Kamis, 22 Oktober 2026
22:32 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Kereta api Cianjuran

Kereta api Cianjuran

layanan kereta api di Indonesia

Bagikan:
Kereta api Cianjuran
250px-Kalampegan.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kereta api Cianjuran sedang berhenti di Stasiun Ciroyom
Informasi umum
Jenis layananKereta api jarak pendek
StatusTidak Beroperasi
Daerah operasiDaerah Operasi II Bandung
Terakhir beroperasi25 April 2013
Lintas pelayanan
Stasiun awalLampegan
Cianjur
Jumlah pemberhentian10
Stasiun akhirCiroyom
Pelayanan penumpang
KelasBisnis
Pengaturan tempat duduk? (kemungkinan 64 kursi yang disusun 2-2)
Fasilitas restorasiTidak Ada
Teknis sarana dan prasarana
Nomor pada jadwal327-328
Peta rute
Kereta api Cianjuran
Ke Sukabumi
Lampegan
Cianjur
Maleber
Selajambe
Ciranjang
Cipeuyeum
Rajamandala
Cipatat
Tagogapu
Padalarang
Cimahi
Ciroyom
Ke Bandung

Kereta api Cianjuran adalah layanan kereta api penumpang kelas bisnis yang pernah dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia dengan relasi Lampegan–Cianjur–Padalarang–Ciroyom.

Kereta api ini melewati beberapa stasiun kecil, di antaranya Tagogapu, Cipatat, Rajamandala, Cipeuyeum, Ciranjang, Selajambe, Tipar, Maleber. Dalam perjalanannya rangkaian kereta ini harus melalui kontur berat menanjak, seperti di Rajamandala - Tagogapu - Cipatat. Masyarakat lokal banyak yang menjuluki kereta api ini dengan nama "Argo Peuyeum", sebab banyak digunakan penumpangnya untuk mengangkut peuyeum (tape) dari daerah Cipeuyeum, Ciranjang, dan Cipatat ke Bandung.

Kereta bisnis ini berangkat dari Stasiun Cianjur setiap hari menuju Stasiun Padalarang (sebelumnya pemberangkatan kereta ini dari Stasiun Lampegan - Stasiun Cianjur - Stasiun Ciroyom) dengan rute empat kali sehari dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam. Sebelumnya, jalur ini merupakan jalur yang menghubungkan Kota Bandung dengan Kota Sukabumi, tetapi karena Terowongan Lampegan yang berada di desa Cibokor, Gunung Keneng, Cianjur, Jawa Barat runtuh pada 8 Februari 2001, maka jalur Bandung–Sukabumi pun ditutup tetapi. Saat ini Terowongan Lampegan sudah selesai di renovasi oleh Kereta Api Indonesia. Sedangkan jalur Sukabumi–Bogor yang sejak April 2006 ditutup telah dibuka kembali sejak Januari 2009 dengan beroperasinya Kereta api Bumi Geulis.

Mulai 8 April, Kereta api ini mengalami perubahan yang awalnya menggunakan kereta K3 menjadi K2 dan harga tiket naik menjadi Rp 10.000.[1]

Sejak April 2013, kereta api ini dihentikan layananya karena kereta api lokal tersebut tidak ada kontrak kewajiban pelayanan publik antara PT KAI dan pemerintah.

Referensi

  1. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-03-04. Diakses tanggal 2012-04-18.

Galeri

Pranala luar

Kereta Api Indonesia Layanan kereta api penumpang yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia
  • Hanya berisi layanan kereta api yang dioperasikan oleh induk perusahaan. Untuk layanan yang dioperasikan oleh anak perusahaan, lihat Templat:KAI Commuter untuk layanan KAI Commuter, Templat:KAI Bandara untuk layanan KAI Bandara dan Templat:KCIC untuk layanan KCIC/Whoosh
Kereta api antarkota
Eksekutif
Campuran
Eksekutif dan Bisnis
Eksekutif dan Ekonomi
Ekonomi
Susunan kursi 2–2
Susunan kursi 3–2
120px-CC_206_13_24_%2B_KA_Sri_Tanjung.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kereta api lokal
Ekonomi lokal
KA perintis dan
bus rel
LRT
KA bandara dan
pengumpan KAI
Layanan lain dan topik terkait
Kereta wisata
Rencana beroperasi
Pengganti KA
  • Purwokerto–Purbalingga–Wonosobo pp (angkutan terusan)
  • Semarang–Demak–Kudus-Pati pp (angkutan terusan)
Topik terkait
Tidak beroperasi
  • Tebal pada kelas ekonomi: tidak disubsidi.
  • Miring: KA tambahan/fakultatif.
  • Garis bawah: KA aglomerasi.
  • Dimutakhirkan 1 Mei 2026.
Ikon rintisan

Artikel bertopik perkeretaapian ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan