Sabtu, 17 Oktober 2026
23:27 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Kereta api Baraya Geulis

Kereta api Baraya Geulis

layanan kereta api di Indonesia

Bagikan:
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Kereta api Baraya Geulis" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Kereta api Baraya Geulis
250px-Baraya.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Baraya Geulis di Stasiun Padalarang
Ikhtisar
JenisEkonomi non-AC
SistemKereta api komuter lokal
StatusTidak beroperasi
LokalDaerah Operasi II Bandung
TerminusStasiun Padalarang
Stasiun Cicalengka
Layanan1
Operasi
Dibuka2008;18 tahun lalu (2008)
Ditutup2013;13 tahun lalu (2013)
PemilikPT Kereta Api Indonesia
OperatorDaerah Operasi II Bandung
Karakteristik lintas-
DepoBandung (BD)
RangkaianTidak ada
Data teknis
Panjang lintas60 km (37 mi 496 yd 2 ft 5 in)
Lebar sepur1.067 mm (3 ft 6 in)
Kecepatan operasi50–80 km/h (14–22 m/s)
Titik tertinggi+709 m (775 yd 1 ft 1 in) (Bandung)
250px-R26iau.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
KRD Patas

Kereta api Baraya Geulis adalah bagian dari rangkaian kereta api komuter KRD Patas yang melayani rute Padalarang–Bandung–Cicalengka. Pengoperasiannya menggunakan satu unit KRDE (Kereta Rel Diesel Elektrik) buatan PT INKA yang sama dengan rangkaian Prameks dan terdiri dari lima kereta berkapasitas 1.250 penumpang.

Rangkaian lain yang digunakan untuk rute ini adalah Rencang Geulis serta KRD Patas. Kereta ini menyinggahi beberapa stasiun, yakni Padalarang, Gadobangkong (Tidak Setiap rangkaian), Cimahi, Cimindi (Tidak setiap rangkaian), Bandung, Kiaracondong (Tidak setiap rangkaian), Cimekar (Tidak setiap rangkaian), Rancaekek, dan Cicalengka.

Untuk Rencang Geulis sendiri, kereta api yang diresmikan pada 22 April 2009 tersebut melayani rute Padalarang–Bandung–Cibatu, dengan stasiun pemberhentian di Padalarang, Cimahi, Bandung, Kiaracondong, Gedebage, Rancaekek, Cicalengka, Leles, dan Cibatu.[1]

Setiap hari Baraya Geulis ditargetkan bisa mengangkut 6.000 penumpang di jalur itu. Namun,sekarang KA ini sudah tak beroperasi lagi, dan digantikan oleh KRD Bandung Raya. Nama baraya dalam bahasa Sunda berarti 'saudara', sementara geulis berarti 'cantik'; tetapi, ada yang mengatakan baraya adalah singkatan dari "Bandung Raya".

Tahun 2013 KRDE yang digunakan oleh Baraya Geulis dan Rencang Geulis sudah mengalami kerusakan mesin yang parah sehingga menyebabkan operasional Kereta Api tersebut dihentikan, selain itu adanya ketidakcocokan KRDE yang digunakan untuk lintas Padalarang-Cicalengka yang memperparah kondisi KRDE tersebut, hingga kini kedua KRDE tersebut mangkrak di depo lokomotif Bandung sebelum kedua Trainset ditumpuk di Stasiun Pasirbungur, Subang.

Pranala luar

Referensi

  1. ↑ "KRDE Rencang Geulis". Majalah KA Edisi 34: KRD Komuter. Depok, Jawa Barat: PT Ilalang Sakti Komunikasi. Mei 2009. hlm. 10–11.
Kereta Api Indonesia Layanan kereta api penumpang yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia
  • Hanya berisi layanan kereta api yang dioperasikan oleh induk perusahaan. Untuk layanan yang dioperasikan oleh anak perusahaan, lihat Templat:KAI Commuter untuk layanan KAI Commuter, Templat:KAI Bandara untuk layanan KAI Bandara dan Templat:KCIC untuk layanan KCIC/Whoosh
Kereta api antarkota
Eksekutif
Campuran
Eksekutif dan Bisnis
Eksekutif dan Ekonomi
Ekonomi
Susunan kursi 2–2
Susunan kursi 3–2
120px-CC_206_13_24_%2B_KA_Sri_Tanjung.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kereta api lokal
Ekonomi lokal
KA perintis dan
bus rel
LRT
KA bandara dan
pengumpan KAI
Layanan lain dan topik terkait
Kereta wisata
Rencana beroperasi
Pengganti KA
  • Purwokerto–Purbalingga–Wonosobo pp (angkutan terusan)
  • Semarang–Demak–Kudus-Pati pp (angkutan terusan)
Topik terkait
Tidak beroperasi
  • Tebal pada kelas ekonomi: tidak disubsidi.
  • Miring: KA tambahan/fakultatif.
  • Garis bawah: KA aglomerasi.
  • Dimutakhirkan 1 Mei 2026.
Ikon rintisan

Artikel bertopik perkeretaapian ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan