Bus antarkota antarprovinsi Pandawa 87 dengan sasis Mercedes-Benz OH 1626 dan karoseri Jetbus5 produksi Adi Putro | |
| Didirikan | 17 April 2014;12 tahun lalu (17 April 2014) |
|---|---|
| Kantor pusat | Jalan K.H. Hasyim Asy'ari 102, Kelurahan Bakalan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia |
| Wilayah layanan | |
| Jenis layanan | |
| Garasi | 5
|
| Jenis bahan bakar | Diesel |
| Operator |
|
| Direktur Utama | Gunawan Agung Aprilianto |
| Situs web | pandawa87.com |
Pandawa 87 adalah jenama bus Indonesia yang berasal dari Kota Pasuruan, Jawa Timur. Jenama bus ini berfokus pada bus pariwisata dan bus antarkota antarprovinsi kelas non-ekonomi. Dikenal dengan penggunaan sasis premium dan interior bus mewahnya, Pandawa 87 menjadi salah satu pemain yang merevolusi industri bus pariwisata di Indonesia pada dasawarsa 2010-an. Jenama bus ini digagas oleh Gunawan Agung Aprilianto dan dipegang bersama oleh empat entitas terpisah, meski berada di bawah satu pemilik tunggal:[1] PT Pandawa Delapan Tujuh, PT Pandawa Wolu Pitu, PT Pandawa Wolu Tujuh, dan PT Pandawa Delapan Pitu.
Sejarah
Mengoperasikan bus pariwisata

Pandawa 87 resmi didirikan pada tanggal 17 April 2014 di Kota Pasuruan, Jawa Timur, oleh Gunawan Agung Aprilianto, bertepatan dengan hari ulang tahun sang pendiri.[2] Pemilihan nama "Pandawa" memiliki ikatan emosional yang erat dengan latar belakang keluarga Aprilianto yang terdiri dari lima bersaudara, layaknya tokoh Pandawa dalam wiracarita Mahabharata. Selain itu, angka "87" yang disematkan menyimpan filosofi mendalam; angka 8 merepresentasikan bentuk tak terhingga (infinity), sedangkan angka 7 yang dalam bahasa Jawa disebut pitu dimaknai sebagai pitulungan atau pertolongan dan keberlanjutan rezeki. Penggabungan filosofi tersebut melahirkan harapan besar agar usaha transportasi ini selalu dikaruniai rezeki yang terus mengalir tanpa pernah terputus.[1]
Sejak awal langkah operasionalnya, Pandawa 87 berfokus untuk melayani segmen bus pariwisata dengan menghadirkan deretan armada kelas premium. Demi menjaga standar kenyamanan dan kemewahan yang tinggi, perusahaan memercayakan armadanya pada sasis-sasis bus ternama dunia seperti Mercedes-Benz, Scania, hingga Volvo yang dipadukan dengan desain interior karoseri terbaik serta teknologi mutakhir. Lewat inovasi berkonsep "hotel kapsul" bergerak di atas roda, Pandawa 87 berhasil membedakan dirinya dari para pesaing di industri transportasi darat.[3][4] Seiring pesatnya pertumbuhan bisnis, kantor pusat yang awalnya berdiri di Pasuruan mulai mengepakkan sayapnya dengan membuka beberapa garasi bus di lokasi strategis lain, meliputi Boyolali di Jawa Tengah, serta Cianjur dan Karawang di Jawa Barat.[5][6][7]
Dari segi tata kelola dan kepemilikan, Gunawan Agung Aprilianto bertindak sebagai pemilik tunggal Pandawa 87 dan bukan merupakan perusahaan keluarga. Sebagai sebuah perusahaan yang didirikan oleh sosok putra daerah asli Pasuruan, keberadaan bisnis otobus ini menjadi wujud nyata komitmen Aprilianto untuk memajukan perekonomian lokal di tanah kelahirannya.[8] Rekam jejak bisnis transportasi di lingkaran keluarga ini juga makin meluas ketika adiknya, Ponco Hendiarto, turut melangkah di jalur yang sama dengan mendirikan perusahaan otobus terpisah yang diberi nama PO Arjuna 87.[9]
Bus antarkota dan diversifikasi

Memasuki periode tantangan berat saat pandemi Covid-19 melanda, lini bisnis bus pariwisata sempat mengalami kelesuan yang signifikan akibat diterapkannya kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) oleh pemerintah. Tanggap terhadap situasi tersebut, PO Pandawa 87 mengambil langkah strategis dengan merambah ke lini bisnis baru demi menjaga keberlangsungan usahanya. Pada bulan Juli 2021, perusahaan secara resmi memperluas jangkauan pelayanannya dengan merintis armada bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang melayani berbagai rute antarkota di seluruh wilayah Pulau Jawa melalui Jalan Tol Trans-Jawa. Keputusan berani ini tidak hanya menjadi solusi adaptif di tengah lesunya industri pariwisata, tetapi juga berhasil memperkokoh eksistensi PO Pandawa 87 sebagai salah satu pemain utama dalam moda transportasi darat reguler di Indonesia.[10]
Tidak berhenti pada bisnis angkutan penumpang saja, Gunawan Agung Aprilianto terus melakukan manuver bisnis dengan melakukan diversifikasi usaha ke sektor pendukung. Langkah strategis ini diwujudkan dengan meresmikan operasional stasiun pengisian bahan bakar Umum (SPBU) Kebonagung di Pasuruan pada awal tahun 2025. Kehadiran SPBU ini menandai keterlibatan aktif sang pemilik dalam industri energi dan ritel bahan bakar, sekaligus memperluas rekam jejak bisnisnya di luar bidang transportasi murni. Selain memperkuat ekosistem bisnis keluarga dan sinergi operasional internal, ekspansi ini juga ditujukan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat melalui penyediaan fasilitas umum serta pembukaan lapangan kerja baru di daerah Pasuruan.[8]
Armada

Dalam hal pemilihan spesifikasi armada, PO Pandawa 87 secara konsisten mempertahankan komitmennya untuk setia menggunakan sasis kelas premium demi menjamin performa dan kenyamanan tingkat tinggi. Keberagaman armada perusahaan ini didukung oleh deretan sasis papan atas buatan pabrikan global ternama, seperti Scania dengan varian K410iB dan K360iB, Hino RM 280, Volvo B11R, hingga sasis medium Isuzu NQR.[11][12][13] Meskipun mengadopsi berbagai merek terkemuka, Pandawa 87 memiliki kegemaran khusus terhadap produk-produk besutan Mercedes-Benz. Hal ini terbukti dari mendominasinya jajaran tipe sasis Mercedes-Benz dalam operasional armada mereka, mulai dari seri O 500 RS 1836,[14] OH 1526, OH 1626,[15] OF 917,[16] hingga varian tronton berkekuatan besar OC 500 RF 2542.[17]
Terkait dengan pilihan bodi atau karoseri, PO Pandawa 87 sangat tersohor di dunia transportasi bus Indonesia sebagai kolektor setia karoseri Jetbus buatan Adi Putro dalam hampir semua generasi dan varian. Rekam jejak armada yang pernah dan sedang beroperasi mencakup perjalanan evolusi Jetbus, mulai dari generasi pertama Jetbus, Jetbus2+, Jetbus3+,[18] hingga generasi terbaru Jetbus5[19] dan varian bus tidur Jetbus Dream Coach. Keunikan lain dari perlakuan armada premium ini terlihat pada bus tingkat Jetbus Super Double-Decker (SDD); jika sebagian besar perusahaan otobus lain langsung menerjunkan bus tingkat untuk rute bus antarkota, Pandawa 87 pada awalnya justru mengoperasikan bus-bus tingkat tersebut sebagai bus pariwisata.[17] Namun, seiring dengan dinamika operasional dan perkembangan strategi layanan, seluruh unit bus tingkat serta bus tidur (sleeper bus) tersebut akhirnya resmi ditugaskan untuk melayani trayek AKAP.[20]

Selain konsisten dengan bodi langganannya dari Malang, Pandawa 87 juga terus membuka diri terhadap inovasi dari karoseri terkemuka lainnya di Indonesia. Salah satu momentum penting terjadi pada 17 Maret 2023, ketika perusahaan secara resmi merilis unit bus berkaroseri Skylander R22 hasil garapan New Armada asal Magelang. Untuk menopang bodi berdesain modern dan futuristik tersebut, Pandawa 87 memadukannya dengan sasis tangguh Hino RM 280. Langkah ini memperlihatkan fleksibilitas sekaligus keberanian perusahaan dalam menghadirkan variasi tampilan armada yang tetap memenuhi standar estetika dan performa tinggi di jalan raya.[21]
Antusiasme Pandawa 87 dalam memburu armada berteknologi dan berdesain paling mutakhir juga tercermin dari kebiasaannya yang tergolong rajin memborong unit bus langsung dari ajang pameran otomotif bergengsi. Perusahaan otobus ini sering menjadi pembeli utama berbagai bus mewah yang dipajang di pameran tahunan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS). Komitmen sebagai pemborong unit pameran ini dibuktikan misalnya pada gelaran GIIAS 2023, ketika Pandawa 87 secara resmi mengakuisisi unit Jetbus5 Dream Coach secara langsung dari stan pameran milik Adi Putro untuk segera dimasukkan ke dalam jajaran armada operasionalnya.[22]
Ciri khas tampilan

Dari segi estetika dan visual eksterior, unit-unit bus Pandawa 87 memiliki identitas visual yang sangat kuat sehingga sangat mudah dikenali oleh para pencinta bus maupun masyarakat umum di jalan raya. Perusahaan ini secara konsisten membalut armadanya dengan warna dasar cat yang ikonik, terutama warna biru yang elegan atau hijau yang segar.[23][24] Kendati kedua warna tersebut menjadi warna utama, Pandawa 87 juga tidak ragu untuk bereksperimen dengan menggunakan variasi warna menarik lainnya pada beberapa unit armada, baik yang sedang maupun pernah beroperasi, seperti warna cokelat, perak, hingga ungu yang makin memperkaya keberagaman visual armadanya.[17]
Di antara ratusan unit armada yang dimiliki, terdapat satu unit ikonik yang sangat unik dan legendaris, yaitu bus berkaroseri Jetbus3+ Ultra-High-Decker (UHD) yang dirakit di atas sasis Volvo B11R. Unit istimewa ini diberi julukan khusus "Herbie", yang terinspirasi dari mobil Volkswagen Beetle ikonik dalam film The Love Bug.[25] Pada masa awal kehadirannya, "Herbie" bertugas melayani divisi bus pariwisata,[13] sebelum akhirnya dialihfungsikan untuk memperkuat layanan rute bus AKAP sejak tahun 2021. Dalam perjalanan sejarahnya, bus ini sempat mengalami insiden kecelakaan lalu lintas; namun berkat perbaikan intensif, unit tersebut akhirnya kembali mengaspal dengan identitas baru yang segar sebagai "New Herbie".[26]
Sejumlah bus Pandawa 87 menempelkan beberapa stiker yang menjadi ciri khasnya, di antaranya:
- GAA 87, GAG 87, dan ABG 87
- Jargon perusahaan Nak Ji Nak Bèh, pemendekan kata-kata dari kalimat pénak siji, pénak kabèh (terj. har. 'nyaman satu, nyaman semua'), maksudnya adalah perusahaan harus mengutamakan keselamatan dan kenyamanan agar dapat memberikan pelayanan terbaik untuk pelanggan.[27]
Bisnis nontrayek

Sebagai fondasi utama dari seluruh perjalanan usahanya, layanan bus pariwisata telah menjadi pilar bisnis primer yang konsisten diusung oleh PO Pandawa 87 sejak pertama kali didirikan. Lewat komitmen awal untuk menyajikan armada bersasis dan berkaroseri premium, divisi pariwisata perusahaan ini hadir untuk menawarkan standar kenyamanan dan kemewahan tertinggi bagi para pengguna jasa perorangan, korporasi, hingga instansi pemerintah. Jangkauan operasional bus pariwisata Pandawa 87 pun sangat luas, melayani berbagai rute perjalanan wisata, kunjungan kerja, dan perjalanan rombongan ke deretan destinasi populer yang tersebar di wilayah Pulau Jawa, Bali, Sumatra, hingga Pulau Madura. Dengan dukungan fasilitas "hotel kapsul" yang mewah serta jaringan garasi yang tersebar strategis di empat daerah, divisi pariwisata ini sukses mengukuhkan reputasi Pandawa 87 sebagai salah satu penyedia jasa transportasi pariwisata papan atas di Indonesia.[3]
Trayek
Bus antarkota antarprovinsi

Memasuki bulan Juli 2021, Pandawa 87 secara resmi mengepakkan sayap bisnisnya ke segmen bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di Pulau Jawa. Keputusan ekspansi strategis ini diambil sebagai langkah responsif dan adaptif untuk menyikapi kelesuan pada bisnis bus pariwisata, yang kala itu terdampak signifikan oleh pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat di Indonesia (PPKM) selama situasi pandemi Covid-19. Langkah berani tersebut terbukti menjadi pendorong penting bagi transformasi perusahaan, sehingga kini layanan bus antarkota Pandawa 87 telah hadir secara luas menghubungkan berbagai kota strategis di Jawa Timur dan Jawa Tengah menuju pusat-pusat kegiatan ekonomi di Banten dan DKI Jakarta.[10]
Perintisan rute AKAP perdana ini diawali pada Juli 2021 dengan membidik koridor utama Pulau Jawa melalui pengoperasian trayek DKI Jakarta–Surabaya hingga berakhir di Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, yang hampir seluruhnya melewati Jalan Tol Trans-Jawa. Kehadiran rute perdana ini langsung mendapatkan antusiasme tinggi dari masyarakat pengguna transportasi darat karena menyajikan kombinasi antara ketepatan waktu tempuh lewat tol dan tingkat kenyamanan armada premium. Langkah ekspansi rute ini tidak berhenti di situ; melihat tingginya potensi pasar di jalur tengah dan barat, Pandawa 87 dengan cepat menambah portofolio trayek regulernya dalam waktu singkat.[10]
Hanya berselang beberapa bulan, tepatnya pada September 2021, Pandawa 87 kembali memperluas jangkauan operasionalnya dengan merintis dua trayek AKAP baru secara bersamaan. Trayek pertama menghubungkan DKI Jakarta dengan area Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta melalui rute Kota Magelang, sementara trayek kedua melayani koridor Pelabuhan Merak di Kota Cilegon, Banten menuju Kota Surakarta. Melalui pembukaan rute-rute strategis ini, Pandawa 87 berhasil mengukuhkan posisinya tidak hanya sebagai penyedia bus pariwisata kelas atas, tetapi juga sebagai salah satu operator bus AKAP tepercaya yang mampu memberikan standar kenyamanan dan kemewahan baru bagi para penumpang di Pulau Jawa.[28]
Referensi
- 1 2 disway.id. "Kelakuan Sopir Lawan Arah Viral, Perayaan Ulang Tahun 1 Dekade Bus Pandawa 87 Tercoreng". disway.id. Diakses tanggal 29 Oktober 2025.
- ↑ disway.id. "Sopirnya Berani 'Duel' dengan Bus Kopassus, Ternyata ini Pemilik PO Pandawa 87". disway.id. Diakses tanggal 29 Oktober 2025.
- 1 2 Okezone (26 Maret 2024). "Bus Pandawa 87 Milik Siapa? Ternyata Ini Sosoknya - PAGE 2 : Okezone Ototekno". https://ototekno.okezone.com/. Diakses tanggal 29 Oktober 2025.
{{cite web}}: Tautan eksternal dalam|website= - ↑ "Pemilik PO Bus Pandawa 87 yang Viral Lawan Arus, Langsung Ciut Diadang Bus Kopassus - News+ on RCTI+". RCTI+. Diakses tanggal 29 Oktober 2025.
- ↑ Putra, Abdul Khofid Firmanda. "Dishub Boyolali Lakukan Ramp Check Lebaran 2025, Cek Kelayakan Bus dan Kesehatan Sopir - Radar Solo". Dishub Boyolali Lakukan Ramp Check Lebaran 2025, Cek Kelayakan Bus dan Kesehatan Sopir - Radar Solo. Diakses tanggal 29 Oktober 2025.
- ↑ "Dishub Kabupaten Cianjur". dishub.cianjurkab.go.id. Diakses tanggal 29 Oktober 2025.
- ↑ "Pandawa 87 Tambah 4 Unit Bus Mewah Seharga Rp 8 Miliar". Tempo. 9 Maret 2020 | 07.59 WIB. Diakses tanggal 2025-10-29.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|date= - 1 2 Kartika, Erri. "Bos Pandawa 87 Resmikan SPBU Kebonagung, Berharap Ikut Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi di Kota Pasuruan". Radar Bromo. Diakses tanggal 29 Oktober 2025.
- ↑ "Profile Owner". Arjuna 87. 18 November 2024. Diakses tanggal 29 Oktober 2025.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 3 Ihsan, M.A.F.; Maulana, A. (23 April 2021). "Pandawa 87 Merambah Bus AKAP, Trayek Jakarta - Surabaya - Banyuwangi". Kompas.com. Diakses tanggal 29 Oktober 2025.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Bus Bertenaga Besar Makin Laris di Pasar Indonesia". Tribunnews.com. 29 Oktober 2025. Diakses tanggal 29 Oktober 2025.
- ↑ Home; Terkini; News, Top; Terpopuler; Nusantara; Nasional; Riau; Internasional; Citizen (29 Oktober 2022). "Pandawa 87 rilis armada bus baru berbasis Hino RM280". Antara Riau. Diakses tanggal 29 Oktober 2025.
{{cite web}}:|last3=memiliki nama generik - 1 2 ZCH1708 (10 Januari 2020). "Bus Pariwisata Mewah Pandawa 87 Bersasis Volvo B11R Akhirnya Meluncur dari Adi Putro". otodriver. Diakses tanggal 29 Oktober 2025.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link) - ↑ Pratama, Ilham (7 Maret 2020). "Bus Mercedes-Benz O500R 1836 Hanya Berpintu Tengah, Kenapa?". otodriver. Diakses tanggal 29 Oktober 2025.
- ↑ Maldini, Muhammad Akbar. "Sasis Mercedes Benz OH 1626 S Hadir dengan Body Jetbus 5 SHD, PO Pandawa 87 Jadi Pengguna Pertama". Timenews. Diakses tanggal 29 Oktober 2025.
- ↑ developer, medcom id (21 Maret 2019). "Mercedes-Benz OF 917 untuk Mengakomodir Permintaan Bus Pariwisata". medcom.id. Diakses tanggal 29 Oktober 2025.
- 1 2 3 Anshori, Luthfi. "PO Pandawa 87 Luncurkan Bus Tingkat Buat Armada Pariwisata". detikoto. Diakses tanggal 29 Oktober 2025.
- ↑ Radityasani, M.F.; Kurniawan, A. (2 November 2022). "PO Pandawa 87 Tambah Bus Baru, Kali ini dari Karoseri Adiputro". Kompas.com. Diakses tanggal 29 Oktober 2025.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Khasanah, Uswatun (6 November 2024). "5 PO yang Pakai Jetbus 5, Salah Satunya dari Pandawa 87". IDN Times. Diakses tanggal 29 Oktober 2025.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ GridOto.com. "PO Gunung Harta Vs Pandawa 87 di Trayek Tangerang-Banyuwangi, Mana Lebih Murah? - Gridoto". www.gridoto.com. Diakses tanggal 29 Oktober 2025.
- ↑ Sari, J.P.I.; Ferdian, A. (17 Maret 2023). "PO Pandawa 87 Luncurkan 2 Bus Buatan New Armada". Kompas.com. Diakses tanggal 29 Oktober 2025.
- ↑ Casagrande, Ivan (11 September 2023). "Pasca GIIAS 2023 Jetbus 5 Adiputro Banjir Pesanan". otodriver. Diakses tanggal 29 Oktober 2025.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "PO Pandawa 87 Rayakan 1 Dekade Dengan Menambah Sleeper Bus Baru – Mobil Komersial" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 29 Oktober 2025.
- ↑ "Inilah Keunikan Bus Baru PO Pandawa 87 Garapan Adiputro, Gabungkan 2 Konsep Berbeda - News+ on RCTI+". RCTI+. Diakses tanggal 29 Oktober 2025.
- ↑ Pratama, Ilham (10 Maret 2020). "Menengok Detail Bus 'Herbie' Seharga Rp 3,5 Miliar". otodriver. Diakses tanggal 29 Oktober 2025.
- ↑ disway.id. "Bus Pandawa 87 'New Herbie Reborn', Sang Maskot yang Bangkit dari Kubur Kini Berwajah Baru". disway.id. Diakses tanggal 29 Oktober 2025.
- ↑ Okezone (20 September 2023). "Mengenal Apa Arti dari Nak Ji Nak Beh dari Bus Pandawa 87 - PAGE ALL : Okezone Ototekno". https://ototekno.okezone.com/. Diakses tanggal 29 Oktober 2025.
{{cite web}}: Tautan eksternal dalamPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)|website= - ↑ Nugrahadi, A.; Ferdian, A. (26 September 2021). "PO Pandawa 87 Buka Rute Baru Jakata-Wonosari, Tiket Mulai Rp 210.000". Kompas.com. Diakses tanggal 29 Oktober 2025.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Pranala luar
Media terkait Pandawa 87 buses di Wikimedia Commons
- (Indonesia) Situs web resmi
- (Indonesia) Unit Pandawa 87 Pasuruan