Selasa, 20 Oktober 2026
01:12 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Lokomotif B25

Lokomotif B25

salah satu lokomotif uap di Indonesia

Bagikan:
Lokomotif B25
330px-Ambarawa_Steam_Train_-_panoramio.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lokomotif B2502/NIS 232, 24 Desember 2007
Jenis dan asal
Sumber tenagaUap
ProdusenMaschinenfabrik Esslingen, Jerman
Nomor seriNIS 231-235
ModelB25
Tanggal produksi1902
Jumlah diproduksi5 unit
Data teknis
Konfigurasi:
​
 • Whyte0-4-2RT
 • AARB-1
 • UICB'1
Lebar sepur1.067 mm (3 ft 6 in)
Diameter roda853 mm
Jari-jari lengkung terkecil170 m
Panjang8.180 mm
Lebar2.670 mm
Jenis bahan bakarKayu jati
Jumlah silinder340/390 × 450 mm
Performansi
Daya mesin450 hp
Karier
Pemilik sekarangPT. Kereta Api Indonesia

Lokomotif B 25 adalah lokomotif uap bergigi yang pernah dimiliki oleh Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij. Lokomotif ini diproduksi oleh pabrik Maschinenfabrik Esslingen, Jerman. Kini, lokomotif B 25 yang masih dapat dioperasikan adalah lokomotif B 25 02 dan B 25 03. Lokomotif ini memiliki susunan gandar B'1.[1]

Sejarah

250px-DK%28B_25_03_D%29A_B25.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lokomotif B2503 di Depo lokomotif Ambarawa, tampak lokomotif B2502 di belakang serta sebuah lokomotif uap yang berkarat di sampingnya,
7 Agustus 2008

Lokomotif ini dioperasikan oleh NIS mulai tahun 1902 dalam rangka mengoperasikan jalur kereta api Secang-Kedungjati (hanya sampai Stasiun Ambarawa yang didukung jalur bergigi). Jalur gigi sejauh 6,5 km ini beroperasi mulai tahun 1905. Untuk operasional khusus tersebut itulah, NIS mengimpor lima unit B 25 dari Esslingen.

Agar dapat beroperasi di atas jalur bergigi ini, B 25 menggunakan roda gigi agar kereta dapat menanjak dengan baik. Gigi-gigi itu difungsikan agar kereta dapat menanjak pada kemiringan hingga 6,5% walaupun melaju dengan kecepatan 10 km/jam. Selain itu, gigi-gigi tersebut berfungsi menahan kecepatan apabila relnya menurun.

Lokomotif ini berbahan bakar kayu jati untuk mendidihkan air dan menggerakkan piston-piston. B 25 memiliki empat silinder, dua di antaranya hanya untuk menggerakkan roda gigi. Bahan bakar kayu jati yang dipergunakan dalam lokomotif ini dapat merebus hingga 2.850 liter air. Sebelum pengoperasian, ketel uap harus dipanaskan sekitar tiga jam agar ketel mencapai titik puncak pemanasan untuk menggerakkan roda-rodanya pada suhu ±235 °C. B 25 dapat melaju hingga 30 km/jam untuk jalur datar.

Saat ini masih tersisa 3 (tiga) unit lokomotif uap seri B25 yang masih bisa dijumpai yaitu lokomotif uap B25 02 dan B25 03 yang masih operasional untuk melayani kereta wisata rute Ambarawa – Bedono sedangkan lokomotif uap B25 01 menjadi monumen statis di Monumen Palagan Ambarawa (penanda kepahlawanan dan perjuangan).Perlu diketahui bahwa dalam pemindahannya, lokomotif B25 01 ini berjalan secara normal menggunakan rel portabel dari Stasiun Ambarawa menuju Monumen Palagan, sehingga secara teknis lokomotif ini dalam kondisi baik. Lokomotif di Indonesia yang juga memiliki gigi adalah E 10 yang masih beroperasi tetapi juga untuk layanan kereta wisata yang diberi nama Mak Itam, serta Lokomotif BB204.[2] sementara 2 unit lokomotif B25 habis dirucat B25 04 tersimpan di dipo Kedungjati, para penjarah mengambil semua yang ada di dipo termasuk B25 04. B25 05 walaupun masih tetap beroperasi sekitar akhir tahun 1970an lokomotif ini harus menjadi pendonor suku cadang kepada B 2502 dan B2503

Pada Budaya Populer

Lokomotif B 25 pernah digunakan untuk pengambilan video musik "Negeri di Awan" yang dinyanyikan oleh Katon Bagaskara.[3] Selain itu, lokomotif ini juga sempat digunakan untuk keperluan syuting iklan mi instan Indomie dalam rangka merayakan 50 tahun eksistensi mereka dalam pasar mi instan di Indonesia.[4]

Galeri

  • Lokomotif B2502 di peron Stasiun Ambarawa, 2006
    Lokomotif B2502 di peron Stasiun Ambarawa, 2006
  • Lokomotif NIS 231 / B25 (gambar paling atas)
    Lokomotif NIS 231 / B25 (gambar paling atas)
  • Lokomotif B2501 yang dimonumenkan di Monumen Palagan Ambarawa, 2008
    Lokomotif B2501 yang dimonumenkan di Monumen Palagan Ambarawa, 2008
  • Lokomotif B2503 di Depo Lokomotif Ambarawa, 2008
    Lokomotif B2503 di Depo Lokomotif Ambarawa, 2008

Referensi

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Indonesian NIS 231-235 (B25) class.
  1. ↑ Bagus Prayogo, Yoga; Yohanes Sapto, Prabowo; Radityo, Diaz (2017). Kereta Api di Indonesia. Sejarah Lokomotif di Indonesia. Yogyakarta: Jogja Bangkit Publisher. hlm. 47. ISBN 978-602-0818-55-9.
  2. ↑ Unit Pusat Pelestarian dan Desain Arsitektur: Lokomotif B25
  3. ↑ Katon Bagaskara - Negeri Di Awan | Official Video, diakses tanggal 2023-01-02
  4. ↑ 50 tahun Indomie #TerusHidupkanSeleraIndonesia, diakses tanggal 2023-01-02


Ikon rintisan

Artikel bertopik lokomotif uap ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan