Minggu, 27 September 2026
17:26 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Jaya Group

Jaya Group

perusahaan otobus Indonesia

Artikel ini berisi tentang perusahaan otobus yang berpusat di Ponorogo, Jawa Timur. Untuk perusahaan properti swasta-BUMD DKI Jakarta, lihat Pembangunan Jaya.
  • PT Jaya Kuning Abadi
  • PT Jaya Putih Reog
250px-Jaya_Kuning_AE_7612_US_07_07_2026.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bus Jaya Kuning melintas di depan Terminal Lama Jombang, Mojongapit, Jombang, Jombang
Didirikan1960;66 tahun lalu (1960)Kantor pusat Wilayah layananJawaJenis layananTujuan akhirJenis bahan bakarDieselDirektur Utama
  • Azam Wijanarko, ST. (PT Jaya Kuning Abadi)
  • Hadi Ferianto (PT Jaya Putih Reog)

PT Jaya Kuning Abadi dan PT Jaya Putih Reog adalah dua perusahaan otobus Indonesia yang berpusat di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Perusahaan otobus ini melayani bus antarkota (antarprovinsi dan dalam provinsi Jawa Timur) kelas ekonomi, non-ekonomi, dan bus pariwisata. Didirikan pada tahun 1960, perusahaan otobus ini dikenal luas karena ciri khas bendera Italia pada bagian depan dan belakang armada PO Jaya I Kuning[1] dan gambar Reog Ponorogo beserta Gajah pada samping armada PO Jaya II Putih[a]. Perusahaan ini merupakan salah satu armada transportasi legendaris di jalur Mataraman, khususnya rute Ponorogo–Madiun–Surabaya dimana perusahaan ini bersaing secara reguler dengan sesama perusahaan otobus yang berasal dari keresidenan Madiun seperti Majoe Muda Mandiri dan Aneka Jaya, serta perusahaan otobus dari luar keresidenan Madiun seperti Restu Panda dan Kalisari.[2] Kantor pusat dan garasi utama berkedudukan di Jalan Urip Sumoharjo 36, Mangkujayan, Ponorogo, Ponorogo untuk PO Jaya II Putih dan Jalan Soekarno Hatta 242, Banyudono, Ponorogo, Ponorogo untuk PO Jaya I Kuning.

Sejarah

250px-Jaya_Putih_AKDP_ekonomi_Surabaya%E2%80%93Ponorogo_%282022%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Salah satu unit PO Jaya Putih berangkat dari peron pemberangkatan Terminal Purabaya

PO Jaya didirikan oleh H. Suyono pada tahun 1960 di Ponorogo. Pada awal berdirinya, fokus utama bisnis ini bukanlah angkutan penumpang, melainkan bisnis penyewaan armada dump truck untuk pengiriman material bangunan, ekspedisi, serta sarana pengangkutan para pedagang lokal. Usaha angkutan barang ini berkembang dengan pesat hingga memasuki dekade 1970-an.[3]

Pada awal tahun 1970-an, H. Suyono memenangkan sebuah lelang bus di Jakarta. Momen inilah yang mendasari keputusan perusahaan untuk beralih ke bisnis angkutan penumpang umum. Armada bus pertama PO Jaya memiliki karakteristik yang sangat khas pada zaman itu, yakni menggunakan sasis truk dengan bodi kompartemen penumpang yang seluruhnya berbahan dasar kayu.[3] Jalur atau trayek perdana yang dibuka oleh perusahaan ini adalah rute jarak dekat yang menghubungkan wilayah Ponorogo dengan Trenggalek.[3]

Memasuki era 1980-an, seiring dengan kemajuan teknologi karoseri, PO Jaya melakukan modernisasi besar-besaran dengan mengganti seluruh armada berbahan bodi kayu lama menjadi bodi logam (karoseri besi modern).[3] Ekspansi trayek juga dilakukan secara masif, mencakup penambahan rute AKDP jarak menengah seperti Ponorogo–Madiun dan Ponorogo–Surabaya, hingga merambah ke layanan bus malam jarak jauh dari Ponorogo menuju Jakarta. Kurang diketahui tahun pasti kejadiannya, tetapi dalam perkembangannya, manajemen internal PO Jaya kemudian terbagi menjadi dua kelompok operasional yang mandiri, yang dikenal oleh masyarakat luas sebagai kelompok "Jaya Kuning" dan "Jaya Putih".[4]

Keunikan lain dari sejarah PO Jaya (khususnya rumpun Jaya Kuning) adalah adanya perubahan nama lambung menjadi PO Jaya 46. Nama tersebut mulai disematkan karena sang pemilik, H. Azam Wijanarko, ST., merupakan penggemar berat pembalap legendaris MotoGP, Valentino Rossi. Selain menyematkan angka ikonik "46" di badan bus, kegemaran ini juga melatarbelakangi penggunaan plat nomor kendaraan (nopol) yang semuanya wajib berakhiran angka 46 di setiap unit armadanya.[3][1]

Memasuki tahun 2018, seiring dengan pemberlakuan kewajiban perusahaan otobus memiliki badan hukum perseroan terbatas dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, PO Jaya I Kuning resmi menggunakan nama badan hukum PT Jaya Kuning Abadi,[5] sementara untuk PO Jaya II Putih menggunakan nama badan hukum PT Jaya Putih Reog[6]

Dalam perkembangannya, PO Jaya menghadapi sejumlah dinamika tantangan operasional yang memengaruhi kegiatan layanan angkutan penumpangnya. Pada masa pandemi COVID-19, khususnya ketika PPKM Darurat pada Juli 2021, PO Jaya Kuning tetap mengoperasikan sebagian armadanya meskipun terjadi penurunan jumlah penumpang. Pemilik PO Jaya Kuning, Azam Wijanarko, menyatakan bahwa pendapatan dari operasional pada masa tersebut tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Perusahaan kemudian mengurangi jumlah armada yang beroperasi, tetapi trayek Ponorogo–Surabaya dan Ponorogo–Trenggalek tetap dilayani dengan interval sekitar dua jam. Sementara itu, layanan angkutan antarkota antarprovinsi yang dioperasikan PO Jaya Putih untuk sementara tidak dapat beroperasi sesuai dengan ketentuan pemerintah yang berlaku pada masa PPKM Darurat.[7]

Pada 2025, PO Jaya Kuning kembali menghadapi dinamika tantangan terkait penggunaan musik dalam armada bus menyusul pemberlakuan ketentuan mengenai hak cipta dan royalti. Pihak perusahaan menyatakan bahwa armadanya tidak lagi menggunakan sistem audio untuk memutar musik di dalam bus, sehingga tidak melakukan pemutaran musik sebagaimana yang menjadi persoalan dalam pemberitaan mengenai royalti musik. Kebijakan tersebut menjadi salah satu bentuk penyesuaian operasional perusahaan terhadap ketentuan mengenai penggunaan karya musik dalam layanan bus.[8]

Insiden dan kontroversi

Sepanjang sejarah operasionalnya, PO Jaya Group pernah mengalami sejumlah insiden kecelakaan lalu lintas serta beberapa peristiwa yang melibatkan kru perusahaan di lapangan.[9][10][11]

Beberapa insiden yang pernah melibatkan armada PO Jaya antara lain:

  • 1993, Ponorogo — Pada 17 Agustus pukul 15.00 WIB, bus PO Jaya bernomor polisi AE 3745 V terperosok ke jurang di ruas jalan Trenggalek–Ponorogo, tepatnya di Desa Pangkal, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo. Kecelakaan tersebut mengakibatkan 30 orang meninggal dunia dan 27 orang lainnya mengalami luka-luka.[12]
  • 1995, Saradan — Pada 26 Desember, bus PO Jaya bernomor polisi AE 3758 V bertabrakan dengan bus Hasti AG 3901 C di kawasan hutan Saradan, Desa Sidorejo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Kecelakaan tersebut mengakibatkan sembilan orang meninggal dunia akibat terbakar dan puluhan lainnya mengalami cedera. Laporan tersebut juga menyebut bahwa bus PO Jaya yang terbakar habis sebenarnya sudah tidak laik jalan tetapi masih difungsikan.[13]
  • 2010, Batang — Pada 16 Maret pukul 22.00 WIB, bus Jaya Putih jurusan Ponorogo–Jakarta bernomor polisi AE 7159 US yang mengangkut 58 penumpang mengalami kecelakaan di jalan raya Poncowati–Plelen di wilayah Alas Roban, Batang. Bus tersebut diduga melaju dengan kecepatan tinggi sebelum keluar jalur dan kemudian bertabrakan dengan truk trailer bermuatan besi batangan bernomor polisi B 9368 OH yang melaju dari arah yang sama. Kecelakaan tersebut mengakibatkan 10 orang, terdiri atas seorang pengemudi dan sembilan penumpang bus, meninggal dunia, sedangkan 34 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Menurut Kepolisian Resor Batang, pengemudi bus diduga mengemudikan kendaraan dengan kecepatan tinggi; sejumlah penumpang juga disebut telah mengingatkan pengemudi sebelum kecelakaan.[9]
  • 2021, Trenggalek — Pada 24 Desember pukul 04.00 WIB, bus Jaya Putih bernomor polisi AE 7233 US jurusan Ponorogo–Trenggalek mengalami kecelakaan di wilayah Desa Sukorejo, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek. Bus tersebut keluar dari jalur dan menabrak sebuah rumah warga. Kecelakaan tersebut mengakibatkan delapan penumpang mengalami luka-luka dan mendapatkan penanganan medis.[14]
  • 2022, Madiun — Pada 10 Februari pukul 09.30 WIB, bus Jaya Putih bernomor polisi AE 7492 US mengalami kecelakaan di wilayah Desa Kertobanyon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun setelah menabrak sebuah sepeda motor dan pohon. Kecelakaan tersebut mengakibatkan dua orang mengalami luka-luka. Setelah kejadian, kendaraan bus diamankan oleh kepolisian untuk kepentingan penyelidikan.[10]
  • 2023, Madiun — Pada 22 Desember, bus Jaya Putih bernomor polisi AE 7492 US terlibat kecelakaan dengan sepeda motor di Jalan Raya Madiun–Ponorogo KM 186–187, Desa Glonggong, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun. Kecelakaan tersebut mengakibatkan dua pengendara sepeda motor meninggal dunia.[15]
  • 2025, Madiun — Pada 15 Maret pukul 03.30 WIB, bus Jaya Putih bernomor polisi AE 7034 US terlibat kecelakaan dengan sepeda motor di persimpangan Jalan M.T. Haryono, Kelurahan Mojorejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun. Kecelakaan tersebut mengakibatkan pengendara sepeda motor mengalami luka-luka, sedangkan sepeda motor yang digunakan mengalami kerusakan.[16]
  • 2025, Caruban — Pada 19 Juli, terjadi perselisihan antara kru bus Jaya Putih dan kru bus Sugeng Rahayu di Terminal Caruban, Kabupaten Madiun. Perselisihan tersebut melibatkan dua kru bus dan kemudian menarik perhatian masyarakat setelah rekamannya beredar di media sosial.[11]

Armada

250px-Jaya_Kuning_AE_7371_US_12_04_2023.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Salah satu unit bus Jaya Kuning

Dalam mengoperasikan layanannya, PO Jaya Group menggunakan berbagai jenis sasis bus untuk mendukung operasional armada di berbagai lini kelas dan trayek, seperti Mitsubishi, Hino, Mercedes Benz, serta berbagai jenama lainnya. Keragaman inilah yang membentuk variasi layanan berdasarkan lini kelas dan trayek yang dijalankan seperti kelas ekonomi (AC tarif biasa), Patas Jatim, hingga kelas VIP.[17]

Dalam operasionalnya, PO Jaya Group lebih dikenal masyarakat dalam hal pemakaian sasis bus lawas seperti Mitsubishi BM117 atau Hino AK3HR untuk operasional armada AC tarif biasa trayek Ponorogo–Surabaya, Hino RG dan Mercedes Benz OH 1521 untuk operasional armada Patas Jatim trayek Ponorogo–Surabaya via Tol Dumpil–Warugunung dan kelas VIP trayek Ponorogo–Jabodetabek.[18] Walaupun begitu, PO Jaya Group terutama PO Jaya II Putih dan PO Jaya I Kuning mulai melakukan peremajaan armada dengan membeli armada bekas dari berbagai perusahaan otobus yang nantinya dioperasikan untuk kelas AC tarif biasa trayek Ponorogo maupun kelas VIP untuk bus malam.[butuh rujukan] Meskipun begitu, untuk trayek Ponorogo–Trenggalek yang dioperasikan baik Jaya Kuning ataupun Jaya Putih tetap mempertahankan armada medium bus kelas ekonomi non AC dan perlahan mulai diremajakan ke medium bus kelas ekonomi non AC dengan membeli armada bekas Transjakarta AC[19]

Ciri khas tampilan

250px-Jaya_Putih_AE_7629_UT_31_03_2025.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bus Jaya Putih dengan karoseri Jetbus generasi kedua melintas langsung di Jalan Raya Surabaya–Madiun, Kayen, Bandar Kedungmulyo, Jombang. Perhatikan bahwa Jaya Putih memiliki pola pengecatan dengan gambar Reog dan Gajah di samping bus

Jaya Group dikenali oleh penggunanya dari pola pengecatan khusus yang dipakai baik Jaya Kuning maupun Jaya Putih itu sendiri. Untuk Jaya Kuning, dikenal akan penggunaan bendera Italia di depan dan di belakang armada busnya,[1] serta penulisan identitas "Jaya 46" yang mencolok.[3] Sementara untuk Jaya Putih, dikenal akan penggunaan gambar Reog Ponorogo di samping dan belakang bus beserta gambar Gajah di samping bus.

250px-Jaya_Kuning_Old_Legacy_mesin_depan_04_02_2023.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bus Jaya Kuning dengan karoseri Laksana Legacy mesin depan melintas di depan Terminal Lama Jombang, Mojongapit, Jombang, Jombang. Perhatikan bahwa Jaya Kuning memiliki ciri khas bendera Italia di depan bus

Trayek

Bus antarkota

250px-Jaya_Kuning_AE_7946_US_06_12_2023.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bus Jaya Kuning melintas langsung pintu keluar Terminal Kepuhsari, perbatasan Desa Keplaksari dengan Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang

Jaya Group menjadikan bus antarkota (baik dalam provinsi Jawa Timur maupun antarprovinsi) sebagai lini bisnis utamanya. Jaya Group memiliki jangkauan trayek yang luas, mulai dari layanan AKDP di Jawa Timur hingga AKAP yang menghubungkan Ponorogo dengan Jakarta. Kini, tersisa jalur Madiun–Maospati–Ngawi yang masih dilalui bus Jaya Putih trayek AKAP dari Ponorogo ke Jakarta.

Keunikan dari perusahaan otobus (PO) ini adalah penerapan strategi multi-jenama (multi-branding) yang kesemuanya tetap merujuk pada induk Jaya Group. Kelompok jenama yang bernaung di bawah Jaya Group antara lain:

  • Jaya Kuning (atau Jaya 46): Melayani kelas ekonomi AKDP rute Ponorogo–Trenggalek dan Ponorogo–Surabaya, baik via jalur arteri maupun sebagian masuk Jalan Tol Trans-Jawa.
  • Jaya Putih: Melayani kelas ekonomi AKDP rute Ponorogo–Trenggalek dan Ponorogo–Surabaya (arteri dan tol), kelas non-ekonomi (patas) AKDP rute Ponorogo–Surabaya via Tol Trans-Jawa, serta kelas non-ekonomi AKAP rute Ponorogo–Jakarta via Ngawi.
  • Jaya JG Pariwisata: Melayani armada bus pariwisata serta bantuan operasional angkutan pada masa libur mudik atau hari besar tertentu.

