Minggu, 27 September 2026
06:19 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Jadah

Jadah

Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks eksisting. (Mei 2025) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
250px-Jadah.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jadah

Jadah adalah salah satu jajanan tradisional Jawa, terutama Jawa Tengah dan Jogja, yang terbuat dari ketan dan kelapa. Bahan utama jadah adalah ketan putih, kelapa parut, dan garam.[1] Sepintas lalu, dengan cara pembuatan maupun sifatnya yang halus dan lengket, jadah mirip dengan mochi dalam kuliner Jepang, walau tidak sehalus dan selengket itu.[2]

Makanan ini sering muncul dalam upacara lamaran sebagai syarat pembeda dengan pertemuan biasa. Bisa pula digunakan sebagai sajian dalam perayaan khitanan, kematian, maupun dilarung dalam acara sedekah bumi.[2]

Variasi

Berbagai variasi tercipta dari pengolahan lebih lanjut, antara lain jadah bakar atau goreng, jadah serundeng, jadah tempe, atau jadah manten yang diisi dengan daging, dibungkus telur, dan dijepit dengan tusukan bambu dan diikat dengan batang serai.[3]

Pembuatan

Ketan dicuci bersih lalu direndam semalam. Setelah semalam ditiriskan hingga atus. Tahap memasak pertama, ketan dikukus sampai setengah matang. Bila sudah lengket diangkat lalu disiram air dingin sampai merata. Taburi garam secukupnya dan kelapa parut. Aduk merata dan kukus kembali sampa matang. Setelah matang, angkat letakkan pada wadah. Kemudian bahan ini ditumbuk sampai halus.

Selain disajikan begitu saja, jadah juga bisa digoreng atau dibakar untuk menambah cita rasa.

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan