaya Indonesia". GAPENSI. Diakses tanggal 9 September 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Ramdani, Selfiana Putri (2025). Tanggung Jawab Perusahaan Pengangkutan atas Kehilangan atau Kerusakan Barang Penumpang (Studi Kasus PO Dunia Mas) (Tesis). Universitas Muhammadiyah Mataram. Diakses tanggal 9 September 2026.
{{cite thesis}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Pranala luar
Media terkait Dunia Mas buses di Wikimedia Commons