Rabu, 04 November 2026
14:40 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan

Lokomotif DSM 55

Bagikan:
Lokomotif DSM 55
Jenis dan asal
Sumber tenagaUap
ProdusenWerkspoor
Nomor seri385-468
Model2-6-4T
Tanggal produksi1915-1920
Jumlah diproduksi16 Unit
Data teknis
Konfigurasi:
​
 • AARC
 • UICC
Lebar sepur1.067 mm
Diameter roda1300 mm
Jari-jari lengkung terkecil3' 6"
Jenis bahan bakarKayu jati
Jumlah silinder390 x 550mm
Performansi
Daya mesin750 HP
Karier
LokalSumatera Utara

Lokomotif DSM 55 adalah lokomotif uap buatan Werkspoor N.V., Belanda. Dengan semakin meningkatnya volume barang yang akan diangkut, maka DSM mendatangkan 6 lokomotif uap tipe C2 yang kemudian diberi nomor DSM 50 – 55, 6 lokomotif tipe C2 ini didatangkan dari pabrik Werkspoor (Belanda) pada tahun 1920. Lokomotif D11 digunakan untuk menarik rangkaian kereta campuran terdiri dari kereta penumpang dan gerbong barang, Dengan kecepatan 68 km/jam, maka lokomotif ini dapat mempersingkat waktu tempuh rangkaian kereta api rute Medan – Pematangsiantar (106 km) menjadi 3 jam 16 menit, Lokomotif ini dapat melaju hingga kecepatan maksimum 68 km/jam dan memiliki daya 750 HP (horse power), dan juga Lokomotif ini dilengkapi dengan lampu lokomotif dan lampu semboyan yang cahayanya dihasilkan dari turbogenerator, dari 6 lokomotif tipe C2 (dengan nomor DSM 50 – 55), saat ini masih tersisa 1 buah yaitu DSM 55.[1]

Sejarah

Perusahaan kereta api Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) merupakan perusahaan kereta api yang menyelenggarakan angkutan komoditas perkebunan di Sumatera Utara, sehingga angkutan penumpang tidak menjadi prioritas utama. Stasiun–stasiun umumnya melayani rangkaian gerbong barang sehingga fasilitas–fasilitas untuk angkutan penumpang menjadi tidak terpenuhi. Dengan adanya jalan rel milik DSM ini maka perusahaan perkebunan tidak perlu susah payah membeli truk guna mengangkut komoditasnya ke pelabuhan, serta dapat mengurangi kepadatan arus lalu lintas di jalan raya. Komoditas perkebunan itu berupa karet, kelapa sawit, daun nanas, batang pisang, coklat, tembakau dan sebagainya. Mengingat kereta api merupakan sarana transportasi utama angkutan komoditas perkebunan dari pedalaman menuju pusat Kota Medan, maka DSM membangun jalan rel kualitas kelas 1 dengan panjang 202 km sehingga jalan rel ini dapat dilalui oleh lokomotif dengan beban yang lebih berat dan dapat dilalui oleh lokomotif dengan kecepatan tinggi. Pada tahun 1886 – 1921, DSM telah berhasil membangun jalan rel dengan panjang total 440 km. Dengan semakin meningkatnya volume barang yang akan diangkut, maka DSM mendatangkan 6 lokomotif uap tipe C2 yang kemudian diberi nomor DSM 50 – 55. 6 lokomotif tipe C2 ini didatangkan dari pabrik Werkspoor (Belanda) pada tahun 1920. Lokomotif D11 digunakan untuk menarik rangkaian kereta campuran terdiri dari kereta penumpang dan gerbong barang. Dengan kecepatan 68 km/jam, maka lokomotif ini dapat mempersingkat waktu tempuh rangkaian kereta api rute Medan – Pematangsiantar (106 km) menjadi 3 jam 16 menit. Dampak akhir adalah aktivitas perekonomian menjadi meningkat sehinggga kota Medan dan Sumatera Utara menjadi kawasan yang maju dan sekaligus sebagai pusat perkebunan di Indonesia. Lokomotif tipe C2 memiliki susunan roda 2-6-4T. Berat keseluruhan 51,4 ton. Lokomotif ini menggunakan bahan bakar kayu jati. Lokomotif ini dapat melaju hingga kecepatan maksimum 68 km/jam dan memiliki daya 750 HP (horse power). Lokomotif ini dilengkapi dengan lampu lokomotif dan lampu semboyan yang cahayanya dihasilkan dari turbogenerator. Dari 6 lokomotif tipe C2 (dengan nomor DSM 50 – 55), saat ini masih tersisa 1 buah yaitu DSM 55. DSM 55 dipajang di Museum Transportasi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.[2]

Referensi

  1. ↑ "Del Spoorweg Maatschappij". searail.malayanrailways.com. Diakses tanggal 2023-06-11.
  2. ↑ "Heritage - Kereta Api Indonesia". heritage.kereta-api.co.id. Diakses tanggal 2023-06-11.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan