Bus Bejeu B65 (BBC2) sedang berhenti di Rumah Makan Sampurna Semarang, Jawa Tengah | |
| Didirikan | 2002;24 tahun lalu (2002) |
|---|---|
| Kantor pusat | Jalan Sosrodiningrat, Ngabul, Tahunan, Jepara, Jawa Tengah, Indonesia |
| Wilayah layanan | Jawa |
| Jenis layanan | |
| Ruang tunggu |
|
| Jenis bahan bakar | Diesel |
| Direktur Utama | Muhammad Naufal Haydar Arvinuddin |
| Situs web | bejeu.com |
PT Bongkotan Jati Utama (Bejeu) adalah perusahaan otobus Indonesia yang berbasis di Jepara, Jawa Tengah. Kantor pusat dan garasinya berada di Jalan Sosrodiningrat, Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Bejeu saat ini melayani bus antarkota, antar-jemput, dan pariwisata. Bejeu dikenal sebagai salah satu perusahaan otobus utama yang menguasai rute Pantura Jawa Tengah sebelah timur, dan mudah dikenali dari tampilan busnya yang dicat serba hitam, sehingga bus-busnya sering dijuluki "Si Hitam".[1]
Sejarah
Bejeu didirikan pada tahun 2002 oleh Muhammad Rofi'udin bersama kedua saudaranya, Hanif Mukorrobin dan Nur Fazin. Rofi'udin sendiri merupakan anak laki-laki dari Tosin Rosyad, seorang pengusaha mebel dan kayu jati. Pemilihan nama "Bejeu" diambil dari "bentuk akronim" nama legal perusahaannya, yaitu PT Bongkotan Jati Utama (BJU). Nama tersebut mengandung filosofi yang mencerminkan awal mula perjalanan perusahaan otobus ini, yakni berakar dari usaha jati bongkotan milik sang pendiri. Selain itu, nama ini juga dikaitkan sebagai plesetan dari kata bejo, yang dalam bahasa Jawa memiliki arti "beruntung".[1][2]
Pada masa-masa awal operasionalnya, tata kelola PO Bejeu mengusung struktur manajemen kekeluargaan yang melibatkan hampir seluruh anggota keluarga besar Rosyad. Setiap anggota keluarga mendapatkan pembagian tugas spesifik untuk memajukan perusahaan. Muhammad Rofi’udin memegang tampuk kepemimpinan utama dengan didampingi kedua adiknya, Hanif Mukorrobin dan Nur Fazin. Sementara itu, urusan pengadaan armada bus dipercayakan kepada Yusuf Helmi, sedangkan operasional dan kualitas pelayanan armada diatur secara berkolaborasi oleh Aminudin Azis, Yusuf Masdar, dan Muhammad Iqbal. Adapun peran kehumasan dipegang oleh putra bungsu Tosin Rosyad, yakni Rifki Muslim.[1]
Bejeu awalnya bermodalkan tiga unit bus yang berhasil dibeli oleh Rofi'udin dari sebuah kegiatan lelang. Awalnya, bisnis ini dimulai dari layanan sewa kendaraan. Berkat konsistensi dan perkembangan bisnis yang positif, Bejeu memperluas jangkauan usahanya dengan terjun ke pasar bus antarkota antarprovinsi (AKAP) pada tahun 2007. Ketika pertama kali memasuki pasar bus antarkota, Bejeu membuka trayek perdana yang menghubungkan Kabupaten Jepara, daerah asal perusahaan ini, menuju DKI Jakarta, dengan titik tujuan akhir di Terminal Pulogadung. Seiring berjalannya waktu dan meningkatnya kepercayan publik, Bejeu meraih kesuksesan sehingga membuka rute-rute baru ke hampir seluruh kota besar di Jawa, termasuk perluasan jangkauan ke Kota Bandung di Jawa Barat.[3][2]
Tidak berhenti di Pulau Jawa, Bejeu pernah melakukan ekspansi hingga Bali. Untuk melayani trayek tersebut, Bejeu menerjunkan unit bus bersasis Hino RN 285 yang dibalut karoseri Tentrem Scorpion X. Selain ekspansi ke Pulau Dewata, perusahaan otobus ini juga mengembangkan rute menuju Kota Yogyakarta dengan mengusung format layanan antar-jemput (shuttle).[3][2] Pergeseran kepemimpinan di tubuh PO Bejeu dimulai ketika sang pendiri utama, Muhammad Rofi'udin, meninggal dunia pada tanggal 22 Juni 2021.[3] Meninggalnya Rofi'udin menandai babak baru, dengan pucuk pimpinan tertinggi PO Bejeu kemudian dialihkan kepada Muhammad Iqbal yang sebelumnya menjabat sebagai direktur operasional. Di luar kiprahnya memimpin bisnis transportasi keluarga, Iqbal juga dikenal aktif di dunia politik. Ia tercatat pernah mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Jepara dalam ajang pemilihan umum Bupati Jepara 2024.[4]
Armada
Bejeu dikenal fleksibel dan terbuka dalam memilih fondasi sasis maupun karoseri untuk jajaran armadanya serta tidak membatasi diri pada satu pembuat sasis atau karoseri tertentu. Mulai dari sasis buatan Eropa seperti Scania, Mercedes-Benz, dan Volvo, hingga pabrikan Asia seperti Hino, semuanya digunakan untuk menunjang performa operasional. Beragamnya pilihan sasis tersebut dipadukan secara serasi dengan berbagai bodi bus buatan perusahaan karoseri di Indonesia. Bejeu memercayakan pembuatan bodi armada busnya kepada Laksana, Adi Putro, hingga Tentrem.[1][3][2][5]
Bejeu dikenal rajin meremajakan jajaran busnya. Misalnya pada 2024, Bejeu resmi meluncurkan armada bus baru dengan bodi Jetbus5 SHD buatan Adi Putro. Bus ini oleh dapur pacu berstandar Euro 4 menggunakan sasis Hino RM 280 dengan bagasi space frame yang tembus kiri-kanan bodi.[6] Selain itu, Bejeu juga kerap meluncurkan unit-unit bus mewah dengan bodi Laksana, misalnya bus berkelas Privilege Cabin menggunakan bodi Legacy SR-2 XHD Prime S Series yang dipasangkan pada sasis premium Scania K360iB. Tidak hanya itu, untuk memperkuat armada tronton di rute jarak jauhnya, Bejeu turut mengandalkan bodi Legacy SR-2 XHD Prime buatan Laksana yang berdiri di atas sasis Scania K410iB.[7][8]
Ciri khas tampilan
Visual dari armada bus Bejeu memiliki ciri khas eksterior yang mudah dikenali oleh para pecinta bus maupun penumpang umum di jalanan. Ciri khas tampilan bus Bejeu sangat dikenali dengan kelir dominan hitam, sehingga mereka dijuluki dan dikenal luas melalui komunitas pecinta bus Bejeu, Black Bus Community. Eksterior ini dipadukan dengan grafis kombinasi warna terang seperti merah, kuning, dan jingga. Tambahannya lagi, posisi pintu belakang bus yang umumnya diletakkan di tengah bodi serta sematan tulisan "Bejeu" berukuran sangat lebar di bagian depan, samping, dan belakang menjadi identitas visual yang melekat erat.[7]
Trayek
Bus antarkota
Sejak 2007, Bejeu menjadikan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) sebagai lini bisnis utamanya. Bejeu melayani rute-rute strategis yang menghubungkan wilayah Muria Raya di timur laut Jawa Tengah hingga DKI Jakarta dan sekitarnya. Bejeu mengoperasikan trayek-trayek populer di "Jalur Muriaan" seperti rute Kabupaten Jepara, Pati, Kudus, hingga Blora dan Grobogan menuju titik-titik tujuan di DKI Jakarta. Selain itu, jangkauan operasinya terus berekspansi ke arah barat hingga Pelabuhan Merak di Kota Cilegon, Banten.[9][3][10] Untuk memanjakan seluruh penumpangnya sepanjang perjalanan, Bejeu sangat dikenal karena menyajikan fasilitas yang lebih lengkap dengan fitur-fitur mewah. Fasilitas unggulan yang disediakan di dalam bus antara lain kehadiran mesin pembuat kopi (coffee maker), dispenser, teh dan kopi gratis, hingga penyediaan layanan makan serta kudapan gratis bagi para penumpang. Bahkan, Bejeu memegang reputasi sebagai salah satu perintis penyedia koneksi Wi-Fi gratis di trayek Jalur Muriaan.[1][3][2]
Kelas perjalanan armada Bejeu seperti Royal Platinum Class hingga kelas Privilege Cabin dirancang dengan tata kabin yang diklaim dapat memanjakan penumpang. Kelas-kelas ini memiliki fasilitas penunjang kenyamanan, di antaranya sandaran tungkai (legrest), kursi reclining berlapis bahan sintetis, sekat pemisah kabin penumpang, layar TV LCD, toilet, hingga ketersediaan USB charger di setiap area tempat duduk. Beberapa unit bahkan mengusung konsep tempat duduk social distancing dengan susunan 1+1+1 serta konfigurasi 2+2 yang memberikan keleluasaan dan privasi ekstra selama di perjalanan.[7][8]
Bisnis nontrayek
Bus antar-jemput

Selain melayani bus antarkota antarprovinsi berukuran besar, Bejeu juga mengoperasikan layanan rute bus antar-jemput (shuttle) yang melayani rute Kabupaten Jepara–Kota Yogyakarta. Jalur shuttle khusus ini menjadi satu-satunya rute antar-jemput yang dijalankan oleh Bejeu untuk memenuhi kebutuhan fleksibilitas mobilitas penumpang dari kawasan Muria menuju Yogyakarta dan sebaliknya. Untuk memberikan kenyamanan serta fleksibilitas tinggi di rute tersebut, Bejeu mengandalkan armada minibus Toyota HiAce.[2][3]
Bus pariwisata dan kendaraan sewaan
Pada saat awal merintis, Bejeu hanya melayani kendaraan sewaan. Bisnis ini kemudian dikembangkan sebagai bisnis nontrayek yang juga menunjang keberlangsungan usahanya, termasuk layanan bus pariwisata dan carteran..[3][2]
Komunitas
Dalam rangka menampung aspirasi para penumpang sekaligus penggemar setianya, Bejeu mendirikan sebuah komunitas penggemar bernama Black Bus Community yang berbasis di situs jejaring sosial Facebook. Komunitas yang mengambil nama dari warna khas Bejeu ini tumbuh sangat pesat; tercatat per tahun 2023 jumlah anggotanya telah mencapai sekitar 136 ribu orang. Black Bus Community diproyeksikan sebagai wadah untuk menyampaikan kritik, saran, dan aspirasi, tempat berkumpul serta berbagi pengalaman maupun foto-foto dan video bus, sarana mencari informasi jadwal perjalanan dan tarif tiket, hingga platform untuk melaporkan berbagai insiden di lapangan secara langsung.[11]
Referensi
- 1 2 3 4 5 "Kisah PO Bus Bejeu si Hitam Manis dari Jepara, Dibangun Pengusaha Mebel Terkaya - News+ on RCTI+". RCTI+. Diakses tanggal 17 Oktober 2025.
- 1 2 3 4 5 6 7 Okezone (24 Januari 2023). "Sejarah PO Bejeu si Hitam Manis dari Jepara : Okezone Ototekno". https://ototekno.okezone.com/. Diakses tanggal 17 Oktober 2025.
{{cite web}}: Tautan eksternal dalam|website= - 1 2 3 4 5 6 7 8 Pratama, Ilham (24 Juni 2021). "Sejarah Singkat PO Bejeu, Ternyata Ini Arti Namanya". otodriver. Diakses tanggal 17 Oktober 2025.
- ↑ Hidayat, Faqih Mansur. "Daftar Pilkada Jepara Dampingi Gus Nung, Ini Profil Iqbal Bejeu". Murianews (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 17 Oktober 2025.
- ↑ "Saingi Suite Class, PO Bejeu Andalkan Bus Bersasis Volvo B11R". otodriver. Diakses tanggal 28 Juli 2026.
- ↑ Media, Kompas Cyber (29 Januari 2024). "Bus Baru Milik PO Bejeu Pakai Bodi Jetbus 5 Resmi Meluncur". KOMPAS.com. Diakses tanggal 28 Juli 2026.
- 1 2 3 Media, Kompas Cyber (26 Desember 2020). "Dua Bus Baru PO Bejeu Betajuk Privilege Cabin". KOMPAS.com. Diakses tanggal 28 Juli 2026.
- 1 2 "Trayek Baru PO Bejeu, Layani Jalur Pati ke Merak". otodriver. Diakses tanggal 28 Juli 2026.
- ↑ Rokhim, Abdul. "Natal dan Tahun Baru 2023, Harga Tiket Bus Blora-Jakarta Mulai Naik 10 Persen, Ini Nominalnya - Radar Kudus". Radar Kudus. Diakses tanggal 17 Oktober 2025.
- ↑ Daniswari, D., ed. (3 April 2024). "Rute dan Tarif Bus Bejeu Executive Jakarta-Rembang". Kompas.com. Diakses tanggal 18 Oktober 2025.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "6 PO Bus dengan Fans Terbanyak di Sosial Media, Punya Ratusan Ribu Penggemar". SINDOnews Otomotif. Diakses tanggal 17 Oktober 2025.
Pranala luar
- (Indonesia) Situs web resmi