Komunitas

Para penggemar dan pengguna setia PO Jaya membentuk wadah komunikasi di media sosial untuk berbagi informasi mengenai operasional, sejarah, serta dokumentasi armada. Salah satu komunitas utamanya adalah PO JAYA 1 Kuning, 2 Putih & JG Pariwisata Mania yang berbasis di platform Facebook. Grup ini menjadi ruang interaksi bagi para pencinta bus (bus enthusiast) untuk memantau perkembangan peremajaan armada baik dari manajemen Jaya Kuning maupun Jaya Putih.[20]

Penelitian dan Manajemen Internal

Pada tahun 2021, sebuah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS) dilakukan untuk menganalisis pengaruh manajemen sumber daya manusia di lingkungan internal PO Jaya Ponorogo. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan perusahaan yang berjumlah 55 orang, ditentukan melalui metode sensus atau sampling jenuh.[21]

Penelitian ini mengkaji dinamika internal perusahaan pada masa transisi pandemi Covid-19 menuju era new normal. Saat itu, pemberlakuan pembatasan operasional berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 18 Tahun 2020 memaksa PO JAYA Ponorogo untuk menonaktifkan sebagian besar armada busnya akibat penurunan drastis jumlah penumpang.[22] Kondisi ini memicu ancaman terhadap kelangsungan kerja serta menurunkan kepuasan kerja, yang mendorong sejumlah karyawan untuk melakukan perpindahan kerja (turnover) ke sektor industri lain demi menjaga stabilitas ekonomi pribadi.[23]

Hasil analisis data dalam studi tersebut menghasilkan temuan manajemen sebagai berikut:

  1. Keseimbangan Kehidupan Kerja (Work-life balance): Berdasarkan hasil uji hipotesis, work-life balance tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap niat karyawan untuk keluar dari perusahaan (turnover intention).[24] Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor desakan ekonomi akibat armada yang tidak beroperasi lebih dominan memengaruhi keputusan karyawan dibandingkan variabel kenyamanan waktu kerja.[23]
  2. Keterikatan Karyawan (Employee engagement): Variabel work-life balance terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap employee engagement.[25] Hal ini menunjukkan bahwa keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi mampu meningkatkan keterikatan emosional karyawan terhadap perusahaan.[25]
  3. Pengaruh Langsung Employee Engagement terhadap Turnover Intention: Employee engagement terbukti berpengaruh negatif dan signifikan dalam menekan laju turnover intention.[26] Artinya, semakin tinggi keterikatan karyawan, semakin rendah niat mereka untuk keluar dari perusahaan.[26]
  4. Pengaruh Tidak Langsung (Intervening): Penelitian ini menyimpulkan bahwa work-life balance berpengaruh signifikan terhadap turnover intention melalui employee engagement sebagai variabel intervening (mediasi).[27] Dengan kata lain, upaya menurunkan niat karyawan untuk keluar dari perusahaan hanya akan efektif jika perusahaan mampu secara simultan menciptakan keseimbangan kehidupan kerja yang pada akhirnya memperkuat keterikatan emosional dan antusiasme kerja (employee engagement) karyawan.[27]

Catatan kaki

  1. ↑ Untuk bagian belakang bus, hanya ditampilkan gambar Reog Ponorogo

Referensi

  1. 1 2 3 Detik Jatim. "Saking Ngefans-nya ke Rossi, Semua Nopol Bus Pemilik PO ini Berakhiran 46". Detik Jatim. Diakses tanggal 8 Mei 2026.
  2. ↑ Harian Merapi. "Cerita Bus PO Jaya, Armada Legendaris Ponorogo Favoritnya Anak Muda Pada Zamannya". Harian Merapi. Diakses tanggal 8 Mei 2026.
  3. 1 2 3 4 5 6 Putra, Soni Misdananto. "Legendaris! PO Bus Jaya '46' Ponorogo, Dulu Pakai Body dari Kayu". iNews Ponorogo. Diakses tanggal 29 Mei 2026.
  4. ↑ Putra, Edo. "Sejarah Perusahaan Otobus PO Jaya Ponorogo". Facebook. Diakses tanggal 8 Mei 2026.
  5. ↑ "Data Perusahaan PT Jaya Kuning Abadi". Spionam Dephub. Diakses tanggal 8 Mei 2026.
  6. ↑ "Data Perusahaan PT Jaya Putih Reog". Spionam Dephub. Diakses tanggal 8 Mei 2026.
  7. ↑ "Meski Sepi, Crew Bus Jaya Kuning Tetap Jalan Demi Nafkah Keluarga". Gema Surya FM. 19 Juli 2021. Diakses tanggal 15 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ "Respon PO Bus Jaya Kuning Abadi Ponorogo Soal Royalti Musik, Kami Sudah Tak Pernah Pasang Audio". TribunJatim.com. 18 Agustus 2025. Diakses tanggal 15 September 2026.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. 1 2 "Dua Kecelakaan Tewaskan 15 Orang". Kompas.com. 18 Maret 2010. Diakses tanggal 11 Juni 2026.
  10. 1 2 "Bus Jaya Seruduk Motor dan Pohon di Madiun, 2 Orang Luka, Polisi Tahan Kendaraan untuk Penyelidikan". Tribun Jatim. 10 Februari 2022. Diakses tanggal 11 Juni 2026.
  11. 1 2 "Viral! Dua Kru Bus Jaya dan Sugeng Rahayu Nyaris Adu Jotos di Terminal Caruban Madiun". Radar Madiun. 22 Juli 2025. Diakses tanggal 11 Juni 2026.
  12. ↑ "Santunan Bagi Korban Bis "Jaya" Masuk Jurang". MPN KOMDIGI. Berita Yudha. 19 Agustus 1993. hlm. 2. Diakses tanggal 11 Juni 2026.
  13. ↑ "Kecelakaan Lalin masih Memprihatinkan di Jatim". MPN KOMDIGI. Bali Post. 2 Januari 1996. hlm. 5. Diakses tanggal 15 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. ↑ "Bus Jaya Tabrak Rumah di Trenggalek, 8 Penumpang Luka-luka". Detik.com. 24 Desember 2021. Diakses tanggal 11 Juni 2026.
  15. ↑ "Aksi Ngawur Sopir Bus Jaya Berbuah Petaka, Cabut 2 Nyawa Remaja Cantik". GridOto.com. 23 Desember 2023. Diakses tanggal 11 Juni 2026.
  16. ↑ "Tabrak Bus Jaya, Pemotor Alami Luka-luka dan Motor Ringsek". Sinergia Mediatama. 15 Maret 2025. Diakses tanggal 11 Juni 2026.
  17. ↑ "Tua Tua Keladi , Gass Poll Abis ❗️ Body Langka & Driver Sepuh Suoss ❗️". YouTube. Djody Why. 5 September 2023. Diakses tanggal 2 Juni 2026.{{cite web}}: Teks "trip Jaya Kuning AE 7065 US" diabaikanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  18. ↑ UNIT LANGKA❗Satu-satunya Bus Patas Jaya Putih Yang Masih Rutin Jalan!!. Galeri Bus Jatim. 14 Januari 2023. Terjadi di 05:20. Diakses tanggal 2 Juni 2026. Tarif bus Patas komersial untuk rute Madiun - Surabaya adalah Rp 80.000 dengan armada Mercedes-Benz OH 1521.{{cite AV media}}: Parameter tidak dikenal |motion picture= diabaikan
  19. ↑ Mardot Jalanjalan (9 Oktober 2025). Legend nya Ponorogo-Trenggalek!! Jaya Menurunkan Armada Barunya, Meski Rombakan!! (Video YouTube). YouTube. Diakses tanggal 8 Mei 2026.
  20. ↑ "Grup Facebook PO JAYA 1 Kuning, 2 Putih & JG Pariwisata Mania". Facebook. Diakses tanggal 8 Mei 2026.
  21. ↑ Novitasari & Dessyarti 2022, hlm. 4.
  22. ↑ Novitasari & Dessyarti 2022, hlm. 2.
  23. 1 2 Novitasari & Dessyarti 2022, hlm. 11–12.
  24. ↑ Novitasari & Dessyarti 2022, hlm. 9.
  25. 1 2 Novitasari & Dessyarti 2022, hlm. 13.
  26. 1 2 Novitasari & Dessyarti 2022, hlm. 14.
  27. 1 2 Novitasari & Dessyarti 2022, hlm. 15.

Daftar Pustaka

Pranala luar

Bus antarnegara
Bus perkotaan
Bus antarkota
Bus pariwisata
Bus antar-jemput
karyawan
Bus antar-jemput
Bus permukiman
Bus pemadu moda
Bus apron bandara
Tidak beroperasi
Ikon rintisan

Artikel bertopik badan usaha atau perusahaan Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan