Selasa, 27 Oktober 2026
14:36 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Nippon Sharyo

Nippon Sharyo

perusahaan asal Jepang

Bagikan:
Nippon Sharyo, Ltd.
日本車輌製造株式会社
250px-NIPPON_SHARYO_Logo.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nama sebelumnyaNippon Sharyo Seizo Kaisha, Ltd.
JenisPublik (K.K)
TYO: 7102
Templat:NAG
IndustriPerkeretaapian
Kantor pusat
Tokoh kunci
Tsutomu Morimura (Presiden & CEO), Mikio Tsuge (Direktur Senior Nippon Sharyo, Ltd dan Chairman Nippon Sharyo USA, Inc.)
ProdukBakal pelanting
Pendapatan101.094.000.000 yen (2017) Sunting ini di Wikidata
−5.104.000.000 yen (2017) Sunting ini di Wikidata
−5.114.000.000 yen (2017) Sunting ini di Wikidata
Total aset129.194.000.000 yen (2017) Sunting ini di Wikidata
PemilikJR Central (50.1%)
Jumlah karyawan
1.850 (September 2018)
250px-Nippon_Sharyo_Toyokawa_Factory.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pabrik kereta Nippon Sharyo di Toyokawa, Aichi
250px-Nippon_Sharyo_builder%27s_plate.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
plat perakit Nippon Sharyo
250px-OER_50000_Hakone29_Kaisei7cross_20130306.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Odakyu 50000 seri VSE buatan Nippon Sharyo
250px-Shinkansen_700T.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Shinkansen Taiwan seri 700T, dibuat oleh sebuah konsorsium yang juga beranggotakan Nippon Sharyo
250px-CalTrain_double_decker_exterior.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kereta dua tingkat Caltrain
250px-Bryn_Mawr_%28Jeffery_Blvd%29_Metra_Station.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kereta Highliner II
250px-SMART_Rail_Rolling_Stock_%28Nippon_Sharyo_DMU%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kereta Sonoma-Marin Area Rail Transit (SMART) buatan Nippon Sharyo

Nippon Sharyo, Ltd. (日本車輌製造株式会社, Nippon Sharyō Seizō Kabushiki-gaisha, secara harafiah berarti "Perusahaan Produksi Kendaraan Jepang"), (TYO: 7102), didirikan pada tahun 1896, adalah sebuah produsen bakal pelanting besar yang berkantor pusat di Nagoya, Jepang. Pada tahun 1996, perusahaan ini menyingkat namanya menjadi "日本車両" Nippon Sharyō. Singkatan terpendeknya adalah Nissha "日車". Saham Nippon Sharyo masuk dalam indeks Nikkei 225 hingga tahun 2004. Saham Nippon Sharyo tercatat di Bursa Efek Tokyo dan Bursa Saham Nagoya. Pada tahun 2008, Central Japan Railway Company (JR Central) menjadi pemegang saham mayoritas (50.1%) Nippon Sharyo, dan menjadikannya sebuah "anak usaha terkonsolidasi". Pada bulan Juli 2012, Nippon Sharyo USA mulai menggunakan pabrik barunya di Rochelle, Illinois. Pabrik ini kemudian ditutup pada akhir bulan Oktober 2018, karena sepinya pesanan.[1][2]

Proyek besar

Jepang

Argentina

Brazil

Kanada

Filipina

Singapura

Taiwan

Amerika Serikat

Indonesia

Kereta rel listrik Rheostatik (Kereta ini juga dibuat oleh Kawasaki Heavy Industries dan Hitachi):

  • Buatan 1976: Memiliki 2 pintu dan menggunakan bodi baja
  • Buatan 1978,1983,1984: Memiliki 3 pintu dan menggunakan bodi baja
  • Buatan 1986,1987: Memiliki 3 pintu dan menggunakan bodi baja anti karat

Semua KRL Rheostatic sudah tidak dioperasikan di Jabodetabek dan menunggu dibesituakan.

KRD MCW 301 dan KRD MCW 302 untuk jarak dekat Surabaya-Lamongan, Surabaya-Sidoarjo, dll.

  • KRD MCW 301 buatan 1976: Memiliki 2 pintu dan menggunakan bodi baja
  • KRD MCW 302 buatan 1978,1980,1982,1987: Memiliki 3 pintu dan menggunakan bodi baja

KRD MCW 301 dan 302 awalnya menggunakan mesin Shinko DMH17H dan transmisi Niigata TCR 2.5

Catatan: KRD yang dibuat pada tahun 1976 kini digunakan sebagai kereta biasa dan ditarik lokomotif. KRD buatan tahun 1978, 1980, dan 1982 ke atas direhabilitasi dengan Mesin Cummins (NT885-R) dan transmisi T211re.3.

Bakal pelanting baru yang dikenal dengan nama MRTJ Seri 1000, dibuat khusus untuk MRT Jakarta[6]

Masa perang

250px-Yushukan07.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
C56 31 buatan Nippon Sharyo dimuseumkan di Museum Perang Yasukuni di Tokyo

Nippon Sharyo, pada tahun 1936, membuat lokomotif uap JNR Kelas C56 bernomor C56 31, yang digunakan pada tahun 1943 untuk membuka Thai-Burma Railway, sebagaimana digambarkan dalam film The Bridge Over the River Kwai. Jalur tersebut dibangun oleh lebih dari 100.000 tahanan perang dan pekerja paksa. Lokomotif tersebut kini dimuseumkan di Museum Perang Yasukuni di Tokyo. Sekelompok veteran Jepang menggalang dana untuk memindahkan lokomotif tersebut dari Burma ke Jepang pada tahun 1979.

Selama Perang Dunia II, Nippon Sharyo, seperti perusahaan besar asal Jepang yang lain, juga mempekerjakan tawanan perang untuk menjaga produksi. Tawanan-tawanan tersebut bertempat tinggal di sebuah penampungan di Narumi.[7]

Referensi

  1. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2018-08-23. Diakses tanggal 2019-08-11.
  2. 1 2 "JR Central takes majority stake in train builder". Railway Gazette International. 1 Oktober 2008.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-07-16. Diakses tanggal 2019-08-11.
  4. ↑ "Taiwan Railway Administration orders tilting trains". Railway Gazette International. 6 Januari 2011.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 "Sonoma-Marin orders commuter DMU cars". Railway Gazette International. 20 Desember 2010.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2019-08-11. Diakses tanggal 2019-08-11.
  7. ↑ Narumi POW Camp Retrieved 27 June 2010.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Nippon Sharyo.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan