Rabu, 28 Oktober 2026
06:39 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Lokomotif CC206

Lokomotif CC206

salah satu lokomotif diesel-elektrik di Indonesia

Bagikan:
"CC206", "Puong", dan "Si Puong" beralih ke halaman ini.
Lokomotif CC206
330px-CC_206_KPB.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lokomotif CC 206 13 63 melintas langsung Stasiun Kampung Bandan
Jenis dan asal
Sumber tenagaDiesel–elektrik
Produsen
ModelGE CM20EMP
Tanggal produksi
  • 2012–2013 (generasi pertama)
  • 2015–2016 (generasi kedua)
Jumlah diproduksi150 unit
Data teknis
Konfigurasi:
​
 • AARC-C
 • UICCo'Co'
Lebar sepur1.067 mm (3 ft 6 in) Lebar sepur Cape
BogieBogie fabrikasi (konstruksi las) buatan PT Barata Indonesia
Panjang15.849 mm (52 ft)
Lebar2.743 mm (9 ft)
Tinggi3.695 mm (12 ft)
Beban gandar15.000 kg (33.000 pon)
Berat lok90.000 kg (200.000 pon)[1]
Jenis bahan bakarHigh-Speed Diesel
MesinGE 7FDL-8
Jenis mesinEmpat langkah
AlternatorGE 761
GeneratorGE GT601
Motor traksi6
Silinder8
Rem lokomotif
Sistem keselamatanLOCOCOMM™, LOCOTROL® Distributed Power, Train Control/SCADA, GE Integrated Function Display™, GE BrightStar™ Microprocessor and Computer System
Performansi
Kelajuan maksimum
Daya mesin1.680 kW (2.250 hp)
Gaya traksi248 kN (55.752,62 lbf) (memulai); 207 kN (46.535,45 lbf) (kontinu)
Karier
OperatorPT Kereta Api Indonesia
Nomor armada
  • CC 206 13 01–100
  • CC 206 15 01– 39
  • CC 206 16 01– 11
Lokal
Mulai dinas2013 (generasi I)
2015 (generasi IIA)
2016 (generasi IIB)
Keadaan
  • 149 unit beroperasi
  • 1 unit tidak beroperasi
Catatan kaki: [2]

Lokomotif CC206 adalah lokomotif diesel-elektrik yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia, serta diproduksi khusus untuk Indonesia oleh GE Transportation. Lokomotif dengan model pabrikan GE CM20EMP ini merupakan lokomotif serba guna yang awalnya ditujukan untuk operasional kereta api barang, tetapi kemudian juga digunakan untuk kereta api penumpang.[2]

Lokomotif ini mulai beroperasi pada tahun 2013 dan menjadi tulang punggung utama operasional kereta api di Indonesia. Lokomotif ini beroperasi di jalur utama Pulau Jawa[3] untuk menarik rangkaian kereta penumpang maupun barang, serta di wilayah Sumatera Selatan dan Lampung untuk menarik kereta barang—terutama rangkaian kereta angkutan batu bara dari Tanjung Enim menuju Kertapati. Lokomotif ini memiliki desain kabin ganda dan merupakan lokomotif kabin ganda yang paling aktif digunakan di Indonesia pada abad ke-21.

Lokomotif CC206 merupakan lokomotif terakhir produksi GE Transportation yang didesain, diproduksi, dan diekspor secara khusus untuk Indonesia, sebelum divisi tersebut dijual oleh General Electric ke Wabtec pada tahun 2018–2019.[4][5]

Sejarah

Keberadaan lokomotif berkabin ganda di Indonesia berawal dari lokomotif berusia tua yang pernah beroperasi, seperti lokomotif CC200, BB301, BB304, dan BB305 CFD. Namun, semua lokomotif tersebut telah berumur lebih dari 30–40 tahun dan banyak dilakukan pengafkiran/perucatan pada lokomotif tersebut.[6]

Generasi pertama

250px-Sangkuriang_Train_in_Cipeundeuy_Station_-_Sangkuriang_Inaugural_Run.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lokomotif CC206 13 41 BD yang berdinas Kereta api Sangkuriang berhenti di Stasiun Cipeundeuy

Keputusan untuk menghadirkan lokomotif kabin ganda bertenaga besar muncul pada tahun 2010 sebagai bagian dari program peremajaan armada lokomotif PT Kereta Api Indonesia (KAI). Pada 2 April 2010, Antara melaporkan bahwa antara tahun 2000 hingga 2009, armada lokomotif, kereta, dan gerbong KAI terus menyusut, dengan lokomotif yang awalnya berjumlah 406 unit menjadi 330 unit yang siap beroperasi. KAI disebut merencanakan pengadaan 150 lokomotif dan 2.400 kereta dan gerbong baru, dengan nilai investasi awal sebesar Rp5 triliun.[7]

Setelah mengadakan 20 unit CC204 pada 2011, PT KAI kembali memesan lokomotif model baru setelah armadanya susut menjadi 320 unit pada 2012. KAI kembali memercayakan GE Transportation, setelah memenangkan tender pengadaan 100 lokomotif baru yang awalnya dihadirkan untuk angkutan kereta api barang di Sumatra. Nilai kontraknya adalah sebesar Rp4 triliun. Sugeng Priyono, yang kala itu menjabat sebagai sekretaris perusahaan, menyebut bahwa KAI memperoleh pembiayaan pengadaan lokomotif baru dari pinjaman Bank Negara Indonesia (BNI) dengan nilai Rp4,2 triliun. Sebagai langkah awal, KAI memprioritas pengadaan 144 lokomotif, yakni 100 yang dipasok sampai akhir tahun 2012.[8]

Terkait dengan rancang bangun lokomotif, KAI mengandalkan desain kabin ganda sesuai yang dipersyaratkan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) sebagai regulator. Di samping mengadakan lokomotif, KAI juga merencanakan pengadaan 1.200 gerbong terbuka untuk angkutan batu bara melalui tender PT Petrotama International dan pabrikan Tiongkok, Babtou BeFang Chuangye Co., Ltd, dan 1.200 gerbong datar untuk angkutan peti kemas melalui tender dengan PT INKA.[8]

Lokomotif-lokomotif yang kemudian diberi nomor seri CC206 tersebut didatangkan sepanjang tahun 2013, tanpa dipasangi bogie. Bogie dirakit oleh PT Barata Indonesia (Persero).[9] Pada 2013, sebanyak seratus unit lokomotif CC206 yang dipesan tiba secara bertahap di Pelabuhan Tanjung Priok. Proses kedatangan lokomotif ini didatangkan dalam sejumlah kloter, dan pada saat musim mudik Lebaran 2013, sebanyak 55 lokomotif CC206 berstatus siap operasi.[10] Saat tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, lokomotif-lokomotif tersebut kemudian diangkut ke Balai Yasa Yogyakarta menggunakan truk besar untuk dilakukan pemasangan bogie.[11]

Generasi kedua

250px-CC206_15_29_di_Pelabuhan_Panjang.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
CC206 15 29 saat baru tiba di Pelabuhan Panjang.

Pada 25 September 2013, Direktur Utama KAI kala itu, Ignasius Jonan, mengungkapkan bahwa KAI berencana akan menambah 50 lokomotif baru. Dalam proses pengadaannya, KAI mengaku telah mendapat pendanaan dari pinjaman tiga bank Himbara, yakni Bank Mandiri, BNI, dan BRI. Selain pengadaan lokomotif tersebut, KAI merencanakan untuk membangun lima stasiun kereta api baru di Lampung dan Sumatera Selatan guna meningkatkan kapasitas angkut KA barang di sana.[12]

Total perencanaan lokomotif CC206 adalah 150 unit sesuai yang ditargetkan. Adapun alokasi awalnya adalah 100 unit di Jawa dan 50 unit di Sumatera Selatan.[13] Pada 15 Oktober 2014, PT KAI kembali memesan 50 unit lokomotif CC206 kepada GE Transportation setelah perusahaan tersebut mendapat kredit ekspor dari Export-Import Bank of the United States dengan nilai kontrak US$94,3 juta. Lokomotif CC206 yang dialokasikan untuk Sumatera Selatan ini hanya akan difokuskan untuk angkutan batu bara di sana.[14] Sebanyak 39 unit lokomotif tiba pada 2015, sementara 11 unit sisanya tiba pada 2016. Pengadaannya sama seperti pengadaan tahun 2013, yakni tanpa bogie, dengan bogie dirakit di Barata juga.[15][16]

Operasional

Rancang bangun

Bunyi Semboyan 35 lokomotif CC 206.
Bermasalah memainkan berkas ini? Lihat bantuan media.

Menurut Eko Budiyanto, Humas KAI Daerah Operasi VI Yogyakarta, lokomotif CC206 memiliki daya mesin sebesar 2.250 hp (1.680 kW) dengan emisi gas buang lebih rendah, serta mampu menarik hingga 16 kereta penumpang dan gerbong batu bara isi hingga mencapai 800 m (2.600 ft). Hanya dalam praktiknya, lokomotif ini akan menarik 12 kereta penumpang karena terbatasnya panjang peron.[17] Dengan desain dua kabin, lokomotif ini juga tidak memerlukan langsir maupun putar haluan.[18]

Lokomotif ini dilengkapi perangkat elektronik komputer GE BrightStar Sirius yang dipadukan dengan layar monitor GE Integrated Function Display seperti lokomotif Dash-9, sehingga menjadi lokomotif yang dilengkapi layar monitor komputer kendali kedua di Indonesia setelah CC205 dan lokomotif GE Transportation pertama di Indonesia yang dilengkai dengan layar tersebut. Hal ini berbeda dengan lokomotif CC204 yang juga menggunakan perangkat elektronik komputer GE BrightStar Sirius, tetapi tidak memiliki layar monitor seperti di lokomotif CC206.[17][2]

Tampilan

Semua lokomotif CC206 menggunakan pola pengecatan Next Step KAI sebagai pola pengecatan bawaan.

Pada 18 hingga 25 September 2026, komunitas Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) dan Balai Yasa Yogyakarta memperkenalkan beberapa pola pengecatan lain untuk lokomotif CC206, di antaranya:

  • Lokomotif CC 206 13 25 dengan skema lokomotif CC200, langsir di Stasiun Kedungjati
    Lokomotif CC 206 13 25 dengan skema lokomotif CC200, langsir di Stasiun Kedungjati
  • Lokomotif CC 206 16 02 dengan pola pengecatan merah merona-biru dongker Perumka
    Lokomotif CC 206 16 02 dengan pola pengecatan merah merona-biru dongker Perumka
  • Lokomotif CC 206 13 76 CPN dengan pola pengecatan warna hitam kehijauan The Nusantara Explorer berangkat dari Stasiun Bandung
    Lokomotif CC 206 13 76 CPN dengan pola pengecatan warna hitam kehijauan The Nusantara Explorer berangkat dari Stasiun Bandung

Sebaran lokomotif

Persebaran lokomotif CC206, per 10 Juni 2026[21][22][23][24]
Depo Jumlah
Cipinang (CPN) 30
Bandung (BD) 20
Cirebon (CN) 11
Semarang Poncol (SMC) 6
Purwokerto (PWT) 10
Yogyakarta (YK) 18
Sidotopo (SDT) 25
Kertapati (KPT) 28
Total 149

Keseluruhan unit lokomotif CC206 generasi pertama yang berjumlah 100 unit, ditempatkan di seluruh depo induk lokomotif yang berada di Pulau Jawa, kecuali Depo Induk Madiun dan Depo Induk Jember. Lokomotif ini utamanya digunakan untuk keperluan angkutan kereta api penumpang unggulan maupun barang.

Kemudian, sebanyak 11 unit lokomotif CC206 generasi kedua pada awalnya dialokasikan untuk Depo Induk di Jawa, sementara sisanya sebanyak 28 unit generasi IIA dan 11 unit generasi IIB dialokasikan untuk Divisi Regional III Palembang dan ditempatkan di Depo Induk Kertapati, setelah sebelumnya dilakukan uji coba di Jawa. Seluruh lokomotif CC206 yang berada di Pulau Sumatra digunakan untuk kebutuhan kereta api angkutan batu bara swasta dan berbagai kereta api angkutan barang di Divisi Regional III Palembang. Pada Desember 2025 dan Februari 2026, sebanyak 19 lokomotif CC206 generasi kedua dimutasikan dari Kertapati ke Jawa, dengan 7 di antaranya merupakan lokomotif yang sempat dimutasikan dari Jawa ke Kertapati antara 2021-2024.[25]

Depo Lokomotif Kertapati tercatat sebagai depo lokomotif dengan kepemilikan lokomotif CC206 terbanyak nomor 2 setelah Depo Lokomotif Cipinang. Saat ini, terdapat 1 unit lokomotif CC206 yang berstatus konservasi, yaitu CC 206 13 97 BD yang mengalami tabrakan kereta api Cicalengka 2024.

Insiden

Pada 12 September 2013, terjadi kebakaran permukiman penduduk di Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang yang mengakibatkan lokomotif CC 206 13 16 yang melangsir kereta api angkutan BBM Pertamina terbakar.[26]

Pada 4 April 2014, pukul 18.30 WIB, kereta api Malabar anjlok di km 224, Kampung Terung, Mekarsari, Kadipaten, Tasikmalaya karena terjadi tanah longsor. Kejadian ini mengakibatkan lokomotif CC 206 13 55 beserta dua kereta kelas eksekutif terperosok lalu keluar rel. Akibat beratnya medan, proses evakuasi lokomotif CC 206 13 55 terhambat. Imbas pada kejadian tersebut, lalu lintas jalur selatan Jawa di koridor Bandung–Kutoarjo terhambat.[27]

Pada 4 Mei 2014, lokomotif CC 206 13 69 yang menarik kereta api Bogowonto beserta kereta pembangkit (P 0 08 01) terguling setelah menabrak truk kontainer di Cirebon, Jawa Barat.[28][29]

Lokomotif CC206 13 23 saat menarik kereta api Argo Lawu, salah satu lokomotif CC206 yang mengalami kerusakan parah di kabin masinis setelah menabrak gerbong pengangkut pipa besar.

Pada 23 Mei 2015, CC 206 13 23 yang menarik kereta api Bangunkarta tergelincir dan terguling di Stasiun Waruduwur, Cirebon dan menabrak rangkaian KA 2502 kereta api pipa besar.[30]

Pada 29 Agustus 2015, lokomotif CC 206 15 07 menabrak sepur badug dan sebuah warung di dekat Balai Yasa Yogyakarta karena gagal uji rem. Manager Corporate Communication Daerah Operasi VI Yogyakarta, Gatut Sutiyatmoko, meyakini bahwa kejadian tersebut murni disebabkan oleh kegagalan rem. Saat itu, balai yasa bekerja sama dengan GE Transportation untuk melakukan uji coba lokomotif CC206.[31]

Pada 9 September 2016, lokomotif CC206 13 13 yang menarik kereta api semen ditabrak kereta derek pemeliharaan listrik aliran atas (LAA) di km 46+500 petak Bojonggede–Cilebut, tidak jauh dari Stasiun Bojong Gede. Kejadian ini mengakibatkan kabin CC206 tersebut rusak dan mengganggu jadwal perjalanan Commuter Line Jabodetabek lintas Bogor-Jakarta.[32]

Pada 20 Mei 2017 pukul 10.30 WIB, lokomotif CC 206 13 92 yang menarik KA 1 Argo Bromo Anggrek tujuan Stasiun Gambir terbakar setelah menabrak mobil di perlintasan tak berpalang, 500 meter (0,31 mi) dari Stasiun Sedadi. Kejadian ini mengakibatkan empat penumpang mobil tewas, sementara perjalanan KA Argo Bromo Anggrek terhambat karena menunggu lokomotif penolong dari Depo Lokomotif Semarang Poncol.[33]

Pada 21 Mei 2017 pukul 21.52 WIB, lokomotif CC206 13 69—lokomotif yang pernah mengalami kecelakaan KA Bogowonto pada 2014—yang menarik KA 3 Argo Bromo Anggrek tujuan Stasiun Gambir mengalami kerusakan di bagian depan akibat menabrak mobil bak terbuka di Randublatung, Blora.[34]

Pada 30 Maret 2023, lokomotif CC 206 13 99 yang menarik KA Turangga menabrak truk pakan ternak di perlintasan kereta api nomor 76 antara Stasiun Jombang–Stasiun Sembung di Jatipelem, Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Kecelakaan disebabkan karena truk yang mogok saat berada di perlintasan. Lokomotif CC206 13 99 ringsek, sementara tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tetapi lalu lintas kereta api jalur selatan dan utara Pulau Jawa di koridor Madiun–Surabaya lumpuh.[35]

Pada 29 September 2023, llokomotif CC 206 13 46 yang menarik KA Jayakarta menabrak forklift di perlintasan sebidang Kampung Baru dipetak antara Stasiun Lemahabang dan Kedunggedeh, Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kecelakaan disebabkan oleh forklift yang tersangkut di badan rel. Lokomotif CC206 13 46 anjlok dan bogienya penyok yang menyebabkan lokomotif tidak dapat berjalan dan harus menggunakan roda tambahan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.[36]

Pada 17 Oktober 2023. pukul 13.15 WIB KA Argo Semeru (KA 17) dengan lokomotif CC206 15 05 SDT menuju Jakarta Gambir anjlok hingga keluar jalur di km 520+4 petak antara Stasiun Sentolo dan Wates, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta. Setelah berselang beberapa saat, KA Argo Wilis (KA 6) dengan lokomotif CC206 13 53 BD mengarah Surabaya Gubeng menyerempet rangkaian KA Argo Semeru dan terdapat kerusakan pada bagian kiri lokomotif. Penyebab dari kecelakaan ini adalah terdapat perbaikan rel yang belum selesai. Tidak ada korban jiwa atas peristiwa tersebut, tetapi jalur selatan Jawa di koridor Kutoarjo–Yogyakarta lumpuh total karena tertutup oleh kedua kereta tersebut.[37]

Lokomotif CC206 13 97 BD saat berdinas Kereta api Argo Wilis. Lokomotif yang sama dimana lokomotif tersebut mengalami tabrakan dengan Commuter Line Bandung Raya saat berdinas KA Turangga.

Pada 5 Januari 2024 pukul 06.03 WIB, terjadi adu banteng antara KA 350 Commuter Line Bandung Raya dan KA 65A Turangga di petak km 181+700 antara Stasiun Haurpugur dan Stasiun Cicalengka. Insiden ini melibatkan dua lokomotif. Lokomotif CC 201 77 17 ringsek sehingga diafkirkan di Balai Yasa Yogyakarta sedangkan lokomotif CC 206 13 97 BD rusak di bagian underframe dan masih bisa diperbaiki. Insiden ini telah memakan korban jiwa pegawai kereta sebanyak 4 orang dan 37 orang lainnya mengalami luka-luka.[38]

Pada 25 September 2024 dini hari, kereta api Taksaka (KA 70) relasi Gambir–Yogyakarta dengan lokomotif CC 206 13 78 menabrak sebuah truk pengaduk beton di perlintasan sebidang antara Stasiun Sentolo dan Rewulu, Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta. Lokomotif ini mengalami kerusakan pada bagian depan, serta terdapat kerusakan pada 1 kereta penumpang kelas eksekutif. Tidak ada korban jiwa atas insiden tersebut, tetapi masinis dan asisten masinis mengalami luka-luka.[39][40]

Pada 8 April 2025, Kereta api Harina relasi Bandung–Surabaya Pasar Turi yang ditarik oleh Lokomotif CC206 13 25 menabrak truk di perlintasan didaerah Kaligawe, Semarang, yang disebabkan oleh supir truk yang menerobos palang pintu perlintasan saat pintu sedang ditutup, pada akhirnya kereta api Harina menabrak truk tersebut yang menyebabkan supir truk tewas dan penumpang truk terluka ringan. [41]

Pada 27 April 2026, kereta api Argo Bromo Anggrek yang ditarik CC206 13 86 CPN terlibat tabrakan dengan KRL Tokyo Metro 6000 di Stasiun Bekasi Timur. Insiden ini menyebabkan 16 korban tewas yang termasuk wanita & 88 hingga 91 korban luka-luka serta kerusakan signifikan pada rangkaian KRL yang terlibat serta mengganggu operasional perjalanan kereta api di lintas tersebut.[42][43]

Galeri

Livery tematik

  • Lokomotif CC 206 15 11 SDT (sekarang YK) membawa stiker spesial HUT KAI Ke-76 Tahun saat menarik Kereta api Bima di Walet, Tambun selatan.
    Lokomotif CC 206 15 11 SDT (sekarang YK) membawa stiker spesial HUT KAI Ke-76 Tahun saat menarik Kereta api Bima di Walet, Tambun selatan.
  • Lokomotif CC 206 13 62 YK (kiri) dan CC 206 13 27 YK (kanan) bertemakan Hype Trip by KAI bertemu di Stasiun Jakarta Kota
    Lokomotif CC 206 13 62 YK (kiri) dan CC 206 13 27 YK (kanan) bertemakan Hype Trip by KAI bertemu di Stasiun Jakarta Kota
  • Lokomotif CC 206 13 83 BD Menuju Depo lokomotif Bandung
    Lokomotif CC 206 13 83 BD Menuju Depo lokomotif Bandung

Fungsi sebagai kereta barang

  • Lokomotif CC 206 13 27 YK membawa stiker spesial Hype Trip By KAI saat menarik Kereta api peti kemas di Indonesia di Tambun.
    Lokomotif CC 206 13 27 YK membawa stiker spesial Hype Trip By KAI saat menarik Kereta api peti kemas di Indonesia di Tambun.
  • CC 206 berdinas KA 3990 Pertamina Lapati Sumatera Selatan
    CC 206 berdinas KA 3990 Pertamina Lapati Sumatera Selatan
  • CC 206 berdinas KA batubara swasta simpangmuara, sumatera selatan
    CC 206 berdinas KA batubara swasta simpangmuara, sumatera selatan

Lihat pula

Referensi

Kutipan

  1. ↑ "GE product catalogue". Issuu. 9 Agustus 2016.
  2. 1 2 3 GE Transportation 2016, hlm. 83.
  3. ↑ Barrow, Keith (18 September 2014). "GE to supply 50 locomotives to Indonesia". International Railway Journal.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Brumpton, H.; Vats, R. (21 Mei 2018). "GE to merge transportation unit with Wabtec in $11.1 billion deal". Reuters. Diakses tanggal 19 September 2024.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Burroughs, D. (25 Februari 2019). "Wabtec - GE Transportation merger completed". International Railway Journal. Diakses tanggal 19 September 2024.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Hartono A.S. 2012, hlm. 41.
  7. ↑ "PENYUSUTAN LOKOMOTIF DAN GERBONG | ANTARA Foto". antarafoto.com. Diakses tanggal 26 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. 1 2 "GE Menangi Tender Pengadaan 100 Lokomotif KAI". beritasatu.com. 23 Februari 2012. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 Juni 2018. Diakses tanggal 29 April 2018.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ UGM 2016, hlm. 44.
  10. ↑ Agency, ANTARA News (29 Juli 2013). "55 Lokomotif Baru Perkuat Angkutan Lebaran 2013". Antara News Kalteng. Diakses tanggal 26 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ Suryanto, ed. (6 Desember 2013). "100 lokomotif dari AS sudah tiba di Indonesia". Antara News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 Juli 2022. Diakses tanggal 18 Juni 2021.
  12. ↑ Liputan6.com (25 September 2013). "KAI Datangkan 50 Lokomotif Kereta Barang". liputan6.com. Diakses tanggal 26 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ↑ Sutianto, Feby Dwi. "PT KAI Boyong 150 Lokomotif Impor dari AS". detikfinance. Diakses tanggal 26 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. ↑ Media, Kompas Cyber (17 Oktober 2014). "KAI Borong 50 Lokomotif Baru dari Amerika Serikat". KOMPAS.com. Diakses tanggal 26 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  15. ↑ Supriyanto 2016.
  16. ↑ antaranews.com (1 Oktober 2015). "Balai Yasa selesai rakit 15 lokomotif baru". Antara News Yogyakarta. Diakses tanggal 26 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  17. 1 2 antaranews.com (22 Juli 2016). "Balai Yasa Yogyakarta rakit 11 lokomotif baru GE pesanan PT KAI". Antara News. Diakses tanggal 26 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  18. ↑ antaranews.com (1 Oktober 2015). "Balai Yasa selesai rakit 15 lokomotif baru". Antara News Yogyakarta. Diakses tanggal 26 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  19. 1 2 TV, Metro. "Cerita IRPS Merawat Jejak Sejarah Kereta Api". https://www.metrotvnews.com. Diakses tanggal 26 September 2026.{{cite web}}: Tautan eksternal dalam |website=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  20. ↑ TV, Metro. "Mengenal Nusantara Explorer, Kereta Wisata Mewah Sentuhan Budaya Indonesia". https://www.metrotvnews.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 26 September 2026.{{cite news}}: Tautan eksternal dalam |newspaper=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  21. ↑ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 30 Desember 2024. hlm. 1524. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 27 Januari 2025 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  22. ↑ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Sumatera Bagian Utara Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 30 Desember 2024. hlm. 90. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 27 Januari 2025 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  23. ↑ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Sumatera Bagian Barat Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 30 Desember 2024. hlm. 42. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 27 Januari 2025 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  24. ↑ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Sumatera Bagian Selatan Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 30 Desember 2024. hlm. 222. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 27 Januari 2025 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  25. ↑ Redaksi (1 Desember 2025). "7 Lokomotif CC206 Datang dari Sumatera ke Jawa Buat Libur Natal dan Tahun Baru 2026". Info Bekasi. Diakses tanggal 26 September 2026.{{cite web}}: |last= memiliki nama generikPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  26. ↑ "TribunNews: Lokomotif Ini Ikut Jadi Korban Kebakaran di Malang". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 September 2021. Diakses tanggal 30 Agustus 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  27. ↑ Majalah KA Edisi Mei 2014, halaman 22 s.d. 23. Beratnya Medan Hambat Evakuasi CC206
  28. ↑ "Merdeka: Lokomotif KA Bogowonto yang Terguling Belum Dievakuasi". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 Januari 2022. Diakses tanggal 7 Juni 2014.
  29. ↑ Majalah KA Edisi Juni 2014: Lagi-lagi CC206 Jungkel
  30. ↑ "Okezone: Tabrakan terjadi karena KA Bangunkarta tergelincir dari rel". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 Maret 2022. Diakses tanggal 17 Juni 2015.
  31. ↑ "Breaking News TribunJogja: Lokomotif PT KAI Gagal Uji Rem dan Tabrak Ujung Rel". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 Agustus 2022. Diakses tanggal 30 Agustus 2015.
  32. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 Juli 2022. Diakses tanggal 5 Oktober 2016.
  33. ↑ "Tabrakan Avanza-Argo Anggrek di Grobogan, 4 Meninggal". Tempo Nasional. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 Mei 2017. Diakses tanggal 31 Mei 2017.
  34. ↑ Suara.com. "KA Argo Bromo Anggrek Tabrak Mobil di Blora". suara.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 Maret 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2017.
  35. ↑ Beritasatu.com. "KA Turangga Tabrak Truk Pengangkut Pakan Ternak". beritasatu.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 April 2023. Diakses tanggal 2 April 2023.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  36. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 Oktober 2023. Diakses tanggal 2 Oktober 2023.
  37. ↑ Priyatna, Aditya (17 Oktober 2023). "KA Argo Semeru Kecelakaan di Kulon Progo, Saksi Mata: Ada Asap Putih, Tiba-tiba Gerbong Keluar Jalur". Kompas.com. Yogyakarta: KG Media. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 19 Oktober 2023. Diakses tanggal 17 Oktober 2023.
  38. ↑ Fajar Fadhillah, Muhammad (5 Januari 2024). "Kecelakaan Kereta 'Adu Banteng' KA Turangga dan KA Bandung Raya". Kompas TV. Diakses tanggal 6 Desember 2024.
  39. ↑ Silaban, Martha Warta (25 September 2024). "Kronologi Kecelakaan Kereta Taksaka dan Truk di Perlintasan Sentolo-Rewulu". Tempo. Diakses tanggal 25 September 2024.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  40. ↑ Media, Kompas Cyber (25 September 2024). "Kecelakaan Kereta Taksaka Vs Truk Molen di Bantul, Sopir Masih Diperiksa". KOMPAS.com. Diakses tanggal 25 September 2024.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  41. ↑ "Kereta api Harina menabrak truk didaerah Kaligawe, Semarang 2025". kompas regional.com. Diakses tanggal 8 Mei 2025.
  42. ↑ "KA Jarak Jauh Tabrakan dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur". detikcom. Diakses tanggal 28 April 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  43. ↑ "Dua Kereta Bertabrakan di Stasiun Bekasi Timur". CNN Indonesia. Diakses tanggal 28 April 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Daftar pustaka

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Indonesian CC206 class.

Dokumen primer

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan