Sabtu, 26 September 2026
22:49 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Lokomotif B50

Lokomotif B50

salah satu lokomotif uap di Indonesia

William
250px-Lokomotif_B50.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lokomotif B5004 (tanpa tender) di Museum Transportasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Jenis dan asal
Sumber tenagaUap
ProdusenSharp, Stewart and co., Inggris
Nomor seriB50/SS 200
Jumlah diproduksi14 unit
Data teknis
Konfigurasi:
​
 • Whyte2-4-0
 • AAR1-B
 • UIC1B
Lebar sepur1.067 mm (1 yd 0 ft 6,0 in)
Lebar2.032 mm (2 yd 0 ft 8,0 in)
Tinggi3.529 mm (3 yd 2 ft 6,9 in)
Jenis bahan bakarKayu jati
Performansi
Daya mesin330 hp
Karier
LokalJawa
Mulai dinas1880-1984
Pemilik sekarangPT Kereta Api Indonesia

Lokomotif B50 adalah lokomotif uap buatan pabrik Sharp Stewart di Inggris. Lokomotif dengan notasi Whyte 2-4-0 ini dioperasikan oleh Staatsspoorwegen di Jawa, khususnya di lintas Madiun-Ponorogo untuk angkutan penumpang. Saat ini hanya tersisa lokomotif B5004 di Taman Mini Indonesia Indah, dengan tendernya yang dipasangkan ke B2301 di Museum Transportasi Taman Mini Indonesia Indah.

Sejarah

Pemerintah Hindia Belanda melalui perusahaan kereta api Staatsspoorwegen (SS) memulai pembangunan konstruksi pertama jalan rel dengan rute Surabaya Kota-Sidoarjo-Pasuruan (63 km) dan diresmikan pada tahun 1878. Pembangunan jalan rel ini diteruskan ke arah barat dengan rute Sidoarjo-Tarik-Kertosono-Madiun (141 km) yang selesai dibangun pada tahun 1882 dan Madiun-Solo Balapan (97 km) yang selesai dibangun pada tahun 1884. Jalur ini dianggap penting karena melalui wilayah dengan kondisi tanah yang subur yang kemudian menjadi tulang punggung industri gula. Selain terdapat perkebunan tebu dan pabrik gula, jalur ini juga melalui perkebunan teh, kopi, tembakau dan lain-lain.[1]

Untuk melayani rute ini, SS membeli 14 lokomotif uap B50 dari pabrik Sharp Stewart (Inggris). 14 lokomotif B50 didatangkan pada tahun 1880-1886. Lokomotif ini digunakan untuk menarik rangkaian kereta yang mengangkut hasil perkebunan dan penumpang. Pembangunan jalan rel kemudian dilanjutkan pada rute Madiun-Ponorogo (32 km) yang selesai dibangun pada tahun 1907 dan rute Ponorogo-Slahung (26 km) yang selesai dibangun pada tahun 1922. Sebagian besar lokomotif B50 berada di Depo lokomotif Madiun. Untuk memenuhi kebutuhan transportasi kereta api di Sumatera Selatan, maka 3 lokomotif B50 milik SS dipindah dari Jawa ke Sumatera Selatan.

Lokomotif uap B50 memiliki roda utama dengan diameter 1412mm. Dengan konstruksi ini, lokomotif mampu mencapai kecepatan maksimum 60 km/jam dengan tetap memberikan kestabilan pada lokomotif. Lokomotif B50 menggunakan bahan bakar kayu jati atau batubara. Lokomotif B50 memiliki daya 330 hp (horse power) dan digunakan untuk menarik rangkaian kereta pada rute jarak menengah. Lokomotif ini memiliki susunan roda 2-4-0 dan berat 20,25 ton.

Dari 14 lokomotif B50, masih tersisa 1 buah lokomotif B50, yaitu B5004 (mulai operasional tahun 1881). B5004 dipajang di Museum Transportasi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Saat ini, B5004 dalam kondisi sudah tidak lengkap dikarenakan tendernya yang dipasangkan ke lokomotif B2301.

Galeri

  • Bangkai lokomotif B5012 bersama sejumlah lokomotif uap seri lainnya, 1991.
  • Lokomotif B5014 yang mengangkut prajurit KNIL di lintas Madiun-Ponorogo, 10 Februari 1949.
    Lokomotif B5014 yang mengangkut prajurit KNIL di lintas Madiun-Ponorogo, 10 Februari 1949.

Referensi

  1. ↑ Bagus Prayogo, Yoga; Yohanes Sapto, Prabowo; Radityo, Diaz (2017). Kereta Api di Indonesia. Sejarah Lokomotif di Indonesia. Yogyakarta: Jogja Bangkit Publisher. hlm. 52. ISBN 978-602-0818-55-9.

Lokomotif B50

Mesin tunggal
Lokomotif penggerak terbagi
dan Dupleks
Lokomotif berartikulasi
Fairlie, Meyer dan Garratt
Lokomotif berartikulasi
Mallet
(termasuk tripleks)
Lokomotif berartikulasi
Engerth
Lokomotif bergigi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan