Selasa, 29 September 2026
01:53 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Kereta api Gaya Baru Malam Selatan

Kereta api Gaya Baru Malam Selatan

layanan kereta api di Indonesia

Kereta api Gaya Baru Malam Selatan
330px-PapanKeretaApi_Gaya_Baru_Malam_Selatan_2022.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Papan kereta api Gaya Baru Malam Selatan sebelum menggunakan rangkaian generasi terbaru dan masih digunakan untuk petunjuk KA di setiap peron stasiun saja.
330px-Gayabaru_Malam_Selatan_Train.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kereta api Gaya Baru Malam Selatan memasuki Stasiun Lempuyangan menuju Stasiun Pasar Senen.

Kereta api Gaya Baru Malam Selatan
osm-intl,a,a,a,323x300.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Kereta_api_Gaya_Baru_Malam_Selatan&revid=29902275&groups=_1ed4d8c9043632b2bcfeb37330207522f9c7ddd8&parser=parsoid
Informasi umum
Jenis layananKereta api antarkota
StatusBeroperasi
Daerah operasiDaerah Operasi VIII Surabaya
Pendahulu
  • Eendaagsche Express (1 November 1929 – 6 Juli 1961)
  • Ekspres Gaja Baru (28 September 1964 - 14 Juni 1968)
Mulai beroperasi17 Februari 1975 (1975-02-17)
Operator saat iniPT Kereta Api Indonesia
Jumlah penumpang harian2.000 penumpang per hari (rata-rata)[butuh rujukan]
Lintas pelayanan
Stasiun awalSurabaya Gubeng
Jumlah pemberhentianLihat di bawah
Stasiun akhirPasar Senen
Jarak tempuh820 km
Waktu tempuh rerata12 jam 29 menit[1]
Frekuensi perjalananSatu kali keberangkatan tiap hari
Jenis relRel berat
Pelayanan penumpang
KelasEksekutif dan Ekonomi
Pengaturan tempat duduk
  • 50 tempat duduk disusun 2-2 (kelas eksekutif)
    kursi dapat direbahkan dan diputar
  • 72 tempat duduk disusun 2-2 (kelas ekonomi)
    kursi dapat direbahkan dan diputar searah lajur kereta
Fasilitas restorasiAda
Fasilitas observasiKaca dupleks dengan tirai, lapisan laminasi isolator panas.
Fasilitas hiburanAda
Fasilitas bagasiAda
Fasilitas lainToilet, alat pemadam api ringan, penyejuk udara, rem darurat.
Teknis sarana dan prasarana
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional81.5 s.d. 120 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal89-90
Peta rute
ke Surabaya Kota/Sidotopo
ke Surabaya Pasarturi
Surabaya Gubeng
J S A D P Trans Semanggi Suroboyo Wirawiri Suroboyo
Wonokromo
ke Malang/Banyuwangi
ke Sidoarjo
Mojokerto
Jombang
ke Blitar, Malang
Jembatan Kali Brantas
Kertosono
Nganjuk
Caruban
Madiun
Walikukun
Jawa Timur
Jawa Tengah
Sragen
Jembatan Bengawan Solo
ke Semarang dan BIAS Bandara Adi Soemarmo
Purwosari
ke Wonogiri
Klaten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Lempuyangan
Y 40px-TransJogja_Line_4B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 40px-TransJogja_Line_10_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wates
ke YIA Bandara Internasional Yogyakarta
DI Yogyakarta
Jawa Tengah
Kutoarjo
P Trans Jateng Terminal Kutoarjo
Kebumen
Gombong
Terowongan Ijo
Kroya
ke Cilacap, Bandung
Terowongan Kebasen
Jembatan Kali Serayu
Terowongan Notog
Purwokerto
Jembatan Sakalibel
Bumiayu
Prupuk
ke Tegal via Slawi
Ketanggungan
Jawa Tengah
Jawa Barat
Ciledug
ke Semarang
Cirebon Prujakan
Arjawinangun
Jatibarang
Haurgeulis
Pegaden Baru
ke Bandung
Cikarang
Bekasi
20px-Jakarta_KRL_C.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jawa Barat
DKI Jakarta
Jatinegara
20px-Jakarta_KRL_C.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-TransJakarta_BRT_Corridor_5_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-TransJakarta_BRT_Corridor_10_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-TransJakarta_BRT_Corridor_11_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
ke Gambir
Pasar Senen
20px-Jakarta_KRL_C.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-BSicon_BUS3.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Transjakarta Mikrotrans Terminal Pasar Senen
Ke Jakarta Kota dan Tanjung Priok

Kereta api Gaya Baru Malam Selatan (GBMS) merupakan layanan kereta api penumpang kelas eksekutif dan ekonomi yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk melayani relasi Surabaya Gubeng–Pasar Senen melalui lintas selatan Pulau Jawa. Walaupun memiliki nama khas dari kereta api yang beroperasi pada "malam" hari, kini sebagian besar perjalanan GBMS dilakukan pada siang hari.

Kereta api Gaya Baru Malam Selatan merupakan salah satu layanan kereta api tertua (mulai beroperasi) yang masih beroperasi dengan nama yang sama sejak pertama kali diperkenalkan.

Sejarah

Ekspres Gaja Baru

120px-Suara_Merdeka_15_Juni_1968_%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Warta mengenai tarif Ekspres Djaya yang dimuat di Harian Suara Merdeka, 15 Juni 1968.

Sejarah kereta api Gaya Baru Malam tidak dapat dipisahkan dari program modernisasi sarana perkeretaapian di Indonesia pada dekade 1960-an. Pada tahun 1964, Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA) meresmikan penggunaan kereta penumpang baru yang didatangkan secara utuh (completely built-up) langsung dari produsen bakal pelanting asal Jepang, Nippon Sharyo. Armada kereta baru ini merupakan kereta pertama PNKA yang menerapkan sistem rem udara tekan (air brake). Sebagai langkah awal pengoperasiannya, pada 20 April 1964, rangkaian kereta tersebut diluncurkan untuk melayani kereta api kilat relasi Bandung–Jakarta.[2]

Keberhasilan operasional kereta baru tersebut mendorong PNKA untuk memperluas operasional kereta jenis ini ke jalur-jalur antarkota di Pulau Jawa. Pada tanggal 28 September 1964, PNKA meresmikan layanan kereta api Ekspres Gaja Baru sebagai kelas layanan ekspres siang kelas 3. Layanan baru ini beroperasi di tiga rute pergi-pulang sekaligus untuk menghubungkan pusat-pusat ekonomi utama. Ketiga rute tersebut di antaranya relasi Gambir–Purwokerto–Surabaya Kota yang melintasi jalur selatan, relasi Gambir–Surabaya Pasarturi menyusuri lintas utara Pulau Jawa, dan relasi Bandung–Surabaya Kota.[3]

Tingginya minat masyarakat terhadap mobilitas antarkota membuat PNKA terus melakukan ekspansi operasional demi memenuhi kebutuhan penumpang malam hari. Pada tanggal 17 November 1966, jadwal perjalanan kereta api Ekspres Gaja Baru ditambah dengan diluncurkannya ekspres malam pada rute Jakarta–Surabaya, baik yang melalui jalur selatan maupun jalur utara.[4] Pada 14 Juni 1968, PNKA melakukan penataan ulang identitas layanan kereta apinya dengan memberikan jenama baru Limited Express Djaja untuk jadwal perjalanan siang, sedangkan untuk jadwal perjalanan malam tetap mempertahankan nama Ekspres Malam/Gaja Baru.[5]

Pada 6 Januari 1969, PNKA menghapus operasional KA Gaja Baru Malam via jalur selatan. Sementara itu, layanan Gaja Baru Malam melalui jalur utara tetap dipertahankan. Pada saat yang bersamaan dengan penataan rute tersebut, KA Djaja (layanan siang) mendapatkan peningkatan fasilitas berupa penambahan layanan kelas 2 (menggunakan kereta kode BW/AC) dengan persediaan tiket terbatas.[6]

Gaja Baru Malam

Pada 7 Oktober 1971, Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA)—yang kala itu masih beriklan dengan nama Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA)—merilis jadwal perjalanan kereta api baru. Dalam grafik perjalanan yang berlaku tersebut, KA Djaja dan KA Gaja Baru Malam tetap dipertahankan dengan pola operasional yang konsisten sejak tahun 1969, dengan KA Djaja diposisikan sebagai layanan ekspres siang kelas 3 dan KA Gaja Baru Malam sebagai ekspres malam kelas 3 lewat utara, yang diberangkatkan dari Stasiun Gambir sebagai stasiun asal di Jakarta.[7] Namun, pada 17 Januari 1973, Pantiarso yang saat itu menjabat sebagai Kepala Eksploitasi Barat PJKA mengumumkan rencana memindahkan titik awal pemberangkatan KA Gaya Baru Malam ke Stasiun Pasar Senen. Langkah pemindahan ini dilakukan sehubungan dengan rencana PJKA untuk melakukan penataan Stasiun Gambir dan renovasi besar-besaran pada Stasiun Pasar Senen sehubungan dengan dibukanya kompleks Gelanggang Remaja Planet Senen, Jakarta.[8]

Pada tanggal 17 Februari 1975, diluncurkan sempalan dari kereta api Gaja Baru Malam, yakni kereta api Gaja Baru Malam Selatan, layanan baru ini memiliki relasi Surabaya Kota–Jakarta melalui lintas tengah Jawa (via Purwokerto). Pada 1976, kereta api Gaja Baru Malam mengalami penjenamaan ulang menjadi kereta api Gaja Baru Malam Utara.

Gaya Baru Malam Selatan Lebaran

Pada dekade 1980-an, diluncurkan layanan khusus musim libur, yakni kereta api Gaya Baru Malam Selatan Lebaran, yang kemudian berubah menjadi kereta api Gaya Baru Malam Selatan Utama. Pada tahun 1990, kereta api Gaya Baru Malam Selatan Utama mengalami penjenamaan ulang menjadi kereta api Jayabaya, lalu menjadi Jayabaya Selatan (bukan kereta api Jayabaya).

Pada 15 Juni 2017, PT KAI kembali meluncurkan kereta api Gaya Baru Malam Selatan Lebaran. Dikarenakan okupansi yang tinggi, layanan ini beroperasi secara reguler setelah musim lebaran dengan nama kereta api Gaya Baru Malam Selatan Premium. Pada 28 September 2017, kereta api Gaya Baru Malam Selatan Premium berubah menjadi kereta api Jayakarta Premium, dan menjadi kereta api terpanjang di jalur selatan Jawa.

Sejarah pengoperasian

330px-Kereta_Api_Gaya_Baru_Malam_Selatan_melintas_langsung_Stasiun_Cikampek.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kereta api Gaya Baru Malam Selatan saat beroperasi menggunakan rangkaian kereta lama kelas ekonomi – melintas langsung Stasiun Cikampek, 2019

Kereta api yang pertama kali beroperasi pada 17 Februari 1975 ini merupakan penerus dari layanan kereta api Ekspres Gaja Baru yang pernah beroperasi tanggal 28 September 1964 hingga berubah menjadi Limited Express Djaja pada tahun 1968.

Sejak 1 Januari 2019, kereta api ini merupakan salah satu dari lima layanan kereta api kelas ekonomi yang subsidi-nya dihentikan oleh pemerintah.[9] Bersamaan dengan kereta api Brantas, kereta api ini juga mengalami penambahan layanan kelas eksekutif mulai 1 September 2019.[10]

Seiring dengan berlakunya Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2019 pada 1 Desember 2019, kereta api Gaya Baru Malam Selatan mulai beroperasi menggunakan rangkaian kereta kelas ekonomi setelah dilakukan penyesuaian tempat duduk, dengan jumlah kursi yang semula 106 kursi dikurangi menjadi 80 kursi untuk meningkatkan kenyamanan penumpang.[11]

Sekitar Tahun 2020, operasional kereta api Gaya Baru Malam Selatan dipindahkan dari Daerah Operasi I Jakarta ke Daerah Operasi VIII Surabaya. Seiring dengan perubahan tersebut, rangkaian kereta dimutasi dari Depo Kereta Jakarta Kota (JAKK) ke Depo Kereta Sidotopo (SDT) di Surabaya, sebagai bagian dari pertukaran layanan operasional dengan kereta api Jayakarta.

Kereta api Gaya Baru Malam Selatan menambah pemberhentian di Stasiun Cikarang terhitung sejak 1 Februari 2022.[12]

Sebagai bagian dari perbaikan pada layanan kelas ekonomi, mulai 14 Maret 2024, kereta api Gaya Baru Malam Selatan menggunakan rangkaian kereta ekonomi generasi baru hasil modifikasi Balai Yasa Manggarai keluaran 2024 dengan 72 tempat duduk.[13]

Pada 12 Desember 2024, kereta api Gaya Baru Malam Selatan kembali mengalami peningkatan layanan berupa perubahan sarana, dengan menggunakan rangkaian kereta campuran kelas eksekutif dan ekonomi bertipe baja nirkarat generasi baru buatan PT INKA keluaran 2024. Rangkaian tersebut terdiri dari satu kereta pembangkit, empat kereta eksekutif, satu kereta makan, empat kereta ekonomi, dan satu kereta bagasi.

Mulai tanggal 1 Februari 2025, tepatnya bertepatan dengan pemberlakuan grafik perjalanan kereta api (Gapeka) 2025 kereta api Gaya Baru Malam Selatan saling bertukar rangkaian dengan kereta api Jayabaya yang beroperasi di relasi yang berbeda.

Tarif kereta api ini berkisar antara Rp 360.000–Rp 600.000, tergantung pada kelas, waktu pemesanan dan jarak yang ditempuh penumpang.

Stasiun pemberhentian

960px-Gayabaru_Malam_Selatan_train_route_geographic_map_%282025%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta rute geografis kereta api Gayabaru Malam Selatan berdasarkan Gapeka 2025
Provinsi Kota/Kabupaten Stasiun[14] Keterangan Status
Daerah Khusus Ibukota Jakarta Pasar Senen 20px-Jakarta_KRL_C.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-TransJakarta_BRT_Corridor_2_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-TransJakarta_BRT_Corridor_5_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-TransJakarta_BRT_Corridor_14_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Stasiun ujung, terintegrasi dengan Commuter Line Cikarang dan layanan BRT Transjakarta
★
Jatinegara 20px-Jakarta_KRL_C.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-TransJakarta_BRT_Corridor_5_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-TransJakarta_BRT_Corridor_10_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-TransJakarta_BRT_Corridor_11_Icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Terintegrasi dengan Commuter Line Cikarang dan layanan BRT Transjakarta
▲
Jawa Barat Kota Bekasi Bekasi 20px-Jakarta_KRL_C.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Terintegrasi dengan Commuter Line Cikarang
■
Kabupaten Bekasi Cikarang 20px-Jakarta_KRL_C.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail LW
Terintegrasi Commuter Line Cikarang, Jatiluhur, dan Walahar
■
Subang Pegaden Baru – ■
Indramayu Haurgeulis ■
Jatibarang ■
Kabupaten Cirebon Arjawinangun ■
Kota Cirebon Cirebon Prujakan ■
Kabupaten Cirebon Ciledug ■
Jawa Tengah Brebes Ketanggungan ■
Kabupaten Tegal Prupuk ■
Brebes Bumiayu ■
Banyumas Purwokerto Terintegrasi dengan layanan bus Teman Bus (Trans Banyumas) dan Trans Jateng ■
Cilacap Kroya – ■
Kebumen Gombong ■
Kebumen ■
Purworejo Kutoarjo P
Terintegrasi dengan Commuter Line Prambanan Ekspres
■
Daerah Istimewa Yogyakarta Kulon Progo Wates P YA
Terintegrasi dengan Commuter Line Prambanan Ekspres dan Lin Yogyakarta International Airport
■
Kota Yogyakarta Lempuyangan Y 40px-TransJogja_Line_4B_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 40px-TransJogja_Line_10_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Terintegrasi dengan Commuter Line Yogyakarta dan layanan bus Trans Jogja Istimewa
■
Jawa Tengah Klaten Klaten Y AS
Terintegrasi dengan Commuter Line Yogyakarta dan kereta api Bandara Internasional Adi Soemarmo
■
Kota Surakarta Purwosari Y BK AS
Terintegrasi dengan Commuter Line Yogyakarta, Batara Kresna, KA Bandara Adi Soemarmo, dan layanan bus Batik Solo Trans
■
Sragen Sragen – ■
Jawa Timur Ngawi Walikukun – ■
Kota Madiun Madiun ■
Kabupaten Madiun Caruban ■
Nganjuk Nganjuk ■
Kertosono D
Terintegrasi dengan Commuter Line Dhoho
■
Jombang Jombang ■
Kota Mojokerto Mojokerto D J
Terintegrasi dengan Commuter Line Dhoho dan Jenggala
■
Kota Surabaya Wonokromo A D P J S
Terintegrasi dengan Commuter Line Arjonegoro, Dhoho, Penataran, Tumapel, Jenggala, Sindro, Supas, dan bus Trans Semanggi Suroboyo di Terminal Joyoboyo
▼
Surabaya Gubeng A D P J S 40px-Wirawiri_Suroboyo_Feeder_7_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Stasiun ujung, terintegrasi dengan Commuter Line Arjonegoro, Dhoho, Penataran, Tumapel, Jenggala, Sindro, Supas, dan angkutan pengumpan Wirawiri Suroboyo
★

Legenda

★ Stasiun ujung (terminus)
■ Berhenti untuk semua arah
▲ Berhenti hanya mengarah ke Pasar Senen (satu arah)
▼ Berhenti hanya mengarah ke Surabaya Gubeng (satu arah)

Insiden

  • Bertepatan Hari Natal, 25 Desember 2001, sekitar pukul 04.33 WIB, Kereta api Empu Jaya dengan nomor perjalanan 146 menabrak Kereta api Gaya Baru Malam Selatan dengan nomor perjalanan 153 yang sedang menunggu silang di jalur 3 emplasemen Stasiun Ketanggungan Barat, Brebes. Tabrakan tersebut terjadi sebab KA 146 melanggar sinyal masuk Stasiun Ketanggungan Barat yang beraspek merah (tanda bahwa kereta harus berhenti). Peristiwa ini mengakibatkan 31 orang tewas dan 53 lainnya luka berat termasuk masinis dari KA 146.[15]
  • Pada Tanggal 2 Oktober 2010 pukul 02:39, KA 34 Bima menyerempet kereta paling belakang KA 144 Gaya Baru Malam Selatan yang berhenti di Stasiun Purwosari. KA Gaya Baru Malam Selatan masuk di jalur 1 untuk disusul KA Bima, tetapi rangkaian paling belakang dari KA Gaya Baru Malam Selatan tidak sepenuhnya masuk ke jalur 1, yang membuat sepur lurus terhalang oleh rangkaian KA GBMS. Akibatnya Kereta api Bima menyerempet rangkaian belakang KA Gaya Baru Malam Selatan dan menyebabkan seorang penumpang tewas dan 4 orang terluka. Kesalahan PPKA Stasiun Purwosari menjadi penyebab kecelakaan ini.
  • Sekitar pukul 13.00, tanggal 27 November 2020, kereta api Gaya Baru Malam Selatan menabrak Truk jungkit di perlintasan kereta api tanpa palang pintu Dusun Bodeh, Kayen, Bandarkedungmulyo, Jombang. Diduga sopir mendengarkan musik dengan kencang sehingga tidak mendengar peringatan dari temannya di belakang. Kejadian ini mengakibatkan sopir dan kernet truk tewas.[16]
  • Pada 14 Januari 2024, kereta api Gaya Baru Malam Selatan menabrak mobil di perlintasan sebidang pada km 150+3 petak jalan antara Stasiun Srowot–Brambanan, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. Lokomotif mengalami kerusakan dan berhenti luar biasa (BLB) di Stasiun Brambanan. Imbas dari kejadian tersebut, lalu lintas kereta api jalur selatan dan tengah Jawa koridor Yogyakarta–Surakarta sempat tersendat.[17]
  • 9 Juni 2024, pada kereta ekonomi 1 KA Gaya Baru Malam Selatan nomor 105 muncul asap tebal, diduga akibat korsleting listrik. Sehingga berhenti cukup lama di stasiun Ketanggungan, Brebes. Pada pukul 21.35 WIB, KA GBMS kembali melanjutkan perjalanan dan dilakukan penggantian kereta ekonomi 1 di stasiun Cirebon. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini.[18]

Galeri

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Kereta api Gayabaru Malam Selatan.
  • Kereta api Gaya Baru Malam Selatan saat melintas di Cakung.
    Kereta api Gaya Baru Malam Selatan saat melintas di Cakung.
  • Kereta api Gaya Baru Malam Selatan saat akan memasuki Stasiun Madiun.
    Kereta api Gaya Baru Malam Selatan saat akan memasuki Stasiun Madiun.
  • Kereta api Gaya Baru Malam Selatan saat meninggalkan stasiun Madiun tahun 2005.
    Kereta api Gaya Baru Malam Selatan saat meninggalkan stasiun Madiun tahun 2005.
  • Kereta api Gaya Baru Malam Selatan saat melintas di Pucung, Kotabaru, Karawang.
    Kereta api Gaya Baru Malam Selatan saat melintas di Pucung, Kotabaru, Karawang.
  • Kereta api Gaya Baru Malam Selatan saat melintas di Ketandan, Klaten Utara, Klaten
    Kereta api Gaya Baru Malam Selatan saat melintas di Ketandan, Klaten Utara, Klaten
  • Kereta Api Gaya Baru Malam Selatan saat Melintas di petak Purwosari-Gawok Yang di tarik oleh cc 203 01 06
    Kereta Api Gaya Baru Malam Selatan saat Melintas di petak Purwosari-Gawok Yang di tarik oleh cc 203 01 06
  • Lokomotif langka CC 201 129R tersisa di Pulau Jawa sedang berdinas Kereta api Gaya Baru Malam Selatan saat melintasi Tambun, Bekasi
    Lokomotif langka CC 201 129R tersisa di Pulau Jawa sedang berdinas Kereta api Gaya Baru Malam Selatan saat melintasi Tambun, Bekasi
  • Kereta api Gaya Baru Malam Selatan menggunakan lokomotif bercorak Vintage melintasi Wallet, Tambun.
    Kereta api Gaya Baru Malam Selatan menggunakan lokomotif bercorak Vintage melintasi Wallet, Tambun.
  • Kereta api Gaya Baru Malam Selatan membawa Traksi ganda melintas Tambun, Bekasi
    Kereta api Gaya Baru Malam Selatan membawa Traksi ganda melintas Tambun, Bekasi
  • Kereta api Gaya Baru Malam Selatan tujuan Pasar Senen melintas di perlintasan Jl.Ahmad Yani, Wonokromo.
    Kereta api Gaya Baru Malam Selatan tujuan Pasar Senen melintas di perlintasan Jl.Ahmad Yani, Wonokromo.
  • Kereta api Gaya Baru Malam Selatan dengan lokomotif livery Red and Blue (RnB).
    Kereta api Gaya Baru Malam Selatan dengan lokomotif livery Red and Blue (RnB).
  • Kereta api Gayabaru Malam Selatan dengan rangkaian kereta campuran kelas eksekutif dan ekonomi generasi terbaru, persiapan masuk di Stasiun Cikarang.
    Kereta api Gayabaru Malam Selatan dengan rangkaian kereta campuran kelas eksekutif dan ekonomi generasi terbaru, persiapan masuk di Stasiun Cikarang.

Referensi

  1. ↑ "Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Nasional di Pulau Jawa Tahun 2025" (Dokumen). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian. {{cite document}}: Parameter tidak dikenal |access-date= diabaikan; Parameter tidak dikenal |url= diabaikan
  2. ↑ Tim Telaga Bakti Nusantara & Asosiasi Perkeretaapian Indonesia 1997, hlm. 412, Bandung.
  3. ↑ Tim Telaga Bakti Nusantara & Asosiasi Perkeretaapian Indonesia 1997, hlm. 413, Bandung.
  4. ↑ "Perubahan2 Kereta Api Seluruh Djawa". Kompas. 16 November 1966.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Tarip KA Express Siang dan Malam lewat Semarang". Suara Merdeka. 15 Juni 1968.
  6. ↑ "PN Kereta Api (Pengumuman/Iklan)". Sinar Harapan. 3 Januari 1969.
  7. ↑ "Djadual Perdjalanan Kereta Api Mulai Tanggal 7 Oktober 1971 (Iklan)". Berita Buana. 30 Oktober 1971.{{cite news}}: |first= tidak memiliki |last=
  8. ↑ "St. Gambir Hanya Untuk KA yg Baik2 Saja". Abadi. 17 Januari 1973.
  9. ↑ Merdeka.com (31 Desember 2018). Melani, Agustina (ed.). "Pemerintah Cabut Subsidi 5 Kereta Ekonomi pada 2019". Liputan6.com.
  10. ↑ "KA Gaya Baru dan KA Brantas Melayani Kelas Eksekutif dan Ekonomi". Kereta Api Kita. 1 September 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ Kusbiantoro, Didik. "KA Gaya Baru Malam Selatan dipercantik, kelas ekonomi rasa eksekutif". ANTARA News. Diakses tanggal 1 Desember 2019.
  12. ↑ Liputan6.com (2 Februari 2022). "Stasiun Cikarang Sudah Melayani Rute Kereta Api Jarak Jauh". liputan6.com. Diakses tanggal 10 Desember 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  13. ↑ Furoka, Muhammad. "Mulai 14 Maret, KA Gaya Baru Malam Selatan Gunakan Kereta Ekonomi New Generation". Tribun News. Jakarta: KG Media. Diakses tanggal 15 Maret 2024.
  14. ↑ "Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025" (Dokumen). Bandung: PT Kereta Api Indonesia (Persero). 30 Desember 2024. hlm. 256.{{cite document}}: Parameter tidak dikenal |access-date= diabaikan; Parameter tidak dikenal |url= diabaikan; Parameter tidak dikenal |via= diabaikan
  15. ↑ Tabrakan Kereta di Brebes Tidak Menghambat Perjalanan Kereta Lainnya Diarsipkan 2014-08-19 di Wayback Machine. tempo.co.id
  16. ↑ Arifin, Reporter: Zainul (27 November 2020). "Bunyikan Musik, Truk Tertabrak Kereta Api di Jombang, 2 Orang Tewas". Berita Online Jawa Timur. Diakses tanggal 10 Desember 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  17. ↑ Pangaribowo, Wisang (14 Januari 2024). "Kecelakaan KA Gaya Baru Malam Selatan Vs Mobil di Klaten, Sejumlah Kereta Alami Keterlambatan". Kompas.com. Yogyakarta: KG Media.
  18. ↑ Rumpakaadi, Lugas (10 Juli 2024). "Korsleting Listrik Timbulkan Asap Tebal, Kereta Api Gaya Baru Malam Selatan BLB di Stasiun Ketanggungan, Penumpang Dievakuasi". Radar Banyuwangi. Diakses tanggal 11 Juli 2024.

Daftar pustaka

  • Tim Telaga Bakti Nusantara; Asosiasi Perkeretaapian Indonesia. Sejarah Perkeretaapian Indonesia. Vol. 2. Bandung: Angkasa. ISBN 9796651688.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

Kereta Api Indonesia Layanan kereta api penumpang yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia
  • Hanya berisi layanan kereta api yang dioperasikan oleh induk perusahaan. Untuk layanan yang dioperasikan oleh anak perusahaan, lihat Templat:KAI Commuter untuk layanan KAI Commuter, Templat:KAI Bandara untuk layanan KAI Bandara dan Templat:KCIC untuk layanan KCIC/Whoosh
Kereta api antarkota
Eksekutif
Campuran
Eksekutif dan Bisnis
Eksekutif dan Ekonomi
Ekonomi
Susunan kursi 2–2
Susunan kursi 3–2
120px-CC_206_13_24_%2B_KA_Sri_Tanjung.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kereta api lokal
Ekonomi lokal
KA perintis dan
bus rel
LRT
KA bandara dan
pengumpan KAI
Layanan lain dan topik terkait
Kereta wisata
Rencana beroperasi
Pengganti KA
  • Purwokerto–Purbalingga–Wonosobo pp (angkutan terusan)
  • Semarang–Demak–Kudus-Pati pp (angkutan terusan)
Topik terkait
Tidak beroperasi
  • Tebal pada kelas ekonomi: tidak disubsidi.
  • Miring: KA tambahan/fakultatif.
  • Garis bawah: KA aglomerasi.
  • Dimutakhirkan 1 Mei 2026.
Topik mengenai Jakarta
Kota
120px-Coat_of_arms_of_Jakarta.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Jakarta
Sejarah
Demografi
Geografi
Ekonomi
Politik
Pendidikan
Objek wisata dan
Markah tanah
Transportasi publik
Angkutan umum
Bandar udara
Stasiun kereta api
Layanan kereta api
Transportasi air
Agama
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan