Sabtu, 24 Oktober 2026
16:15 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Lokomotif B50

Lokomotif B50

salah satu lokomotif uap di Indonesia

Bagikan:
William
250px-Lokomotif_B50.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lokomotif B5004 (tanpa tender) di Museum Transportasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Jenis dan asal
Sumber tenagaUap
ProdusenSharp, Stewart and co., Inggris
Nomor seriB50/SS 200
Jumlah diproduksi14 unit
Data teknis
Konfigurasi:
​
 • Whyte2-4-0
 • AAR1-B
 • UIC1B
Lebar sepur1.067 mm (1 yd 0 ft 6,0 in)
Lebar2.032 mm (2 yd 0 ft 8,0 in)
Tinggi3.529 mm (3 yd 2 ft 6,9 in)
Jenis bahan bakarKayu jati
Performansi
Daya mesin330 hp
Karier
LokalJawa
Mulai dinas1880-1984
Pemilik sekarangPT Kereta Api Indonesia

Lokomotif B50 adalah lokomotif uap buatan pabrik Sharp Stewart di Inggris. Lokomotif dengan notasi Whyte 2-4-0 ini dioperasikan oleh Staatsspoorwegen di Jawa, khususnya di lintas Madiun-Ponorogo untuk angkutan penumpang. Saat ini hanya tersisa lokomotif B5004 di Taman Mini Indonesia Indah, dengan tendernya yang dipasangkan ke B2301 di Museum Transportasi Taman Mini Indonesia Indah.

Sejarah

Pemerintah Hindia Belanda melalui perusahaan kereta api Staatsspoorwegen (SS) memulai pembangunan konstruksi pertama jalan rel dengan rute Surabaya Kota-Sidoarjo-Pasuruan (63 km) dan diresmikan pada tahun 1878. Pembangunan jalan rel ini diteruskan ke arah barat dengan rute Sidoarjo-Tarik-Kertosono-Madiun (141 km) yang selesai dibangun pada tahun 1882 dan Madiun-Solo Balapan (97 km) yang selesai dibangun pada tahun 1884. Jalur ini dianggap penting karena melalui wilayah dengan kondisi tanah yang subur yang kemudian menjadi tulang punggung industri gula. Selain terdapat perkebunan tebu dan pabrik gula, jalur ini juga melalui perkebunan teh, kopi, tembakau dan lain-lain.[1]

Untuk melayani rute ini, SS membeli 14 lokomotif uap B50 dari pabrik Sharp Stewart (Inggris). 14 lokomotif B50 didatangkan pada tahun 1880-1886. Lokomotif ini digunakan untuk menarik rangkaian kereta yang mengangkut hasil perkebunan dan penumpang. Pembangunan jalan rel kemudian dilanjutkan pada rute Madiun-Ponorogo (32 km) yang selesai dibangun pada tahun 1907 dan rute Ponorogo-Slahung (26 km) yang selesai dibangun pada tahun 1922. Sebagian besar lokomotif B50 berada di Depo lokomotif Madiun. Untuk memenuhi kebutuhan transportasi kereta api di Sumatera Selatan, maka 3 lokomotif B50 milik SS dipindah dari Jawa ke Sumatera Selatan.

Lokomotif uap B50 memiliki roda utama dengan diameter 1412mm. Dengan konstruksi ini, lokomotif mampu mencapai kecepatan maksimum 60 km/jam dengan tetap memberikan kestabilan pada lokomotif. Lokomotif B50 menggunakan bahan bakar kayu jati atau batubara. Lokomotif B50 memiliki daya 330 hp (horse power) dan digunakan untuk menarik rangkaian kereta pada rute jarak menengah. Lokomotif ini memiliki susunan roda 2-4-0 dan berat 20,25 ton.

Dari 14 lokomotif B50, masih tersisa 1 buah lokomotif B50, yaitu B5004 (mulai operasional tahun 1881). B5004 dipajang di Museum Transportasi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Saat ini, B5004 dalam kondisi sudah tidak lengkap karena tendernya yang dipasangkan ke lokomotif B2301.

Galeri

  • Bangkai lokomotif B5012 bersama sejumlah lokomotif uap seri lainnya, 1991.
  • Lokomotif B5014 yang mengangkut prajurit KNIL di lintas Madiun-Ponorogo, 10 Februari 1949.
    Lokomotif B5014 yang mengangkut prajurit KNIL di lintas Madiun-Ponorogo, 10 Februari 1949.

Referensi

  1. ↑ Bagus Prayogo, Yoga; Yohanes Sapto, Prabowo; Radityo, Diaz (2017). Kereta Api di Indonesia. Sejarah Lokomotif di Indonesia. Yogyakarta: Jogja Bangkit Publisher. hlm. 52. ISBN 978-602-0818-55-9.

Lokomotif B50

Mesin tunggal
Lokomotif penggerak terbagi
dan Dupleks
Lokomotif berartikulasi
Fairlie, Meyer dan Garratt
Lokomotif berartikulasi
Mallet
(termasuk tripleks)
Lokomotif berartikulasi
Engerth
Lokomotif bergigi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan