Rabu, 04 November 2026
13:07 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Stasiun Kedungjati

Stasiun Kedungjati

stasiun kereta api di Indonesia

Bagikan:
Stasiun Kedungjati
Kereta Api Indonesia
JS25 BB

330px-LiveryPapanStasiun_2020.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-PapanNamaStasiun_KEJ.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
330px-Kereta_Api_Joglosemarkerto_Di_Stasiun_Kedungjati.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Stasiun Kedungjati, 2026
Lokasi
Koordinat 7°9′42″S 110°38′16″E / 7.16167°S 110.63778°E / -7.16167; 110.63778
Ketinggian+36 m
Operator
Letak
Jumlah peron4 (satu peron sisi dan tiga peron pulau yang agak tinggi). Stasiun ini merupakan stasiun pulau.
Jumlah jalur3 (jalur 2: sepur lurus)
LayananLintas utara Jawa: Matarmaja
Aglomerasi: Banyubiru (arah Solo) dan Joglosemarkerto
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
KlasifikasiIII/kecil[2]
Sejarah
Dibuka19 Juli 1868
Nama sebelumnyaStation Kedoeng-Djattie
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya 20px-KAJJ_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Aglomerasi Stasiun berikutnya
Brumbung
berlawanan arah jarum jam
Joglosemarkerto Telawa
searah jarum jam
Brumbung
Perjalanan satu arah
Banyubiru Telawa
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Cetak tiket mandiri Ruang/area tunggu Pemesanan langsung di loket Pusat informasi Toilet VIP Area merokok 
Jenis persinyalan
  • Mekanik tipe Siemens & Halske semiotomatis
Diagram lintasan stasiun
ke Tanggung
Jalan Raya
Salatiga-Kedungjati
ke Ngombak
arah Ambarawa
Jembatan Kali Tuntang
ke Padas
Lokasi pada peta
osm-intl,13,-7.1616666666667,110.63777777778,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Stasiun_Kedungjati&revid=30105470&groups=_a528e5e9cbc7ec068dd7e3244e98337c29a34b79&parser=parsoid
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L •B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Kedungjati (KEJ) merupakan stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Kedungjati, Kedungjati, Grobogan. Stasiun yang terletak pada ketinggian +36 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi IV Semarang.

Sejarah

Stasiun Kedungjati
Bangunan generasi pertama Stasiun Kedungjati yang dindingnya masih terbuat dari kayu
Bangunan generasi pertama sebelum 1907
Bangunan generasi kedua Stasiun Kedungjati yang dinaungi atap stasiun berukuran besar
Bangunan generasi kedua setelah 1907

Stasiun Kedungjati selesai dibangun pada 1867 sebagai bagian dari seksi pertama dari jalur kereta api Samarang–Vorstenlanden. Meski segmen Samarang–Tangoeng (Tanggung) sudah dibuka 10 Agustus 1867, stasiun ini belum kunjung dioperasikan, karena sering terjadi insiden longsor di area proyek Tanggung–Kedungjati. Bangunan stasiun, depo kereta, dan depo lokomotif, serta menara air, rampung pada tahun tersebut. Stasiun itu juga diperlengkapi pemutar rel dan dua corong air.[3] Bahkan, agar proyeknya cepat rampung, Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) terus membujuk para pekerja pribumi untuk berpartisipasi dalam proyek hingga selesai. Sejumlah keberatan pun muncul: tanah yang digunakan untuk membangun jalur ini justru berkualitas buruk dan labil. Upaya perbaikan masih terus dilakukan meski gagal berkali-kali karena curah hujan di wilayah Grobogan selatan masih tinggi selama tahun 1867–1868.[4] Pada tanggal 19 Juli 1868, Stasiun Kedungjati akhirnya dibuka dan segmen seksi pertama ini rampung seluruhnya,[5] dan sehari sesudahnya, jalur ini diresmikan melalui perayaan yang cukup meriah dan dihadiri 280 warga lokal di Semarang. Dari Stasiun Kedungjati, jalur bercabang dua, yakni satu ke Stasiun Willem I ( sekarang Ambarawa) dan satunya lagi menuju Solo.[6] Jalur seksi kedua menuju Solo ini rampung pada 10 Februari 1870,[7] dan diresmikan penuh pada delapan hari berikutnya (18 Februari).[8][9]

Saat ini arsitektur stasiun ini serupa dengan Stasiun Ambarawa di Ambarawa, bahkan dahulu beroperasi jalur kereta api dari Kedungjati ke Stasiun Ambarawa, yang sudah tidak beroperasi sejak tahun 1976. Pada tahun 1907, Stasiun Kedungjati yang tadinya dibangun dari kayu diubah ke bata berplester. Seperti Stasiun Ambarawa dan Purwosari, stasiun ini dahulu adalah stasiun pulau.[10][11]

Bangunan dan tata letak

Stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api aktif dengan jalur 2 merupakan sepur lurus. Dua jalur di peron selatan memiliki percabangan ke Ambarawa, Magelang, hingga akhirnya ke Yogyakarta sebagai bagian dari reaktivasi jalur tersebut. Rel yang ada di jalur tersebut sudah sepenuhnya menggunakan bantalan beton. Sayangnya, jalur bagian selatan yang menuju Ambarawa sudah lama ditutup, tetapi PT KAI dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian telah merencanakan bahwa jalur ini akan dihidupkan kembali dan saat ini proses reaktivasi jalur sedang dihentikan.

330px-PapanKeretaApi_2020.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

40px-KAJJ_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail JS25BB 250px-PapanNamaStasiunKomuter_KEJ.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peron pulau (non aktif) Jalur 2 ← Sepur belok (non aktif) → Peron pulau (non aktif) Jalur 1 Sepur lurus dari dan ke arah Ambarawa (non aktif) ↔ ↔ Sepur belok dari dan ke arah timur (non aktif) Peron sisi G Bangunan utama stasiun Peron sisi Jalur 1 ← Kereta Api Indonesia Pemberhentian kereta api antarkota → JS Joglosemarkerto, tujuan Tegal–Solo Balapan–Semarang Tawang (rute memutar berlawanan arah jarum jam) → (Semarang Tawang) ← (Telawa) JS Joglosemarkerto, tujuan Solo Balapan (rute memutar searah jarum jam) BB Banyubiru, tujuan Solo Balapan Peron pulau Jalur 2 ← Sepur lurus → JS Joglosemarkerto, tujuan Tegal–Solo Balapan–Semarang Tawang (rute memutar berlawanan arah jarum jam) → (Semarang Tawang) Jalur 3 ← Sepur belok →
250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Spoorwegstation_der_Nederlansch_Indische_Spoorwegmaatschappij_te_Kedoeng_Djattie_TMnr_10013980.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ruang tunggu kelas 3 yang berada persis paling depan dari Stasiun Kedungjati, yang membedakannya dengan Stasiun Ambarawa

Sebagai stasiun besar pada era NIS—meski sekarang sudah menjadi stasiun kelas III—stasiun ini menyediakan fasilitas ruang VIP yang setara dan berkelas seperti halnya Ambarawa. Atap peron terbuat dari seng bergelombang yang cenderung landai menyesuaikan iklim tropis. Perbedaan yang mendasar dengan Stasiun Ambarawa adalah bentang atapnya yang sebesar 14,65 m. Tidak seperti Stasiun Ambarawa yang penempatan ruang tunggu kelas 3-nya berada di belakang stasiun, penempatan ruang tunggu kelas 3 Stasiun Kedungjati justru berada di depan pintu keberangkatan. Terdapat empat jam stasiun mekanik, dengan masing-masing dua buah di peron utara dan peron selatan. Selain itu, stasiun ini memiliki depo lokomotif dan pemutar rel, tetapi jejak-jejaknya sudah menghilang dan menyisakan fondasinya saja. Sementara itu, gudang yang berlokasi di depan stasiun masih ada.[10][12][13]

Layanan kereta api

Berikut ini adalah layanan kereta api yang berhenti di stasiun ini sesuai Gapeka 2025 revisi per 1 Februari 2026.[14]

Penumpang

Antarkota

Lintas utara Jawa
Nama kereta api Kelas Relasi perjalanan Keterangan
Matarmaja Ekonomi Pasar Senen Malang Via Semarang Poncol–Solo Jebres

Aglomerasi

Nama kereta api Kelas Relasi perjalanan Keterangan
Lingkar Jawa Tengah–Daerah Istimewa Yogyakarta
JS Joglosemarkerto Eksekutif-Ekonomi Solo Balapan Semarang Tawang Perjalanan berlawanan arah jarum jam mulai pagi hari via Semarang Tawang–Tegal–Purwokerto–Yogyakarta–Solo Balapan hingga berakhir di Semarang Tawang pada petang hari.
Solo Balapan Perjalanan searah jarum jam mulai pagi hari via Yogyakarta–Purwokerto–Tegal–Semarang Tawang hingga berakhir di Solo Balapan pada petang hari.
Purwokerto Perjalanan searah jarum jam mulai petang hari via Tegal dan Semarang Tawang hingga berakhir di Solo Balapan pada malam hari.
Banyubiru Ekonomi Semarang Tawang Pemberhentian hanya untuk perjalanan menuju Solo pada jadwal pagi.

Galeri

  • Suasana area peron dalam dan taman di Stasiun Kedungjati, diambil pada tahun 2026.
    Suasana area peron dalam dan taman di Stasiun Kedungjati, diambil pada tahun 2026.
  • Struktur tiang atap peron (overkapping) yang menghadap ke arah jalur nonaktif menuju Secang.
    Struktur tiang atap peron (overkapping) yang menghadap ke arah jalur nonaktif menuju Secang.
  • Aktivitas naik turun penumpang pada KA Matarmaja tahun 2026.
    Aktivitas naik turun penumpang pada KA Matarmaja tahun 2026.
  • Suasana malam hari di stasiun Kedungjati 2026.
    Suasana malam hari di stasiun Kedungjati 2026.
  • Suasana pagi hari di stasiun kedungjati 2026.
    Suasana pagi hari di stasiun kedungjati 2026.
  • Suasana malam hari di stasiun Kedungjati KA 270 Matarmaja sebelah timur stasiun Kedungjati 2026.
    Suasana malam hari di stasiun Kedungjati KA 270 Matarmaja sebelah timur stasiun Kedungjati 2026.

Referensi

  1. ↑ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  2. 1 2 Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. ↑ "Verslag van de werkzaamheden aan den spoorweg Samarang-Vorstenlanden, over de maand December 1867". Javasche Courant. 21 Februari 1868.
  4. ↑ Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (1869). Schetskaart van de spoorweg Samarang-Vorstenlanden door de Raad van Beheer der Nederlandsch-Indische Spoorweg-Maatschappij aan de Heeren leden van de Staten-Generaal aangeboden.
  5. ↑ Vereniging voor de Statistiek in Nederland (1872). "de Indische Spoorweg 1867-71". Staatkundig en Staathuishoudkundig Jaarboekje voor 1872. Amsterdam: E.S. Witkamp. hlm. 337.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ "Samarang, 20 Julij". Bataviaasch Handelsblad. 25 Juli 1868.
  7. ↑ Reitsma, S.A. (1928). Korte Geschiedenis der Nederlandsch-Indische Spoor- en Tramwegen. Weltevreden: G. Kolff & Co.
  8. ↑ "Nederlandsch-Indische Spoorweg-Maatschappij lijn Samarang-Vorstenlanden (Advertentie)". de Locomotief. 16 Februari 1870.
  9. ↑ Vereniging voor de Statistiek in Nederland (1872). "de Indische Spoorweg 1867-71". Staatkundig en Staathuishoudkundig Jaarboekje voor 1872. Amsterdam: E.S. Witkamp. hlm. 337.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  10. 1 2 Dananjaya, Putu (20 Juni 2016). "Stasiun Ambarawa, Stasiun Militer Belanda". BPCB Jawa Tengah. Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbud RI. Diakses tanggal 4 Agustus 2018.
  11. ↑ "Nieuw station te Ambarawa". de Locomotief. 6 April 1907.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ Jateng, BPCB (2016-06-20). "Stasiun Kedungjati". Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2020-06-20.
  13. ↑ Astuti, D (2017-10-24). "Gaya Arsitektur Stasiun Kedung Jati". Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2020-06-20.
  14. ↑ "Grafik Perjalanan Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025" (Dokumen). Bandung: PT Kereta Api Indonesia. 30 Desember 2024.{{cite document}}: Parameter tidak dikenal |access-date= diabaikan; Parameter tidak dikenal |url= diabaikan; Parameter tidak dikenal |via= diabaikan

Pranala luar

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Kedungjati Station.
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Tanggung Semarang–Surakarta–Yogyakarta Padas
Terminus Kedungjati–Secang Ngombak
menuju Secang
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan