Minggu, 27 September 2026
03:08 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Trans Jogja

Trans Jogja

layanan transportasi umum di Indonesia

Trans Jogja Istimewa
250px-Logo_Trans_Jogja_2025.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Trans_Jogja_di_PnR_Bandara_Adisutjipto.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Atas: Logo Trans Jogja, sejak 2025
Bawah: Bus kota di Jogja dengan sistem transfer seperti Transjakarta
IndukDinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta
Didirikan2008–sekarang (Layanan Trans Jogja Istimewa)
2020–2025 (Layanan TEMAN Bus)
Kantor pusatJl. Babarsari No.30, Janti, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
LokalKartamantul
Wilayah layananKabupaten Bantul
Kabupaten Sleman
Kota Yogyakarta
Jenis layananbus raya terpadu
Trayek20 jalur
Perhentian±509 pemberhentian
Armada130 armada
Penumpang harian29.378 (2025) [1]
Penumpang tahunan10.723.117 (2025) [1]
Jenis bahan bakarBahan Bakar Minyak Diesel dan listrik
OperatorPT Jogja Tugu Trans
PT Anindya Mitra Internasional
Situs webTrans Jogja di Dishub DI Yogyakarta
System map
330px-Peta_Transportasi_Umum_di_Yogyakarta%2C_Terakhir_diperbarui_12_Februari_2026.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Trans Jogja, yang juga dikenal dengan merek Trans Jogja Istimewa, adalah sebuah sistem bus perkotaan modern di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Indonesia dan terpusat di Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul. Trans Jogja merupakan salah satu bagian dari program penerapan bus raya terpadu (BRT) yang dicanangkan oleh Kementerian Perhubungan RI dan mulai beroperasi sejak 17-18 Februari 2008 di bawah Dinas Perhubungan DIY, sehingga menjadikannya sebagai sistem BRT tertua kedua di Indonesia setelah Transjakarta.

Trans Jogja dioperasikan dengan 130 armada yang melayani 509 halte yang tersebar di 20 jalur. Layanan ini beroperasi setiap hari pukul 05.30 hingga 20.30; setelah jam operasional berakhir, penumpang akan diturunkan di halte terdekat. Trans Jogja melayani sebanyak 29.378 penumpang per hari, yang menjadikan sistem ini sebagai BRT dengan jumlah pengguna terbanyak ketiga di Indonesia, setelah Transjakarta dan Trans Semarang.

Trans Jogja dikelola oleh dua operator, yakni Jogja Tugu Trans (JTT) dan Anindya Mitra Internasional (AMI). PT Jogja Tugu Trans merupakan konsorsium yang dibentuk oleh pengelola transportasi umum kota dan pedesaan eksisting di Yogyakarta yakni Koperasi Pemuda Sleman, Kopata, Aspada, Kobutri, Puskopkar, dan Perum DAMRI. Sementara itu, PT Anindya Mitra Internasional merupakan badan usaha milik daerah milik Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.[2]

Sejarah

Rencana hinnga pengoperasian perdana (2006-2008)

250px-Logo_Trans_Jogja_2008.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Logo Trans Jogja yang digunakan sejak tahun 2008 hingga 2016 (menyesuaikan jenama wilayah "Never Ending Asia")

Perencanaan Trans Jogja cukup mendesak karena sistem transportasi Yogyakarta dan sekitarnya dinilai tidak efisien pada saat itu. Pada tahap perencanaan banyak tantangan muncul dari pengelola bus yang telah ada serta para pengemudi becak. Penerapan sistem ini semula direncanakan pada tahun 2007, tetapi bencana gempa bumi Yogyakarta 27 Mei 2006 menyebabkan pergeseran waktu pelaksanaan. Sekitar tahun 2006 Pemerintah Provinsi menerima hibah dari Kementerian Perhubungan berupa 20 unit bus yang diperuntukkan bagi pelayanan transportasi publik yang kemudian diberi nama Trans Jogja.[3]

Pada 17–18 Februari 2008, Trans Jogja mulai diuji coba. Mulanya, Trans Jogja hanya bermodalkan enam trayek (1A, 1B, 2A, 2B, 3A, dan 3B), menghubungkan tempat-tempat yang penting di Yogyakarta seperti Candi Prambanan, Jalan Malioboro, Kotagede, Jogja Expo Center, Plaza Ambarrukmo, UGM, Kotabaru, dan lain-lain. Trans Jogja mulanya juga hanya memiliki 78 pemberhentian dengan delapan di antaranya merupakan halte point of sales (PoS). Mulanya bus ini menarik tarif percobaan Rp1.000,00, sebelum akhirnya diganti dengan tarif reguler sebesar Rp3.500,00 dengan menggunakan sistem kartu single trip. Semua bus dimiliki oleh Pemerintah Kota Yogyakarta dan Pemerintah DIY serta dioperasikan oleh PT Jogja Tugu Trans sebanyak 54 unit dengan enam bus cadangan, tetapi hanya 34 yang beroperasi.[4][5]

Pada saat awal peluncuran, terdapat enam trayek bus yang dilayani secara melingkar dari dan kembali ke terminal awal mulai dari jam 05.30 hingga 21.30 WIB. Terdapat 105 armada bus berukuran sedang dengan 34 tempat duduk. Halte-halte yang digunakan untuk pemberhentian dibuat dengan biaya masing-masing 70 juta rupiah[6] yang dikerjakan oleh dua kontraktor.

Penambahan jalur (2009–2010)

250px-TransJogja.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Trans Jogja pada awal pengoperasian

Kesuksesan program ini membuat Pemerintah DIY berpikir untuk menambah lagi armada dan jalur Trans Jogja. Meskipun demikian, Organisasi Angkutan Darat (Organda) DIY meminta kepada Pemerintah DIY mengkaji ulang penambahan 20 armada bus dan 19 halte baru untuk Trans Jogja.[7]

Meski trayek baru ini sedianya akan dijalankan pada bulan April 2010, operasionalnya tersendat lantaran terjadi penundaan akibat kendala dalam proses hibah. Pemda DIY pun akhirnya optimistis bus tersebut dioperasikan pada tanggal 15 Oktober 2010. Trayek baru tersebut adalah trayek 4A dan 4B, menghubungkan Terminal Giwangan dengan UIN Sunan Kalijaga dan Lempuyangan.[8]

Pada bulan Oktober hingga November 2010, terjadi letusan Gunung Merapi 2010 yang menyebabkan Trans Jogja merugi Rp400 juta lantaran sepinya okupansi penumpang.[9]

Korupsi

Karyawan PT Jogja Tugu Trans (JTT) melakukan unjuk rasa karena perusahaan dinilai tidak memenuhi perjanjian serta aturan cuti yang telah disepakati. Salah satu contoh pelanggaran yang disoroti adalah perbedaan nilai gaji pramudi. Dalam kesepakatan, gaji yang seharusnya dibayarkan sebesar Rp2.520.000, tetapi PT JTT hanya membayar Rp2.054.000. Kondisi ini bahkan membuat sejumlah kru mogok kerja.[10]

Direktur Utama PT JTT saat itu, Poerwanto Johan Riyadi, menanggapi protes tersebut dengan menyatakan bahwa perhitungan gaji karyawan telah mengacu pada peraturan perusahaan. Ia juga menambahkan bahwa tidak semua komponen gaji tercantum dalam Biaya Operasional Kendaraan (BOK).[10]

BOK merupakan biaya yang ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemprov DIY), yang dihitung berdasarkan jarak tempuh setiap bus, dengan kisaran sekitar Rp4.000 hingga Rp5.500 per kilometer pada tahun pertama operasional.[10] Setiap tahunnya, Pemprov DIY mengucurkan dana hingga puluhan miliar rupiah kepada PT JTT. Namun, muncul dugaan penyelewengan dana tersebut, yang kemudian berujung ke meja hijau pada tahun 2013.[10]

Pada 27 Maret 2014, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Yogyakarta yang dipimpin oleh Soewarno menjatuhkan vonis 22 bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan kepada mantan Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika DIY, Mulyadi Hadikusumo, serta mantan Direktur PT Jogja Tugu Trans, Purwanto Johan Riyadi, atas kasus korupsi Biaya Operasional Kendaraan (BOK) Trans Jogja tahun 2008.

Hakim menyatakan dakwaan primer Pasal 2 UU Tipikor (tindak memperkaya diri) tidak terbukti secara sah dan meyakinkan, karena LHP BPK DIY mencatat kerugian negara hanya Rp 431,43 juta dan dana itu terbukti terserap untuk operasional bus antara 18–29 Februari sesuai rata‑rata 309,06 km per hari. Klaim kerugian tambahan Rp 149,53 juta dari JPU juga ditolak karena peraturan Kepala Dinas Perhubungan DIY yang dijadikan dasar baru terbit pada 2012, sehingga tak berlaku surut untuk peristiwa 2008. Meski begitu, majelis menegaskan proses pencairan BOK tanpa kontrak, surat perintah kerja, bukti operasional, maupun berita acara kilometer tempuh yang diajukan belakangan rentan dimanipulasi, terlebih BOK ternyata tidak hanya untuk satu bus jalur 1A–1B seperti yang disebut JPU semula, sehingga potensi kerugian negara tetap ada. Sebelumnya, JPU menuntut Mulyadi dua tahun penjara (denda Rp 50 juta) dan Purwanto lima tahun (denda Rp 200 juta subsider enam bulan plus uang pengganti Rp 562 juta).[10][11][12] Namun, pada Juli 2016, Poerwanto dinyatakan bebas setelah permohonan peninjauan kembali (PK) yang ia ajukan dikabulkan oleh hakim.[10]

Penambahan armada (2013–2014)

Pekerja yang mencatat jumlah penumpang dan melakukan transaksi di dalam bus.
Pramugara armada Trans Jogja

Pada tanggal 21 Mei 2013, Sri Sultan Hamengkubawana X selaku gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta mengikuti peresmian 20 armada baru Mitsubishi FE 84G BC berkaroseri Delima Jaya. Armada ini unik karena menjadi salah satu armada yang memiliki rak sepeda, seperti rak sepeda pada armada Teman Bus.[13] Peresmian 20 armada ini sempat mangkrak sejak 2008, menggantikan 20 armada Mitsubishi FE 84G BC berkaroseri Delima Mandiri milik Pemkot Yogyakarta.[5]

Pada Maret 2014, PT Jogja Tugu Trans (JTT) membeli 20 unit bus bekas dari Trans Lampung, sehingga jumlah armada meningkat menjadi 74 unit. Meskipun jumlah bus bertambah, sistem pengelolaan yang baru belum mampu mengatasi berbagai kendala yang ada. Bus Trans Jogja kerap mengalami mogok di tengah perjalanan, pendingin udara (AC) yang tidak berfungsi, hingga pintu yang sering macet atau gagal menutup.[14]

Menguatnya peran PT Anindya Mitra Internasional

250px-Logo_Trans_Jogja.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Logo Trans Jogja yang digunakan sejak tahun 2016 hingga 2025

Pemerintah DIY merencanakan akan mengakhiri kontrak kerja sama dengan PT Jogja Tugu Trans pada akhir 2015. Pada bulan September 2015, Pemda DIY akhirnya menunjuk PT Anindya Mitra Internasional (AMI), BUMD DIY untuk mengoperasikan bus Trans Jogja. Selama masa transisi tersebut, 34 bus Trans Jogja yang diproduksi tahun 2007-2008 tetap beroperasi di bawah kendali PT AMI ditambah 40 bus tambahan. Bahkan dalam perencanaan yang dibuat oleh PT AMI, perusahaan ini juga akan melakukan kerja sama dengan pihak ketiga seperti bank dan layanan penunjang.[15][16][17] Pada akibatnya, sejumlah kru PT JTT dirumahkan.

Sebagai langkah awal, PT AMI meluncurkan bus baru pada tanggal 27 Mei 2016, merupakan bus bantuan dari Ditjen Perhubungan Darat, untuk menggantikan bus-bus pertama Trans Jogja yang diproduksi pada tahun 2007-2008. Semua bus memiliki fasilitas difabel.[18] Pada awal tahun 2017, tercatat 85 bus Trans Jogja siap beroperasi dan ditambah lagi sebanyak 43 bus dengan nilai sebesar Rp30 miliar rupiah.[19]

Pada bulan Maret 2017, Dinas Perhubungan DIY merencanakan trayek baru untuk bus Trans Jogja yaitu trayek 5A, 5B, 6A, 6B, 7, 8, 9, 10, dan 11,[20] dengan perincian 25 April 2017 untuk trayek 7, 9, dan 11, 12 Mei 2017 untuk trayek 5A, 5B, 6A, dan 6B, dan terakhir, 3 Juli 2017 untuk trayek 8 dan 10. Pada akhirnya Trans Jogja memiliki 17 jalur yang mampu mengakses tempat-tempat yang jarang maupun sering dikunjungi serta mendukung pariwisata Yogyakarta.[21]

Pada Agustus 2017, sebanyak 121 kru PT JTT yang sempat dirumahkan akhirnya kembali bekerja di PT JTT setelah perusahaan tersebut membeli 15 bus baru untuk trayek 1A (Hino FB 130) dengan perincian 14 untuk operasional dan 1 untuk cadangan. Sebagian di antara mereka ada yang mengundurkan diri, dan sebagian lagi berpindah ke PT AMI.[22]

Penambahan armada (2016–2019)

250px-Bus_Trans_Jogja_berjejer_di_Terminal_Bus_Giwangan%2C_2025.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Armada Isuzu ELF NQR 71 berkaroseri Laksana yang sedang berjejeran di Terminal Giwanngan

Pada 26 Desember 2016, Dinas Perhubungan DIY menerima bus hibah dari Kementerian Perhubungan sebanyak 40 unit.[23] Unit tersebut adalah Isuzu ELF NQR 71 berkaroseri Laksana, dengan armada berwarna biru, unik daripada armada lainnya. Penambahan armada ini juga menandakan peresmian 9 jalur baru, yang akan dikelola oleh PT AMI.[24] Armada ini beroperasi remi pada Maret 2017, bertepatan pada peluncuran 3 jalur baru.[21]

Pada tanggal 30 Agustus 2017, PT JTT meresmikan 29 unit armada Hino FB 130 berkaroseri Neptune, ini dilakukan untuk menggantikan 20 unit bus bekas Trans Lampung. Pada tahap awal, 15 dari 29 unit Trans Jogja mulai dioperasikan pada bulan September 2017.[25] Pada akhirnya, 14 unit terakhir dioperasikan penuh.[5]

Sekitar 2018, PT AMI meresmikan pengoperasian 28 unit armada Hino FB 130 berkaroseri Nucleus.[5]

Pada Maret 2019, PT Jogja Tugu Trans (JTT) meresmikan enam unit armada Hino FB 130 berkaroseri Grand Venus. Armada ini memiliki desain yang unik, karena beberapa di antaranya menampilkan ilustrasi seni bertema pariwisata Yogyakarta. Gambar-gambar tersebut mencakup andong dan becak yang mengangkut penumpang, prajurit Keraton yang mengayuh sepeda, kawasan Titik Nol Kilometer, hingga penjual jamu dengan latar belakang Monumen Tugu Yogyakarta.[26][27]

Perubahan sistem tiket

250px-Yogyakarta_Indonesia_halte-Mangkubumi-1-01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Salah satu halte Trans Jogja

Sejak awal beroperasi sampai 2019, Trans Jogja menerapkan sistem tertutup, dalam arti penumpang tidak dapat memasuki bus tanpa melewati gerbang pemeriksaan, seperti juga TransJakarta. Selain itu, diterapkan sistem pembayaran yang berbeda-beda: sekali jalan, tiket berlangganan pelajar, dan tiket berlangganan umum. Ada tiga macam tiket yang dapat dibeli oleh penumpang, yaitu tiket sekali jalan (single trip), dan tiket umum berlangganan. Tiket ini berupa kartu pintar, bukan karcis bus biasa. Karcis akan diperiksa secara otomatis melalui gerbang tiket yang akan membuka pintu secara otomatis. Penumpang dapat berganti bus tanpa harus membayar biaya tambahan selama tidak keluar dari halte.

Mulai Februari 2020, sistem tiket Trans Jogja mengalami perubahan yaitu dengan menggantikan gerbang tiket menjadi mesin EDC yang dibawa petugas di dalam bus ataupun di halte. Selama masa transisi yang berlangsung selama hampir satu bulan, seluruh transaksi tiket Trans Jogja dilakukan secara tunai dengan menunjukkan kartu langganan Trans Jogja atau Kartu Uang Elektronik (KUE) untuk mendapatkan tarif yang sesuai. Secara bersamaan, Trans Jogja juga menerbitkan kartu langganan versi baru dan mewajibkan pengguna kartu lama untuk mengganti kartu agar bisa tetap menggunakan layanan Trans Jogja. Sekarang, seluruh gerbang tiket Trans Jogja sudah dinonaktifkan.

Layanan Teman Bus

Artikel utama: Teman Bus
250px-Teman_Bus_Jogja_di_Terminal_Condongcatur.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Teman Bus Jalur K2J / 2A di Terminal Condongcatur

Teman Bus merupakan sistem angkutan cepat bus (BRT) yang beroperasi dengan skema buy the service (BTS) dan didanai langsung oleh Kementerian Perhubungan.[28] Teman Bus dan PT Jogja Tugu Trans (JTT) menandatangani kontrak selama tujuh tahun untuk pengoperasian 44 armada bus Hino FB 130 berkaroseri Laksana yang melayani penjuru provinsi. Beroperasi dengan tiga jalur, Teman Bus di Yogyakarta hanya berumur empat tahun. Peresmiannya pada 29 Desember 2020 dengan melayani rute Ngaglik (12/K1J), Godean (13/K2J), dan Ngemplak (14/K3J). Rute-rute tersebut diluncurkan bersamaan dengan peluncuran layanan Teman Bus.

Pada 1 November 2022, terjadi perubahan layanan Teman Bus. Karena tingkat okupansi penumpang yang rendah pada rute Godean, sempat beredar rumor bahwa rute tersebut akan ditutup. Namun, rute Godean kemudian dialihkan ke layanan Trans Jogja. Hal serupa juga terjadi pada rute Ngemplak. Kedua rute tersebut digantikan oleh rute 1A dan 2A, yang pada saat itu menjadi bagian dari layanan Teman Bus.[29] Di hari yang sama, rute Palbapang (15) resmi diluncurkan. Rute ini melayani daerah Palbapang, Ngabean, hingga Malioboro. Layanan pada jalur 15 dioperasikan oleh Trans Jogja.[30]

Pada 1 Januari 2025, Teman Bus Yogyakarta diberhentikan layanannya, jalur yang terdampak adalah 1A (K1J), 2A (K2J), dan 12 (K1J). Biaya operasional yang mahal memaksa Dinas Perhubungan DIY untuk tidak meneruskan program ini. Dikabarkan, JTT mengalami kerugian sebesar Rp10 miliar akibat pemutusan kontrak, yang awalnya direncanakan berlangsung selama tujuh tahun tetapi dipangkas menjadi lima tahun. Kasus serupa juga terjadi di Bali, di mana armada Teman Bus turut dijual akibat pemutusan program. Bus eks-Teman Bus dijual dengan kisaran harga Rp200–350 juta di laman Facebook.

Rincian Perbantuan bus eks-Teman Bus Melalui Kerja Sama Operasional ( KSO )

  1. 16 unit: Metro Jabar Trans (Bandung) Oleh Operator Perum Damri dengan status (KSO).
  2. 14 unit: Trans Semanggi (Surabaya) Dipindahkan operasional ke Trans Sulsel (Makassar) Oleh Operator Perum Damri dengan status (KSO).

Rincian Perjualan bus eks-Teman Bus

  1. 14 unit: Lakube Trans (Kolaka).

Per 16 April 2025, semua unit Teman Bus telah berpindah atau dimutasi. Sebanyak 30 unit dialihkan melalui skema Kerja Sama Operasional (KSO) Jogja Tugu Trans (JTT) dengan Perum Damri, serta sebanyak 14 unit telah dijual lepas Oleh Jogja Tugu Trans (JTT) dan resmi milik Lakube Trans.

Pemberhentian layanan Teman Bus juga berdampak pada layanan 1C, yang sebelumnya melayani rute Bandara Adisutjipto – Terminal Prambanan – Bandara Adisutjipto. Layanan ini dihentikan karena hanya berfungsi sebagai jalur pengganti jalur K3J/ 1A.

Perubahan layanan Trans Jogja (2023-2026)

250px-Armada_1A_Trans_Jogja_di_Jalan_Solo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Armada Hino GB 150

PT JTT melakukan peremajaan sekitar 25 armada Hino GB 150 berkaroseri Tri Sakti Infinity pada 25 September 2023. Armada-armada ini dialokasikan ke tiga jalur, yakni 1B, 3A, dan 15. Setelah pemberhentian layanan Teman Bus di Yogyakarta, armada yang sebelumnya dialokasikan ke jalur 3A dialihkan ke jalur 1A.[31] Armada ini menjadi salah satu armada berjenis low-deck, yang berarti pintu masuk dan keluar berada pada posisi lebih rendah.

330px-Koridor_7_Trans_Jogja.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Papan informasi perihal pemberhentian layanan jalur 7.

Terjadi perubahan pada 14 jalur Trans Jogja yang mulai berlaku pada Februari 2025. Sebanyak delapan jalur —1A, 1B, 5A, 8, 9, 11, dan 13 —mengalami perubahan rute. Selain itu, jalur 6A dan 6B dilebur. Penggabungan kedua jalur ini bertujuan meningkatkan efisiensi waktu tempuh. Hasilnya, interval kedatangan yang sebelumnya sekitar 35 menit pada jalur 6A dan 6B dapat dipersingkat menjadi sekitar 25 menit pada jalur 6, meskipun dengan pengurangan armada operasional.[32]

Sementara itu, jalur 7 (Terminal Giwangan–Babarsari) dihentikan operasinya karena tingkat keterisian penumpang yang sangat rendah. Armada operasional eks jalur 7 kemudian dialihkan ke jalur Trans Jogja lain yang lebih membutuhkan.[32]

Terjadi perubahan pada jalur 13 pada 1 Mei 2026, yang awalnya berterminus di Pusat Kuliner Belut Godean, dialihkan ke Stadion TGP, sehingga efektif memperpanjang rute.[33]

Sistem transit mengalami perubahan pada bulan Juni. Sebelumnya, penumpang perlu berada di halte transit untuk berpindah bus, tetapi saat ini hanya perlu memperlihatkan karcis atau tiket yang masih aktif selama 90 menit.[34]

Perubahan Logo Trans Jogja

Logo Trans Jogja saat ini merupakan hasil dari kompetisi "Trans Jogja 2025" yang diselenggarakan pada 23 Januari hingga 18 Februari. Kompetisi tersebut mencakup tiga kategori lomba, yaitu desain logo, tagline, dan jingle.[35] Para pemenang diumumkan tepat dalam acara Trans Jogja Run 2025 yang diselenggarakan pada 23 Februari 2025.[36] Jingle Trans Jogja dapat didengarkan di Spotify.

Kehadiran Bus Listrik dan Pengembangannya

Artikel utama: Koridor EV Trans Jogja
250px-%40dipsilalla_%E2%80%A2_5_May_16_44.YangNatural%C2%B2AjaV2_%282%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bus Listrik EV-01 di depan halte KHA Dahlan.

Pemda DIY melaksanakan uji coba bus listrik sasis MD8-E LE City Bus sebagai transportasi ramah lingkungan untuk mengurangi polusi di kawasan Sumbu Filosofi, Yogyakarta, pada Jumat, 22 November 2024.[37] Langkah ini menjadi awal menuju Kawasan Rendah Emisi. Selanjutnya, pada 20 Januari 2025, bus listrik mulai menjalani uji coba operasional dengan pendanaan yang bertumpu pada Dana Keistimewaan. jalur uji coba dengan jenama EV-1 meliputi Bandara Adisutjipto, Plaza Ambarukmo, Malioboro, Kridosono, dan kembali lagi ke Bandara Adisutjipto. Bus listrik bersasis MD8-E LE ini memiliki dua armada yang dikelola oleh PT Anindya Mitra Internasional (PT AMI) dengan karoseri hasil produksi New Armada. Bus listrik memiliki kapasitas untuk 28 penumpang, dengan 18 tempat duduk dan 10 ruang untuk penumpang berdiri.[38]

250px-Bus_Listrik_Trans_Jogja_menurunkan_penumpangnya.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bus Listrik yang menurunkan penumpangnya di Halte Kridosono.

Pada 1 Mei 2025, jalur EV-1 diubah menjadi jalur EV-2 karena mengalami perubahan rute. Titik keberangkatan yang semula berada di Bandara Adisutjipto kini dialihkan ke Stadion Kridosono. Pengisian daya baterai masih berada di SPKLU Bandara Adisutjipto, saat baterai mulai rendah, armada bus akan kembali ke SPKLU Bandara Adisutjipto untuk mengisi daya. Jarak tempuh bus dipotong setengah setelah perubahan rute, karena hanya melayani Kota Yogyakarta, khususnya kawasan Sumbu Filosofi.[39] Perubahan ini dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DIY karena mereka ingin fokus melayani wisatawan yang ingin mencoba menaik bus listrik, bukan masyarakat lokal. Maka dari itu, perubahan rute yang awalnya melayani Bandara Adisutjipto–Malioboro, berubah menjadi Stadion Kridosono–Malioboro.[40] Jangkauan rute baru ini mencakup Stadion Kridosono, Malioboro, Ngabean, Stasiun Yogyakarta, Tugu Yogyakarta, dan Mangkubumi. Jadwal operasional juga mengalami perubahan, dari semula pukul 08.00–14.30 menjadi 12.30–20.30, dengan penambahan durasi selama 1 jam 30 menit.[41] Opsi pembayaran juga diperluas. Jika sebelumnya hanya menerima pembayaran melalui uang elektronik (e-money), kini pengguna dapat membayar menggunakan Kartu Langganan Trans Jogja, yang mencakup Kartu Trans Jogja, Kartu Pelajar, Kartu Lansia, dan Kartu Penyandang Disabilitas, serta Kartu Multi Trip (KMT).[41]

Pada 1 September, jalur EV-2 berganti menjadi EV-3 dengan perubahan jam operasional. Rute yang semula dari Stadion Kridosono ke selatan melalui Ngabean kini dialihkan, dimulai dari Terminal Jombor ke selatan hingga Malioboro. Waktu operasional juga berubah menjadi pukul 08.00 - 16.00 WIB.[42]

Peresmian integrasi bus listrik ke layanan Trans Jogja terjadi pada 1 Januari 2026 di bawah nama jalur "L-1", tepat dengan rencana penyerahan bus listrik ke PT Anindya Mitra Internasional selaku operator Trans Jogja, melalui mekanisme penyertaan modal, guna memperkuat dan melengkapi layanan Trans Jogja.[37]

Kolaborasi Si Bulan dengan Trans Jogja

Memasuki tahun 2026, jalur 14 mengalami pengurangan dua armada yang dialihkan ke jalur 12 dan 13 sehingga secara efektif hanya menyisakan dua armada. Penurunan pelayanan pada jalur 14 kemudian menuai perbincangan di media sosial. Sejumlah pengguna menyampaikan berbagai persoalan, seperti waktu tunggu yang dapat mencapai lebih dari 1,5 jam, jadwal yang tidak fleksibel, penumpukan penumpang, serta kondisi armada yang dinilai sudah usang.[43]

Menanggapi hal tersebut, Dinas Perhubungan DIY menyatakan bahwa jalur 14 merupakan jalur sementara pengganti layanan Teman Bus. Menurut keterangan Dishub DIY, penyediaan angkutan pedesaan pada jalur tersebut menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Sleman. Selain itu, Dishub DIY juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sleman selama masa transisi, termasuk memfasilitasi pelajar melalui penyediaan bus sekolah.[43] Dishub DIY kemudian menyampaikan permohonan maaf melalui akun resmi Instagram-nya.[44]

Pemerintah Kabupaten Sleman menanggapi berbagai keluhan masyarakat terkait operasional Trans Jogja jalur 14 dengan menyatakan bahwa pengelolaan jalur tersebut saat ini masih berada di bawah kewenangan Dishub DIY. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Sleman tetap melakukan koordinasi dengan Dishub DIY untuk merumuskan penanganan bersama. Dari sejumlah alternatif yang diajukan, disepakati dua langkah, yakni penguatan layanan jangka pendek melalui dukungan Bus Sekolah "Si Bulan" pada jam sibuk, terutama untuk melayani pelajar, serta usulan jangka menengah berupa pengalokasian anggaran dalam APBD 2027 sebagai persiapan pengambilalihan pengelolaan jalur 14 secara bertahap. Pemerintah daerah juga menyatakan komitmen untuk menjaga standar pelayanan agar setara dengan jalur Trans Jogja lainnya, dengan penekanan pada keberlanjutan solusi dan kepentingan masyarakat.[45]

Koridor 3 (Adisutjipto-Pakem) dan koridor 4 (Pakem-Adisutjipto) Si Bulan diresmikan pada 2 Maret 2026. Layanan ini meniru rute jalur 14 dengan tarif gratis serta memprioritaskan penumpang pelajar. Operasionalnya berlangsung setiap hari Senin hingga Jumat dengan jadwal yang menyesuaikan hari dan jam sekolah, dengan terbaginya dua sif pada pukul 06.00–08.00 WIB dan 14.00–16.00 WIB. Rute ini dijalankan menggunakan dua armada dengan kapasitas 27 tempat duduk menghadap ke depan.[46] Dibukanya kedua koridor ini efektif mengurangi waktu tunggu jalur 14 yang sebelumnya 60 menit menjadi 30 menit.[47] Data operasional Maret 2026 mencatat total 973 penumpang dilayani pada koridor 3 dan koridor 4.[48]

Jalur

Daftar jalur

960px-Transportasi_Umum_Yogyakarta%2C_Terakhir_diperbarui_1_Mei_2026.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta Transportasi Umum di Yogyakarta, Terakhir diperbarui pada 1 Mei 2026
Ikon Warna Relasi perjalanan Jarak
tempuh
(km)
Jumlah titik henti Peta rute Waktu
tunggu
(menit)
Tipe rute Jumlah
penumpang
Operator
40px-TransJogja_Line_EV_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Ungu tua Jombor - Malioboro ±16,3 31 osm-intl,13,a,a,300x350.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Trans_Jogja&revid=29957632&groups=_ee09aaf459049c8a1d660d56df7a56fd91ffd663&parser=parsoid 45 loop 3.182
(20 Januari 2025 – 23 Februari 2025)
PT Anindya Mitra Internasional
40px-TransJogja_Line_1A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Merah Prambanan - Malioboro ±38,9 48 osm-intl,11,a,a,300x120.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Trans_Jogja&revid=29957632&groups=_701d5e3018074354c11658a82a809b6343b95e44&parser=parsoid 11 loop 113.582 (Februari 2025) PT Jogja Tugu Trans
40px-TransJogja_Line_1B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Merah jambu Bandara Adisutjipto - Ngabean ±28,8 43 osm-intl,12,a,a,300x150.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Trans_Jogja&revid=29957632&groups=_88e15360332491892f0a49e28e1e408a41ae87c8&parser=parsoid 16 loop 34.549 (Februari 2025) PT Jogja Tugu Trans
40px-TransJogja_Line_2A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Biru Condongcatur - XT Square ±33,4 53 osm-intl,12,a,a,300x250.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Trans_Jogja&revid=29957632&groups=_eac557e240552148badabf6d77a668ce037c7fc4&parser=parsoid 21 loop 27.409 (Februari 2025) PT Jogja Tugu Trans
40px-TransJogja_Line_2B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Biru muda Condongcatur - XT Square ±33,3 52 osm-intl,12,a,a,300x250.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Trans_Jogja&revid=29957632&groups=_ae9619bf30f9b18ff4d25f410a39cbdb5c617552&parser=parsoid 16 loop 83.767 (Februari 2025) PT Jogja Tugu Trans
40px-TransJogja_Line_3A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Jingga Giwangan - Condongcatur ±36,2 52 osm-intl,12,a,a,300x250.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Trans_Jogja&revid=29957632&groups=_13f0f66497f079bd8f63255c93a1e9a8d0e64c0d&parser=parsoid 12 loop 124.556 (Februari 2025) PT Anindya Mitra Internasional
40px-TransJogja_Line_3B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Jingga muda Giwangan - Condongcatur ±37,2 56 osm-intl,12,a,a,300x250.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Trans_Jogja&revid=29957632&groups=_2cc9e35ac4125bd4399c1cccad01ef2a03cb94fb&parser=parsoid 12 loop 85.767 (Februari 2025) PT Anindya Mitra Internasional
40px-TransJogja_Line_4A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Hijau Giwangan - UGM ±27,7 45 osm-intl,12,a,a,300x250.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Trans_Jogja&revid=29957632&groups=_810325437985c0d051d52fad716c3af3d9861d6c&parser=parsoid 30 loop 14.802 (Februari 2025) PT Anindya Mitra Internasional
40px-TransJogja_Line_4B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Hijau muda Giwangan - UGM ±26,1 42 osm-intl,12,a,a,300x250.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Trans_Jogja&revid=29957632&groups=_1cf4d6562058a2a449a6783c35583ed934fbb951&parser=parsoid 30 loop 16.142 (Februari 2025) PT Anindya Mitra Internasional
40px-TransJogja_Line_5A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Ungu Jombor - Janti ±25,8 35 osm-intl,12,a,a,300x160.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Trans_Jogja&revid=29957632&groups=_660593baa9c5dd957d91cac0f202820d9d41c0a3&parser=parsoid 25 loop 20.530 (Februari 2025) PT Anindya Mitra Internasional
40px-TransJogja_Line_5B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Ungu muda Jombor - Bandara Adisutjipto ±32,0 41 osm-intl,12,a,a,300x160.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Trans_Jogja&revid=29957632&groups=_0b72f40b44ebb06ac658b8e0af30f67a7960e4fc&parser=parsoid 25 loop 26.649 (Februari 2025) PT Anindya Mitra Internasional
40px-TransJogja_Line_6_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Cokelat tua Gamping - Malioboro ±26,1 40 osm-intl,12,a,a,300x220.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Trans_Jogja&revid=29957632&groups=_da76e9073b98f9ff11e5f15dc7b7edb5b2f240f5&parser=parsoid 20 loop 24.881 (Februari 2025) PT Anindya Mitra Internasional
40px-TransJogja_Line_8_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Biru kelasi Jombor - Ngabean ±29,1 46 osm-intl,12,a,a,300x275.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Trans_Jogja&revid=29957632&groups=_ac616b84e698eca4969101aabe2800c45f285b56&parser=parsoid 15 loop 27.203 (Februari 2025) PT Anindya Mitra Internasional
40px-TransJogja_Line_9_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Pirus Giwangan - Jombor ±31,5 41 osm-intl,12,a,a,300x275.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Trans_Jogja&revid=29957632&groups=_95bd04826186a2f7828662832374211d7ec24825&parser=parsoid 20 loop 29.751 (Februari 2025) PT Anindya Mitra Internasional
40px-TransJogja_Line_10_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Kuning Gamping - Kusumanegara ±28,7 46 osm-intl,12,a,a,300x150.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Trans_Jogja&revid=29957632&groups=_a371a6982b9aa0665c9807c1e835c166217eb833&parser=parsoid 20 loop 40.644 (Februari 2025) PT Anindya Mitra Internasional
40px-TransJogja_Line_11_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Hijau pupus Giwangan - Cik Di Tiro ±28,8 40 osm-intl,12,a,a,300x250.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Trans_Jogja&revid=29957632&groups=_5ae9afc260f64de78f7b60676683836653d970ad&parser=parsoid 25 loop 15.849 (Februari 2025) PT Anindya Mitra Internasional
40px-TransJogja_Line_12_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Cokelat Condongcatur - Pakem ±38,1 61 osm-intl,11,a,a,300x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Trans_Jogja&revid=29957632&groups=_7141019cb0d1628a582a5f8f73b14f50e959fafd&parser=parsoid 17 loop 22.689 (Februari 2025) PT Jogja Tugu Trans
40px-TransJogja_Line_13_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Kuning loyang Godean - Malioboro ±25,8 56 osm-intl,12,a,a,300x180.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Trans_Jogja&revid=29957632&groups=_4228bc59c3b72a959ceada19a4bbcba9a32d58cc&parser=parsoid 30 loop 24.468 (Februari 2025) PT Jogja Tugu Trans
40px-TransJogja_Line_14_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Hijau tua Bandara Adisutjipto - Pakem ±41,0 75 osm-intl,11,a,a,300x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Trans_Jogja&revid=29957632&groups=_7ed550529a6a9b9d7a76cb922d6e0b3ff2fe9e72&parser=parsoid 60 loop 28.538 (Februari 2025) PT Jogja Tugu Trans
40px-TransJogja_Line_15_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Ungu tua Palbapang - Malioboro ±30,8 46 osm-intl,11,a,a,300x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Trans_Jogja&revid=29957632&groups=_a0204381cd4f37c485faee62acb0958ae914b3b9&parser=parsoid 10 loop 113.216 (Februari 2025) PT Jogja Tugu Trans

Penghubung antarmoda

Sebagai komponen dari sistem transportasi terpadu bagi Daerah Istimewa Yogyakarta, sistem ini menghubungkan sembilan titik penting moda perhubungan di penjuru daerah:

Nama Jalur Penghubung
Stasiun Yogyakarta 40px-TransJogja_Line_EV_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_1A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_1B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_2A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_3A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_3B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_6_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_8_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_10_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_13_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_15_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Stasiun Lempuyangan 40px-TransJogja_Line_2A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_4A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_4B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_10_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Stasiun Maguwo / Bandara Adisutjipto 40px-TransJogja_Line_1A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_1B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_3A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_3B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_5B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_14_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • DAMRI
    • Adisucipto-Kebumen
    • Adisucipto-Magelang
    • Adisucipto-Purworejo
Terminal Bus Giwangan 40px-TransJogja_Line_3A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_3B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_4A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_4B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_9_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_11_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • Bus antarkota
    • AKAP
    • AKDP
    • ANGKUDES
  • Park and Ride Giwangan
Terminal Jombor 40px-TransJogja_Line_EV_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_2A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_2B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_5A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_5B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_8_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_9_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • Bus antarkota
    • AKAP
    • AKDP
    • ANGKUDES
  • DAMRI
    • Yogyakarta-Denpasar
Terminal Prambanan 40px-TransJogja_Line_1A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • Bus antarkota
    • AKAP
    • AKDP
Terminal Condongcatur 40px-TransJogja_Line_2A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_2B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_3A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_3B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_5A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_5B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_12_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • DAMRI
    • Condongcatur-YIA
Terminal Palbapang 40px-TransJogja_Line_15_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Park and Ride Gamping 40px-TransJogja_Line_6_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_10_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • DAMRI
    • YIA-Gamping
  • Park and Ride Gamping
Janti Utara dan Janti Selatan 40px-TransJogja_Line_1A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_1B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_3A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_5A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_5B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • Bus antarkota
Titik Nol/Malioboro 40px-TransJogja_Line_EV_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_1A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_1B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_2A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_2B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_3A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_6_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_8_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_10_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_13_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_15_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • Kawasan Pariwisata Strategis Nasional
    • Malioboro–Borobudur
    • Malioboro–Parangtritis
    • Malioboro–Pantai Baron

Sistem pembayaran

Metode pembayaran

250px-Mesin_tap-on_bus_di_armada_bus_listrik_Trans_Jogja.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mesin tap-on-bus di armada bus listrik Trans Jogja

Untuk saat ini, Trans Jogja umumnya dipatok tarif Rp3.500 untuk pembayaran tunai, Rp2.700 untuk umum berlangganan, Rp500 untuk pelajar berlangganan, dan Rp2.000 untuk lansia dan penyandang disabilitas melalui kartu berlangganan.[49] Untuk mempermudah pembayaran, Trans Jogja menerima pembayaran secara tunai dan non-tunai. Pembayaran tunai dapat dilakukan baik di halte yang dijaga oleh petugas maupun langsung di dalam bus. Selain itu, pembayaran non-tunai sebesar Rp2.700 dapat dilakukan dengan menggunakan kartu uang elektronik perbankan seperti BRIZZI (Bank BRI), TapCash (Bank BNI), e-Money (Bank Mandiri), Kartu Multi Trip/KMT (KAI Commuter), dan Flazz (Bank BCA dan Bank BPD DIY), serta dapat juga menggunakan akun dompet digital seperti LinkAja , GoPay, dan AstraPay melalui aplikasi Trans Jogja.

Mulai 4 Agustus 2025, sistem pembayaran Trans Jogja mencakup opsi menggunakan QRIS Tap dengan tarif sebesar Rp2.700. Pembayaran dapat dilakukan melalui perangkat elektronik yang memiliki fitur NFC, seperti smartwatch dan ponsel Android. Peresmian sistem ini dihadiri oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X.[50]

Pada 17 September 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2025, Pemerintah Daerah DIY meluncurkan program integrasi kartu identitas pelajar sebagai alat pembayaran Trans Jogja.[51]

Pembayaran di dalam bus listrik berbeda daripada pemabayaran di layanan bus lainnya, terdapat mesin tap-on-bus yang mendukung pembayaran melalui kartu langganan Trans Jogja, Kartu Multi Trip (KMT), serta Kartu Uang Elektronik (Mandiri e-money, BNI TapCash, BRIZZI, dan BCA Flazz), maupun dompet elektronik (GoPay, Astrapay, LinkAja, QRIS, dan QRIS Tap). Saat ini, bus listrik Trans Jogja belum mendukung metode pembayaran tunai.[52]

Tabel metode pembayaran Trans Jogja Istimewa
Metode Pembayaran Tarif
Tunai Rp3.500[53]
Kartu Langganan Trans Jogja Kartu Reguler Rp2.700
Kartu Pelajar[54] Rp500
Kartu Khusus lansia Rp2.000
Kartu Penyandang disabilitas
Kartu Uang Elektronik (KUE) e-money (Bank Mandiri) Rp2.700
Flazz (Bank BCA)
BRIZZI (Bank BRI)
TapCash (Bank BNI)
Kartu Multi Trip (KAI Commuter)
Dompet Elektronik Gopay
Astrapay
QRIS / QRIS Tap
Kartu Identitas Kartu Identitas Pelajar[51] Rp500
Tiket terusan Jogja Travel Pass Tergantung durasi (Lihat di bawah)
250px-Student_Card_for_Trans_Jogja.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Student Card versi lama dan baru

Kartu Trans Jogja

Per 2025, Trans Jogja menerbitkan kartu langganan Trans Jogja untuk penggunaan di bus Trans Jogja. Terdapat empat jenis kartu:

  • Trans Jogja Regular Card: Kartu ini dapat dibeli dengan harga Rp30.000 dengan isi saldo Rp20.000. Kartu ini juga bisa diisi ulang minimum Rp5.000 per isi ulang. Terdapat perubahan tarif dari awalnya Rp60 menjadi Rp500.
  • Trans Jogja Student Card: Kartu ini hanya dapat didapatkan dengan menunjukkan identitas pelajar SD, SMP, SMA atau sederajat. Harga kartu baru adalah Rp50.000 dengan isi saldo Rp50.000.
  • Trans Jogja Disabled Card: Kartu ini hanya dapat didapatkan dengan menunjukkan kartu identitas pembeli, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP). Kartu ini dapat dibeli dengan harga Rp50.000 dengan isi saldo Rp50.000.
  • Trans Jogja Senior Card: Kartu ini hanya dapat didapatkan dengan menunjukkan kartu identitas pembeli, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga (KK). Harga kartu baru adalah Rp50.000 dengan isi saldo Rp50.000.

Kartu langganan Trans Jogja dapat dibeli dan diisi ulang di halte point-of-sale (POS) berikut:[55]

Jogja Travel Pass

Trans Jogja menyediakan tiket terusan bernama "Jogja Travel Pass" (JTP) yang memungkinkan pengguna melakukan perjalanan berkali-kali tanpa perlu membeli tiket satuan setiap kali menaiki bus. Untuk memperoleh tiket terusan ini, pengguna harus mengunduh aplikasi resmi Trans Jogja, kemudian memilih durasi tiket yang tersedia, yaitu 1 hari, 3 hari, 7 hari, atau 14 hari. Pembayaran dapat dilakukan menggunakan kartu kredit, kartu debit, QRIS, maupun virtual account. Setelah pembayaran berhasil, pengguna akan menerima kode QR yang dapat langsung digunakan saat perjalanan. Setiap pembelian tiket juga memberikan poin kepada pengguna, yang dapat ditukarkan sebagai diskon untuk pembelian tiket destinasi wisata yang tersedia di dalam layanan JTP.[56][57]

Tabel durasi dan harga tiket
Durasi Harga
1 hari Rp6.500
3 hari Rp15.000
7 hari Rp32.000
14 hari Rp57.000

Deskripsi layanan

Armada

Per Mei 2025, jumlah armada bus Trans Jogja saat ini mencapai 130 unit, dengan 128[5][23][25][58][59] di antaranya menggunakan bahan bakar diesel, dan sisanya berbahan bakar listrik.[37]

Bus armada Trans Jogja menggunakan tipe bus medium dengan panjang bodi 7-8 meter. Armada tersebut antara lain:

Tabel Informasi Armada Aktif Trans Jogja
Operator No. lambung Jumlah armada Sasis Karoseri Alokasi Bahan bakar Tahun beroperasi Foto Depo
PT Anindya Mitra Internasional EV 1

dan

EV 2

2 MD8-E LE City Bus New Armada 40px-TransJogja_Line_EV_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Listrik 2025 – sekarang 250px-Armada_bus_listrik_Trans_Jogja_ketika_di_SPKL_Bandara_Adisutjipto.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail P&R

Adisujipto

PT Jogja Tugu Trans 01-25 25[58] Hino GB 150 Tri Sakti Infinity 40px-TransJogja_Line_1A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_1B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_15_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Diesel 2023 – sekarang 250px-Trans_Jogja_di_PnR_Adisutjipto.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Banguntapan
70-73
127-128
6[59] Hino FB 130 Restu Ibu Pusaka Grand Venus Cadangan 2019 – sekarang 250px-Armada_Hino_FB_130_Grand_Venus_Trans_Jogja.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
26-41

dan
114-126

29[25] Hino FB 130 Restu Ibu Pusaka Neptune 40px-TransJogja_Line_1B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_2A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_2B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_12_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_13_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_14_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 2017 – sekarang 250px-Armada_2B_Trans_Jogja_di_Terminal_Condongcatur.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
PT Anindya Mitra Internasional 86-113 28 Hino FB 130 Laksana All New Nucleus 40px-TransJogja_Line_3A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_6_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_8_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_9_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_10_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_11_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail, Cadangan 2018 – sekarang 250px-Armada_Trans_Jogja_di_Terminal_Giwangan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Purosani
42-69

dan
74-85

40[23] Isuzu ELF NQR 71 Laksana All New Nucleus 40px-TransJogja_Line_3A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_3B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_4A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_4B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_5A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_5B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_10_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail, Cadangan 2017 – sekarang 250px-Armada_Trans_Jogja_di_Jalan_Pramuka.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tabel Informasi Alokasi Armada Aktif Trans Jogja
Operator Jalur Jumlah Nomor Lambung
PT Anindya Mitra Internasional 40px-TransJogja_Line_EV_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 2 EV-01, EV-02
PT Jogja Tugu Trans 40px-TransJogja_Line_1A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 10 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20
40px-TransJogja_Line_1B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 7 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27
40px-TransJogja_Line_2A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 6 28, 29, 30, 31, 32, 33
40px-TransJogja_Line_2B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 8 34, 35, 36, 37, 38, 39, 40, 41
PT Anindya Mitra Internasional 40px-TransJogja_Line_3A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 10 42, 43, 44, 46, 47, 48, 60, 61, 78, 83
40px-TransJogja_Line_3B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 9 51, 52, 53, 54, 55, 56, 57, 58, 59
40px-TransJogja_Line_4A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 4 62, 63, 64, 65
40px-TransJogja_Line_4B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 4 66, 67, 68, 69
40px-TransJogja_Line_5A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 4 74, 75, 76, 77
40px-TransJogja_Line_5B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 4 79, 80, 81, 82
40px-TransJogja_Line_6_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 5 86, 87, 88, 89, 90
40px-TransJogja_Line_8_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 6 92, 93, 94, 108, 109, 112
40px-TransJogja_Line_9_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 6 91, 98, 99, 100, 110, 111
40px-TransJogja_Line_10_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 6 49, 50, 95, 96 106, 107
40px-TransJogja_Line_11_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 4 97, 102, 103, 105
PT Jogja Tugu Trans 40px-TransJogja_Line_12_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 7 116, 117, 118, 119, 120, 121, 122
40px-TransJogja_Line_13_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 4 123, 124, 125, 126
40px-TransJogja_Line_14_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 2 114, 115
40px-TransJogja_Line_15_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 10 01, 02, 03, 04, 05, 06, 07, 08, 09, 10

Armada nonaktif

Tabel Informasi Armada Nonaktif Trans Jogja & Teman Bus
No. lambung Jumlah armada Sasis Karoseri Tahun beroperasi Foto
TB I.1-16
TB II.1-10
TB III.1-14

CAD.1-4

44[60] Hino FB 130 Laksana All New Nucleus Low Entry 2020 – 2024 250px-Teman_Bus_Jalur_K2J_di_Ngabean.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
1-20

31-35

25[61] Hino FB 130 Laksana Nucleus 3 2016 – 2023 250px-Bus_Trans_Jogja_di_Bandara_Adisutjipto.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
55-74 20[62] Hino Rahayu Santosa 2014 - 2017 250px-Bus_Trans_Jogja_jalur_1A_di_Malioboro.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
35-54 20[13] Mitsubishi FE 84G BC Delima Jaya 2013 - 2017
1-34 34[63] Hyundai Tri Sakti & Laksana 2008 - 2017 Bus baru Trans Jogja tahun 2008
35-54 20[64] Mitsubishi FE 84G BC Delima Mandiri 2008 - 2013 Bus Trans Jogja jalur 2A di halte Kehutanan tahun 2008

Fasilitas

250px-GPS_Announcer_di_armada_Trans_Jogja.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
GPS Announcer pada armada Trans Jogja

Armada Trans Jogja dilengkapi dengan tempat duduk, gantungan tangan, AC, tempat sampah, alat pemadam api, speaker, ruang khusus untuk penyandang disabilitas, palu pemecah kaca, dan GPS announcer. Khusus pada bus listrik armadanya menyediakan kotak P3K dan tempat untuk mengisi daya baterai.

Halte

250px-Suasana_dari_salah_satu_halte_yang_berdekatan_dengan_SD%2C_SMP%2C_hingga_SMA.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suasana di salah satu halte yang berdekatan dengan SD, SMP, hingga SMA.

Trans Jogja menerapkan dua jenis halte, yaitu halte permanen dan halte portabel.

  1. Halte permanen dilengkapi dengan fasilitas seperti tempat duduk, jendela, tangga, serta ramp untuk memudahkan penyandang disabilitas.
  2. Halte portabel memiliki fasilitas yang hampir sama dengan halte permanen, tetapi umumnya tidak memiliki tempat duduk (kecuali beberapa) dan jendela. Beberapa halte portabel juga dilengkapi dengan ramp.

Seluruh halte Trans Jogja didominasi oleh material aluminium, baja, dan kaca (khusus halte permanen). Mayoritas halte permanen juga memiliki ventilasi udara pada bagian jendelanya.

Per Mei 2026, jumlah total pemberhentian bus adalah 509. Bentuk pemberhentian tersebut antara lain:

Berbagai bentuk tempat perhentian Trans Jogja
Pengelola Bentuk Halte Gambar
Dinas Perhubungan

Kota Yogyakarta

Halte dengan Petugas 250px-Halte_Trans_Jogja%2C_2025.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dinas Perhubungan

Provinsi DIY

Halte dengan Petugas 250px-Halte_Kridosono.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Halte dengan Petugas 250px-Halte_Permanen_Trans_Jogja_Cokroaminoto.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Halte tanpa Petugas 250px-Halte_Permanen_Trans_Jogja_SMP_11.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Halte tanpa Petugas 250px-Halte_Mangkubumi_II.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Halte dengan Ramp Dua Sisi 250px-TPB_Ramp.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Halte Beratap dengan Kursi 250px-TPB_Kursi.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Halte Beratap dengan Tangga di kedua sisi 250px-TPB_Beratap.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Halte Tanpa Atap dengan Tangga di kedua sisi 250px-TPB_Tanpa_Atap.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Halte Tanpa Atap dengan Tangga satu sisi 250px-TPB_Tangga.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Halte dengan Rambu Bus Stop 250px-Rambu_Bus_Stop.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Halte Tangga Satu Sisi dengan Bangku Duduk 250px-Halte_Tangga_Satu_Sisi_dengan_Bangku_Duduk.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Halte Ramp Satu Sisi 250px-Halte_Tangga_Satu_Sisi_dengan_Ramp.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Halte Ground-Level Beratap 250px-Halte_Ground-Level_Beratap.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dinas Perhubungan

Kabupaten Bantul

Halte Park and Ride 250px-Halte_Park_and_Ride_Gamping.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Halte Ground-Level Beratap 250px-Trans_Jogja_Kasongan_Bus_Stop_in_2023.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Halte transit

Halte transit adalah halte yang dilengkapi petugas dan memungkinkan penumpang berpindah dari satu jalur ke jalur lainnya tanpa perlu membayar ulang.

Nama halte Jalur Keterangan
Terminal Pakem 40px-TransJogja_Line_12_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_14_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Terminal tipe C dan halte point-of-sale
Terminal Jombor 40px-TransJogja_Line_EV_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_2A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_2B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_5A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_5B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_8_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_9_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Terminal tipe B, halte terminus, dan halte point-of-sale
Terminal Condongcatur 40px-TransJogja_Line_2A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_2B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_3A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_3B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_4A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_4B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_5A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_5B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_12_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Terminal tipe C dan halte terminus
Bandara Adisutjipto 40px-TransJogja_Line_1A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_1B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_3A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_3B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_5B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_14_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Halte terminus, halte park and ride, dan halte point-of-sale
Park and Ride Gamping 40px-TransJogja_Line_6_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_10_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Halte terminus, dan halte park and ride
Terminal Giwangan 40px-TransJogja_Line_3A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_3B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_4A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_4B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_9_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_11_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Terminal tipe A, halte terminus, dan halte point-of-sale
Terminal Palbapang 40px-TransJogja_Line_15_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Terminal tipe C, halte terminus, dan halte point-of-sale
Park and Ride PASTY 40px-TransJogja_Line_15_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Halte Park and Ride
Stikes Guna Bangsa (utara) 40px-TransJogja_Line_3B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_5B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail -
Stikes Guna Bangsa/UPN (selatan) 40px-TransJogja_Line_3A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_5A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Instiper (Petugas 1 shift)* 40px-TransJogja_Line_3A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rumah Sakit Dr. Sardjito (barat) 40px-TransJogja_Line_3B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_4A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_5A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_12_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rumah Sakit Dr. Sardjito (timur) 40px-TransJogja_Line_3A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_4B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_5B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_12_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kopma UGM 40px-TransJogja_Line_3A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_4B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_12_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sanata Dharma 40px-TransJogja_Line_2B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_12_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rumah Sakit Panti Rapih 40px-TransJogja_Line_2B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_4A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_12_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Monjali (Petugas 1 shift)* 40px-TransJogja_Line_2A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_2B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_5B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Samirono 40px-TransJogja_Line_2B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_12_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sahid J-Walk 40px-TransJogja_Line_1B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_5A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dr. Yap 40px-TransJogja_Line_2A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_3B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_4A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_5B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_11_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cik Di Tiro 40px-TransJogja_Line_2B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_3A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_4A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_5A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_11_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Janti Utara 40px-TransJogja_Line_1A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_1B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_3A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_5A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Janti Selatan 40px-TransJogja_Line_1A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_5A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_5B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Transmart (Petugas 1 shift)* 40px-TransJogja_Line_1A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_1B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_3A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_5B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jayakarta 40px-TransJogja_Line_1A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_1B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_3B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_5B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Maguwo Sambilegi 40px-TransJogja_Line_1A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_1B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_3A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_3B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_5B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_14_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ambarukmo (utara) 40px-TransJogja_Line_1A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_5A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Halte point-of-sale
Ambarukmo (selatan) 40px-TransJogja_Line_1A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_5B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail -
De Britto 40px-TransJogja_Line_1A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_5A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_4A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gedung Wanita 40px-TransJogja_Line_1A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_4B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_5B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
LPP 40px-TransJogja_Line_1A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_4B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_5B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rumah Sakit Bethesda 40px-TransJogja_Line_1A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_2A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_4A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_5B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jendral Sudirman (utara) 40px-TransJogja_Line_3B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_11_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_13_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jendral Sudirman (selatan) (Petugas 1 shift)* 40px-TransJogja_Line_1A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_11_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
SMPN 14 40px-TransJogja_Line_EV_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_2B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_3B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_8_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_9_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_11_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Samsat 40px-TransJogja_Line_9_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_11_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mangkubumi 1 40px-TransJogja_Line_EV_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_1A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_2A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_8_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kridosono 40px-TransJogja_Line_EV_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_1A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_2A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_2B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_3A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_4A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_4B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_5A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_5B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_8_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_10_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_11_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_13_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rumah Sakit Harjolukito 40px-TransJogja_Line_1B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_3B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wonocatur 40px-TransJogja_Line_1B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_3B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
JEC (Petugas 1 shift)* 40px-TransJogja_Line_1B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_3A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Malioboro I 40px-TransJogja_Line_EV_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_1A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_2A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_3A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_6_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_8_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_10_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_13_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_15_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Malioboro II 40px-TransJogja_Line_EV_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_1A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_2A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_3A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_6_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_8_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_10_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_13_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_15_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Malioboro III 40px-TransJogja_Line_EV_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_1A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_2A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_3A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_6_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_8_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_10_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_13_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_15_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Taman Pintar 40px-TransJogja_Line_1A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_1B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_2A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_6_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_10_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_15_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Halte point-of-sale
Senopati 40px-TransJogja_Line_2B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail -
KHA Dahlan (utara) 40px-TransJogja_Line_1B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_3B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_6_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_8_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_10_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_15_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
KHA Dahlan (selatan) 40px-TransJogja_Line_2B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_3A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_6_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_8_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_10_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_13_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_15_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
SMAN 1 40px-TransJogja_Line_2B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_9_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_11_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_13_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ngabean 40px-TransJogja_Line_1B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_2B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_3A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_3B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_6_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_8_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_9_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_10_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_11_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_13_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_15_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gembira Loka (utara) 40px-TransJogja_Line_1B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_2B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gembira Loka (selatan) 40px-TransJogja_Line_1B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_2A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
SGM Kusumanegara (utara) (Petugas 1 shift)* 40px-TransJogja_Line_1B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_2B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_4B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
SGM Kusumanegara (selatan) 40px-TransJogja_Line_1B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_2A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_4A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_10_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Museum Biologi 40px-TransJogja_Line_1B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_4A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Banguntapan 40px-TransJogja_Line_2B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_3B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kehutanan 40px-TransJogja_Line_2A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_3A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rumah Sakit Hidayatullah (Petugas 1 shift)* 40px-TransJogja_Line_2A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
XT Square 40px-TransJogja_Line_2B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_4A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Museum Perjuangan 40px-TransJogja_Line_2B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_3B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pujokusuman 40px-TransJogja_Line_2A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_3A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jokteng Kulon/SMAN 7 40px-TransJogja_Line_3B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_9_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_11_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
SMK Muhammadiyah 3 (Petugas 1 shift)* 40px-TransJogja_Line_4A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_4B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sorogenen/Nitikan (Petugas 1 shift)* 40px-TransJogja_Line_3B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Halte vital

Halte vital adalah halte penting dalam sistem Trans Jogja, termasuk halte yang terletak di terminal, halte terminus, halte park and ride, serta halte padat transit yang memungkinkan perpindahan jalur tanpa biaya tambahan.

Nomor Nama Status Jalur Alamat Gambar
1 Bandara Adisutjipto T, P&R, HT 40px-TransJogja_Line_1A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_1B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_3A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_3B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_5B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_14_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Karangploso, Maguwoharjo, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 250px-Halte_Bandara_Adisutjipto.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
2 Yos Sudarso/Stadion Kridosono/SMPN 5 HT, T 40px-TransJogja_Line_1A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_2A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_2B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_3A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_4A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_4B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_5A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_5B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_8_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_10_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_11_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_13_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Kotabaru, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 250px-Halte_Kridosono_Yos_Sudarso_SMP_5.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
3 Park and Ride Gamping P&R, T, HT 40px-TransJogja_Line_6_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_10_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Bodeh, Ambarketawang, Kec. Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 250px-Halte_Park_and_Ride_Gamping.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
4 Stadion TGP T 40px-TransJogja_Line_13_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Klaci II, Margoluwih, Kec. Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta -
5 Taman Parkir Ngabean HT 40px-TransJogja_Line_1B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_2B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_3A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_3B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_6_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_8_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_9_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_10_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_11_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_13_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_15_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Notoprajan, Ngampilan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 250px-Komplek_Halte_Trans_Jogja_di_Terminal_Ngabean.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
6 Terminal Condongcatur C, T, HT 40px-TransJogja_Line_2A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_2B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_3A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_3B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_5A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_5B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_12_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Jl. Anggajaya 1, Gejayan, Condongcatur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 250px-Terminal_Condongcatur_2025.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
7 Terminal Giwangan A, T, HT 40px-TransJogja_Line_3A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_3B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_4A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_4B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_9_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_11_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Giwangan, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 250px-Terminal_Bus_Giwangan%2C_2025.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
8 Terminal Jombor B, T, HT 40px-TransJogja_Line_EV_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_2A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_2B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_5A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_5B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_8_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_9_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Jl. Magelang, Jombor Lor, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 250px-Terminal_Jombor.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
9 Terminal Pakem C, HT 40px-TransJogja_Line_12_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail40px-TransJogja_Line_14_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Jl. Cangkringan No.05, Sanggrahan, Pakembinangun, Kec. Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta -
10 Terminal Palbapang C, T, HT 40px-TransJogja_Line_15_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Jl. Srandakan No.52a, Dagaran, Palbapang, Kec. Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta -
11 Terminal Prambanan C, T, HT 40px-TransJogja_Line_1A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Kranggan, Bokoharjo, Kec. Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 250px-Terminal_Prambanan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
12 PASTY P&R 40px-TransJogja_Line_15_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Gedongkiwo, Kec. Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 250px-Park_and_Ride_Dongkelan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

keterangan:

  • A: Terminal tipe A
  • B: Terminal tipe B
  • C: Terminal tipe C
  • T: Halte terminus
  • P&R: Park and Ride
  • HT: Halte transit

Rencana pengembangan

Jalur baru Imogiri

Tiga tahun pengoperasian jalur 15 dinilai menunjukkan perkembangan yang sangat bagus. Bedasarkan pencapaian tersebut, Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul mengajukan permohonan pembukaan jalur baru kepada Dinas perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta.[65] Namun, rencana penambahan rute Imogiri sampai Malioboro belum ada kejelasan.[66]

Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, menyatakan bahwa Pemkab Bantul telah mengusulkan penambahan rute Trans Jogja yang menghubungkan Malioboro dan Imogiri. Diharapkan dengan adanya penambahan rute tersebut, kebutuhan masyarakat Bantul akan transportasi massal yang murah bisa teratasi. Meski demikian, ia mengakui bahwa realisasi usulan tersebut masih sulit dilakukan dalam waktu dekat, karena Dishub Bantul masih menunggu keputusan dari pihak provinsi.[66]

Disampaikannya, pengajuan penambahan rute perjalanan transportasi umum itu dilakukan mengingat jumlah peminat atau penumpang tersebut kian bertambah.[67] Dan pengingat bahwa daerah Imogiri adalah daerah dengan adanya situs pariwisata seperti misalnya Makam Raja-Raja Imogiri. Pihaknya meyakini keberadaan Trans Jogja di jalur ini mampu mendongkrak kunjungan wisatawan ke lokasi tersebut..[65]

Menurut Singgih Raharjo, dalam proposal pengajuan rute, Dishub telah melakukan survey jalur. Rute Malioboro-Imogiri yang diusulkan akan mencakup Makam Raja Imogiri - Terminal Imogiri - Barongan-Simpang Empat Mojo - Pasar Telo - Pojok Beteng Timur ke utara sampai Gardu Listrik Malioboro. Dengan pertimbangan, saat ini trayek transportasi hanya ada di Jalan Imogiri Timur. Sehingga, lanjut Singgih, Dishub DIY berkeinginan agar jangan sampai bersinggungan dengan trayek tersebut.[66]

Meski telah dilakukan survey jalur, Kepala Bidang Angkutan Dishub Bantul, Toto Pamuji Raharjo, mengungkapkan bahwa Dishub DIY telah menyatakan rute Malioboro–Imogiri via Barongan tidak dapat diakomodasi, karena jalur tersebut tidak termasuk kategori rute aktivitas harian. Sebagai tindak lanjut, Dishub DIY tengah melakukan kajian ulang terhadap usulan tersebut.[66]

Jalur baru Wonosari

Terdapat wacana penambahan jalur baru yang akan melalui Kabupaten Gunungkidul, kepala Dinas Perhubungan Gunungkidul mengatakan, ide membuka jalur baru Trans Jogja dengan rute Jogja-Wonosari sudah muncul sejak awal 2025. Wacana ini sudah ditindaklanjuti dengan pembuatan kajian serta pembahasan di DPRD DIY. Wacana ini juga tidak lepas dari hasil kajian yang melibatkan korespondensi dari Masyarakat yang meminta adanya ketepatan waktu dalam pelayanan. Di sisi lain, juga sudah ada kajian tentang jumlah armada yang dipersiapkan. Menurut kajian yang dilakukan, dibutuhkan setidaknya 25 armada untuk mendukung wacana jalur tersebut.[68]

Gagasan pembukaan rute baru Trans Jogja yang menghubungkan Kota Yogyakarta dengan Wonosari mulai mendapatkan atensi serius dari kalangan legislatif DIY. Rencana ini disambut positif karena dinilai sejalan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat, pemerataan pembangunan, serta pengembangan kawasan strategis di wilayah selatan DIY.[69]

Wakil Ketua Komisi C DPRD DIY, Amir Syarifudin, menilai rencana pembukaan rute Trans Jogja ke Wonosari sebagai langkah tepat untuk mengatasi kepadatan lalu lintas. Ia menekankan pentingnya tidak hanya fokus pada jalur utama, tetapi juga mengembangkan jalur alternatif seperti Mutihan–Srimartani dan memperbaiki akses penting seperti jalan Cino Mati yang masih terkendala status tanah.[69] Jalur ini sebelumnya telah menjadi sasaran program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), tetapi hingga kini belum dimaksimalkan penggunaannya.[70] Amir juga menyoroti kebutuhan infrastruktur pendukung di jalur strategis Playen–Mangunan, termasuk pengaspalan, penerangan jalan, dan drainase. Menurutnya, layanan Trans Jogja harus didukung kondisi jalur yang memadai agar benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Komisi C berkomitmen mendorong percepatan realisasi rute baru ini melalui pembahasan anggaran, serta mengupayakan sinergi antar-pemerintah untuk mempercepat pembangunan dan membuka akses ekonomi serta pelayanan publik di wilayah selatan DIY.[69]

Kajian terkait pengoperasian layanan Trans Jogja rute Yogyakarta–Wonosari sudah dilakukan Dishub Gunungkidul melalui survei terhadap 400 penumpang angkutan kota dalam provinsi (AKDP) rute Jogja–Wonosari dan mendapatkan reaksi baik dari Komisi C DPRD DIY.[70]

Rencananya, layanan Trans Jogja akan difokuskan pada jam-jam sibuk, seperti pukul 06.00–08.00 WIB dan pukul 15.00–18.00 WIB. Titik-titik pemberhentian untuk rute Yogyakarta–Wonosari akan ditetapkan oleh Dishub DIY.[70]

Walau terjadi pemangkasan subsidi Trans Jogja sebesar Rp6,8 miliar untuk tahun 2026, wacana ini dipastikan oleh Komisi C DPRD DIY untuk tetap berjalan. Rencana tersebut telah disampaikan kepada Dinas Perhubungan DIY, tetapi masih memerlukan sejumlah tahapan sebelum bisa direalisasikan. Dinas Perhubungan DIY menegaskan bahwa trayek ke Gunungkidul belum masuk dalam perencanaan resmi. Namun, meski ada keterbatasan anggaran, Dishub berupaya menjaga kualitas layanan yang sudah ada. Pengurangan subsidi dianggap sebagai tantangan untuk tetap memberikan pelayanan sebaik mungkin tanpa menaikkan tarif penumpang. Sebagai langkah penyesuaian, Dishub akan mendorong efisiensi rute perjalanan dan penataan operasional agar waktu tempuh serta biaya dapat ditekan. Upaya ini diharapkan dapat menjaga stabilitas layanan Trans Jogja di tengah pengurangan subsidi.[71]

Jalur baru Wates

Terdapat wacana untuk realisasi jalur Trans Jogja ke Terminal Wates. Dishub Kulon Progo sudah mengajukan jalur tersebut. Namun, usulan tersebut masih terdapat kendala anggaran, juga, usulannya tidak pernah dikemuka ke publik.

Kepala Bidang Angkutan dan Perpakiran Dishub, Sri Wahyuniarto, sudah mengonfirmasi usulan agar layanan Trans Jogja melalui Kulon Progo dan usulan tersebut sudah disampaikannya di rapat dengan Dishub DIY. Namun, alasan anggaran membuat inisiasi itu masih sulit untuk direalisasikan

Sri Wahyu menuturkan bahwa Trans Jogja tidak perlu langsung sampai Temon atau Bandara YIA; cukup hingga Terminal Wates sudah baik sebagai tahap awal. Ia berharap ke depan ada rute Trans Jogja ke Kulonprogo seperti wacana ke Gunungkidul. Menurutnya, layanan ini akan diminati penumpang.

Ketua Komisi C DPRD DIY, Nur Subiyantoro, menambahkan rencana ke Kulonprogo masih butuh waktu karena kini sudah ada kereta sebagai transportasi umum. Komisi C tengah mengkaji perluasan rute ke Gunungkidul, lalu akan melanjutkan kajian ke Kulonprogo, dengan tetap mempertimbangkan ketersediaan anggaran.[72]

Perpanjangan jalur 8

Pengalihan jalur 8 yang tidak lagi melewati kawasan Jogokariyan dilakukan seiring dengan rencana perpanjangan rute ke wilayah Denggung, Sleman. Pengalihan ini bertujuan untuk memperluas cakupan layanan ke wilayah utara. Namun, Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman terkesan tidak menunjukkan antusiasme terhadap usulan tersebut.[73]

Permasalahan

Anggaran

Rapat kerja Komisi C DPRD DIY dengan TAPD menelurkan gagasan untuk merasionalisasi anggaran sebesar Rp10 miliar untuk tahun 2026 yang akan dialihkan untuk peningkatan jalan dan PJU. Pj. Sekretaris Daerah DIY, Aria Nugrahadi, menyampaikan bahwa pengalihan subsidi Trans Jogja bukan perkara mudah. Ia kemudian memberi kesempatan kepada Kepala Bapperida, Ni Made Dwipanti Indrayati, untuk berbicara. Ni Made sebagai mantan Ketua Dinas Perhubungan DIY menekankan perlunya kehati-hatian dalam memangkas subsidi. Ia menyampaikan bahwa keputusan anggaran sebesar Rp87 miliar telah melalui kajian bersama akademisi. Besarnya subsidi juga dipengaruhi oleh tambahan layanan Teman Bus, yang sebelumnya dibiayai Kementerian Perhubungan tetapi kini dialihkan ke daerah. Selain itu, dua unit bus listrik yang beroperasi memerlukan biaya tambahan. Dalam perdebatan tersebut, Ketua Komisi C DPRD DIY, Nur Subiyantoro mencoba untuk memediasi. Ia menilai bahwa rasionalisasi sebaiknya tidak mengurangi subsidi maupun layanan. Nur juga mengingatkan bahwa Komisi C telah banyak menerima masukan masyarakat terkait perbaikan jalanan.[74]

Akhirnya, disepakati bahwa subsidi Trans Jogja dirasionalisasi sebesar Rp6,8 miliar. Anggaran yang sebelumnya sebesar Rp87 miliar dipangkas menjadi Rp81 miliar sebab kesepakatan tersebut.[75] Tambahan modal untuk PDAB Tirtatama juga ikut disesuaikan, dari Rp6,6 miliar menjadi Rp5 miliar. Selisih sebesar Rp1,6 miliar digeser untuk program sumber daya air pembangunan irigasi pertanian. Sementara itu, Rp2,4 miliar lainnya dialihkan dari kegiatan Komisi C, sehingga total pergeseran anggaran mencapai Rp9 miliar. Dana tersebut kemudian diserahkan kepada Dinas PUPESDM DIY untuk peningkatan jalan dan irigasi.[74]

Menurut Nur Subiyantoro, pemangkasan subsidi tersebut tidak bersifat mutlak. Menurutnya, masih ada ruang untuk penambahan melalui mekanisme perubahan anggaran jika ke depan dirasa sangat diperlukan. Mengapa ia memangkaskan anggaran adalah kebutuhan infrastruktur DIY tidak hanya terbatas pada penyelenggaraan transportasi publik. Sektor lain yang juga mendesak adalah pembangunan jalan serta jaringan irigasi. Karena itu, sebagian alokasi subsidi Trans Jogja dialihkan untuk belanja jaringan irigasi dan penyusunan detail engineering design (DED) peningkatan ruas jalan kabupaten melalui DPUPESDM DIY.[75]

Meski ada pengurangan subsidi, Komisi C DPRD DIY memastikan wacana pengembangan trayek Trans Jogja menuju Gunungkidul tetap berjalan. Rencana tersebut telah disampaikan kepada Dinas Perhubungan DIY, tetapi masih memerlukan sejumlah tahapan sebelum bisa direalisasikan. Dinas Perhubungan DIY menegaskan bahwa trayek ke Gunungkidul belum masuk dalam perencanaan resmi. Namun, meski ada keterbatasan anggaran, Dishub berupaya menjaga kualitas layanan yang sudah ada. Pengurangan subsidi dianggap sebagai tantangan untuk tetap memberikan pelayanan sebaik mungkin tanpa menaikkan tarif penumpang. Sebagai langkah penyesuaian, Dishub akan mendorong efisiensi rute perjalanan dan penataan operasional agar waktu tempuh serta biaya dapat ditekan. Upaya ini diharapkan dapat menjaga stabilitas layanan Trans Jogja di tengah pengurangan subsidi.[75]

Dinas Perhubungan (Dishub) DIY saat ini hanya mengalokasikan sekitar Rp 100 juta per tahun untuk pemeliharaan 125 halte permanen Trans Jogja. Padahal, menurut Kepala Bidang Pengembangan Prasarana Transportasi Dishub DIY, Didit Suranto, idealnya anggaran tersebut sekitar Rp 500 juta, tergantung kondisi halte. Anggaran Rp 100 juta ini belum mencakup pemeliharaan 139 halte portable dan 120 rambu bus stop yang juga memerlukan perhatian rutin.[71]

Karena anggaran terbatas, Dishub DIY menerapkan skala prioritas: perbaikan hanya difokuskan pada kerusakan yang sifatnya mendesak. Misalnya, kerusakan pintu halte atau bagian struktur baja yang keropos akan segera ditangani sendiri oleh tim internal. Upaya ini bertujuan agar fasilitas tetap aman dan fungsional meski tidak semua kerusakan dapat diperbaiki sekaligus.[71]

Armada

250px-Armada_Trans_Jogja_Mogok.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Armada Trans Jogja yang sedang mogok

Sebagian besar armada Trans Jogja saat ini telah berusia cukup tua, termasuk model seperti Hino FB 130 dengan karoseri Restu Ibu Pusaka Neptune dan Grand Venus, serta Isuzu ELF NQR 71 dengan karoseri Laksana All New Nucleus. Kondisi armada ini memengaruhi kenyamanan perjalanan, dengan sejumlah kendala yang dilaporkan oleh penumpang, seperti kebocoran saat hujan, kursi yang rusak, pencahayaan yang kurang optimal, sistem AC yang tidak berfungsi dengan baik, hingga insiden mogok di tengah perjalanan.[76]

Permasalahan ini terutama dirasakan pada jalur eks Teman Bus, seperti K1J (12), K2J (2A), dan K3J (1A). Meskipun jalur 1A saat ini dioperasikan menggunakan armada bekas jalur 3A, yakni bus Hino GB 150 berkaroseri Tri Sakti Infinity, yang telah dialokasikan ke jalur tersebut, jalur 2A dan 12 masih menggunakan armada lama. Perubahan ini sering dibandingkan penggunanya dengan armada Teman Bus sebelumnya, dengan penumpang menyampaikan keluhan terkait penurunan kualitas layanan setelah pengalihan armada ke PT Jogja Tugu Trans.[76]

Halte

Halte Trans Jogja menghadapi berbagai permasalahan, di antaranya adalah vandalisme,[71][77] kurangnya kebersihan akibat layanan pengelolaan sampah yang belum optimal, sulitnya menemukan lokasi halte tertentu, serta adanya halte yang tidak memiliki atap maupun fasilitas tempat duduk untuk menunggu. Selain itu, banyak halte yang mengalami kerusakan, sehingga mengurangi kenyamanan dan keamanan bagi pengguna. Kerusakan ini mencakup berbagai aspek, seperti lampu yang tidak berfungsi, struktur halte yang rapuh, baut halte lepas, talang air tersumbat dedaunan yang dapat menghasilkan korsleting, serta kurangnya perawatan yang menyebabkan halte menjadi kurang layak digunakan.[71][78]

Beberapa halte juga mendapat keluhan dari pengguna karena kapasitasnya yang terbatas dan sering kali terlalu padat, salah satunya adalah Halte Ngabean. Kepadatan ini dapat mengurangi kenyamanan serta efisiensi layanan bagi penumpang, terutama pada jam sibuk. Meskipun halte ini telah dibagi menjadi tiga bagian, kapasitasnya masih belum mencukupi untuk menampung calon penumpang.[78]

Insiden

Pada 15 Juni 2016, sebuah bus Trans Jogja dengan nomor polisi AB 7732 AK terlibat kecelakaan dengan sepeda motor di Jalan Laksda Adisucipto Km 6, Depok, Sleman.[10]

Pada 14 Maret 2018, seorang pengendara sepeda motor bertabrakan dengan bus Trans Jogja di Jalan Raya Kledokan, Caturtunggal, Depok, Sleman. Akibat insiden tersebut, pengendara mengalami luka serius di bagian kepala.[10]

Pada 6 Mei 2019, seorang pengendara sepeda motor tewas setelah menabrak bus Trans Jogja dengan kecepatan tinggi di Jalan Ki Penjawi, Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta.[10]

Pada 27 November 2019, seorang pengendara sepeda motor berinisial AP (18) tewas setelah ditabrak bus Trans Jogja di Jalan Padjajaran (Ring Road Utara). Dalam insiden tersebut, bus Trans Jogja diketahui menerobos lampu lalu lintas sebelum menabrak sepeda motor yang dikendarai oleh AP, seorang pelajar asal Wonogiri, Jawa Tengah.[10]

Statistik

Seiring dengan beroperasinya Trans Jogja tahun 2008, jumlah penumpang naik per tahunnya dengan puncak tertinggi pada tahun 2024. Pada April 2020, Trans Jogja memiliki jumlah penumpang harian sebesar 1.402, turun dari jumlah normal sebesar 14.000-16.000 karena adanya pandemi COVID-19.

Jumlah Penumpang Trans Jogja per tahun (2012-2019) [1]
Tahun 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019
Jumlah Penumpang Total 5.823.452 5.978.726 6.506.290 6.468.678 6.409.205 5.317.484 5.880.610 5.282.737
Harian 15.911 16.380 17.825 17.722 17.511 14.568 16.111 14.473
Jumlah Penumpang Trans Jogja per tahun (2020-2025) [1]
Tahun 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Jumlah Penumpang Total 2.776.667 1.508.450 3.045.957 5.465.574 9.958.595 10.723.117
Harian 7.587 4.132 8.345 13.825 27.209 29.378
Jumlah Penumpang Teman Bus per tahun 2021 [1]
Tahun 2021
Jumlah Penumpang Total 590.295
Harian 1.617

Galeri

Lihat pula

Catatan

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 Daerah Istimewa Yogyakarta, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (-). "Jumlah Penumpang Perkotaan Terangkut". BAPPERIDA PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. Diakses tanggal 23 Maret 2025.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  2. ↑ "Pemprov Tetap Akan Tambah 13 Trayek Bus Trans Jogja". Harian Jogja. 14 November 2013. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-08-10. Diakses tanggal 10 Agustus 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Unit Transportasi (TransJogja)". PT AMI.
  4. ↑ "Yogyakarta Gelar Ujicoba Bus Trans Jogja". Kompas.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-03-04.
  5. 1 2 3 4 5 Transport forYogyakarta, Yogyakarta (18 Februari 2023). "Selamat ulang tahun ke 15". Twitter. Diakses tanggal 23 Mei 2025.
  6. ↑ Susanto, Slamet. "Yogyakarta hails new Trans Jogja busway - Tue, February 26, 2008". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-05-25.
  7. ↑ "Penambahan Bus Trans-Jogja Harus Dikaji Cermat". Kompas.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-03-04.
  8. ↑ "20 Bus Baru Trans-Jogja Terkendala - Kompas.com". Kompas.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-03-04.
  9. ↑ Jun. "Trans Jogja Rugi Rp 400 Juta". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2018-03-04.
  10. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Irwan Syambudi (1 Deember 2019). "11 Tahun Trans Jogja: Pernah Rugikan Negara hingga Tabrak 4 Pemotor". Tirto.id. Diakses tanggal 21 Juli 2025.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  11. ↑ -, - (18 November 2013). "https://jogja.antaranews.com/berita/317369/mantan-dirut-ptjtt-didakwa-korupsi-miliaran-rupiah". AntaraNews Jogja. Diakses tanggal 25 Mei 2025.{{cite news}}: |last= memiliki nama numerik; Tautan eksternal dalam |title=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ "KORUPSI OPERASIONAL TRANS JOGJA : Mantan Kepala Dinas Divonis 22 Bulan". Jogjapolitan - Harian Jogja. 28 Maret 2014. Diakses tanggal 23 Mei 2025.
  13. 1 2 Ariyanto, Is (22 Mei 2013). "PERESMIAN PENGGUNAAN BUS BARU TRANS JOGJA". Solopos. Yogyakarta: Bisnis Indonesia. Diakses tanggal 14 Oktober 2023.
  14. ↑ Kelana Langit Senja (11 Desember 2023). "Perjalanan Trans Jogja: Kolaborasi Koperasi dan Peran Dinas Perhubungan DIY". Salam Yogyakarta. Diakses tanggal 23 Mei 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  15. ↑ Had. "PT AMI Ingin Kelola Bersama Pihak Ketiga". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2018-03-04.
  16. ↑ "Dikelola PT AMI, Bus Trans Jogja Direkondisi". Sindonews.com. Diakses tanggal 2018-03-04.
  17. ↑ "Pemda Ingin PT JTT Diperbaiki Manajemen". krjogja.com (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2018-03-04. Diakses tanggal 2018-03-04.
  18. ↑ Fadjri, Raihul (2016-05-25). Fadjri, Raihul (ed.). "Bus Baru Trans Jogja Ada Fasilitas Penumpang Difabel". Tempo.co. Diakses tanggal 2018-03-04.
  19. ↑ Hidayah, Kurniatul. "Rp30 Miliar untuk 43 Bus Baru TransJogja". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2018-03-04.
  20. ↑ Media, Mediani Dyah Natalia - Harian Jogja Digital. "TRANS JOGJA : Ini 9 Jalur Baru, Silakan Disimak". Harianjogja.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-03-04. Diakses tanggal 2018-03-04.
  21. 1 2 "Penambahan Rute Baru Trans Jogja". 2JogJa.Com (dalam bahasa American English). 2017-04-02. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-03-04. Diakses tanggal 2018-03-04.
  22. ↑ Media, Mediani Dyah Natalia - Solopos Digital. "TRANS JOGJA : JTT Tambah 15 Armada Baru, Eks Karyawan Direkrut Kembali". SOLOPOS.com. Diakses tanggal 2018-03-04.
  23. 1 2 3 "Kemenhub Hibahkan 40 Bus untuk Trans Jogja". Republika Online. 27 Desember 2016. Diakses tanggal 24 April 2022.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  24. ↑ "Terima Hibah 40 Bus, Trans Jogja jadi 17 Jalur tahun 2017". Jogya. 28 Desember 2016. Diakses tanggal 06 Juni 2025.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  25. 1 2 3 Eric Iskandarsyah, Nidia Zuraya (1 September 2017). "Jogja Tugu Trans Launching 15 Unit Bus Trans Jogja Baru". Republika News. Diakses tanggal 23 Mei 2025.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  26. ↑ "12 Tahun Trans Jogja: Bangkitkan Memori Jogja lewat Badan Bus". Jogjapolitan - Harian Jogja. 18 Maret 2019. Diakses tanggal 23 Mei 2025.{{cite news}}: |first= tidak memiliki |last=
  27. ↑ "Bus Trans Jogja Kini Lebih Nyentrik, Siap Dipaksa Kerja Berat". Tempo.co. 5 Maret 2019. Diakses tanggal 23 Mei 2025.{{cite news}}: |first= tidak memiliki |last=
  28. ↑ Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana, Mutiara Rizka Maulina (29 Desember 2020). "3 Jalur Teman Bus atau Trans Jogja dengan Teknologi Canggih Diluncurkan Dishub DIY". Jogya. Diakses tanggal 18 Mei 2025.
  29. ↑ Galih Priatmojo (01 November 2022). "Koridor 2 Godean Teman Bus Tak Jadi Dihentikan, Dishub Alihkan ke Trans Jogja". Suara Jogja. Diakses tanggal 18 Mei 2025.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  30. ↑ Pribadi Wicaksono (3 November 2022). "Hidupkan Trayek 127 Tahun Lalu, Trans Jogja Layani Rute Malioboro-Palbapang". Tempo. Diakses tanggal 18 Mei 2025.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  31. ↑ Herlambang Jati Kusumo (26 September). "25 Unit Bus Trans Jogja Diremajakan, Yuk Naik Angkutan Umum!". IDNTimes. Diakses tanggal 15 Maret 2025.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  32. 1 2 Dinas Perhubungan, DIY (4 Februari 2025). "Perubahan Rute Trans Jogja Revisi". Instagram. Diakses tanggal 2025-02-16.
  33. ↑ Transport for Yogyakarta (01 Mei 2026). "Stadion TGP dan Pasar Godean dilayani Trans Jogja⁉️⁉️". Instagram. Diakses tanggal 01 Mei 2026.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date= and |date=
  34. ↑ "Kabar Gembira, TransJogja Gratiskan Transit di Seluruh Halte/TPB". JogjaStats via Instagram.com. Diakses tanggal 17 Agustus 2026.
  35. ↑ Trans Jogja (23 Januari 2025). "[KOMPETISI TRANSJOGJA 2025]". Instagram. Diakses tanggal 14 April 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  36. ↑ Trans Jogja (27 Februari 2025). "[PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA TRANS JOGJA 2025]". Instagram. Diakses tanggal 14 April 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  37. 1 2 3 Hanif Suryo, 22 November 2024. "DIY Memulai Uji Coba Bus Listrik, Dorong Transformasi Transportasi Ramah Lingkungan". Tribun News Jogja. Diakses tanggal 28 April 2025.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  38. ↑ Wisang Seto Pangaribowo, Sari Hardiyanto (20 Januari 2025). "Uji Coba Bus Listrik Trans Jogja 2025, Rute, dan Kapasitasnya..." Kompas Yogyakarta. Diakses tanggal 31 Mei 2025.
  39. ↑ Selma Aulia, Aditya Maulana (01 Mei 2025). "Mulai 1 Mei 2025, Rute dan Jadwal Bus Listrik Trans Jogja Berubah". Otomatif Kompas. Diakses tanggal 01 Mei 2025.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date= and |date=
  40. ↑ "Per 1 Mei 2025, Bus Listrik Yogyakarta Fokus Layani Wisatawan". Medcom Otomatif. 24 April 2025. Diakses tanggal 24 Mei 2025.{{cite news}}: |first= tidak memiliki |last=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  41. 1 2 Selma Aulia, Anzwar Ferdian (27 April 2025). "Perubahan Rute dan Jadwal, Ini Info Terbaru Bus Listrik Trans Jogja". Kompas Otomatif. Diakses tanggal 24 Mei 2025.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  42. ↑ (1) Transport for Yogyakarta (@TfYogyakarta) / X
  43. 1 2 Serly Putri Jumbadi (05 Februari 2026). "Ramai Trans Jogja Jalur 14 Dikeluhkan, Dishub DIY Buka Suara". Detik. Diakses tanggal 08 Februari 2026.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date= and |date=
  44. ↑ "PERMOHONAN MAAF". Dinas Perhubungan DIY via Instagram. 06 Februari 2026. Diakses tanggal 08 Februari 2026.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date= and |date=
  45. ↑ "Si BULAN akan HADIR di JALUR 14". Dinas Perhubungan Sleman via Instagram. 06 Februari 2026. Diakses tanggal 08 Februari 2026.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date= and |date=
  46. ↑ "TRANS JOGJA X SI BULAN DI JALUR 14". Dinas Perhubungan DIY via akun resmi Instagram. 01 Maret 2026. Diakses tanggal 20 Marett 2026.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date= and |date=
  47. ↑ Hanif Suryo (02 Maret 2026). "Si Bulan Perkuat Trans Jogja di Jalur 14, Waktu Tunggu Kini Hanya 30 Menit". TribunNews. Diakses tanggal 13 April 2026.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  48. ↑ Andreas Yuda Pramono (12 April 2026). "Bus Sekolah Sleman Timur Laris, Hampir 1.000 Penumpang". Jogjapolitan. Diakses tanggal 13 April 2026.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  49. ↑ "Trans Jogja | DISHUB DI Yogyakarta". dishub.jogjaprov.go.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-03-04.
  50. ↑ Mufit Apriliani (05 Agustus 2025). "Naik TransJogja Kini Bisa Bayar Pakai QRIS Tap Rp 2.700, Ini Caranya". Kompas Travel. Diakses tanggal 05 Agustus 2025.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date= and |date=
  51. 1 2 Wulan Yulianita; Rini Rustriani Lesti Handayani (20 September 2025). "Sekda DIY Resmikan Integrasi Kartu Siswa Trans Jogja". Radio Republik Indonesia (RRI). Diakses tanggal 05 Oktober 2025.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  52. ↑ "UJI COBA BUS LISTRIK BERAKHIR". Dinas Perhubungan DIY via akun resmi Instagram. 18 Desember 2025. Diakses tanggal 19 Marert 2026.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  53. ↑ Aulia, Ferdian, Selma, Azwar (2025-02-02). "Tarif Trans Jogja Mengalami Perubahan Mulai 1 Februari 2025". Kompas. Diakses tanggal 2025-02-09.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  54. ↑ Saraswati, Bernadette Dian (06 Juni 2023). "Tiket Khusus Pelajar Hanya Rp60, Ini Rute Bus Trans Jogja". Harian Jogja. Yogyakarta: Bisnis Indonesia. Diakses tanggal 14 Oktober 2023.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  55. ↑ "Trans Jogja Official Instagram". Instagram. 9 Agustus 2023. Diakses tanggal 14 Oktober 2023.
  56. ↑ Yongky Gigih Prasisko (24 Desember 2025). "Lebih Praktis, Ini Cara Pakai Jogja Travel Pass untuk Jelajah Yogyakarta, Bisa Dapat Diskon Tiket Wisata dan Oleh-oleh". Portal Yogya. Diakses tanggal 12 Februari 2026.
  57. ↑ "Menikmati Kemudahan Naik TJ Tanpa Ribet dengan Jogja Travel Pass". Akun resmi Trans Jogja via Instagram. 26 Desember 2025. Diakses tanggal 12 Februari 2026.
  58. 1 2 Sunartono (29 September 2023). "Trans Jogja Bakal Hadir dengan 25 Bus Baru, Per 1 Oktober". Harian Jogja. Yogyakarta: Bisnis Indonesia. Diakses tanggal 14 Oktober 2023.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  59. 1 2 Wicaksono, Pribadi (5 Maret 2019). "Bus Trans Jogja Kini Lebih Nyentrik, Siap Dipaksa Kerja Berat". Tempo.co. Diakses tanggal 24 April 2022.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  60. ↑ Sudjatmiko, Toni (4 Oktober 2020). "44 Armada Trans Joja Siap Layani Rute Godean-Ngaglik-Ngemplak". Kedaulatan Rakyat. Yogyakarta. Diakses tanggal 24 April 2022.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  61. ↑ Arifin, Choirul (25 Mei 2016). "25 Unit Armada Baru Bus Trans Jogja Siap Diluncurkan Jumat". Tribun Jogja. Yogyakarta: KG Media. Diakses tanggal 24 April 2022.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  62. ↑ Atmasari, Nina (7 Februari 2014). "Bus Tambahan Trans Jogja akan Dioperasikan Mulai Maret". Solopos. Yogyakarta: Bisnis Indonesia. Diakses tanggal 14 Oktober 2023.
  63. ↑ Fatoni, Muhammad (28 April 2016). "25 Bus Baru Trans Jogja Siap Dioperasikan Awal Mei Mendatang". Tribun Jogja. Yogyakarta: KG Media. Diakses tanggal 14 Oktober 2023.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  64. ↑ Murdaningsih, Dwi (14 September 2015). "20 Bus Trans Jogja Milik Pemkot Akan Dilelang". Republika. Yogyakarta: MahakaX. Diakses tanggal 14 Oktober 2023.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  65. 1 2 "Kapan Jalur Trans Jogja Imogiri Dibuka? Ini Jawaban Dinas". Joglo News. 17 Oktober 2025. Diakses tanggal 01 Juni 2025.{{cite news}}: |first= tidak memiliki |last=; Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  66. 1 2 3 4 "Rute Trans Jogja Malioboro-Imogiri Tunggu Hasil Kajian Dishub DIY". Jogjapolitan. 23 April 2025. Diakses tanggal 01 Juni 2025.{{cite news}}: |first= tidak memiliki |last=; Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  67. ↑ Neti Istimewa Rukmana, Yoseph Hary W (23 April 2025). "Pemkab Bantul Ajukan Penambahan Rute Perjalanan Bus Trans Jogja Jalur Imogiri - Malioboro". Jogja Tribun News. Diakses tanggal 01 Juni 2025.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  68. ↑ David Kurniawan (10 Juni 2025). "Trans Jogja Direncanakan Mengaspal Sampai ke Gunungkidul". Jogjapolitan. Diakses tanggal 10 Juni 2025.
  69. 1 2 3 -, - (13 Juni 2025). "Usulan Pembukaan Rute Trans Jogja Jogja–Wonosari Disambut Positif, Amir Syarifudin Soroti Jalur Alternatif dan Infrastruktur Pendukung". DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta "e-Parlemen". Diakses tanggal 17 Juni 2025.{{cite news}}: |last= memiliki nama numerik
  70. 1 2 3 Muhammad Ilham Baktora (15 Juni 2025). "Disepakati DPRD DIY, Trans Jogja Buka Rute Yogyakarta-Wonosari: Kapan Mulainya?". Suara Jogja. Diakses tanggal 30 Juni 2025.
  71. 1 2 3 4 5 Resmi Damayanti, Widi RH Pradana (28 Juli 2025). "Anggaran Pemeliharaan Halte Trans Jogja Rp100 Juta, Kebutuhan Bisa Rp500 Juta". Pandangan Jogja di Kumparan. Diakses tanggal 30 Juli 2025.
  72. ↑ Khairul Ma'arif, Abdul Hamied Razak (17 Juni 2025). "Jalur Trans Jogja Sampai Terminal Wates Kulonprogo Sulit Terealisasi, Ini Kendalanya". Jogjapolitan. Diakses tanggal 01 Juli 2025.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  73. ↑ Transport for Yogyakarta (23 Mei 2025). "-". Twitter. Diakses tanggal 20 Juni 2025.
  74. 1 2 Kusno S Utomo, Adib Lazwar Irkhami (21 Agustus 2025). "Tiga Kali Disapa Sekprov saat Rapat TAPD, Ni Made Getol Pertahankan Subsidi Trans Jogja". Radar Jogja. Diakses tanggal 21 Agustus 2025.
  75. 1 2 3 Ariq Fajar Hidayat (24 Agustus 2025). "Subsidi Trans Jogja 2026 Dipangkas Rp6,8 Miliar, Begini Nasib Wacana Trayek Gunungkidul". Jogjapolitan Harian Jogja. Diakses tanggal 24 Agustus 2025.
  76. 1 2 Yogyakarta, Transport for (10 Januari 2025). "10 hari sejak Teman Bus Jogja berhenti beroperasi kami mencoba mengumpulkan berbagai kritik dan saran dari para penumpang". Twitter. Diakses tanggal 02 April 2025.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  77. ↑ Andreas Yuda Pramono (30 Juni 2025). "Belasan Halte Bus di Sleman Dicoret-coret Pelaku Vandalisme". Jogjapolitan. Diakses tanggal 30 Juni 2025.
  78. 1 2 Yogyakarta, Transport for (10 Januari 2025). "10 hari sejak Teman Bus Jogja berhenti beroperasi kami mencoba mengumpulkan berbagai kritik dan saran dari para penumpang". Twitter. Diakses tanggal 02 April 2025.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Trans Jogja.
Layanan Angkutan Massal Berbasis Jalan di Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia
   
40px-TransJogja_Line_1A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
40px-TransJogja_Line_1B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
40px-TransJogja_Line_2A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
40px-TransJogja_Line_2B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
40px-TransJogja_Line_3A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
40px-TransJogja_Line_3B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
40px-TransJogja_Line_4A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
40px-TransJogja_Line_4B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
40px-TransJogja_Line_5A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
40px-TransJogja_Line_5B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
40px-TransJogja_Line_6_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
40px-TransJogja_Line_8_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
40px-TransJogja_Line_9_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
40px-TransJogja_Line_10_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
40px-TransJogja_Line_11_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
40px-TransJogja_Line_12_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
40px-TransJogja_Line_13_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
40px-TransJogja_Line_14_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
40px-TransJogja_Line_15_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
40px-TransJogja_Line_EV_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Logo_Trans_Jogja_2025.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jalur nonaktif
 1C 
 6A 
 6B 
 EV1 
 EV2 
 EV3 
* Jalur yang dicetak miring merupakan Jalur yang dioperasikan menggunakan bus listrik.
Gubernur: Hamengkubawana X  · Wakil Gubernur: Paku Alam X
Arsitektur bersejarah
120px-Coat_of_arms_of_Yogyakarta.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Candi
Monumen dan museum
Transportasi
Objek wisata alam
Tempat ibadah
Wisata belanja, hiburan,
hotel, dan kuliner
Pendidikan
Olahraga
Militer dan kepolisian
Kebudayaan
Makanan dan minuman
tradisional khas Yogyakarta
Festival dan pesta rakyat
Media
Topik lainnya
Lihat pula: Kategori
Proyek  · Portal
Layanan lainnya / serupa
120px-Transjakarta_PKT_106_at_Gambir.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 120px-Trans_Semarang_buses.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Layanan Angkutan Massal Berbasis Jalan di Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia
   
40px-TransJogja_Line_1A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
40px-TransJogja_Line_1B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
40px-TransJogja_Line_2A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
40px-TransJogja_Line_2B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
40px-TransJogja_Line_3A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
40px-TransJogja_Line_3B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
40px-TransJogja_Line_4A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
40px-TransJogja_Line_4B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
40px-TransJogja_Line_5A_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
40px-TransJogja_Line_5B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
40px-TransJogja_Line_6_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
40px-TransJogja_Line_8_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
40px-TransJogja_Line_9_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
40px-TransJogja_Line_10_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
40px-TransJogja_Line_11_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
40px-TransJogja_Line_12_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
40px-TransJogja_Line_13_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
40px-TransJogja_Line_14_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
40px-TransJogja_Line_15_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
40px-TransJogja_Line_EV_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Logo_Trans_Jogja_2025.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jalur nonaktif
 1C 
 6A 
 6B 
 EV1 
 EV2 
 EV3 
* Jalur yang dicetak miring merupakan Jalur yang dioperasikan menggunakan bus listrik.
Layanan lainnya / serupa
Layanan lainnya / serupa
Layanan lainnya / serupa
* Layanan bus perkotaan yang tidak diklasifikasikan sebagai BRT

Layanan yang dicetak tebal merupakan layanan berbasis Buy The Service (BTS)

Layanan yang dicetak tebal dan miring merupakan layanan BTS yang terintegrasi dengan Teman Bus
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan