| Lokomotif D50 |
|---|
 Lokomotif D5011 di Museum Transportasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII). |
| Jenis dan asal |
|---|
| Sumber tenaga | Uap |
|---|
| Produsen | Schweizerische Lokomotiv und Maschinenfabrik Winterthur (Swiss), Hanomag (Jerman), Hartmann (Jerman) dan Werkspoor (Belanda). |
|---|
| Nomor seri | D50/SS 900 |
|---|
| Model | Consolidation |
|---|
| Tanggal produksi | 1914, 1915, dan 1921. |
|---|
| Jumlah diproduksi | 42 unit |
|---|
|
| Data teknis |
|---|
Konfigurasi:
| |
|---|
| • Whyte | 2-8-0 |
|---|
| • AAR | 1-D |
|---|
| • UIC | 1D |
|---|
| Lebar sepur | 1.067 mm |
|---|
| Panjang | 17.524 mm |
|---|
| Lebar | 2.700 mm |
|---|
| Tinggi | 3.780 mm |
|---|
| Jenis bahan bakar | Kayu Jati, Batubara, Minyak Residu |
|---|
| Rem rangkaian | Rem vakum, Rem manual |
|---|
|
| Performansi |
|---|
| Daya mesin | 700 hp |
|---|
|
| Karier |
|---|
| Lokal | Jawa |
|---|
| Pemilik sekarang | PT Kereta Api Indonesia |
|---|
|
Lokomotif D50 adalah lokomotif yang digunakan untuk menarik kereta Eendaagsche Express (ekspres siang) pada rute Bandung–Banjar. Lokomotif uap D50 mengganti peran lokomotif uap C30 untuk menarik kereta Eendaagsche Express. Kereta Eendaagsche Express diresmikan 1 November 1929. Pada tahun 1939, Eendaagsche Express mempersingkat perjalanan rute Bandung–Yogyakarta–Surabaya menjadi 11 jam. Lokomotif ini juga dioperasionalkan pada rute Bandung–Purwakarta–Jakarta. Untuk memenuhi kebutuhan transportasi kereta api di Sumatera Selatan, maka 4 buah lokomotif D50 milik SS dipindah dari Jawa ke Sumatera Selatan.
Selain SS, perusahaan kereta api Zuid Soematera Spoorwegen (ZSS) juga membeli lokomotif D50. ZSS membeli 11 lokomotif D50 dari 2 pabrik yang berbeda. 5 lokomotif D50 didatangkan pada tahun 1925 dari pabrik Hartmann (Jerman) dan 6 lokomotif D50 didatangkan pada tahun 1926 dari pabrik Hanomag (Jerman). ZSS membeli lokomotif D50 untuk menarik kereta barang batubara di Sumatera Selatan. Kegiatan ekplorasi batubara di Sumatera Selatan di mulai pada tahun 1895. Tercatat juga ada 4 lokomotif D50 milik SS dipindahkan dari Pulau Jawa menuju Provinsi Sumatera Selatan untuk membantu kegiatan angkutan batu bara dan penumpang,
Dari 42 unit D50, saat ini hanya tersisa 1 unit, yakni D5011 yang disimpan di Museum Transportasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.
Galeri
Lokomotif D5011 dengan gerbong pengawal tambahan melewati perlintasan Stasiun Tugu Yogyakarta, membawa rombongan Brigade T dari bagian Agresi Militer II, 1948.
Lokomotif D5011 dengan gerbong pengawal tambahan sedang stabling dan para prajurit KNIL yang sedang berpose di depannya, 1948.
Lokomotif D5031 dengan gerbong pengawal tambahan di emplasemen Stasiun Sidareja, 1948.
Lihat pula
Daftar Referensi
|
|---|
- Hanya berisi layanan kereta api yang dioperasikan oleh induk perusahaan. Untuk layanan yang dioperasikan oleh anak perusahaan, lihat Templat:KAI Commuter untuk layanan KAI Commuter, Templat:KAI Bandara untuk layanan KAI Bandara dan Templat:KCIC untuk layanan KCIC/Whoosh
|
Kereta api antarkota |
|---|
| Eksekutif | |
|---|
| Campuran | | Eksekutif dan Bisnis | |
|---|
| Eksekutif dan Ekonomi | |
|---|
|
|---|
| Ekonomi | | Susunan kursi 2–2 | |
|---|
| Susunan kursi 3–2 | |
|---|
|
|---|
| |
Kereta api lokal |
|---|
| Ekonomi lokal | |
|---|
KA perintis dan bus rel | |
|---|
| LRT | |
|---|
KA bandara dan pengumpan KAI | |
|---|
|
Layanan lain dan topik terkait |
|---|
| Kereta wisata | |
|---|
| Rencana beroperasi | |
|---|
| Pengganti KA |
- Purwokerto–Purbalingga–Wonosobo pp (angkutan terusan)
- Semarang–Demak–Kudus-Pati pp (angkutan terusan)
|
|---|
| Topik terkait | |
|---|
|
|
- Tebal pada kelas ekonomi: tidak disubsidi.
- Miring: KA tambahan/fakultatif.
- Garis bawah: KA aglomerasi.
- Dimutakhirkan 1 Mei 2026.
|