Jumat, 16 Oktober 2026
06:27 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Lokomotif Kebo Kuning

Lokomotif Kebo Kuning

salah satu lokomotif diesel-hidraulik di Indonesia

Bagikan:
Kebo Kuning
250px-Bagian_mesin_Kebo_Kuning.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lokomotif Kebo Kuning setelah dipindah ke Stasiun Purwokerto
Jenis dan asal
Sumber tenagaDiesel hidraulik
ProdusenSchöma
Tanggal produksi1963;63 tahun lalu (1963)
Jumlah diproduksi2 unit
Data teknis
Konfigurasi:
​
 • Whyte0-6-0
 • AARC
 • UICC
Lebar sepur1.067 mm (3 ft 6 in)
Panjang4.560 m (14.960 ft 8 in)
Jenis mesin?
Performansi
Daya mesin75 kW (101 hp)
Karier
LokalPulau Jawa
Mulai dinas1963;63 tahun lalu (1963)
Terakhir dinas1991;35 tahun lalu (1991)

Lokomotif Kebo Kuning merupakan nama yang diberikan kepada dua buah lokomotif milik Perusahaan Negara Kereta Api, "Kebo Kuning 1" dan "Kebo Kuning 2" buatan Schöma.

Kata Kebo Kuning sendiri berarti kerbau kuning, karena lokomotif ini kecil seperti kerbau dan berwarna kuning.

Lokomotif Kebo Kuning memiliki gandar tipe C artinya bergandar 3 dan 3 rodanya digerakkan oleh motor traksi. Lokomotif ini memiliki panjang 4.560 mm (5 yd 0 ft 0 in) dan daya motor diesel sebesar 75 kilowatt (101 hp).

Kedua lokomotif ini memiliki tugas khusus yaitu dinas langsir hanya di dalam Balai Yasa Semarang (Jalan Pengapon). Pada saat Balai Yasa Semarang ditutup pada tahun 1991, kedua lokomotif tersebut dipindah ke Balai Yasa Tegal. Karena tidak tersedianya suku cadang, memaksa seluruh Lokomotif Kebo Kuning berhenti beroperasi dan dinas langsir digantikan oleh Lokomotif D301. Saat ini hanya tersisa 1 (satu) unit lokomotif Kebo Kuning yang dipajang di Stasiun Purwokerto sejak 13 Februari 2024.[1]

Catatan kaki

Referensi

  1. ↑ "Lokomotif "Kebo Kuning" Jadi Monumen di Stasiun Purwokerto". irps.or.id. 13 Februari 2024. Diakses tanggal 2 April 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik lokomotif ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan