Selasa, 20 Oktober 2026
07:36 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Lokomotif C25

Lokomotif C25

Bagikan:

Lokomotif C25 adalah lokomotif trem uap buatan Hanomag, Jerman yang yang memiliki susunan roda 0-6-0Tr. Berbeda dengan lokomotif trem lainnya yang memiliki lokomotif kotak khas kereta perkotaan yang bergandar dua, lokomotif C25 ini bergandar tiga. Berat keseluruhan lokomotif adalah 21 ton. Lokomotif ini dapat melaju dengan kecepatan 25 km/jam dan memiliki daya 235hp. Lokomotif C25 biasanya menggunakan bahan bakar kayu jati.

Lokomotif C25
330px-DKA_C25_%2825_01_A_W%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
C25 01 di Museum Transportasi TMII, Jakarta
Jenis dan asal
Sumber tenagaUap
ProdusenHanomag, Jerman
Nomor seriC25
ModelC25
Tanggal produksi1912 - 1931
Jumlah diproduksi6
Data teknis
Konfigurasi:
​
 • Whyte0-6-0 Tr
 • AARC
 • UICC
Lebar sepur1.067 mm
Diameter roda-
Panjang-
Lebar-
Jenis bahan bakarKayu jati
Jumlah silinder-
Performansi
Daya mesin235 hp

Pada tahun 1897-1912, Probolinggo Stoomtram Maatschappij (PbSM) berhasil membangun jalur rel dengan total panjang 41km. Jalur rel yang dibangun PbSM berada tidak jauh dari beberapa pabrik gula di Probolinggo, Seperti PG Kandang Djati, PG Paiton, PG Djaboeng, PG Wonolangan, PG Padjarakan, PG Gending dan PG Soember Kareng. Utuk melayani rute tersebut, PbSM hanya mendatangkan 5 unit lokomotif PbSM11/C25, sedangkan Pasoeroean Stoomtram Maatschappij (PsSM) hanya mendatangkan 1 unit loko yang sama. 6 unit lokomotif uap PbSM11/PsSM9/C25 tersebut didatangkan pada tahun 1912 dan 1931 dari pabrik Hanomag, Jerman.

Kehadiran trem dengan cepat mendapat sambutan baik dari masyarakat, selain memiliki keunggulan kecepatan dibandingkan angkutan lain seperti pedati atau kereta kuda, harga tiket trem lebih terjangkau. Lokomotif ini juga digunakan untuk menarik gerbong barang yang berisi hasil bumi dan gula, diangkut menuju pelabuhan untuk diekspor. Kereta penumpang juga ditarik dengan lokomotif seri ini.

Pada akhir masa dinasnya sekitar tahun 1973, lokomotif C25 digunakan untuk menarik gerbong ketel tetes tebu di sekitar Probolinggo. Dari 6 unit lokomotif C25, saat ini masih tersisa 1 unit lokomotif C25 yaitu C25 01 (miilik PbSM, mulai operasional tahun 1913). C25 01 dapat disaksikan di Museum Transportasi TMII, Jakarta.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan