Senin, 21 September 2026
03:34 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Kotagede, Yogyakarta

Kotagede, Yogyakarta

kecamatan di Kota Yogyakarta, Yogyakarta

Kemantren in Daerah Istimewa YogyakartaTemplat:SHORTDESC:Kemantren in Daerah Istimewa Yogyakarta
Kotagede
Kutagede
Kota Gede di Kota Yogyakarta
Kota Gede
Kota Gede
Peta lokasi Kemantren Kotagede
Tampilkan peta Kota Yogyakarta
Kota Gede di DIY
Kota Gede
Kota Gede
Kota Gede (DIY)
Tampilkan peta DIY
Kota Gede di Jawa
Kota Gede
Kota Gede
Kota Gede (Jawa)
Tampilkan peta Jawa
Kota Gede di Indonesia
Kota Gede
Kota Gede
Kota Gede (Indonesia)
Tampilkan peta Indonesia
Koordinat: 7°49′04″S 110°23′43″E / 7.817864844308277°S 110.39541083540836°E / -7.817864844308277; 110.39541083540836
Negara Indonesia
ProvinsiDaerah Istimewa Yogyakarta
KotaYogyakarta
Pemerintahan
  Mantri pamong prajaRajwan Taufiq, S.I.P., M.Si.
Luas
  Total3,07 km2 (1,19 sq mi)
Populasi
 (2019)[1]
  Total34,081 jiwa
Kode Kemendagri34.71.14 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS3471050 Suntingan nilai di Wikidata
Desa/kelurahan3
Situs webkotagedekec.jogjakota.go.id
Peta interaktif
osm-intl,10,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Kotagede%2C_Yogyakarta&revid=29309673&groups=_b7fc996e1ba55995d2780106b3813839d632865f&parser=parsoid

Kotagede atau Kutagede (bahasa Jawa:ꦏꦸꦛꦒꦼꦝꦺ, translit. Kuthagêdhé) adalah sebuah kemantren di kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia.

Etimologi

Nama 'Kotagede' diambil dari nama kota lama Kotagede, yang terletak di perbatasan dengan Kabupaten Bantul di sebelah selatan.

Sejarah

250px-Peta_seri_DIY_AA_1945.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta Daerah Istimewa Yogyakarta sebelum 1952. Tampak enklave Kotagede milik Surakarta

Semula, wilayah Kotagede hanyalah bagian dari hutan Alas Mentaok yang diberikan oleh Sultan Adiwijaya, raja Pajang untuk Ki Ageng Pemanahan yang saat itu berhasil menaklukkan Arya Penangsang. Kelak wilayah tersebut menjadi ibukota sebuah kerajaan baru yang dibentuk oleh Sutawijaya, anak dari Ki Ageng Pemanahan yang menyatakan untuk lepas dari pengaruh Pajang. Sutawijaya yang kemudian menjadi penguasa dengan gelar Panembahan Senapati menamai wilayah tersebut dengan nama Kesultanan Mataram Kotagede kemudian menjadi ibu kota Mataram hingga masa kepemimpinan anaknya, Panembahan Anyakrawati.

Selanjutnya kerajaan itu terpecah menjadi Kesunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta pada tahun 1755. Terpecahnya Mataram menjadi dua membuat kawasan keraton lama Kotagede ikut terpecah. Sebelum 1952 wilayah Kotagede terbagi menjadi dua bagian. Sebagian lain milik Kasunanan Surakarta (merupakan sebuah enklave), dan sebagian lain milik Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Adapun setelah kemerdekaan, sebagian wilayah Kotagede Ngayogyakarta dilebur kedalam kota Yogyakarta dan dibentuk sebuah kemantren dengan nama yang sama. Sedangkan enklave Kotagede Surakarta dilebur kedalam wilayah Kabupaten Bantul.

Geografi

Batas wilayah

Kemantren Kotagede berbatasan dengan satu kemantren di Yogyakarta dan 1 kapanewon di Kabupaten Bantul. Kemantren memiliki batas-batas sebagai berikut.

Utara 20px-Seal_of_Bantul_Regency.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul
Timur laut 20px-Seal_of_Bantul_Regency.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul
Timur 20px-Seal_of_Bantul_Regency.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul
Tenggara 20px-Seal_of_Bantul_Regency.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul
Selatan 20px-Seal_of_Bantul_Regency.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul
Barat daya Kemantren Umbulharjo
Barat Kemantren Umbulharjo
Barat laut Kemantren Umbulharjo

Wilayah yang terbelah

Wilayah Kemantren Kotagede sebagian dulu merupakan bagian dari bekas kota Kotagede ditambah dengan daerah sekitarnya. Sedangkan bagian lain dari bekas kota Kotagede berada di wilayah Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul.

Kondisi seperti itu kadang-kadang menyulitkan untuk membangun Kotagede dalam konteks sebagai bekas kota yang masyarakatnya mempunyai kesatuan sosiologis dan antropologis. Sampai sekarang masyarakat bekas kota Kotagede dalam kegiatan sosial sehari-hari masih sangat solid dalam kesatuan itu.

Kesulitan pembangunan oleh pemerintah muncul ketika penanganan dilakukan oleh stake-holder pemerintah di tingkat kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul. Pemerintah Kota Yogyakarta hanya mampu menyentuh wilayah bekas kota Kotagede yang masuk wilayah kota Yogyakarta. Demikian juga Pemerintah Kabupaten Bantul hanya bisa meneyentuh wilayah yang masuk Kabupaten Bantul.

Soliditas masyarakat tersebut mewujudkan sebuah kesatuan wilayah yang tak terpisahkan sebagaimana dulu batas wilayah kota Kotagede ini masih eksis. Wilayah bekas kota Kotagede harus ditangani oleh dua unit pemerintah yang berbeda. Dalam konteks otonomi daerah sekarang ini, ketika kewenangan tingkat kabupaten dan kota relatif besar, makin terasakan betapa mereka harus menghadapi 2 kebijakan yang berbeda untuk satu kesatuan wilayah tersebut. Salah satu contoh masalah yang segera dapat dilihat atau dirasakan masyarakat adalah bila menyangkut penanganan kawasan heritage. Pemerintah Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul mempunyai perbedaan prioritas. Maka masyarakat Kotagede harus atau lebih sering berinteraksi dengan Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sebagai kota tua bekas ibu kota kerajaan, kota Kotagede merupakan kota warisan (heritage) yang amat berpotensi bagi kemakmuran masyarakatnya. Namun hambatan pembagian wilayah pemerintahan akan terus menjadi masalah yang tak pernah dibahas dalam tingkat kemauan politik, kecuali masyarakatnya menghendaki.

Pemerintahan

Daftar kelurahan

Terdapat 3 kelurahan di Kemantren Kotagede.[2] Masing-masing yaitu:

Pariwisata

Kompleks Makam Pasarean Mataram dan Masjid Besar Mataram

250px-Kota_Gede_Jogjakarta.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Salah satu pintu gerbang di kompleks makam raja-raja di Kotagede.

Suasana tradisional masih sangat terasa di kota ini, misalnya terlihat di kompleks Masjid Besar Mataram yang terasa masih seperti di lingkungan kraton, lengkap dengan pagar batu berelief mengelilingi masjid, pelataran yang luas dengan beberapa pohon sawo kecik, serta sebuah bedug berukuran besar.

Selain itu di Kotagede juga terdapat makam raja-raja Mataram bernama komplek Pasarean Mataram di mana terdapat antara lain makam Panembahan Senopati. Namun kemudian komplek makam raja-raja Mataram selanjutnya dipindahkan ke daerah Imogiri oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo saat masa pemerintahannya.

Kebun Raya dan Kebun Binatang Gembira Loka

Kawasan Sentra Kerajinan Perak Jalan Kemasan

250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Plaat_zilver_met_zes_medaillons_in_proces_van_vervaardiging_TMnr_5113-41.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Medali perak setengah jadi

Daerah ini dikenal dengan kerajinan peraknya yang terletak di sepanjang Jalan Kemasan hingga pertigaan eks-Bioskop Istana.

Pasar Legi

Artikel utama: Pasar Legi Kotagede

Keluar dari Komplek Makam Raja-Raja pengunjung akan disambut oleh kemeriahan Pasar Kotagede yang selalu ramai setiap hari. Namun terdapat suasana lain apabila datang ke Pasar Kotagede di kala penanggalan Jawa menunjukkan hari pasaran Legi. Pasar Kotagede akan bertambah ramai dan sesak baik oleh penjual maupun pembeli, bahkan area pasar bisa bertambah hingga depan Kantor Pos/TK ABA. Oleh karena itu, oleh sebagian besar penduduk Kotagede, pasar ini lebih dikenal dengan nama Pasar Legi. Kipo dan yangko adalah makanan khas Kotagede yang bisa diperoleh di Pasar Legi dan sekitarnya.

Benteng Cepuri

Artikel utama: Benteng Cepuri

Institusi pendidikan

Referensi

  1. "Gambaran Umum". Diakses tanggal 2021-08-02.
  2. Sulistyowati, N. A., dan Priyatmoko, H. (2019). Toponim Kota Yogyakarta (PDF). Jakarta: Direktorat Sejarah, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. hlm. 170. ISBN 978-623-7092-08-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

Gubernur: Hamengkubawana X  · Wakil Gubernur: Paku Alam X
Arsitektur bersejarah
120px-Coat_of_arms_of_Yogyakarta.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Candi
Monumen dan museum
Transportasi
Objek wisata alam
Tempat ibadah
Wisata belanja, hiburan,
hotel, dan kuliner
Pendidikan
Olahraga
Militer dan kepolisian
Kebudayaan
Makanan dan minuman
tradisional khas Yogyakarta
Festival dan pesta rakyat
Media
Topik lainnya
Lihat pula: Kategori
Proyek  · Portal
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan