Senin, 19 Oktober 2026
02:28 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Lokomotif B10

salah satu lokomotif uap di Indonesia

Bagikan:
Lokomotif B10
Jenis dan asal
Sumber tenagaUap
ProdusenBeyer Peacock, Inggris
Nomor seriB10 / NIS331 / NIS1
ModelB10
Tanggal produksi-
Jumlah diproduksi6
Data teknis
Konfigurasi:
​
 • Whyte2-4-0ST
 • AARB
 • UICB
Lebar sepur1.067 mm
Diameter roda1.191 mm
Jenis bahan bakarKayu / batu bara
Jumlah silinder330 X 457 mm
Performansi
Daya mesin-

Lokomotif B10 adalah salah satu lokomotif pertama yang dioperasikan di lintas rel 1067 mm milik Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij. Lokomotif ini dibuat oleh pabrikan Beyer Peacock, Inggris dan didatangkan ke Hindia Belanda sekitar tahun 1871.[1] Tidak jelas daerah operasionalnya lokomotif ini. Pada awalnya, NIS membeli lokomotif ini sebanyak 6 unit. Namun kemudian hanya tersisa 2 unit sewaktu penjajahan Jepang pada tahun 1942. Dari 2 unit yang tersisa pada tahun 1950-an, semua unit dalam kondisi afkir. Sehingga semua lokomotif B10 telah hilang tak berbekas.[2]

Referensi

  1. ↑ Durrant, A. E. 1972. PNKA Power Parade Indonesian Steam Locomotives. Locomotives of the Perusahaan Negara Kereta Api. Continental Railway Circle. Middlesex, England.
  2. ↑ Bagus Prayogo, Yoga; Yohanes Sapto, Prabowo; Radityo, Diaz (2017). Kereta Api di Indonesia. Sejarah Lokomotif di Indonesia. Yogyakarta: Jogja Bangkit Publisher. hlm. 31. ISBN 978-602-0818-55-9.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan