Selasa, 29 September 2026
03:05 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto

Grontol

Tentang Grontol

Grontol
250px-Grontol_hariadhi.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Grontol
Tempat asalIndonesia
DaerahJawa
Bahan utamajagung
250px-Grontol.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Grontol (Hanacaraka: ꦒꦿꦺꦴꦤ꧀ꦠꦺꦴꦭ꧀), disebut pula sebagai gorondol, blendhung, bledhus, atau blendhuk, adalah makanan tradisional yang berasal dari jagung yang telah direndam dalam air kapur sirih (bahasa Jawa: enjet).[1] Jagung-jagung itu kemudian ditiriskan dan direbus mengunakan dandang subluk lalu dihidangkan dengan diberi taburan parutan kelapa.[1]

Di daerah pedesaan Jawa, grontol sendiri sering dijadikan sarapan untuk orang-orang yang bekerja di sawah atau ladang dengan dibungkus atau dipincuk menggunakan daun kelapa atau daun jati. Bahkan, sebagian besar wilayah Jawa tengah yang mengenal makanan tradisional yang unik ini pernah menjadikannya pengganti makanan pokok nasi.

Nilai Gizi Grontol

Sebagai kudapan tradisional dari Jawa Tengah, grontol jagung menawarkan lebih dari sekadar rasa lezat; ia juga mengandung nutrisi penting yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Kandungan kalorinya cukup memadai, yakni 275 kkal per mangkuk atau 137 kkal untuk satu porsi. Selain itu, grontol jagung berkhasiat sebagai solusi alami untuk sembelit, mendukung kesehatan kardiovaskular, dan berperan dalam menurunkan potensi risiko diabetes.[2]

Referensi

  1. 1 2 "Grontol Jagung Jajanan Kaya Sejarah, Ini Cara Buatnya". Liputan6. 19 Februari 2023. Diakses tanggal 20 Mei 2025.
  2. ↑ Risqi, Arie &. "Nilai kandungan gizi Jagung gerontol". nilaigizi.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-28.

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan