Senin, 21 September 2026
01:54 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Adi Putro Jetbus

Adi Putro Jetbus

Varian karoseri bus yang diproduksi Adiputro

Jetbus
330px-Harapan_Jaya_Jetbus_5_SHD_Single_Glass_Adiputro.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jetbus 5 single glass milik Harapan Jaya
Gambaran
ProdusenAdi Putro
Tahun produksi2011–sekarang
Bodi dan rangka
Tipe bodi
Sasis
Jenis kendaraan
Varian
  • Microbus (MC)
  • Jumbo
  • Medium-Decker (MD)
  • High-Decker (HD)
  • High-Decker Double-Glass (HDD)
  • Super High-Decker (SHD)
  • Ultra High-Decker (UHD)
  • Super Double-Decker (SDD)
  • Middle High-Decker (MHD)
  • Dream Coach
  • Dream Coach XL
  • UniCoach
Penggerak
MesinMenyesuaikan dengan data teknis sasis
Dimensi
Panjang13.500 mm
Lebar2.500 mm
Tinggi4.150 mm
Kronologi
PendahuluRoyal Coach

Jetbus adalah jenama karoseri bus kecil, bus sedang, bus besar, dan bus tingkat, yang dibuat dan dikembangkan oleh Adi Putro asal Malang sejak tahun 2011 (2011). Sebagai salah satu karoseri bus yang populer dan juga banyak digunakan oleh perusahaan bus di Pulau Jawa. Jetbus ini telah sampai generasi keempat dengan emblem Jetbus 5[1] dan menjadi salah satu produk unggulan Adi Putro.

Sejarah

250px-JETBUS_Logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tanda kata Jetbus. Rupa huruf yang digunakan untuk menulis jenama ini adalah Compacta, yang kemudian banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan otobus Indonesia untuk menandai jenama bus mereka. Jenama yang cukup terkenal menggunakan rupa huruf ini adalah Subur Jaya dan Agam/Sudiro Tungga Jaya.

Jetbus berawal dari pengembangan salah satu produk karoseri Royal Coach yang terinspirasi dari model Mercedes-Benz Travego dan Setra TopClass 500, yang secara proporsi telah disesuaikan baik dimensi maupun model dengan pangsa pasar di Indonesia, melalui perubahan atau modifikasi pada tampilan muka dan lampu utama (juga disebut lampu Royal)[2] dengan desain yang lebih elegan. Adi Putro tetap mempertahankan emblem Royal Coach yang terkesan mewah hingga seri Jetbus 2+. Kemudian emblem Jetbus disematkan ketika Adi Putro mulai meluncurkan Jetbus 3, sejak saat itu Jetbus menjadi penamaan produk yang dibuat Adi Putro dari bus kecil hingga bus besar. Nama Jetbus sendiri berasal dari nama keluarga pemilik karoseri Adi Putro yaitu Jethrokusumo yang disingkat menjadi Jetbus.[3]

Jetbus merupakan salah satu pelopor dalam membuat tren karoseri bus 'double glass' atau kaca ganda yang digagas sejak tahun 2015, yakni kaca depan terpisah yang memiliki pembatas berupa pilar horizontal yang dikenal dengan bando.[4] Adapun kelebihan dari model kaca ganda ini adanya penguatan (reinforcement) secara konstruksi pada area bagian depan kendaraan sehingga lebih kokoh dan kuat terhadap benturan. Selain itu biaya perbaikan dapat lebih murah bila kaca bagian depan pecah salah satu dan tidak perlu mengganti kedua bagiannya. Namun, dari sisi penumpang, pandangan kedepan tidak seluas seperti kaca tunggal yang banyak digunakan oleh bus-bus sebelumnya, karena pandangan penumpang terhalangi oleh pilar horizontal di depan bus.[5]

Tren Jetbus dengan kaca ganda ini mulai diperkenalkan sejak peluncuran perdana Jetbus 2 SHD dan SDD (bus tingkat) di ajang pameran GAIKINDO tahun 2015[6] dan semenjak itu Adi Putro tidak lagi memproduksi bus besar dengan kaca tunggal.[7] Kemudian tren kaca ganda ini diikuti oleh banyak perusahaan pembuat karoseri lain untuk menambah varian masing-masing produknya, lengkap dengan model dan tipe yang beragam serta keunggulan masing-masing.[6]

Varian

Produk Jetbus terbagi menjadi beberapa varian tipe dan model sesuai kebutuhan dan kapasitas penumpang, mulai dari "Medium-Decker" (MD), "High-Decker" (HD), "High-Decker Double-Glass" (HDD), "Medium High-Decker" (MHD), "Super High-Decker" (SHD), "Ultra High-Decker" (UHD) hingga bus tingkat "Super Double-Decker" (SDD).[8] Untuk melengkapi varian produk UHD, Adi Putro meluncurkan varian "Medium-High-Decker" (MHD) di ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 (2019),[9] yakni bodi bus dengan kapasitas bagasi yang lebih besar[10] dan lantai lebih tinggi serta kelonggaran tanah yang lebih rendah, sehingga mendapatkan ruang bagasi yang lebih luas.[8]

Spesifikasi varian Jetbus[11]
Tipe Model Dimensi (mm) Kapasitas
(kursi)
Lebar Panjang Tinggi
Bus besar SDD (double decker) 2.500 13.500 4.130 71-75
UHD (ultra high decker) 2.500 13.500 4.000 48-59
SHD (super high decker) 2.500 12.000 3.850
HDD (high decker double glass) 2.500 12.000 3.724
HD (high decker) 2.500 12.000 3.724
MD (medium decker) 2.300 10.000 3.412 29-39
Bus sedang Jetbus 3+ Big Benz 2.300 8.100 2.935 31
Jetbus 3+ Big Jumbo 2.100 8.235 2.700 21-29
Jetbus 3+ Jumbo 1.850 6.600 2.590 14-19
Jetbus 3+ MC (micro bus) 1.835 6.470 2.508 17-20


Secara umum, sasis dan mesin yang digunakan produk Jetbus ini di antaranya adalah Scania, MAN, Mercedes-Benz, Hino, Volvo, Isuzu, dan Fuso, serta khusus untuk model Jetbus 3+ SDD (Bus tingkat) hanya menggunakan sasis tiga poros delapan roda.[12] Adi Putro telah mengembangkan karoseri bus premium kelas tidur (sleeper class bus) untuk menambah jajaran varian Jetbus 3+,[13] yakni bus dengan tempat tidur sebagai pengganti kursi dengan kapasitas penumpang lebih sedikit.[14] Peluncuran varian premium kelas "sleeper", diumumkan Desember 2020 untuk bus Pandawa 87, menggunakan sasis Mercedes-Benz OH 1626. Varian Jetbus 3+ ini disebut dengan "Dream Coach".[15][16] Selain bus besar, Adi Putro juga membuat karoseri bus medium dan bus mikro, dengan kapasitas antara 15-30 penumpang melalui varian MC (Micro) dan Jumbo yang mulai diperkenalkan dalam ajang GIIAS 2018 di Surabaya. Varian MC menggunakan sasis bus Isuzu NLR 55 dengan kapasitas 16 penumpang dan varian Jumbo menggunakan sasis bus Isuzu NQR 71 dengan kapasitas hingga 18 penumpang.[17]

Lalu pada bulan Februari 2023, karoseri Adi Putro merilis varian terbaru mereka, yaitu Jetbus 3+ F17 yang pertama kali dimiliki oleh PO Efisiensi. Unit ini detail yang hampir sama dengan varian Jetbus 3+ pada umumnya. Yang membedakan, varian F17 ini tidak memiliki selendang, tetapi memiliki detail kecil pada bagian samping kacanya yang terlihat seperti list kecil pada bodi Sprinter yang juga pernah diproduksi Adi Putro.[18]

Adi Putro meluncurkan generasi Jetbus terbarunya yang disebut dengan Jetbus 5, dalam ajang pameran otomotif GIIAS 2023 pada 11 Agustus 2023.[19] Peluncuran ini sekaligus menandai 50 tahun kiprah Adi Putro dalam industri karoseri (bus coach) di Indonesia.[20] Terdapat enam varian Jetbus 5 yang dirilis, di antaranya MHD Dream Coach, MHD Single Glass, SHD Single Glass, SHD Double Glass, Medium Single Glass dan SDD (bus tingkat), dengan pilihan sasis Scania, Mercedes-Benz dan Volvo.[20] Pengguna perdana Jetbus 5 ini adalah SAN yang langsung diserahterimakan pada saat acara peluncuran.[19] Sebelumnya, Adi Putro merilis cuplikan video tentang tampilan Jetbus 5 pada 9 Agustus 2023, dengan perubahan tampilan eksterior yang signifikan dari generasi sebelumnya, yakni pembaruan pada tata letak lampu depan dan lampu belakang, termasuk tidak lagi menggunakan aksen selendang sebagaimana ornamen Jetbus generasi sebelumnya.[21]

Komersial

250px-Lorena_AKAP_Malang%E2%80%93Jakarta_%28Oktober_2022%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Salah satu bus Adi Putro Jetbus milik PO Lorena yang melayani rute Malang-Jakarta melintas di Terminal Purabaya, Sidoarjo, pada 29 Oktober 2022.

Produk Jetbus banyak digunakan oleh operator bus sebagai angkutan penumpang umum (komersial) dengan kelas premium (non-ekonomi) bertrayek maupun sebagai bus pariwisata, di antara operator bus tersebut yakni Pandawa 87,[22] Nusantara, Sudiro Tungga Jaya,[23] Sinar Jaya,[24] SAN,[25] Lorena Group,[26] Putera Mulya, Rosalia Indah, Kramat Djati, Pahala Kencana dan operator bus lainnya.[27] Selain digunakan sebagai bus angkutan penumpang umum (komersial), Jetbus juga digunakan sebagai sarana angkutan penumpang tidak bertrayek (non-komersial).[28][29]

Dengan kapasitas produksi Jetbus hingga 150 unit per bulan,[22] Adi Putro melirik pangsa pasar Timur Tengah dan Amerika Selatan untuk ekspor produksi dalam negeri, karena pertimbangan spesifikasi dan dimensi bus yang sama dengan di Indonesia, hanya perbedaan tata letak kemudi yang disesuaikan dengan negara tujuan. Adapun model Jetbus yang akan di ekspor yakni HDD, UHD dan SHD.[30]

Produksi di luar Adi Putro

250px-Putra_Sulung_NS-006_Jetbus_HDD3%2B_Rombak_%28Custom%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bus Putra Sulung dengan karoseri Jetbus3+ HDD rombakan

Sejumlah perusahaan otobus di Indonesia sering menempuh strategi peremajaan armada melalui modifikasi bodi bus lama, baik dilakukan secara mandiri di garasi internal maupun melibatkan bengkel karoseri independen atau lokal. Alasannya, biaya yang dikeluarkan jauh lebih efisien dibandingkan dengan merakit dari nol. Dalam hal modifikasi bodi, Jetbus menjadi acuan utama bagi bengkel-bengkel lokal karena bentuknya yang diklaim sederhana dan mudah ditiru.[31] Tren ini pun ditanggapi oleh David Jethrokusumo, pimpinan Adi Putro, yang menyatakan bahwa meski desain Jetbus dilindungi desain industri, pihaknya membebaskan pihak lain untuk mengadopsi desain tersebut. Namun, David menegaskan bahwa modifikasi yang diperbolehkan hanya perbaikan estetika eksterior maupun interior, serta melarang modifikasi struktur vital seperti sasis atau rangka tanpa memiliki kompetensi serta pengalaman yang memadai.[32]

Peringatan mengenai integritas struktur bodi ini muncul seiring dengan sorotan terhadap aspek keselamatan, terutama setelah kecelakaan bus pariwisata Putera Fajar di Subang yang diduga merupakan hasil rombakan tanpa uji KIR ulang. Bus yang terlibat dalam kecelakaan tersebut menggunakan bodi Jetbus3+ rombakan dari bodi asal Laksana Discovery. Kasus ini menjadi pengingat bahwa di balik maraknya tren rombak bodi, terdapat risiko fatal jika pengerjaan tidak memenuhi standar keamanan teknis dan legalitas korporasi.[32] Sejumlah bengkel lokal tercatat mampu membuat model Jetbus, mulai dari MJPM Garage, Vertical, KAS, hingga Langgeng Jaya, bahkan beberapa perusahaan otobus besar seperti Rosalia Indah dan Hiba Group memiliki bengkel internal untuk melakukan rombakan tersebut.[butuh rujukan] Sementara itu, karoseri lain seperti Gunung Mas memilih jalur berbeda dengan menghadirkan model Zeppelin G2, yang meski memiliki kemiripan visual dengan New Setra Jetbus2+, tetap mempertahankan identitas desain khasnya sendiri.[33]

Tingginya popularitas Jetbus dalam dunia modifikasi bodi lokal tidak terlepas dari karakteristik desainnya yang lugas. Santo, kepala teknisi PO Raya, menjelaskan bahwa kemudahan replikasi Jetbus berkebalikan dengan bodi Laksana, khususnya pada seri Legacy. Desain Legacy dikenal memiliki kerumitan tinggi, terutama pada bagian depan yang tidak hanya sarat akan nilai artistik, tetapi juga membutuhkan perhitungan aerodinamika. Hal inilah yang membuat replikasi Legacy menjadi tantangan bagi bengkel karoseri lokal, berbeda dengan Jetbus yang mudah diadaptasi.[34] Contoh fleksibilitas modifikasi ini terlihat pada perusahaan karoseri Langgeng Jaya yang banyak merombak bodi bus milik Sumber Group, dari Laksana menjadi Jetbus.[35]

Galeri

  • Jetbus 2+ Bus tingkat SDD "Putera Mulya" dengan sasis Scania K410 IB
    Jetbus 2+ Bus tingkat SDD "Putera Mulya" dengan sasis Scania K410 IB
  • Jetbus 2+ Bus SHD "Rosalia Indah" dengan sasis Scania K360 IB
    Jetbus 2+ Bus SHD "Rosalia Indah" dengan sasis Scania K360 IB
  • Tampak samping Jetbus 3+ milik PO Restu
    Tampak samping Jetbus 3+ milik PO Restu

Lihat pula

Referensi

  1. Radityasani, Muhammad Fathan (25 September 2020). Azwar Ferdian (ed.). "Alasan Jetbus Buatan Adiputro jadi Bodi Bus Favorit PO Bus". Kompas.com. Diakses tanggal 16 November 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. "Jetbus Atau Royal?". haltebus.com. 22 Agustus 2011. Diakses tanggal 16 November 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. Radityasani, Muhammad Fathan (14 Maret 2020). Aditya Maulana (ed.). "Arti dari Nama Jetbus pada Bus Adi Putro, Bukan Pakai Mesin Jet". Kompas.com. Diakses tanggal 16 November 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. Radityasani, Muhammad Fathan (20 Mei 2020). Aditya Maulana (ed.). "Kelebihan dan Kekurangan Bus Double Glass". Kompas.com. Diakses tanggal 16 November 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. Radityasani, Muhammad Fathan (29 Agustus 2020). Aditya Maulana (ed.). "Ini Keunggulan Model Bus Double Glass Dibanding yang Biasa". Kompas.com. Diakses tanggal 16 November 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. 1 2 "Trend Double Glass Bus Indonesia". ayonaikbis.com. 18 April 2017. Diakses tanggal 17 November 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. Radityasani, Muhammad Fathan (8 April 2020). Azwar Ferdian (ed.). "Tren Bus yang Sedang Digemari, Pakai Dua Kaca Depan". Kompas.com. Diakses tanggal 17 November 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. 1 2 Radityasani, Muhammad Fathan (2020). Azwar Ferdian (ed.). "Ketahui Berbagai Tipe Jetbus 3+ dari Karoseri Adiputro". Kompas.com. Diakses tanggal 17 November 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. Andri DP, Yustinus (16 Oktober 2019). Wike Dita Herlinda (ed.). "Ada Apa Saja di Trade Expo Indonesia 2019?". Bisnis Indonesia. Diakses tanggal 17 November 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. MAI, ed. (28 November 2019). "ADIPUTRO Perkenalkan Varian Baru Bus Berbagasi Lebih Besar". Haltebus.com. Diakses tanggal 17 November 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. "Products". adiputrogroup.com. Diakses tanggal 17 November 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. Radityasani, Muhammad Fathan (16 Juli 2020). Azwar Ferdian (ed.). "7 Karoseri Pembuat Bodi Bus Double Decker di Indonesia". Kompas.com. Diakses tanggal 17 November 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. Adrian, Ganang (1 November 2020). "Bocor, bus Pandawa 87 Bangun Bus Suite Class di Adi Putro". mobilkomersial.com. Diakses tanggal 19 November 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. ILM, ed. (26 Oktober 2020). "Bocor, PO Pandawa 87 Bangun Bus Suite Class di Adi Putro". bus-truck.id. Diakses tanggal 19 November 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  15. Muhammad Fathan Radityasani (15 Desember 2020). Azwar Ferdian (ed.). "Bus Sleeper Pertama Buatan Adiputro, Namanya Dream Coach". Kompas.com. Diakses tanggal 14 Juli 2022.
  16. Luthfi Anshori (14 Juli 2022). "Perusahaan Karoseri Pembuat Sleeper Bus, Ada Laksana dan Adiputro". Detik.com. Diakses tanggal 14 Juli 2022.
  17. Rahmanto Elfian S (16 September 2018). "Adiputro Hadirkan Jetbus 3 MC dan Jumbo Microbus di GIIAS Surabaya 2018". Otoniaga. Diakses tanggal 15 Agustus 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  18. "Adiputro Wirasejati di Instagram: "TIVIDI Jetbus3+ SHD Powered by Hino #Tividi #Hino #Jetbus #SHD #DoubleGlass #Adiputro #SenantiasaTerdepan #AyoNaikJetbus"". Instagram. Diakses tanggal 2023-04-16.
  19. 1 2 Iqbal, Muhammad (11 Agustus 2023). "Peluncuran Jetbus 5". Antara. Diakses tanggal 11 Agustus 2023.
  20. 1 2 Andebar, Wisnu (11 Agustus 2023). "Punya Enam Varian, Bodi Jetbus 5 Garapan Adiputro Resmi Rilis di GIIAS 2023". Grid Oto. Diakses tanggal 11 Agustus 2023.
  21. Indah Sari, Azwar (9 Agustus 2023). Ferdian (ed.). "Tampang Jelas Bodi Jetbus 5 Rakitan Adiputro". Kompas.com. Diakses tanggal 11 Agustus 2023.
  22. 1 2 Utama, Wira (7 Maret 2020). Eko Ari Wibowo (ed.). "Mewahnya Jetbus 3 Plus UHD Buatan Adiputro Seharga Rp 2,5 M". Tempo.co. Diakses tanggal 17 November 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)[pranala nonaktif permanen]
  23. Eko, Handhika (6 Juli 2019). "Perusahaan Otobus Pengguna Model Jetbus 3+ UHD Garapan Adi Putro". mobilkomersial.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-04-03. Diakses tanggal 17 November 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  24. ILM, ed. (1 September 2020). "Bus Baru PO Sinar Jaya, Pakai Jetbus 3+ Medium Bermesin Mercy". bus-truck.id. Diakses tanggal 17 November 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  25. Wibowo, Eko Ari (6 Maret 2020). "Ini Pembaruan pada Jetbus 3+ Voyager Buatan Adiputro". Tempo.co. Diakses tanggal 17 November 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  26. Arifin, Choirul (7 Juni 2017). "Maaf, Bus Tingkat Lorena-Karina Sementara Hanya Melayani Penumpang di Pulau Jawa". tribunnews. Diakses tanggal 17 November 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  27. Radityasani, Muhammad Fathan (13 Oktober 2020). Azwar Ferdian (ed.). "Ini Daftar Bus AKAP Double Decker via Tol Trans Jawa". Kompas.com. Diakses tanggal 17 November 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  28. Firmansyah, Denny (11 Februari 2020). "Universitas Semarang Operasikan Armada Baru Jetbus 3+ MHD". mobilkomersial.com. Diakses tanggal 17 November 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  29. Shobirin, Rochmat (23 Agustus 2019). "Bus Supercanggih Scania K410 Jetbus 3+ UHD Lengkapi Armada Bus Milik Universitas Muhammadiyah Jember". timesindonesia. Diakses tanggal 17 November 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  30. "Ini Penjelasan Karoseri Laksana dan Adi Putro tentang Bus Ekspor Buatan Indonesia". gaikindo. Diakses tanggal 17 November 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  31. Media, Kompas Cyber (2023-02-11). "Akhirnya Ada Bus PO Raya Bergaya Jetbus". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-11-02.
  32. 1 2 Anshori, Luthfi. "Ramai Karoseri Rumahan Rombak Bodi Bus, Ini Pesan Bos Adiputro". detikoto. Diakses tanggal 2026-07-20.
  33. Liputan6.com (2023-05-22). "12 Potret Produk Karoseri Gunung Mas, Perusahaan Manufaktur Bus Asal Madiun". liputan6.com. Diakses tanggal 2026-07-20.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  34. Media, Kompas Cyber (2023-02-11). "Akhirnya Ada Bus PO Raya Bergaya Jetbus". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-11-02.
  35. Media, Kompas Cyber (2023-06-14). "Bus Sugeng Rahayu Rombak Bodi, Dari Legacy Jadi Jetbus". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-12-13.

Pranala luar

Media terkait Adi Putro Jetbus di Wikimedia Commons

Karoseri bus Indonesia
Adi Putro
Cipta Karya
  • Hyperion
GMM
  • Banteng
Gunung Mas
  • Zeppelin
Laksana
  • Comfort
  • Cityline
  • Discovery
  • Legacy
  • Nucleus
  • Panorama
  • Proteus
  • Tourista
Morodadi Prima
  • Patriot
  • Travego
  • Tourismo
  • Ventura
New Armada
  • Anaconda
  • Aristo
  • Aristovo
  • Citouro
  • Coaster
  • Coasterina
  • Cruiser
  • Evobus
  • Evolander
  • Evonext
  • Genesia
  • Grand Cruiser
  • Highlander
  • Magneto
  • Prona
  • Skylander
  • Superbus
  • Touristo
Nusantara Gemilang /
MAB
  • Cityliner
  • Conqueror
  • Maxi Miracle
  • Skybus
Piala Mas
  • Cityliner
  • Rexus
  • Zeus
Rahayu Santosa
  • Cityliner
  • Concerto
  • Ecoline
  • Euroliner
  • Jetliner
Restu Ibu Pusaka
  • Aeromidi
  • Arctic
  • Galaxy
  • Integra
  • Luxobus
  • Spaceliner
Tentrem
  • Actor
  • Avante
  • Inspiro
  • Jupiter
  • Max
  • Navigator
  • Scorpion
    • King
    • X
  • Velocity
  • Venom
Tri Sakti
  • Infinity
  • Joybus
Trijaya Union
  • 3UN
  • Canterbus
  • Dehanda
  • Falcon
  • Grantour
  • Pointer
  • Sahara
  • Setra
  • Travego
  • Triun CX
  • Triun DX
  • Triun Micro
  • Triun MX
  • X-2000
Lain-lain
  • Bus kapsul
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan