Selasa, 13 Oktober 2026
16:39 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM

Kereta api Kamandanu

layanan kereta api di Indonesia

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Kereta api Kamandaka.
Kamandanu
Ikhtisar
SistemKereta api antarkota
StatusTidak beroperasi
LokalDaerah Operasi IV Semarang
TerminusStasiun Semarang Tawang
Stasiun Gambir
Operasi
Dibuka23 Desember 1999
Ditutup5 Desember 2009
PemilikPT Kereta Api Indonesia
OperatorDaerah Operasi IV Semarang
DepoSemarang Poncol (SMC)
RangkaianCC201, CC 203
Data teknis
Panjang lintas475 km
Lebar sepur1.067 mm
Elektrifikasi-
Kecepatan operasi60 s.d. 100 km/jam
Peta rute
Kereta api Argo Sindoro dan Argo Muria
Untuk KA Argo Muria dan Argo Sindoro
ke Jakarta Kota
Jakarta Gambir
20px-BSicon_BUS3.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Transjakarta Mikrotrans
ke Tanah Abang
ke Bogor
Jatinegara
20px-Jakarta_KRL_C.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-BSicon_BUS3.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Transjakarta Mikrotrans
DKI Jakarta
Jawa Barat
Bekasi
20px-Jakarta_KRL_C.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jembatan Sungai Citarum
ke Bandung
 
Cirebon
ke Yogyakarta
 
Jawa Barat
Jawa Tengah
ke Prupuk
 
Tegal
Jembatan Kali Comal
Pekalongan
Semarang Tawang
ke Surakarta dan Surabaya

Kereta api Kamandanu merupakan layanan kereta api penumpang kelas eksekutif yang pernah dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia untuk melayani relasi Jakarta Kota–Semarang Tawang via Gambir.

Sejarah

Kereta api Kamandanu mulai dioperasikan pada tanggal 23 Desember 1999 melayani perjalanan koridor Semarang - Jakarta. Rangkaian KA Kamandanu terdiri dari 7 kereta kelas eksekutif dengan kapasitas tempat duduk sebanyak 364 tempat duduk.

Selama perjalanan Jakarta - Semarang sejauh 475 km, kereta api ini hanya berhenti di Stasiun Cirebon, Stasiun Tegal, dan Stasiun Pekalongan dengan waktu tempuh 6 jam. Dari Jakarta ditawarkan perjalanan pada siang hari dan dari Semarang berjalan pada malam hari.

Pada 5 Desember 2009, KA Kamandanu dihentikan operasinya saat KA Bangunkarta Eksekutif diluncurkan. Saat ini, KA eksekutif yang melayani Jakarta-Semarang hanya kereta api Argo Sindoro, Argo Muria, dan Argo Merbabu.

Asal-usul nama

Menurut cerita pewayangan Kamandanu adalah nama dari sekelompok kerbau yang dipelihara oleh para dewa khayangan yang digembalakan oleh Dadung Awuk dan pernah dipinjam oleh Raden Arjuna sebanyak 144 ekor sebagai prasyarat sewaktu menikahi Wara Sumbadra.

Insiden

Pada 1 Agustus 2003 pukul 9:40 WIB, Kereta api Kamandanu jurusan Jakarta-Semarang anjlok di Bekasi, Jawa Barat, sekitar 30 menit setelah berangkat dari Stasiun Gambir. Kecelakaan yang disebabkan oleh lepasnya kereta makan kelas eksekutif nomor M1-82801 ini mengakibatkan dua rangkaian kereta kelas eksekutif nomor K1-64523 dan K1-84807 terbalik dan kerugian 4,590,000,000 rupiah.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun 18 penumpang mengalami luka-luka dan dilarikan ke RS Annisa, Cikarang. Akibat peristiwa ini, seluruh jadwal keberangkatan kereta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur terpaksa ditunda sementara petugas mengevakuasi rangkaian kereta.[1]

Referensi

Pranala luar

Kereta Api Indonesia Layanan kereta api penumpang yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia
  • Hanya berisi layanan kereta api yang dioperasikan oleh induk perusahaan. Untuk layanan yang dioperasikan oleh anak perusahaan, lihat Templat:KAI Commuter untuk layanan KAI Commuter, Templat:KAI Bandara untuk layanan KAI Bandara dan Templat:KCIC untuk layanan KCIC/Whoosh
Kereta api antarkota
Eksekutif
Campuran
Eksekutif dan Bisnis
Eksekutif dan Ekonomi
Ekonomi
Susunan kursi 2–2
Susunan kursi 3–2
120px-CC_206_13_24_%2B_KA_Sri_Tanjung.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kereta api lokal
Ekonomi lokal
KA perintis dan
bus rel
LRT
KA bandara dan
pengumpan KAI
Layanan lain dan topik terkait
Kereta wisata
Rencana beroperasi
Pengganti KA
  • Purwokerto–Purbalingga–Wonosobo pp (angkutan terusan)
  • Semarang–Demak–Kudus-Pati pp (angkutan terusan)
Topik terkait
Tidak beroperasi
  • Tebal pada kelas ekonomi: tidak disubsidi.
  • Miring: KA tambahan/fakultatif.
  • Garis bawah: KA aglomerasi.
  • Dimutakhirkan 1 Mei 2026.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan