Senin, 19 Oktober 2026
03:18 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Wedang uwuh

Wedang uwuh

variasi minuman khas Indonesia

Bagikan:
Infotaula de menjarWedang uwuh
250px-Wedang_Uwuh_Jawa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wedang uwuh, minuman tradisional sekaligus obat herbal.
Asal
WilayahPulau Jawa
Negara asalIndonesia
Rincian
Jenisminuman Suntingan nilai di Wikidata
Suhu penyajianhangat
Bahan utamajahe, kencur, daun kayu manis, daun pala, daun sereh, kapulaga, cengkeh, kayu secang, dan gula batu
250px-Wedang_uwuh_241125-075418_tdp.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wedang uwuh berisi jahe, kencur, daun kayu manis, daun pala, daun sereh, kapulaga, cengkeh, kayu secang dan lain-lain.

Wedang uwuh (Hanacaraka: ꦮꦺꦢꦁꦲꦸꦮꦸꦃ) adalah minuman dengan bahan-bahan yang berupa dedaunan mirip dengan rempah. Dalam bahasa Jawa, Wedang berarti minuman yang diseduh, sedangkan uwuh berarti sampah.[1]

Bahan

Wedang uwuh dibuat dari rimpang jahe, daun manisjangan, daun pala, daun cengkih, cengkih, kayu secang dan gula batu.[2]

Penyajian

Wedang uwuh disajikan panas atau hangat, memiliki rasa manis dan pedas dengan warna merah cerah serta aroma yang harum. Rasa pedas karena bahan Jahe, sedangkan warna merah karena adanya Secang. Wedang uwuh ini adalah minuman khas dari Imogiri, Yogyakarta.[2]

Awalnya, wedang uwuh disajikan dalam bentuk bahan bahan utuh berupa rempah-rempah asli. Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan kebutuhan akan kepraktisan, minuman ini kini tersedia dalam bentuk instan/ seduhan dan celup. Selain sebagai minuman tradisional, Wedang uwuh juga telah diakui sebagai warisan budaya takbenda dengan nilai historis dan budaya yang signifikan.[3] Di Yogyakarta, wedang uwuh dapat ditemukan dengan mudah di berbagai tempat, termasuk pasar tradisional, rumah makan, kafe, pusat oleh-oleh, dan beberapa penginapan yang menyediakannya sebagai jamuan selamat datang bagi tamu.

250px-Resep_Wedang_Uwuh.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
rempah-rempah yang digunakan untuk membuat wedang uwuh

Manfaat

Wedang uwuh mengandung berbagai bahan alami yang bermanfaat bagi kesehatan. Jahe bersifat antiinflamasi dan dapat meredakan gangguan pencernaan, sementara kayu secang kaya akan antioksidan dan dapat membantu melancarkan aliran darah. Pala memiliki sifat antibakteri serta dapat meningkatkan energi, sedangkan kayu manis mengandung senyawa fenolik yang dapat memperkuat daya tahan tubuh. Cengkeh memberikan efek hangat, bersifat antiseptik, dan dapat membantu meredakan batuk, sementara sereh berkontribusi dalam meningkatkan imunitas dan meredakan flu.[1]

Cara minum

Waktu yang tepat minum Wedang uwuh adalah pagi dan sore hari. Minum Wedang uwuh pada malam hari atau jelang tidur akan meningkatkan kualitas tidur, kemudian pada hari berhujan bisa jadi waktu yang pas untuk minum Wedang uwuh karena bermanfaat menghangatkan tubuh.[4]

Penetapan sebagai Warisan Budaya

Pada tahun 2017 Pemerintah Indonesia telah menetapkan wedang uwuh sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia dalam domain Kemahiran dan Kerajinan Tradisional. Penetapan tersebut dilakukan melalui Surat Keputusan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia No SK: 260/M/2017, dengan kode referensi AA000268.[5]

Referensi

  1. 1 2 Raminten, Visual (2024-10-16). "Wedang Uwuh: Manfaat, Komposisi dan Cara Membuat Minuman Rempah Khas Yogyakarta". The house of Raminten. Diakses tanggal 2025-03-02.
  2. 1 2 detikJateng, Tim. "Asal-usul Wedang Uwuh, Manfaat dan Cara Membuat Minuman Khas Imogiri Ini". detikjateng. Diakses tanggal 2025-01-18.
  3. ↑ Ariani, Lilis (2020). "BUDAYA MINUM JAMU, MASYARAKAT SEHAT DI DESA KERTOSARI KECAMATAN SINGOROJO KABUPATEN KENDAL". SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG.
  4. ↑ Lyliana, Lea (2022-03-12). "Kapan Waktu Tepat Minum Wedang Uwuh?". Kompas. Diakses tanggal 2026-02-15.
  5. ↑ "Wedang Uwuh". Budaya Kita. Diakses tanggal 22 Februari 2026.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan