Rabu, 21 Oktober 2026
20:33 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Watu Ngelak

Watu Ngelak

Situs bersejarah

Bagikan:
250px-Watu_Ngelak.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Watu Ngelak

Watu Ngelak adalah sebuah situs bersejarah berupa sebuah batu besar yang membentang di pinggir Kali Opak. Situs ini berada di Dusun Puton, Desa Trimulyo, Jetis, Bantul. Menurut penduduk setempat, Watu Ngelak adalah tempat Sultan Agung Hanyakrakusumo bersemedi.

Watu Ngelak di Dusun Puton memiliki nilai sejarah yang telah dipercaya masyarakat secara turun temurun. Sejarah nama Watu Ngelak berawal ketika Sultan Agung Hanyakrakusumo berkelana dari Kraton Pleret. Ia menyusuri Sungai Opak menuju Laut Kidul untuk bersemedi. Di tengah perjalan, Sultan Agung berhenti di bebatuan (Bukit Batu) dan meraba-raba (istilah Jawa= gremeng-gremeng) sehingga lokasi tersebut kini dinamakan Gremeng (Dusun Sindhet). Ketika Sultan Agung merasa haus, seorang anak yang sedang mencari ikan memberinya minum air kelapa, sehingga Sultan Agung menamai bukit batu itu Watu Ngelak (lit. "Batu Haus"). Dusun di sekitar bukit batu diberi nama Puton (dari bahasa Jawa putu) yang berarti cucu, karena anak kecil yang memberinya minum adalah cucu seorang janda di desa Dadapan, sebuah wilayah di selatan dusun Puton.[1] Potensi wisata situs ini telah mendapat perhatian Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bantul.[2]

Sejarah

Pada abad ke-17, Sultan Agung Hanyakrakusuma memimpin Kerajaan Mataram. Pada masa kepemimpinannya, tanah Jawa masih belum ditanami palawija dan sebagian besar masih berupa hutan belantara. Mata pencaharian masyarakat didapat dari perdagangan dengan bangsa Barat dan hasil alam. Sultan Agung cemas akan keberlangsungan hidup masyarakat serta ancaman dari luar Pulau Jawa. Sultan Agung merenungkan cara untuk lepas dari ancaman tersebut, dan ia ingin melihat pemandangan senja lebih dekat. Sultan Agung memutuskan pergi ke Pantai Selatan dan bersemedi agar mendapatkan wangsit bagaimana cara melepaskan tanah Jawa dari kekangan penjajah. Dalam perjalanannya menuju Pantai Selatan, Sultan Agung banyak menyinggahi desa-desa yang ia lewati dan memberi nama pada setiap desa-desa yang ia singgahi sebagai kenangan atas perjalanannya tersebut. Salah satu desa yang menarik perhatian Sultan Agung adalah sebuah desa yang menampakkan cahaya indah saat malam tiba, yaitu Puton.

Cahaya yang dilihat Sultan Agung berasal dari batu kristal yang terpantul oleh sinar bulan. Sultan Agung memutuskan untuk bermalam di tempat tersebut dan menunggu hingga terbitnya matahari. Ketika terbangun, seorang anak kecil yang membawakannya air kelapa seolah-olah tahu Sultan Agung sedang haus. Namun, Sultan Agung masih haus dan memutuskan untuk meminum air sungai di sebelah bebatuan tempatnya bermalam. Sejak itu, Sultan Agung senang pada tempat tersebut. Peristiwa itulah yang kemudian membuat tempat tersebut diberi nama Watu Ngelak yang bermakna batu yang disinggahi Sultan Agung saat ia sedang haus. Sedangkan pemukiman yang terletak di sekitar bebatuan tempatnya bermalam diberi nama Puton, yang berarti 'cucu' merujuk kepada anak kecil yang sudah memberikannya air kelapa.

Referensi

Pranala luar

Gubernur: Hamengkubawana X  · Wakil Gubernur: Paku Alam X
Arsitektur bersejarah
120px-Coat_of_arms_of_Yogyakarta.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Candi
Monumen dan museum
Transportasi
Objek wisata alam
Tempat ibadah
Wisata belanja, hiburan,
hotel, dan kuliner
Pendidikan
Olahraga
Militer dan kepolisian
Kebudayaan
Makanan dan minuman
tradisional khas Yogyakarta
Festival dan pesta rakyat
Media
Topik lainnya
Lihat pula: Kategori
Proyek  · Portal
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan