Senin, 21 September 2026
11:55 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Uap

Uap

titik-titik dari benda cair di udara yamg terkondensasi

250px-Watervapor_cup.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Air dari secangkir teh terkondensasi menjadi titik-titik air di udara

Uap adalah titik-titik dari benda cair (contohnya air keras buat di minum) di udara (kabut) yang terkondensasi.

Jarak penglihatan

Dalam meteorologi, jarak penglihatan (visibilitas, Inggris: visibility) diartikan sebagai "jarak terjauh di mana sebuah objek masih dapat terlihat dengan jelas".

Jauh atau dekatnya visibilitas ditentukan oleh sedikit banyaknya partikel-partikel yang berada di atas udara, makin banyaknya partikel maka visibilitas makin pendek. Partikel-partikel tersebut dapat berupa butiran-butiran air, partikel–partikel debu dll.

Kabut (fog dan mist)

Dalam istilah Bahasa Inggris, kabut (fog) merupakan awan yang berada di permukaan tanah yang mengandung jutaan butiran air yang sangat kecil. Fog terdiri dari titik air, tetapi pada kondisi tertentu dapat disertai kristal es. Secara umum, kabut (fog) diartikan sebagai suatu kondisi dengan jarak pandang (visibility) kurang dari 200 m, dan kabut tebal (dense fog) adalah kondisi jarak pandang kurang dari 50 m. Di laut, pengertian tersebut berbeda. Fog adalah kondisi dengan jarak penglihatan kurang dari 1000 m, dan dense fog adalah kondisi dengan jarak penglihatan kurang dari 200 m.

Dalam pengertian di Bahasa Inggris, Fog dan Mist sama-sama dibentuk oleh butiran air yang sangat kecil yang berkumpul di udara. Perbedaan dari keduanya adalah pada kerapatan dari butiran airnya. Fog lebih tebal dari mist, karena fog mengandung butiran air yang lebih banyak. Dalam sebuah kabut uap air yang berada dekat permukaan tanah berkondensasi dan menjadi mirip awan. Hal ini biasanya terbentuk karena hawa dingin membuat uap air berkondensasi dan kadar kelembapan mendekati 100%.

Ada beberapa macam kabut:

  • kabut adveksi
  • kabut angin
  • kabut basah
  • kabut es
  • kabut lembah
  • kabut radiasi
  • kabut uap
  • kabut udara tropis

Kabut adveksi (advection fog)

Terbentuk karena adanya adveksi udara basah yang melalui suatu permukaan yang lebih dingin. Kadang pada pembentukan kabut adveksi ini diperkuat dengan adanya pendinginan permukaan bumi yang di sebabkan oleh radiasi bumi pada malam hari.

Kabut radiasi (radiation fog)

Terbentuk karena adanya pendinginan permukaan bumi yang disebabkan oleh radiasi bumi pada malam hari. Karena udara merupakan penghantar yang kurang baik, maka pendinginan udara hanya setebal beberapa centimeter dari permukaan bumi. Ada beberapa kondisi yang diperlukan untuk terbentuknya kabut radiasi yaitu:

  1. Temperatur titik embun yang cukup tinggi
  2. Adanya proses pendinginan yang cukup memadai pada malam hari
  3. Adanya turbulansi dan angin yang lemah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan