Kamis, 01 Oktober 2026
13:14 WIB
TERKINI
Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama
Akas

Akas

perusahaan otobus Indonesia

Bagikan:
Akas
250px-Akas_Group_logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Akas_Asri_AKDP_patas_Surabaya%E2%80%93Jember_%28Oktober_2022%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Akas Asri
Didirikan1952
Kantor pusatKota Probolinggo, Jawa Timur, Indonesia
Wilayah layanan
Jenis layanan
Armada1.500 unit (kumulatif)
Jenis bahan bakarDiesel
Operator
    • PT Akas Amat Abadi
    • PT Akas Kisara Barokah
    • PT Akas Mila Sejahtera
    • PT Akas Turangga Sejati
    • PT Andry Febiola Transportasi
    • PT Anggun Krida Abadi
    • PT Danaf Transportasi Abadi
    • PT Gading Akas Asri
    • PT Hartria Akas Green Sejahtera
    • PT Indonesia Abadi Akas N1
    • PT Mila Sejahtera
    • PT Terry Akas Asri
Pimpinan
    • Aldy Danmar Yahyanto Amat (Akas III)
    • Andry Harwanto Hartoyo (Akas AAA)
    • Arwin Hartanto Hartoyo (Gading Akas Asri)
    • Desy Suryana Hartojo (Akas Asri Danaf)
    • Dhian Triharsya (Akas NR)
    • Hardian Prayoga (Mila Sejahtera)
    • Nike Harvani (Akas N1)
    • Nisrina Tria Fajrin (Akas Green)
    • Terry Gusman Harmanto (Terry Akas Asri)
    • Zendy Hardianto (Akas Mila Sejahtera)

Akas adalah kelompok perusahaan otobus Indonesia yang berpusat di Probolinggo, Jawa Timur. Kelompok usaha ini dikenal sebagai penyedia layanan transportasi darat yang melayani angkutan bus antarkota serta bus pariwisata, dengan pengoperasian armada yang tersebar di Jawa, Madura, dan Bali. Dalam menjalankan usahanya, Akas menaungi beberapa jenama berbeda yang masing-masing memiliki karakter, segmen layanan, dan manajemen yang berdiri secara terpisah, tetapi masih berada dalam satu naungan kelompok usaha yang sama dan dikelola secara kekeluargaan.

Akas didirikan oleh keluarga Amat, Sukarman, dan Ali bin Amat pada tahun 1952, kemudian dikukuhkan sebagai badan hukum pada tahun 1956. Seiring berjalannya waktu, usaha ini berkembang pesat menjadi kelompok transportasi berskala besar yang dikelola oleh generasi penerus keluarga ini. Per 2023, secara kumulatif jumlah armada bus yang beroperasi di bawah grup Akas mencapai sekitar 1.500 unit per hari, menjadikannya salah satu perusahaan otobus swasta terbesar di Indonesia. Akas sering disejajarkan dengan kelompok perusahaan otobus besar lainnya seperti Mayasari Group, Hiba Group,[1] dan Bagong.[2] dalam hal jumlah armada dan peran pentingnya dalam layanan transportasi darat nasional.

Sejarah

Perkembangan awal

250px-PROBOLINGGO_JAVA_INDONESIA_APRIL_2010.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Akas II NR

Akas bermula dari perjalanan hidup pendirinya, Sukarman, yang lahir di Madiun pada 23 Oktober 1925.[3] Ketika baru berumur delapan tahun, tepatnya pada tahun 1933, ia telah bersentuhan dengan dunia perbengkelan dan mesin. Ia bekerja di bengkel milik Amat, yang kelak menjadi mertuanya.[4][5] Meski sempat mengenyam pendidikan hingga kelas 1 MULO, pendidikannya tidak dapat diselesaikan. Namun, ia memilih belajar teknik otomotif secara otodidak, yang kelak menjadi fondasi bagi perjalanan karier bisnisnya di masa depan.[3]

Sukarman tidak hanya memperbaiki kendaraan, tetapi juga berbisnis besi tua dengan sejumlah pedagang Jepang. Dari interaksi tersebut, ia semakin memahami komponen mesin mobil. Pengalaman ini menjadi berharga saat Perang Dunia II meletus pada tahun 1939, yang menyebabkan banyak pedagang Jepang kembali ke negaranya. Pada masa itu, seorang kenalan sekaligus pesaingnya bernama Em Kono menasihati Sukarman agar tidak terus bergantung pada mertuanya dan mulai menjalankan usaha secara mandiri.[6]

Pada masa pendudukan Jepang, bengkel tempat Sukarman bekerja sempat diambil alih. Berkat peran Em Kono, bengkel tersebut masih dapat diselamatkan, dan Amat pun menyerahkan bisnis ini kepada Sukarman. Sebagai mekanik sekaligus pengusaha, ia mulai menjalin kemitraan dan relasi meskipun kondisi sosial dan ekonomi saat itu masih tidak stabil. Setelah Indonesia merdeka, Sukarman bekerja sebagai karyawan sipil di Korps Polisi Militer dari tahun 1945 hingga 1949. Dalam tugasnya, ia ditempatkan di bagian kendaraan dan turut mengikuti gerilya di wilayah Kabupaten Malang.[6]

Pada saat yang sama, ia melihat bahwa kondisi transportasi darat di Indonesia semakin genting pascaperang, terutama untuk mengangkut hasil bumi dan kebutuhan masyarakat. Setelah penyerahan kedaulatan pada tahun 1949, Sukarman telah memiliki modal untuk memulai usaha angkutan orang, berupa bengkel warisan mertuanya dan pinjaman bank. Ia merakit sendiri sebuah truk dari mobil tua dan suku cadang bekas. Pada tahun 1951, ia telah memiliki enam unit truk dan mengemudikannya sendiri. Melihat kondisi masyarakat yang kerap kesulitan mengangkut orang sakit ke kota, Sukarman menggagas pendirian perusahaan otobus. Salah satu truknya dimodifikasi dengan terpal agar penumpang terlindung dari panas dan hujan, dengan mesin hasil rakitan ulang bermerek Chevrolet.[6]

Pada tahun 1952, Sukarman mendirikan perusahaan otobus yang diberi nama Akas.[6] Pendirian usaha otobus Akas melibatkan Amat sebagai orang tua, Sukarman sebagai menantunya, dan Ali sebagai anak kandung Amat. Secara hukum, Akas berbentuk persekutuan komanditer dan dikukuhkan melalui akta notaris Sie Kwan Ho No. 11 tanggal 23 Maret 1956.[4][7] Di kalangan penggemar bus Indonesia, Akas sering diyakini sebagai akronim dari Amat Karman Ali Sekeluarga. Namun menurut Sukarman, akas bukanlah akronim, melainkan sebuah kata yang bermakna sikap giat, terampil, bersemangat kerja, dan tanggap, nilai-nilai yang diyakininya menjadi kunci kemajuan perusahaan.[6]

Penyerahan bisnis dan kematian Sukarman

250px-Akas_NR_AKDP_ekonomi_Surabaya%E2%80%93Jember_%282022%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Akas NR AKDP ekonomi dengan rute Surabaya–Jember, saat berhenti di Terminal Purabaya (2022)

Pada tahun 1962, Akas telah memiliki sekitar 60 unit bus dan 15 truk.[6] Setelah Amat meninggal dunia pada tahun 1972, struktur organisasi perusahaan mengalami perubahan tanpa mengubah akta pendirian maupun izin trayek. Sukarman tetap menjabat sebagai direktur, dengan anak laki-lakinya Hartoyo sebagai wakil direktur, serta beberapa sekutu pasif dari keluarga. Pada tahun 1974, Sukarman membagi Akas menjadi empat divisi operasional dan satu perusahaan baru, yang masing-masing dikelola oleh anak-anak dan anggota keluarga besarnya, sehingga manajemen semakin terdesentralisasi.[4]

Empat divisi tersebut adalah Akas I (diasuh Harsono), Akas II (diasuh Hartoyo Tingok), Akas III (diasuh Ali bin Amat), dan Akas IV (diasuh Edy Haryadi), dengan skala armada yang berbeda-beda,[8] serta PT Mila Sejahtera sebagai entitas baru. Hingga tahun 1994, Akas II menjadi divisi terbesar dengan ratusan unit bus. Mila Sejahtera juga mengelola puluhan bus, truk, serta usaha hotel. Di luar bisnis transportasi, Sukarman mengembangkan usaha perhotelan, pertanian, olahraga, hingga pendidikan melalui Yayasan Amat Karman yang mengelola Universitas Wijaya Putra di Kota Surabaya.[5]

Dinamika internal dalam grup Akas kembali terjadi setelah meninggalnya Muliati pada 1985, kemudian disusul pengunduran diri Ali bin Amat dari Akas III. Akas III kemudian dikelola oleh anak Ali bin Amat, Rudi Yahyanto. Setelah meninggalnya Hartoyo Tingok pada 2000 dan Sukarman pada 2001, terbitlah akta notaris baru yang memberikan kewenangan pengurusan legalitas perusahaan kepada Edy Haryadi, pimpinan Akas IV. Akas diakui sebagai salah satu pelopor transportasi bus modern di Jawa Timur, serta meraih penghargaan loyalitas 30 tahun berkarya dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia pada 16 Maret 2011.[4][9]

Unit usaha pasca-pembagian

250px-Harapan_Kita_AKAP_ekonomi_Jember%E2%80%93Kuningan_%282022%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Harapan Kita Akas NR dengan rute Jember–Kuningan, saat berhenti di Terminal Purabaya (2022)

Sejak 1974, Sukarman membagi Akas menjadi empat divisi dan satu perusahaan baru. Pembagian ini dilakukan agar setiap anak-anak Sukarman dan Ali bin Amat dapat memperoleh warisan secara adil. Seluruh perusahaan otobus di dalam grup Akas menggunakan jenama Akas, dengan tambahan kata untuk membedakan siapa pemiliknya, karena semua PO di bawah grup Akas memiliki manajemen yang independen dan berdiri sendiri, meski masih dikelola oleh keluarga besar Amat dan Sukarman. Keempat divisi dan satu perusahaan otobus tersebut antara lain sebagai berikut:[8]

  • Akas I: dikelola oleh anak pertamanya, Harsono, per 1994 mengelola 50 unit bus.
  • Akas II: dikelola oleh anak keduanya, Hartoyo Tingok, per 1994 mengelola 750 unit bus. Akas II merupakan kelompok usaha yang paling terdiversifikasi menjadi berbagai jenama dan perusahaan. Tingok memulai bisnisnya dengan mengoperasikan 42 unit bus yang dihadiahkan kepadanya setelah menikah.[10] Divisi ini dipecah menjadi beberapa perusahaan otobus dan beroperasi di dua segmen, yakni bus antarkota (dalam provinsi dan antarprovinsi) dan bus pariwisata:
    • Akas NNR (singkatan dari Nike–Nola–Roy): pecah menjadi tiga perusahaan:[10]
      • PT Indonesia Abadi Akas N1 (mengelola jenama Akas N1 dan Indonesia Abadi).[11]
      • PT Akas Kisara Barokah dan PT Akas Amat Abadi (kedua-duanya mengelola jenama Akas NR).[11]
    • Akas Asri: pecah menjadi empat perusahaan:
      • PT Gading Akas Asri, PT Terry Akas Asri, PT Danaf Transportasi Abadi (ketiga-tiganya mengelola jenama Akas Asri).[11]
      • PT Andry Febiola Transportasi (mengelola jenama Akas Aurora/Akas AAA).[12]
    • PT Hartria Akas Green Sejahtera (Akas Green, Yuangga, Estu Jaya)[10][11]
    • Harapan Kita (dikelola bersama oleh Akas N1 dan NR).[10][11]
    • Jenama yang sudah tiada: Karmina Rizki, Jember Indah Asri, dan Tingok
  • Akas III: dikelola oleh Ali bin Amat dan anaknya Rudi Yahyanto, per 1994 mengelola 110 unit bus.
  • Akas IV: dikelola oleh Edy Haryadi, per 1994 mengelola 200 unit bus.
  • PT Mila Sejahtera (Menunjang Indonesia Lancar Angkutan), per 1994 mengelola 120 bus dan 25 truk.

Armada

250px-Anggun_Krida_AKDP_ekonomi_Surabaya%E2%80%93Bondowoso_%28Oktober_2022%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Anggun Krida AKDP ekonomi dengan rute Surabaya–Bondowoso, saat berhenti di Terminal Purabaya (2022)

Setiap perusahaan otobus dalam grup Akas memiliki preferensi sasis dan karoseri yang beragam, bergantung pada jenis dan kelas layanannya. Keragaman ini terlihat jelas dari armada yang dioperasikan, mulai dari bus antarkota antarprovinsi (AKAP) hingga pariwisata. Pada sektor armada AKAP dan AKDP, sejumlah divisi Akas mengandalkan sasis dari pabrikan Jepang seperti Hino dan juga merek Eropa seperti Mercedes-Benz. Penggunaan sasis Hino, khususnya tipe RM 280 pada Akas NR, atau Hino AK 215 dan AK 240 pada Mila Sejahtera, cukup dominan pada armada baru karena diklaim memiliki performa mesin tangguh, efisiensi bahan bakar tinggi, serta kemudahan perawatan.[13][14][15] Sementara itu, sasis Mercedes-Benz OF 1623 diadopsi oleh Akas IV, terutama untuk armada yang mengutamakan kenyamanan dan kestabilan berkendara di lintas AKDP Jawa Timur kelas ekonomi.[16]

250px-Akas_Asri_AAA_AKDP_patas_Surabaya%E2%80%93Jember_%282022%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bus Akas AAA

Dalam hal karoseri, Akas dan sejumlah PO lainnya di Jawa Timur di era 1960-an hingga 1990-an banyak mengandalkan karoseri bus produksi Malindo[17] dan Rahayu Santosa. Saat ini, grup Akas bermitra dengan perusahaan karoseri ternama di Indonesia seperti Adi Putro, Laksana, dan Tentrem. Misalnya, Laksana menghadirkan model Legacy SR-3 Neo HD Panorama yang digunakan pada armada pariwisata dari Akas NR, atau Discovery DC-3 pada Akas IV. Varian single-glass dari bodi tersebut menonjolkan adopsi kaca tunggal yang memberikan visibilitas lebih lapang bagi pengemudi bus.[18][19] Sementara itu, dari Adi Putro, beberapa anak dan cucu usaha dari Akas II seperti Akas NR, Akas Aurora, dan Akas Asri, menggunakan karoseri Jetbus dari berbagai generasi; yang terbaru adalah Jetbus5.[20][21][22]

250px-Mila_Sejahtera_classic_livery.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bus Mila Sejahtera dengan pola pengecatan vintage

Tentrem menjadi langganan oleh berbagai divisi, anak, dan cucu usaha dari grup Akas. Akas IV (termasuk Akas Mila Sejahtera dan Mila Sejahtera) memiliki karoseri bus sedang dengan jenama Max HDD dan Max Facelift. Produk Tentrem ini memilki struktur bodi kokoh, sehingga cocok untuk layanan AKAP dan AKDP dengan perjalanan panjang. Beberapa armada baru produk Tentrem yang digunakan Akas Mila Sejahtera telah dilengkapi dengan fitur-fitur modern seperti kursi ergonomis, sistem hiburan, serta pendingin udara.[16][23]

Anak, cucu, dan cicit usaha lainnya dalam grup Akas, seperti Akas Aurora, juga turut menghadirkan peremajaan armada dengan menyesuaikan kebutuhan layanan angkutan umum yang semakin meningkat, seperti pengadaan armada baru pada rute Jember–Jakarta. Peremajaan ini tidak hanya mencakup aspek teknis seperti mesin dan bodi, tetapi juga peningkatan fasilitas penumpang.[22] Sementara itu, Mila Sejahtera juga menghadirkan pendekatan nostalgia dengan meluncurkan bus dengan pola pengecatan vintage. Bus-bus mengadopsi tampilan bus-bus Akas, Mila Sejahtera, dan Indonesia Abadi era 1980-an.[15]

Trayek

Bus antarkota dalam provinsi

250px-%282025-03-29%29_MILA_Sejahtera_N_7352_UQ.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mila Sejahtera

Sejak pertama kali didirikan, grup usaha Akas telah lama menjadikan bus antarkota dalam provinsi (AKDP) di Jawa Timur sebagai lini bisnis utamanya, baik kelas ekonomi maupun cepat terbatas (Patas Jatim). Grup usaha Akas melayani rute-rute khususnya dari dan menuju wilayah Tapal Kuda dan jalur selatan Jawa Timur. Grup ini dikenal sebagai salah satu operator yang mendominasi rute dengan tingkat persaingan ketat, seperti Surabaya–Trenggalek, Malang–Probolinggo, hingga jalur menuju Madura.[24][25] Seiring perkembangan waktu, grup usaha Akas masih terus mempertahankan eksistensinya di tengah persaingan dengan operator baru yang menawarkan armada modern. Salah satu ciri khas yang menonjol adalah penggunaan bus-bus dengan usia relatif tua tetapi masih laik jalan, seperti yang dilakukan Akas Mila Sejahtera. Strategi ini sengaja dipilih untuk menjaga efisiensi operasional dan mempertahankan tarif yang terjangkau bagi penumpang.[26]

250px-Akas_Asri_N_7412_UQ_17_04_2023.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Salah satu unit Akas Asri yang dijalankan melayani trayek Ambulu–Ponorogo melalui Mojosari

Terdapat sebuah unit bisnis Akas yang memilih tidak mengoperasikan bus sebagai tulang punggung bisnis. Akas I, dengan nama legal PT Akas Turangga Sejati, dipimpin oleh anak sulung dari Sukarman, yakni Harsono. Ia memulai bisnisnya dengan mengoperasikan 40 unit bus yang dihadiahkan kepadanya setelah menikah. Menurut keterangan montir dari Akas I, Harsono memiliki kecenderungan menyukai eksperimentasi dan tune-up terhadap unit-unit busnya alih-alih mengembangkannya.[27] Sementara itu, Akas III, dengan nama legal PT Anggun Krida Abadi, melayani rute AKDP tanpa membawa jenama Akas, tetapi dengan jenama Anggun Krida, Kurnia Jaya, dan Kenongo Indah dan membuka trayek Surabaya–Banyuwangi.[28]

Dalam operasionalnya, unit usaha Akas seperti Akas Mila Sejahtera, Akas Asri, Akas Green, Akas N1, Akas II NR, dan Akas III tetap melayani rute dengan frekuensi keberangkatan tinggi. Jalur seperti Malang–Probolinggo dan Surabaya–Malang menjadi contoh, dengan jadwal keberangkatan yang relatif banyak, beroperasi setiap hari, serta minim ngetem.[25][29][30] Namun, tantangan yang dihadapi oleh layanan bus AKDP dari grup Akas tidaklah ringan. Pandemi Covid-19 sempat memberikan dampak signifikan terhadap operasional, termasuk penurunan jumlah penumpang dan pembatasan perjalanan yang berujung pada kesulitan finansial. Bahkan, beberapa operator bus di wilayah Probolinggo dan sekitarnya dilaporkan tidak mampu memberikan tunjangan hari raya kepada karyawan akibat minimnya pemasukan.[31]

250px-AKAS_IV_%28N_7177_UQ%29_Max_HD_Tentrem.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bus Akas IV dengan karoseri Max HD produksi Tentrem

Kebijakan tarif juga menjadi isu penting dalam keberlangsungan layanan AKDP. Setelah bertahun-tahun tidak mengalami kenaikan, wacana penyesuaian tarif sempat muncul untuk menyesuaikan dengan biaya operasional, seperti harga bahan bakar dan perawatan kendaraan. Meski kenaikan tarif dapat memberatkan penumpang, penyesuaian tarif masih diperlukan untuk menjaga keberlanjutan dan kualitas layanan.[30]

Grup Akas diketahui memiliki persaingan sangat ketat dengan seluruh operator bus AKDP di Jawa Timur.[29] Zendy Hardianto, pimpinan Akas Mila Sejahtera, menyebut bahwa masa depan layanan bus AKDP dari grup usaha Akas akan sangat ditentukan oleh kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman. Meski grup Akas ditopang oleh jaringan rute, pengalaman, serta segmen pasar yang loyal, sejumlah strategi pendukung seperti modernisasi armada, peningkatan kenyamanan, serta integrasi dengan sistem transportasi lain tetap diperlukan.[26]

Bus antarkota antarprovinsi

250px-Akas_Aurora_%22Adilah%22_Avante_H8_Grand_Captain_Tentrem.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bus Akas Aurora dengan karoseri Avante produksi Tentrem

Akas awalnya memiliki unit usaha yang melayani bus antarkota antarprovinsi (AKAP) melalui Akas Asri dan Mila Sejahtera. Semenjak Akas Asri dipecah, bus AKAP dilayani oleh Mila Sejahtera dan Akas Aurora (Akas AAA). Trayek AKAP dari PT Andry Febiola Transportasi (Akas Aurora) berfokus pada konektivitas antara wilayah Jawa Timur dan DKI Jakarta. Rute yang menjadi tulang punggung bisnisnya adalah Kabupaten Jember–DKI Jakarta, yang dilayani secara reguler dengan jadwal keberangkatan petang. Terdapat dua kelas, yakni kelas eksekutif dan platinum, dengan tarif tiket berkisar ratusan ribu rupiah bergantung fasilitas dan musim perjalanan.[32] Selain rute utama tersebut, Akas Aurora juga memiliki trayek kelas ekonomi Yogyakarta–Banyuwangi dan trayek berbasis Kota Pasuruan. Keberangkatannya berlangsung pada malam hari, memungkinkan perjalanan jarak jauh ditempuh secara efisien dengan memanfaatkan jalur tol Trans-Jawa.[33][34][35]

250px-Mila_Sejahtera_Tentrem_Scorpion_King_Tirtonadi.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bus Mila Sejahtera di Terminal Tirtonadi

Mila Sejahtera berfokus pada koridor utama Banyuwangi–Yogyakarta yang menjadi salah satu jalur darat penting di Pulau Jawa bagian selatan. Rute ini umumnya dimulai dari ibu kota kabupaten, kemudian melintasi Jajag, Jember, Lumajang, hingga Probolinggo sebelum masuk ke wilayah Jawa Tengah seperti Kota Surakarta dan berakhir di Kota Yogyakarta. Dalam operasionalnya, trayek bus sejauh 600 km (370 mi) ini memanfaatkan jalur bypass Mojosari serta Jalan Tol Trans-Jawa untuk mempercepat waktu tempuh.[36]

Di trayek Banyuwangi–Yogyakarta, Mila Sejahtera dikenal memiliki frekuensi keberangkatan hingga tujuh kali perjalanan dalam sehari dari masing-masing arah. Jadwal yang beragam ini mencakup keberangkatan sejak siang hingga malam hari, baik dari Banyuwangi maupun dari Yogyakarta, sehingga memberikan fleksibilitas tinggi bagi penumpang. Melayani kelas ekonomi AC, tarif tiket bus ini berkisar sekitar Rp150.000 (per 2020) hingga Rp200.000 (per 2024) tergantung periode dan layanan.[36][37]

Bisnis nontrayek

250px-Mila_Sejahtera_Pariwisata_Jetbus_5.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bus pariwisata Akas Mila Sejahtera

Perusahaan otobus dalam grup Akas yang memiliki divisi bus pariwisata dan carteran, di antaranya Akas Asri, Akas Mila Sejahtera, Akas II NR, dan Akas Green.[38] Pada bus pariwisata milik Akas Mila Sejahtera, unit busnya menggunakan bodi Jetbus5 dengan tampilan interior bernuansa gelap serta pencahayaan warm white. Kapasitasnya mencapai sekitar 50 kursi dengan konfigurasi 2+2, sehingga tetap menjaga ruang gerak penumpang. Selain itu, terdapat fasilitas hiburan standar seperti dua unit televisi, yang dipasang di bagian depan dan tengah kabin.[39]

250px-Akas_Asri_Pariwisata_Jetbus3%2B.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bus pariwisata Akas Asri

Akas Green juga memiliki divisi bus pariwisata. Tidak hanya melayani armada, Akas Green juga melayani paket wisata, seperti open trip ke Kabupaten Tulungagung. Model layanan ini menekankan pada pengalaman wisata yang praktis karena penumpang tidak perlu mengatur perjalanan sendiri, tetapi cukup bergabung dalam paket yang sudah disiapkan Akas Green. Bus yang digunakan umumnya dilengkapi fasilitas standar pariwisata seperti kursi nyaman, hiburan di kabin, serta layanan tambahan seperti makan siang dan malam.[40] Adapun Akas NR juga memperkuat lini pariwisatanya dengan menghadirkan armada dengan konsep single-glass pada kaca depan. Desain bus ini memungkinkan penumpang menikmati pandangan ke depan yang lebih luas selama perjalanan. Dari sisi kabin, konfigurasi kursi 2+2 serta keberadaan dua unit televisi kembali menjadi standar kenyamanan yang dipertahankan.[13]

Referensi

  1. ↑ Humaedi, I. (12 Mei 2023). "5 PO Bus dengan Armada Terbanyak di Indonesia, Nomor 4 Bikin Kaget Punya Bus 5.000 Unit". iNews. Diakses tanggal 31 Oktober 2025.
  2. ↑ "Punya 2000 Bus, PO Bagong Tambah Dua Armada Baru - Malang Times". Jatim TIMES. Diakses tanggal 28 September 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 Tim Redaksi Dharmasena 1994, hlm. 66.
  4. 1 2 3 4 suarabhinneka (17 Juni 2025). "Sejarah Panjang PO Akas, Dari Bengkel Hingga Sasana Tinju Dunia". Suara Bhinneka. Diakses tanggal 19 September 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 Tim Redaksi Dharmasena 1994, hlm. 67.
  6. 1 2 3 4 5 6 Tim Redaksi Dharmasena 1994, hlm. 68.
  7. ↑ "Sejarah PO AKAS Group, dari Bengkel Senjata Pejuang Kemerdekaan Jadi Penguasa Bus di Jawa Timur". iNews.ID. 6 Maret 2023. Diakses tanggal 19 September 2025.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. 1 2 Tim Redaksi Dharmasena 1994, hlm. 69.
  9. ↑ "10 PERUSAHAAN BUS DAPATKAN PENGHARGAAN LOYALITAS Kementerian Perhubungan Republik Indonesia". dephub.go.id. Diakses tanggal 15 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. 1 2 3 4 Perdana, Dharaka R. "Berawal Punya 42 Bus, Lambat Laun Punya Armada Terbanyak di AKAS Grup, Siapa Dia?". Radar Tulungagung. Diakses tanggal 19 September 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. 1 2 3 4 5 Najikh, Ahmad Hayyan. "Merajai di Jawa Timur, PO Akas Begitu Populer di Masyarakat, dan Ternyata Nama Akas Merupakan Singkatan Lho". Bondowoso Network. Diakses tanggal 30 Januari 2026.
  12. ↑ Rusdi (18 September 2024). "Akas Aurora Trayek Jember-Jakarta Resmi Beroperasi, Tawarkan Tiket Promo". www.ngopibareng.id. Diakses tanggal 30 Januari 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. 1 2 "PO Akas NR Hadirkan Bus Pariwisata Baru Menggunakan JetBus 5 SHD Mesin Hino RM 280". fin.co.id. Diakses tanggal 2 April 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. ↑ Radityasani, M.F.; Kurniawan, A. (20 September 2022). "PO Akas Mila Tambah Empat Bus Baru dari Karoseri Tentrem". Kompas.com. Diakses tanggal 2 April 2026.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  15. 1 2 GridOto.com. "Berasa Balik ke Era 80an, PO Akas Mila Sejahtera Luncurkan Dua Unit Bus Vintage - Gridoto". www.gridoto.com. Diakses tanggal 2 April 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  16. 1 2 Pratama, Ilham (17 Februari 2020). "Bus AKAS Remajakan Armada, Kini Andalkan Mercedes-Benz OF 1623". otodriver. Diakses tanggal 2 April 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  17. ↑ Okezone (13 Maret 2023). "Kalah Bersaing, Perusahaan Karoseri Legendaris Ini Gulung Tikar : Okezone Ototekno". https://ototekno.okezone.com/. Diakses tanggal 2 April 2026.{{cite web}}: Tautan eksternal dalam |website=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  18. ↑ Pratama, Ilham (27 Juli 2020). "Tengok Detail Bus Mercy OF 1623 PO Harapan Jaya dan Akas". otodriver. Diakses tanggal 2 April 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  19. ↑ Sari, J.P.I.; Ferdian, A. (10 Februari 2025). "PO Akas NR Luncurkan Bus Baru Single Glass Buatan Karoseri Laksana". Kompas.com. Diakses tanggal 2 April 2026.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  20. ↑ Aldo, T. (14 Agustus 2024). "PO Akas NR Hadirkan Bus Pariwisata Baru Menggunakan JetBus 5 SHD Mesin Hino RM 280". fin.co.id. Diakses tanggal 2 April 2026.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  21. ↑ Sari, J.P.I.; Ferdian, A. (13 September 2024). "PO Akas Aurora Rilis 2 Bus Baru Pakai Bodi Jetbus 5". Kompas.com. Diakses tanggal 2 April 2026.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  22. 1 2 Lukmanto, Gandi. "Tingkatkan Layanan Publik, Akas Aurora Luncurkan Armada Baru Jember-Jakarta - RRI.co.id". rri.co.id - Portal berita terpercaya (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2 April 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  23. ↑ Sari, J.P.I.; Kurniawan, A. (21 Juni 2023). "Bocoran Bus Baru Akas Mila Rakitan Karoseri Tentrem". Kompas.com. Diakses tanggal 2 April 2026.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  24. ↑ "44 PO Bus Legendaris Surabaya–Trenggalek yang Pernah Merajai Jalur Panas Jawa Timur, dari Harapan Jaya hingga Akas NR". Radar Tulungagung. Diakses tanggal 11 April 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  25. 1 2 Kurniawan, Anang Panca. "Mau Naik Bus Patas Malang-Probolinggo? Ini Jadwal dan Tarif Terbarunya". Malang Raya. Diakses tanggal 11 April 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  26. 1 2 Ramadan, M.F. (1 Maret 2023). "Teknologi Berkembang, PO AKAS Mila Pilih Eksis dengan Bus Tua". iNews. Diakses tanggal 11 April 2026.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  27. ↑ Perdana, Dharaka R. "Armadanya Tak Sebanyak Bus AKAS Lain, Hal Berikut Menjadi Ciri Khas PO AKAS I". Radar Tulungagung. Diakses tanggal 19 September 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  28. ↑ "6 PO Bus Spesialis Jalur AKDP dengan Rute Terpanjang". SINDOnews Otomotif. Diakses tanggal 30 Januari 2026.
  29. 1 2 "Lengkap! Jadwal Bus Malang Surabaya Terminal Arjosari untuk Bus AC Tarif Biasa - Hai Malang" (dalam bahasa American English). 11 Desember 2024. Diakses tanggal 11 April 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  30. 1 2 "Berdalih 6 Tahun Tak Pernah Alami Kenaikan, Tarif Bus AKDP Bakal Naik". www.jawapos.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 11 April 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  31. ↑ Rofiq, M. (22 April 2021). "Mudik Dilarang, PO Bus di Probolinggo Raya Tak Bisa Beri THR". detik.com. Diakses tanggal 11 April 2026.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  32. ↑ Sugiarto, B. (24 September 2024). "Akas Aurora Luncurkan Armada Baru Jember - Jakarta". iNews. Diakses tanggal 11 April 2026.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  33. ↑ Sari, J.P.I.; Kurniawan, A. (15 Oktober 2024). "PO Akas Aurora Punya Rute Baru, Tangerang-Pasuruan". Kompas.com. Diakses tanggal 11 April 2026.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  34. ↑ Media, Kompas Cyber (5 Juli 2024). "PO Akas Aurora Rilis 4 Bus Baru, Tampil Gahar Pakai Bodi Max Facelift". KOMPAS.com. Diakses tanggal 11 April 2026.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  35. ↑ Sari, J.P.I.; Ferdian, A. (13 Oktober 2024). "PO Akas Aurora Punya Rute Baru, Bogor - Pasuruan". Kompas.com. Diakses tanggal 11 April 2026.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  36. 1 2 "Bus Mila Ekonomi AC Rute Banyuwangi-Jogjakarta Sediakan Tujuh Kali Jadwal Keberangkatan, Tarif Terjangkau". www.jawapos.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 11 April 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  37. ↑ Ramadhian, N.; Prasetya, A.W. (30 November 2020). "Jadwal Bus Mila Rute Banyuwangi-Yogyakarta 2020". Kompas.com. Diakses tanggal 11 April 2026.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  38. ↑ autonine, david. "Arwin CEO AKAS Asri : REMINDING BRAND IMAGE AKAS ASRI MELALUI JAGAD MOTOCROSS" (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 11 April 2026.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  39. ↑ Media, Kompas Cyber (6 Juni 2024). "Begini Kabin Bus Baru PO Akas Mila Divisi Pariwisata". KOMPAS.com. Diakses tanggal 11 April 2026.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  40. ↑ Pratama, Ilham (23 Juli 2020). "Bus Akas Green Gelar Open Trip Ke Tulungagung, Ada Bonusnya". otodriver. Diakses tanggal 11 April 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Daftar pustaka

Bus antarnegara
Bus perkotaan
Bus antarkota
Bus pariwisata
Bus antar-jemput
karyawan
Bus antar-jemput
Bus permukiman
Bus pemadu moda
Bus apron bandara
Tidak beroperasi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan