Sabtu, 03 Oktober 2026
22:50 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Pasar Legi Kotagede

Pasar Legi Kotagede

pusat perbelanjaan di Indonesia

Bagikan:
Untuk pasar di Kota Surakarta, lihat Pasar Legi Surakarta.
Pasar tradisional in Kota Yogyakarta , IndonesiaTemplat:SHORTDESC:Pasar tradisional in Kota Yogyakarta , Indonesia
Pasar Legi Kotagede
꧋ꦥꦱꦂꦊꦒꦶꦏꦸꦛꦒꦼꦣꦺ
Pasar Lêgi Kuthågêdhé
330px-Pintu_depan_Pasar_Legi_Kotagede.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pasar Legi Kotagede
osm-intl,13,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Pasar_Legi_Kotagede&revid=30020081&groups=_aaca3f13cc76c0fbd3811c9ff17586fcb0b6101a&parser=parsoid
Peta interaktif area Pasar Legi Kotagede
Nama lainPasar Gedhe, Sargedhe
Informasi umum
JenisPasar tradisional
Gaya arsitekturJawa
AlamatJalan Mondorakan no.172B
Kelurahan Purbayan, Kemantren Kotagede
Kota Yogyakarta 55173
Negara Indonesia
Koordinat7°49′41″S 110°24′00″E / 7.828116°S 110.399875°E / -7.828116; 110.399875
Mulai dibangunAbad ke-16
Desain dan konstruksi
ArsitekKi Ageng Pemanahan

Pasar Kotagede (dikenal pula dengan Pasar Gedhe atau Sargedhe) adalah salah satu pasar tradisional yang berada di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia.

Pasar ini juga disebut dengan "Pasar Legi", diambil dari nama hari pasaran jawa Legi, sebab pasar ini hanya digelar saat hari pasaran legi pada awal berdirinya. Pasar ini menjadi pasar tertua di Kota Yogyakarta, karena didirikan pada masa awal Kesultanan Mataram.[butuh rujukan]

Sejarah

Masa awal

Keberadaan pasar ini berkaitan dengan pendirian Kesultanan Mataram. Ki Ageng Pemanahan yang merupakan leluhur dari Wangsa Mataram, pada 1556 mendapat mandat dari Sultan Adiwijaya (raja Pajang) untuk membuka wilayah di sekitar Alas Mentaok setelah dirinya berhasil menahlukan Arya Penangsang. Alih-alih membangun istana atau pemukiman, Ia memilih untuk membangun sebuah pasar terlebih dahulu. Alasannya, karena pasar merupakan jantung perekonomian.[1]

Disinilah kelak putranya, Sutawijaya atau Raden Ngabehi Saloring Pasar, kelak menjadi keturunan pertama darinya yang memimpin daerah tersebut dan di kemudian hari mendirikan kerajaan yang disebut Kesultanan Mataram dan menjadi pemimpin dengan gelar Panembahan Senapati.[2]

Perkembangan

Pada awal abad ke-20, wilayah Yogyakarta mulai dialiri listrik. Beberapa wilayah masuk dalam elektrifikasi ini, termasuk kawasan Keraton Lama Kotagede. Perusahaan listrik Hindia Belanda, yakni ANIEM (Algemeene Nederlandsche Indische Electriciteit Maatschappij) membangun infrastruktur berupa gardu listrik di dekat pasar ini. Sampai sekarang, gardu tersebut masih berdiri dan disebut oleh masyarakat sekitar dengan nama Babon Aniem.[3]

Wajah pasar tidak banyak mengalami perubahan. Renovasi menyeluruh terakhir kali dilakukan pada 1986. Tepat 22 Februari 1986, pasar ini diresmikan oleh Soegiarto, Wali kota Yogyakarta pada masa itu. Saat gempa bumi Mei 2006 melanda Yogyakarta, beberapa kerusakan terjadi pada fisik bangunan pasar meski tidak begitu parah.[1]

Struktur

Pasar ini terletak di tengah-tengah pusat kemantren Kotagede. Pasar ini juga dekat dengan beberapa peninggalan sejarah era keraton lama Kotagede, seperti Masjid Gedhe Mataram dan Benteng Cepuri. Hal tersebut karena pembangunan keraton Kotagede yang mengusung konsep Catur Gatra Tunggal, dimana keraton, pasar, alun-alun (sudah tidak ada) dan masjid dibangun berdekatan sebagai simbol keterkaitan.[butuh rujukan]

Pasar ini memiliki luas 4.158 m², dengan total pedagang pada hari normal mencapai 608 orang.[4]

Isi

Kebanyakan pedagang menjual hasil pertanian seperti buah, sayur, dan beras. Dari tempat asalnya, penjual membawa dagangannya dengan cara digendong atau dipikul. Namun, pada hari pasaran Legi, pasar ini lebih ramai pedagang yang menjajakan dagangan lebih variatif, seperti alat-alat rumah tangga, hewan peliharaan, alat membatik, dan lain-lain.[1]

Pasar ini juga menjual jajanan pasar khas Kotagede, yakni Kipo, kue tradisional yang terbuat dari tepung ketan dan diisi unti kelapa.[butuh rujukan]

Referensi

  1. 1 2 3 Mengenal Pasar Legi Kotagede, Pasar Tradisional Tertua di Yogyakarta
  2. ↑ Graaf, H.J.de. 1985. Awal Kebangkitan Mataram: Masa Pemerintahan Senapati. Seri Terjemahan Javanologi nr. 3. Terjemah dari KITLV. 1954. De Regering van Senapati Ingalaga. Jakarta:Graffiti Press
  3. ↑ Bangunan Gardu ANIEM
  4. ↑ Pasar Kotagede Yogyakarta
Gubernur: Hamengkubawana X  · Wakil Gubernur: Paku Alam X
Arsitektur bersejarah
120px-Coat_of_arms_of_Yogyakarta.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Candi
Monumen dan museum
Transportasi
Objek wisata alam
Tempat ibadah
Wisata belanja, hiburan,
hotel, dan kuliner
Pendidikan
Olahraga
Militer dan kepolisian
Kebudayaan
Makanan dan minuman
tradisional khas Yogyakarta
Festival dan pesta rakyat
Media
Topik lainnya
Lihat pula: Kategori
Proyek  · Portal
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan