Minggu, 27 September 2026
04:04 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG

Gopay

perusahaan asal Indonesia

PT Dompet Anak Bangsa
250px-GoPay_logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
JenisTutup
IndustrITeknologi Finansial
Entitas pendahuluGo-Jek Credit
DidirikanApril 2016;10 tahun lalu (2016-04)
Wilayah yang dilayani
Indonesia
LayananDompet elektronik
PemilikGoTo Financial
IndukPT Dompet Karya Anak Bangsa
Situs webgopay.co.id
Catatan kaki
[1][2]

GoPay, bagian dari PT Dompet Anak Bangsa dan group GoTo merupakan perusahaan yang bergerak di bidang teknologi finansial yang berizin dan diawasi oleh Bank Indonesia sebagai Penyedia Jasa Pembayaran (PJP).[3]

Pada 2016, pengembangan layanan pembayaran digital GoPay dimulai melalui Go-Jek Credit yang digunakan sebagai alat transaksi non-tunai antara mitra pengemudi dan pelanggan di aplikasi Gojek.[4] Seiring meningkatnya adopsi transaksi digital di Indonesia, penggunaan GoPay kemudian meluas ke berbagai jenis pembayaran, termasuk di luar ekosistem Gojek.[5][6]

Sejak 2021, GoPay berkembang dari layanan pembayaran digital menjadi penyedia layanan keuangan digital yang mencakup pembayaran, transfer dana, dan layanan keuangan lainnya.[7][8] Pada 2023, GoPay meluncurkan aplikasi GoPay yang berdiri sendiri untuk memperluas akses ke layanan keuangan digital di luar aplikasi Gojek, termasuk bagi pengguna yang sebelumnya belum menggunakan layanan Gojek. [9][10] Berdasarkan berbagai survei industri, GoPay merupakan salah satu dompet digital dengan tingkat penggunaan tertinggi di Indonesia, terutama untuk transaksi on-demand dan pembayaran sehari-hari.[11] GoPay juga memperoleh pengakuan internasional melalui masuknya Gojek dalam daftar tahunan Fortune Change the World atas kontribusinya dalam mendorong inklusi keuangan dan transformasi digital di Indonesia .[12]

GoPay mendapat dukungan dari sejumlah investor global, termasuk Facebook, PayPal, Google, dan Tencent, melalui pendanaan yang digunakan untuk memperkuat pengembangan layanan pembayaran digital serta memperluas ekosistem layanan keuangan.[13][14]

Sejarah

2016-2017 (Pendirian dan Akuisisi)

Pada April 2016, GoPay didirikan sebagai pengganti Go-Jek Credit yang merupakan alat pembayaran untuk layanan Gojek.[1] Kehadiran GoPay membantu pembayaran non-tunai pada pembelian barang di Gojek yakni GoFood dan GoMart.[15]

Pada Oktober 2016, Gojek mengakuisisi Ponselpay, sebuah perusahaan keuangan milik MVComerce yang telah memiliki lisensi uang elektronik dari Bank Indonesia.[16][17]

Pada tahun 2017, Gojek mengakuisisi tiga perusahaan fintech yaitu Kartuku, Midtrans, dan Mapan untuk mendukung ekspansi GoPay di luar ekosistem Gojek.[18] Pemimpin dari tiga perusahaan tersebut menjadi posisi penting di GoPay, yakni Thomas Husted dari CEO Kartuku menjadi CFO, Aldi Haryopratomo dari Mapan yang memimpin GoPay, dan Ryu Suliawan dari Midtrans yang memimpin platform pedagang.[19]

Kartuku adalah perusahaan penyedia layanan pemrosesan pihak ketiga (third-party processor) dan penyedia layanan pembayaran.[20] Perusahaan ini mengoperasikan lebih dari 150 ribu alat pembayaran di gerai luring dan telah bekerja sama dengan sembilan bank acquirer. Infrastruktur dan jaringan Kartuku kemudian dimanfaatkan untuk memperkuat ekspansi serta meningkatkan adopsi GoPay di kanal pembayaran luring.[21]

Midtrans adalah salah satu perusahaan penyedia jasa pemrosesan pembayaran secara daring (payment gateway) yang telah menjalin kemitraan dengan bank-bank di Indonesia, maskapai penerbangan, retail e-commerce, dan perusahaan-perusahaan fintech.[22]

Sementara itu, Mapan merupakan jaringan layanan tabungan dan pinjaman berbasis komunitas yang membantu masyarakat mengakses pembiayaan secara kolektif. Saat diakuisisi Gojek pada 2017, Mapan telah tersedia di 100 kota dan membantu Gojek mengakselerasi inklusi keuangan bagi masyarakat yang belum tersentuh layanan perbankan.[23]

2018 -2019 (QR dan Gopaylater)

Hingga tahun 2017, GoPay hanya dapat digunakan untuk pembayaran layanan Gojek, seperti GoRide, GoCar dan GoSend. Pada Maret 2018 GoPay bekerja sama dengan Bank Negara Indonesia untuk mendukungan UMKM kuliner melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).[24][25]

Pada Mei 2018, GoPay meluncurkan pembayaran menggunakan QR code yang memungkinkan transaksi masyarakat dan UMKM lebih mudah.[26] Penyebaran QR code sebagai metode pembayaran kemudian diperluas melalui peluncuran di sarana transportasi publik dan sekolah.[27][28] GoPay juga bekerja sama dengan lembaga amal Baznas dan berbagai masjid untuk penerimaan zakat secara daring.[29]

Pada bulan September 2018, diluncurkan fitur GoPay Later yang memungkinkan pengguna melakukan pembayaran dengan sistem kredit atau limit tertentu. Fitur ini merupakan produk fintech lending dari Findaya (PT Mapan Global Reksa), di mana Mapan merupakan satu dari tiga startup fintech yang diakusisi oleh Gojek pada tahun sebelumnya.[30]

Dalam waktu satu tahun setelah peluncuran QR code, GoPay mencatat nilai transaksi sebesar 89.5 triliun rupiah, atau sekitar 30 persen dari total transaksi uang elektronik yang terdaftar di Bank Indonesia.[31]

Pada akhir 2019, GoPay bekerjasama dengan Nahdlatul Ulama (NU) dalam program donasi non-tunai melalui implementasi QRIS pada Kotak Infak NU. Inisiatif ini menjadikan GoPay sebagai alat pembayaran pertama yang memperkenalkan QRIS di sektor kedermawanan.[32]

2019-2020 (Perluasan Pembayaran, Asuransi, Investasi, dan Bank)

Pada periode dua tahun ini GoPay memperluas layanan dengan meluncurkan berbagai produk pembayaran. Pengembangannya mencakup GoSure sebagai wadah produk asuransi, dan GoInvestasi untuk produk instrumen investasi. Fitur GoTagihan juga diperluas sehingga dapat digunakan untuk membayar berbagai kebutuhan seperti pajak, internet, air, listrik, BPJS, pulsa, dan tagihan lainnya. Selain itu, GoPay juga menjadi opsi pembayaran di berbagai platform digital seperti Google Play, Viu, HBO Go, YouTube Premium, YouTube Music dan Spotify. Di ranah infrastruktur fisik, GoPay juga dapat digunakan untuk pembayaran parkir di lebih dari 60 lokasi parkir di pusat perbelanjaan yang dikelola Secure Parking di seluruh Indonesia.[33]

Pada 2020, GoPay menggelontorkan dana sebesar Rp2,25 triliun untuk memborong 1,95 miliar saham atau 18,02% dari saham yang ditempatkan Bank Jago, sehingga dompet digital milik Gojek ini menguasai 2,4 miliar saham atau 22,16% di Bank Jago.[34]

Langkah ini merupakan bagian dari tren integrasi antara platform teknologi finansial dan bank digital di Asia Tenggara, di mana perusahaan teknologi memanfaatkan infrastruktur perbankan untuk memperluas layanan keuangan digital.[35]

Pada 2020, GoPay mengakuisisi Moka, sebuah penyedia sistem point-of-sale (POS), sebagai bagian dari upaya memperkuat infrastruktur merchant dan memperluas integrasi layanan pembayaran di luar ekosistem Gojek.[36]

2021-2022 (Tokopedia dan GoPayPinjam)

Pada tahun 2021, setelah terjadinya merger antara Gojek dan Tokopedia untuk menjadi GoTo, pengguna dapat memanfaatkan layanan pembayaran GoPay dan GoPayLater di aplikasi Tokopedia.[37] Penggabungan tersebut membentuk GoTo Group dengan nilai transaksi yang dilaporkan mencapai sekitar US$18 miliar, menjadikannya salah satu merger teknologi terbesar di Asia Tenggara.[38] Pasca merger tersebut, layanan teknologi finansial Gojek dan Tokopedia kemudian digabungkan menjadi Goto Financial dan Hans Patuwo menjabat sebagai Presiden unit bisnis tersebut.[39]

Pada tahun 2022, GoPay di bawah PT Mapan Global Reksa mulai meluncurkan produk GoPay Pinjam yang merupakan layanan pinjaman multiguna tanpa agunan, dengan limit pinjaman sampai dengan Rp15 juta yang dapat dicicil hingga 12 bulan.

2023–Sekarang

Pada 2023, GoPay meluncurkan aplikasi terpisah di luar aplikasi Gojek.[40][41] Tujuannya adalah untuk memberikan akses layanan keuangan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang masih belum terjangkau atau terlayani oleh layanan perbankan formal. Pengembangan tersebut juga menunjukkan upaya untuk memperluas penggunaan layanan ke berbagai kebutuhan di luar transportasi dan layanan on-demand, sekaligus mendorong pengembangan layanan keuangan digital yang lebih fleksibel.[10] Pada tahun yang sama, GoPay Tabungan by Jago diperkenalkan dan memberikan akses ke layanan perbankan digital dalam satu ekosistem. Layanan ini mengintegrasikan pembayaran melalui e-wallet GoPay dengan fitur perbankan digital Bank Jago, sehingga keduanya dapat diakses dalam satu aplikasi GoPay.[42][43]

Pada 2024, GoPay meluncurkan aplikasi GoPay Merchant yang digunakan oleh pelaku usaha untuk menerima pembayaran non-tunai. Peluncuran ini memperluas penggunaan GoPay dalam mendukung kegiatan merchant melalui aplikasi khusus yang terpisah dari aplikasi GoPay untuk konsumen.[44] Pada Oktober 2024, GoPay meluncurkan GoPay Games, platform berbasis situs web yang menyediakan layanan top-up games serta pembelian berbagai voucher digital, termasuk untuk hiburan dan layanan berlangganan.[45][46]

Pada 2025, GoPay mulai menyediakan layanan asuransi digital dalam aplikasinya, sebagai bagian dari penambahan layanan keuangan dalam aplikasi.[47]

Pada periode yang sama, GoPay juga memperluas inisiatif edukasi publik di bidang literasi keuangan dan keamanan digital. Di antaranya melalui program Pintar Bareng GoPay yang berfokus pada pengelolaan keuangan dan penggunaan layanan keuangan digital, serta kampanye Judi Pasti Rugi yang mengangkat isu judi daring dan keamanan transaksi digital di masyarakat.[48][49]

Hingga 2026, GoPay terus memperluas basis pengguna dan aktivitas transaksinya. Pada kuartal pertama 2026, GoTo melaporkan bahwa jumlah pengguna aktif bulanan yang bertransaksi melalui aplikasi GoPay mencapai 27,5 juta pengguna, meningkat 33 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, volume transaksi tercatat melampaui 2 miliar transaksi, atau tumbuh 84 persen secara tahunan.[50]

Layanan

Layanan GoPay berkembang dari sistem pembayaran yang pada awalnya terintegrasi dalam aplikasi Gojek, lalu diperluas untuk mencakup berbagai jenis transaksi digital di luar layanan tersebut.[8] Pengembangan layanan ini turut didukung oleh integrasi dengan berbagai infrastruktur pembayaran dan sistem merchant, termasuk melalui akuisisi perusahaan teknologi finansial.[19][22]

Perluasan penggunaan mulai terlihat sejak 2018, ketika GoPay digunakan di luar aplikasi Gojek melalui penerapan sistem pembayaran terbuka (open loop) serta penggunaan kode QR. Sistem ini kemudian distandarisasi melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), yang ditetapkan oleh Bank Indonesia sebagai standar nasional pembayaran berbasis QR.[51][52] Melalui standar ini, transaksi dapat dilakukan secara interoperabel di berbagai layanan dan penyedia sistem pembayaran yang mendukung QRIS.[32]

Pada tahap ini, pemanfaatan GoPay mencakup berbagai jenis transaksi non-tunai, termasuk pembayaran di merchant, pembayaran tagihan, serta pembelian produk digital seperti pulsa, paket data, dan layanan permainan daring.[53][54][55] Selain itu, GoPay juga digunakan untuk pengisian ulang uang elektronik dan pembayaran berbasis langganan.[56]

GoPay memperkenalkan GoPay Later sebagai layanan pembiayaan berbasis skema paylater pada tahun 2018, yang memungkinkan pengguna bertransaksi dengan sistem pembayaran tertunda atau cicilan.[57][58] Selanjutnya, GoPay juga menyediakan fasilitas pinjaman bagi pengguna dan mitra, termasuk mitra pengemudi, sebagai bagian dari perluasan fungsi pembiayaan.[59] Penyaluran pembiayaan yang terkait dengan layanan GoPay dilaporkan mencapai sekitar Rp9,9 triliun pada kuartal pertama 2026, mencerminkan pertumbuhan layanan keuangan digital di dalam ekosistemnya.[60]

Mekanisme insentif seperti GoPay Coins kemudian diperkenalkan dan digunakan dalam transaksi ekosistem digital.[61] Penggunaan insentif tersebut berkaitan dengan peningkatan frekuensi penggunaan dan transaksi berulang (recurring) dalam lingkungan layanan digital.[62]

GoPay kemudian mulai digunakan dalam transaksi yang berkaitan dengan layanan investasi digital melalui kerja sama dengan platform investasi Pluang. Kolaborasi ini memungkinkan pengguna mengakses investasi emas digital melalui fitur GoInvestasi, yang diperkenalkan sekitar 2020 sebagai bagian dari integrasi layanan keuangan dalam aplikasi.[63][64]

Pada 2020, GoPay juga mengakuisisi Moka, sebuah penyedia sistem point-of-sale (POS), yang digunakan untuk mengintegrasikan layanan pembayaran dengan operasional merchant.[19] Akuisisi tersebut dilaporkan bernilai sekitar US$130 juta dan merupakan bagian dari upaya memperkuat infrastruktur merchant dalam ekosistem pembayaran digital.[36]

Dalam konteks penggunaan di tingkat merchant, perangkat seperti GoPay Spiker digunakan sebagai bagian dari proses verifikasi transaksi pada pembayaran berbasis QRIS.[65] Perangkat ini memberikan notifikasi suara atas transaksi yang berhasil, digunakan untuk konfirmasi pembayaran secara langsung serta mengurangi potensi kesalahan atau penggunaan bukti pembayaran yang tidak valid.

Pada tahap berikutnya, cakupan layanan diperluas dengan penyediaan produk asuransi digital di dalam aplikasi GoPay.[47]

Setelah pembentukan GoTo pada 2021 melalui penggabungan Gojek dan Tokopedia,[38] GoPay digunakan sebagai salah satu metode pembayaran yang mendukung berbagai transaksi, termasuk layanan on-demand dan perdagangan digital.

Pada periode yang sama, GoPay dan GoPay Later mulai digunakan sebagai metode pembayaran di platform perdagangan elektronik Tokopedia, termasuk melalui skema pembayaran cicilan.[58] Integrasi ini juga menandai perubahan dalam sistem pembayaran di platform tersebut, dengan diperkenalkannya GoPay Later sebagai pengganti fitur sebelumnya, OVO Points.[57]

Sejak dikembangkan sebagai aplikasi mandiri pada 2023, GoPay mengintegrasikan berbagai layanan dalam satu platform,[40] salah satunya akses ke layanan pihak ketiga melalui fitur mini app yang dapat digunakan tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan secara terpisah.[66]

Penggunaan GoPay terus meningkat seiring dengan pertumbuhan pembayaran digital di Indonesia, antara lain melalui adopsi layanan keuangan digital oleh masyarakat yang sebelumnya belum terjangkau layanan perbankan (unbanked dan underbanked).[8] Peningkatan frekuensi penggunaan di ekosistem digital pada berbagai layanan turut berkontribusi terhadap perluasan adopsi GoPay dalam transaksi sehari-hari.[67]

Penghargaan

Pada tahun 2019 Gojek mendapatkan penghargaan dari majalah Fortune's 'Change the World' berkat inovasi GoPay yang dinilai membantu mempercepat inklusi keuangan dan ekonomi digital. Penghargaan ini ditujukan kepada perusahaan-perusahaan yang memiliki kinerja dan dampak yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Gojek masuk dalam daftar Fortune's "Change the World" 2019 melalui inovasi GoPay yang dinilai telah mentransformasi percepatan inklusi finansial dan ekonomi digital di Indonesia. Tahun ini, Gojek menempati peringkat ke-11 dari total 52 organisasi internasional yang masuk dalam daftar tersebut, melompat dari sebelumnya yang menempati peringkat ke-17 pada 2017.[68]

Pada tahun 2022, GoPay meraih penghargaan internasional dari The Asian Banker Excellence and Strongest Banks in Asia Awards 2022. Penghargaan yang diberikan oleh platform industri keuangan di Asia tersebut diberikan kepada layanan dompet elektronik GoPay sebagai Best Digital Wallet in Indonesia dan layanan payment gateway Midtrans sebagai Best Merchant Service in Indonesia.[69]

Referensi

  1. 1 2 Berempat (2018-04-16). "Belajar Menggaet Investor dari GO-JEK". Berempat. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-10-28. Diakses tanggal 2025-10-6. {{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  2. ↑ "Tentang Kami". GoTo. Diakses tanggal 2025-10-6. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  3. ↑ "Daftar Lembaga Berizin (Sistem Pembayaran & Pengelolaan Uang Rupiah)". Bank Indonesia. Diakses tanggal 31 Juli 2026.
  4. ↑ "Sejarah Perjalanan GoPay sebelum Resmi Meluncur sebagai Aplikasi Mandiri". Warta Ekonomi. Diakses tanggal 31 Juli 2026.
  5. ↑ "Transaksi Tembus Rp 89,5 Triliun, Pengguna Aktif GoPay Terbanyak di RI". Katadata. Diakses tanggal 31 Juli 2026.
  6. ↑ "Pandemi Pacu GoPay Luncurkan Banyak Inovasi". Bisnis.com. Diakses tanggal 31 Juli 2026.
  7. ↑ "GoPay fokus tingkatkan layanan fintech lebih luas di 2021". ANTARA News. Diakses tanggal 31 Juli 2026.
  8. 1 2 3 "Indonesia's GoTo extends e-wallet app to country's 'unbanked'". Nikkei Asia. Diakses tanggal 29 Juli 2026.
  9. ↑ "Target GoTo Gojek Tokopedia dari Peluncuran Aplikasi GoPay". Katadata. Diakses tanggal 31 Juli 2026.
  10. 1 2 "GoTo launches GoPay app to draw non-Gojek, Tokopedia customers". DealStreetAsia. Diakses tanggal 29 Juli 2026.
  11. ↑ "GoPay continues to be the most popular mobile wallet in Indonesia, survey finds". KrASIA. Diakses tanggal 31 Juli 2026.
  12. ↑ "Gojek once again in Fortune's top-20 list of companies changing the world". The Jakarta Post. Diakses tanggal 31 Juli 2026.
  13. ↑ "Indonesia's Gojek bags investment from Facebook, PayPal". Nikkei Asia. Diakses tanggal 31 Juli 2026.
  14. ↑ "gojek names Facebook, PayPal as new investors in latest funding round". e27. Diakses tanggal 31 Juli 2026.
  15. ↑ Pratama, Aditya Hadi (2016-04-19). Nugrahanto, Pradipta; Iriansyah, Fadly Yanuar (ed.). "GO-JEK Perbarui Aplikasi dan Luncurkan Layanan GO-CAR". Tech In Asia. Diakses tanggal 2025-10-6.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  16. ↑ "Setelah Pianta & Halodoc, Go-Jek Gandeng PonselPay". SWA.co.id. 2016-10-25. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-19. Diakses tanggal 2018-10-06.{{cite news}}: |work= and |newspaper= ditentukan lebih dari satu kali
  17. ↑ "Tech in Asia Indonesia - Komunitas Online Startup di Asia". id.techinasia.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-04-19. Diakses tanggal 2018-10-06.{{cite web}}: |archive-date= / |archive-url= stempel waktu tidak cocok; 2022-03-08 disarankan
  18. ↑ "Tech in Asia Indonesia - Komunitas Online Startup di Asia". id.techinasia.com (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-19. Diakses tanggal 2018-10-05.
  19. 1 2 3 Russell, Jon (2017-12-15). "Go-Jek buys three startups to advance its mobile payment business". TechCrunch (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-14. Diakses tanggal 2023-04-15.
  20. ↑ Ayuwuragil, Kustin. "Mengenal Sekilas 3 Perusahaan Fintech yang Dicaplok Gojek". teknologi (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-19. Diakses tanggal 2018-10-05.{{cite news}}: |work= and |newspaper= ditentukan lebih dari satu kali
  21. ↑ Ayuwuragil, Kustin. "Perkuat Gopay, Gojek Caplok Kartuku, Midtrans dan Mapan". teknologi (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-20. Diakses tanggal 2018-10-05.{{cite news}}: |work= and |newspaper= ditentukan lebih dari satu kali
  22. 1 2 Ika, Aprillia, ed. (2017-12-18). "Menilik Tiga Fintech yang Diakuisisi Go-Pay". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-19. Diakses tanggal 2018-10-05.{{cite news}}: |work= and |newspaper= ditentukan lebih dari satu kali
  23. ↑ Aria, Pingit. "Dari Pembayaran ke Arisan, Ini Profil 3 Fintech yang Diakuisisi GoJek". Katadata. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2018-10-06. Diakses tanggal 2018-10-05.
  24. ↑ "BNI Gandeng Go Pay Salurkan Kredit Untuk UMKM Kuliner". swa.co.id. Diakses tanggal 2026-04-03.
  25. ↑ Haryanto, Agus Tri. "Go-Pay Mau Dikeluarkan dari Ekosistem Go-Jek". detikinet. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-19. Diakses tanggal 2023-04-15.
  26. ↑ Media, Kompas Cyber (2018-05-08). "Go-Pay Bisa Dipakai Bayar Makanan di Warung, Caranya?". KOMPAS.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-19. Diakses tanggal 2023-04-15.
  27. ↑ "Bayar Nontunai Bus Trans Semarang Kini Bisa dengan Gopay". Republika Online. 2018-09-04. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-19. Diakses tanggal 2023-04-15.
  28. ↑ Media, Kompas Cyber (2019-01-23). "Jajan di Kantin SMK Jakarta Utara Kini Bisa Pakai Go-Pay". KOMPAS.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-19. Diakses tanggal 2023-04-15.
  29. ↑ "Sedekah via QR Code, Seberapa Menarik bagi Pengguna Uang Elektronik? - Katadata.co.id". katadata.co.id. 2018-05-24. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-19. Diakses tanggal 2023-04-15.
  30. ↑ "Go-Jek Mulai Kembangkan "Kartu Kredit Virtual" PayLater | DailySocial.id". dailysocial.id (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-19. Diakses tanggal 2023-04-15.
  31. ↑ "Transaksi Tembus Rp 89,5 Triliun, Pengguna Aktif GoPay Terbanyak di RI - Teknologi Katadata.co.id". katadata.co.id. 2019-08-14. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-06-09. Diakses tanggal 2023-04-15.
  32. 1 2 Hastuti, Rahajeng Kusumo (2019-12-23). "Soal QRIS, BI Harap Pemain Pembayaran Elektronik Ikuti Gopay". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 2025-10-8.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  33. ↑ "Pandemi Pacu GoPay Luncurkan Banyak Inovasi". Bisnis.com. 2020-10-28. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-19. Diakses tanggal 2023-04-15.
  34. ↑ "Gopay Gelontorkan Dana Triliunan Buat Beli Bank Jago, Akhirnya Gojek Punya Bank!". Warta Ekonomi. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-19. Diakses tanggal 2023-04-15.
  35. ↑ "Gojek-backed Bank Jago aims to leverage tech giant's data". Reuters. Diakses tanggal 31 Juli 2026.
  36. 1 2 "Gojek Acquires Payments Startup Moka for $130 Million". Bloomberg. Diakses tanggal 31 Juli 2026.
  37. ↑ Mediatama, Grahanusa (2021-11-04). "Akun Gojek dan Tokopedia tersambung, pengguna Gopay yang dapat untung". kontan.co.id. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-19. Diakses tanggal 2023-04-15.
  38. 1 2 "Gojek and Tokopedia announce Indonesia's 'largest ever' merger". Nikkei Asia. Diakses tanggal 31 Juli 2026.
  39. ↑ Aulia, Dea Duta. "GoTo Ubah Struktur Kepemimpinan Baru, Apa Dampaknya buat Investor?". detikfinance. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-19. Diakses tanggal 2023-04-15.
  40. 1 2 "In 50 Words: GoTo transforms digital wallet GoPay into standalone app". Tech in Asia. Diakses tanggal 29 Juli 2026.
  41. ↑ "Gojek Luncurkan Aplikasi Gopay Besok, Berikut Daftar Fiturnya". Katadata. Diakses tanggal 29 Juli 2026.
  42. ↑ "GoTo dan Bank Jago Luncurkan GoPay Tabungan". InvestorTrust. Diakses tanggal 29 Juli 2026.
  43. ↑ "Bank Jago dan GoPay Integrasikan Layanan, Apa Saja Keuntungannya?". Kompas.com. Diakses tanggal 29 Juli 2026.
  44. ↑ "GoTo luncurkan aplikasi GoPay Merchant mudahkan bisnis UMKM". ANTARA News. Diakses tanggal 29 Juli 2026.
  45. ↑ "Platform Top Up GoPay Games Resmi Diluncurkan, Ada Promo Diamond Mobile Legends". Suara.com. 26 Oktober 2024. Diakses tanggal 6 September 2026.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  46. ↑ "Dapatkan Promo IDN NONTON di GoPay Games". IDN Times. Diakses tanggal 6 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  47. 1 2 "GoPay luncurkan GoPay Asuransi perluas layanan keuangan pengguna". ANTARA News. Diakses tanggal 29 Juli 2026.
  48. ↑ "GoPay gelar tur keliling 30 kota untuk bantu atasi judi online". ANTARA News. Diakses tanggal 29 Juli 2026.
  49. ↑ "GoPay-Findaya-Gojek Hadirkan "Pintar Bareng GoPay" untuk Kelola Uang". Katadata. Diakses tanggal 29 Juli 2026.
  50. ↑ "GoTo Delivers Net Profit for the First Time as it Reports 2026 First Quarter Earnings". GoTo. Diakses tanggal 29 Juli 2026.
  51. ↑ "Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS)" (PDF). Bank Indonesia. Diakses tanggal 29 Juli 2026.
  52. ↑ "Kantongi Izin BI, Go-Jek Jalankan Pembayaran Lewat QR Code". Katadata. Diakses tanggal 29 Juli 2026.
  53. ↑ "Kartu Multi Trip KAI Kini Bisa Diisi Ulang Lewat GoPay"". Katadata. Diakses tanggal 29 Juli 2026.
  54. ↑ "Beli Tiket Bioskop Bisa Pakai GoPay, Begini Caranya"". detikcom. Diakses tanggal 29 Juli 2026.
  55. ↑ "Top Up Diamond Free Fire Melalui GoPay Games Jadi Solusi Saat Event Besar". ANTARA News. Diakses tanggal 29 Juli 2026.
  56. ↑ "MRT Jakarta Luncurkan allride Charm Lagi, Kini Bisa Top-up Lewat GoPay". Kumparan. Diakses tanggal 29 Juli 2026.
  57. 1 2 "Tokopedia Kini Pakai GoPayLater setelah Geser OVO Points". Katadata. Diakses tanggal 29 Juli 2026.
  58. 1 2 "Jawab Kebutuhan Konsumen, Tokopedia Hadirkan Metode Pembayaran GoPayLater Cicil". Kompas.com. Diakses tanggal 29 Juli 2026.
  59. ↑ "GoPay Beri Akses Pinjaman ke Mitra Driver Gojek". Investor.id. Diakses tanggal 29 Juli 2026.
  60. ↑ "GoTo's fintech arm swings to profit as GoPay transactions surge 54 percent". Indonesia Business Post. Diakses tanggal 29 Juli 2026.
  61. ↑ "GoPay Coin Bisa Untuk Apa Saja? Ini Cara Pakai Lewat Tokopedia dan Gojek". Kontan. Diakses tanggal 29 Juli 2026.
  62. ↑ "Go-Jek buys fintech startup Coins.ph for $72M ahead of Philippines expansion". TechCrunch. Diakses tanggal 29 Juli 2026.
  63. ↑ "Gandeng Startup Pluang, Gojek Tawarkan Investasi Emas Mulai Rp 8.000". Katadata. Diakses tanggal 29 Juli 2026.
  64. ↑ "GoPay dan Pluang rilis layanan investasi emas digital lewat GoInvestasi". Kontan. Diakses tanggal 29 Juli 2026.
  65. ↑ "GoPay Spiker lindungi UMKM dari penipuan bukti pembayaran QRIS palsu". ANTARA News. Diakses tanggal 31 Juli 2026.
  66. ↑ "GoPay Hadirkan Mini App, Buka Aplikasi Pihak Ketiga Tanpa Perlu Unduh Tambahan". VOI. Diakses tanggal 31 Juli 2026.
  67. ↑ "Go-Jek boss: we've got the secret to converting users from cash to digital payments". Tech in Asia. Diakses tanggal 31 Juli 2026.
  68. ↑ Mangkuto, Wangi Sinintya. "Makasih GoPay, Gojek Jadi Perusahaan Pengubah Dunia Lagi". CNBC Indonesia. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-19. Diakses tanggal 2023-04-15.
  69. ↑ Media, Kompas Cyber (2022-12-15). "GoTo Financial Raih Dua Penghargaan di Ajang The Asian Banker: Excellence and Strongest Banks in Asia Awards 2022". KOMPAS.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-06-05. Diakses tanggal 2023-04-15.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan