Tampak depan gedung museum. | |
![]() | |
| Didirikan | 20 September 1969 |
|---|---|
| Lokasi | Jalan Sultan Agung No. 22 Kelurahan Wirogunan, Kemantrèn Mergangsan Kota Yogyakarta 55151 [1] |
| Koordinat | 7°48′07″S 110°22′28″E / 7.80186°S 110.37438°E / -7.80186; 110.37438 |
| Jenis | Museum Sejarah Alam |
| Direktur | Donan Satria Yudha |
| Pemilik | Universitas Gadjah Mada |
| Akses transportasi umum | |
| Situs web | museum.biologi.ugm.ac.id |
Museum Biologi UGM (bahasa Jawa:ꦩꦸꦱꦶꦪꦸꦩ꧀ꦧꦶꦪꦺꦴꦭꦺꦴꦒꦶꦈꦤꦶꦮ꦳ꦼꦂꦱꦶꦠꦱ꧀ꦒꦢ꧀ꦗꦃꦩꦢ, translit. Musiyum Biologi Universitas Gadjah Mada) adalah museum khusus atau museum khusus pendidikan dengan fokus pendidikan hayati, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang terletak di kompleks Universitas Gadjah Mada, Kelurahan Wirogunan, Kemantrèn Mergangsan, Kota Yogyakarta. Museum Biologi UGM adalah aset dari UGM dan dikelola oleh Fakultas Biologi UGM.[2]
Sejarah

Pendirian Museum Biologi Universitas Gadjah Mada merupakan gagasan dari Indrayana dan Moeso Soeryowinoto.[3] Keduanya merupakan dosen di Fakultas Biologi, UGM.[4] Museum Biologi didirikan sebagai hasil penggabungan dari Museum Zoologicum yang dikelola oleh Indrayana dan Museum Herbarium yang dikelola oleh Moeso Soeryowinoto.[5] Sejak 1956, kedua museum ini bersama-sama berada di bawah Fakultas Biologi, UGM, Yogyakarta yang kala itu masih bertempat di Ndalem Mangkubumen, Ngasem. Kondang dengan sebutan Fakultas “Kompleks Ngasem”.[6]
Pada 20 September 1969, Museum Biologi UGM diresmikan atas prakarsa dari Suryo Adisewoyo selaku Dekan Fakultas Biologi UGM saat itu.[7] Peresmian diadakan bertepatan dengan Dies Natalis Fakultas Biologi UGM.[6]
Museum Biologi UGM terletak di Jalan Sultan Agung No. 22, Kota Yogyakarta.[8] Lokasinya termasuk dalam wilayah Kecamatan Mergangsan. Peresmian dilakukan oleh Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Soeroso H. Prawirohardjo, M.A. (Alm.).[6]
Museum Biologi UGM mulai dibuka untuk umum sejak 1 Januari 1970.[6] Kemudian pada 1972 bergabung dengan Barahmus DIY. Pada 1969 – 2001, pengelolaan Museum Biologi ini berada di bawah tanggungjawab Drs. Anthon Sukahar sebagai ketua tim pelaksana sekaligus Kepala / Direktur Museum yang pertama.[9] Kepala Museum selanjutnya adalah Tenaga Pendidik (Dosen) Fakultas Biologi UGM yang ditunjuk oleh Dekan Fakultas Biologi UGM melalui Surat Keputusan Dekan.[10]
Kepengurusan
Penanggung jawab untuk Museum Biologi Universitas Gadjah Mada ialah Dekan Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada.[11]
- Pengarah Museum: Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset dan SDM
- Kepala Museum:
- 1969 - 2001: Drs. Anton Sukahar (Laboratorium Sistematika Hewan)
- 2001 - 2002: Prof. Dr. Mammed Sagi (Laboratorium Struktur dan Perkembangan Hewan)
- 2003 - 2004: Dr. RC. Hidayat Soesilohadi, MS. (Laboratorium Entomologi)
- 2005 - 2007: Prof. Dr. L. Hartanto Nugroho, M.Agr. (Laboratorium Struktur dan Perkembangan Tumbuhan)
- 2008 - 2009: Drs. Trijoko, M.Si. (Laboratorium Sistematika Hewan)
- 2010 - 2011: Ludmilla Fitri Untari, S.Si., M.Si. (Laboratorium Sistematika Tumbuhan)
- 2012 - 2013: Donan Satria Yudha, S.Si., M.Sc. (Laboratorium Sistematika Hewan)
- 2014 - 2015: Dr. Ratna Susandarini, M.Sc. (Laboratorium Sistematika Tumbuhan)
- 2015 - 2016: Drs. Trijoko, M.Si. (Laboratorium Sistematika Hewan)
- 2016 - sekarang: Donan Satria Yudha, S.Si., M.Sc. (Laboratorium Sistematika Hewan)
Koleksi Museum
Koleksi museum dipamerkan dalam delapan ruang yang terbagi menjadi beberapa kelompok yaitu:
Koleksi binatang
- Binatang tak bertulang belakang (Avertebrata): Kepiting, Udang dan Lobster (kelas Malacostraca), Kerang (kelas Bivalvia), Siput (kelas Gastropoda) berupa awetan kering cangkang dan awetan basah.
- Binatang bertulang belakang (Vertebrata): Ikan, Amfibi (kelas Amphibia), Burung (kelas Aves), Reptil (kelas Reptilia) dan Mamal (kelas Mammalia) berupa taksidermi, awetan basah dan rangka.
- Koleksi ikan Museum Biologi UGM
- Spesimen kelelawar yang diawetkan
Koleksi Tumbuhan
- Tumbuhan tingkatan hidup rendah (Cryptogamae) yang diawet kan secara kering
- Tumbuhan tingkatan hidup tinggi (Phenaerogamae/Spermatophyta) yang diawetkan secara kering dan basah
- Biji-Bijian dan simplisia
Koleksi di Museum Biologi berjumlah kurang lebih 3.752 spesimen.[12]
- Spesimen tumbuhan di Museum Biologi UGM
Koleksi Unggulan Museum Biologi UGM
Pada tahun 2014 Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta menerbitkan buku berisi koleksi unggulan museum di Daerah Istimewa Yogyakarta, di antaranya adalah koleksi unggulan yang dimiliki oleh Museum Biologi UGM. Koleksi unggulan Museum Biologi UGM adalah sebagai berikut:[13]
- Mimi-mintuna, adalah jenis hewan beruas (antropoda) yang menghuni perairan paya-paya dan kawasan hutan bakau.
- Awetan kucing emas, Cotapuma temminckii merupakan hewan seperti harimau namun dengan tubuh yang lebih kecil dan memiliki bulu yang indah.
- Kerangka badak jawa, badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) merupakan salah satu hewan langka di dunia dengan jumlah tidak mencapai lima puluh ekor di Taman Nasional Ujung Kulon.
Pelayanan
Museum Biologi dibuka setiap hari Senin - Kamis dari pukul 07.30- 16.00 WIB. Untuk hari Jumat, museum dibuka dari pukul 07.30-15.00 WIB, dan tutuo di hari Sabtu dan Minggu. Namun, untuk kunjungan hari Sabtu dan atau Minggu dapat mengajukan permohonan kunjungan melalui telepon/faks ke pihak pengelola.[14]
Tiket
Harga tiket masuk museum untuk pelajar dan mahasiswa Indonesia adalah sebesar Rp. 5.000, sedangkan pengunjung umum Indonesia: Rp. 7.000. Untuk pelajar dan pengunjung umum luar negeri sebesar Rp. 15.000.[9]
Referensi
- ↑ "DAFTAR MUSEUM KEBUDAYAAN PER KEC. Mergangsan". Pusdatin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Diakses tanggal 31 Mei 2025.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|access-date=; no-break space karakter dalam|access-date=pada posisi 7 - ↑ "Museum Biologi – Fakultas Biologi". Diakses tanggal 2026-05-14.
- ↑ Rusmiyati, dkk. (2018). Katalog Museum Indonesia Jilid II (PDF). Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman. hlm. 12. ISBN 978-979-8250-67-5.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) - ↑ restuwk. "Sejarah Singkat Berdirinya Museum Biologi – Museum Biologi". Diakses tanggal 2026-06-02.
- ↑ Wijayanti, Ani (Desember 2019). Strategi Pengembangan Pariwisata Edukasi di Kota Yogyakarta. Sleman: Penerbit Deepublish. hlm. 17. ISBN 978-623-02-0569-9.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) - 1 2 3 4 "Museum Biologi UGM". www.iheritage.id. Diakses tanggal 2026-05-14.
- ↑ Darta, H. M., dan Vury, R. N. (2008). Widyaswari (ed.). Pelesir - Seri Tempat Bersejarah. Jakarta: Penerbit PT Elex Media Komputindo. hlm. 58. ISBN 978-602-04-3208-3.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link) - ↑ Pusat Studi Jepang, Universitas Gadjah Mada (1995). Yogyakarta, Indonesia: Panduan Industri, Jasa, Pariwisata, dan Perdagangan 1995. Pusat Studi Jepang, Universitas Gadjah Mada. hlm. 19.
{{cite book}}: Parameter tidak dikenal|lay-url=diabaikanPemeliharaan CS1: Status URL (link) - 1 2 "MUSEUM BIOLOGI YOGYAKARTA". budaya.jogjaprov.go.id. Diakses tanggal 2026-05-14.
- ↑ Hidayatullah, Syarif (2019). "PERANCANGAN ULANG CORPORATE IDENTITY MUSEUM BIOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA" (PDF). Tugas Akhir Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
- ↑ Wijayanti, A., dkk. (September 2017). "Upaya Mewujudkan Peran Edukasi melalui Budaya Berfikir di Museum Biologi Yogyakarta" (PDF). Jurnal Khasanah Ilmu. 8 (2): 84. ISSN 2087-0086.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Menjelajah Flora dan Fauna bersama Museum Biologi UGM". budaya.jogjaprov.go.id. Diakses tanggal 2026-05-15.
- ↑ Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta. (2014). Koleksi Unggulan Museum Yogyakarta. Yogyakarta, Indonesia: Penulis
- ↑ "Museum Biologi UGM". Museum | WKM (Wajib Kunjung Museum). Diakses tanggal 2026-05-14.
Bibliografi
- biologi.museumjogja.org
- Museum Biologi UGM,. Buku Petunjuk Museum Universitas Gajah Mada, Fakultas Biologi, Museum Biologi. Museum Biologi.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
