Senin, 21 September 2026
02:05 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Nimitta

Unsur pengenalan objek dalam psikologi BuddhisTemplat:SHORTDESC:Unsur pengenalan objek dalam psikologi Buddhis
Bagian dari seri tentang
Buddhisme
120px-Dharma_Wheel_%282%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Keyakinan
Tiga corak
Gugusan
Faktor mental
Meditasi
Bakti
Praktik lainnya

Dalam Buddhisme, nimitta adalah tanda atau penanda yang dengannya seseorang atau sesuatu dikenali, diidentifikasi, diketahui, atau didefinisikan. Nimitta mencakup ciri pembeda, wujud perawakan, atribut yang dipersepsikan, serta apa yang dicatat atau ditandai sebagai objek dari pikiran, meditasi, atau konsentrasi. Dalam konteks meditasi, istilah ini merujuk pada citra batin, penampakan batiniah, kesadaran menyeluruh, atau kesan mental yang muncul pada tahap awal jhāna sebagai penanda kemajuan latihan.[1]

Nimitta merujuk pada karakteristik yang umum dan relatif menetap[2] yang kontras dengan karakteristik sekunder/turunan.[3] Tindakan "menggenggam", atau menanggapi secara emosional, tanda tersebut (nimittaggāhī) memicu munculnya persepsi yang terdistorsi dan corak perasaan (saññā dan vedanā) yang berpotensi memperkuat ketidaktahuan batin (avijjā) serta berujung pada penderitaan (dukkha).

Selain itu, kata nimitta digunakan dalam kitab-kitab suci Buddhis untuk merujuk pada landasan sebab akibat (misalnya untuk mengkritik seseorang), tanda atau pertanda yang menguntungkan, atau penampilan luar (misalnya pantulan).

Dalam Theravāda

Bagian dari seri tentang
Buddhisme Theravāda
120px-Buddhism_dham_jak.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme
20px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalBuddhisme

Dalam kitab-kitab ikhtisar Theravāda seperti Visuddhimagga, nimitta merujuk pada gambaran mental yang muncul selama meditasi. Gambaran-gambaran ini bermula dari objek persiapan awal (parikamma-nimitta) dan wujud yang belum stabil (uggaha-nimitta), lalu tumbuh secara bertahap menjadi lebih jelas dan stabil seiring dengan kemajuan meditator. Diyakini bahwa ketika gambaran tersebut sudah cukup stabil (paṭibhāga-nimitta), keadaan "samādhi akses" (upacāra-samādhi) telah tercapai[4] dan pengembangan gambaran tersebut akan mengarah pada pencapaian jhāna.[5] Mencerap dengan indra tanpa "menggenggam", atau menanggapi secara emosional, tanda-tanda tersebut (nimittaggāhī) merupakan inti dari praktik "pengekangan indra" (indriya-saṃvara).[2][3]

Telah dicatat bahwa kitab-kitab ikhtisar yang lebih awal seperti Vimuttimagga memberikan penekanan yang lebih sedikit pada nimitta visual semacam itu dibandingkan dengan tradisi Theravāda kontemporer.[6]

Dalam kitab-kitab ikhtisar (beserta kitab komentar yang paralel dengannya) Theravāda, nimitta juga dapat merujuk pada kondisi batin di ranjang kematian yang didasarkan pada karma masa lalu, sebagai tanda-tanda kematian yang diyakini meramalkan tujuan kelahiran kembali orang yang sekarat tersebut.

Dalam Mahāyāna

Animitta

Animitta, atau ketiadaan tanda, adalah salah satu dari Tiga Pintu Pembebasan dan sebuah bentuk samādhi dalam Buddhisme Mahāyāna bersama dengan kekosongan dan ketanpa-keinginan.

Aliran Yogācāra

Dalam pemikiran Yogācāra, nimitta merujuk pada delusi bahwa tanda-tanda yang ditangkap oleh pikiran berhubungan secara nyata dengan objek-objek di luar pikiran. Nimitta-bhāga merujuk pada konsepsi tentang sesuatu yang dilihat, yang merupakan kebalikan dari delusi tentang adanya diri yang melihat.[7]

Lihat pula

Referensi

  1. "Definitions for nimitta". SuttaCentral (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-02-07.
  2. 1 2 Bhikkhu Analayo (2023). The Signless and the Deathless. New York: Wisdom Publications. ISBN 978-1-61429-888-5.
  3. 1 2 Buswell, Robert E.; Lopez, Donald Sewell (2014). The Princeton dictionary of Buddhism. Princeton (N.J.): Princeton University Press. ISBN 978-0-691-15786-3.
  4. Weearatne, W. G. (2006). Encyclopedia of Buddhism. Government of Sri Lanka.
  5. Brahm, Ajahn (2013-03-18). "Stepping Towards Enlightenment". Tricycle: The Buddhist Review (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-02-08.
  6. Sona, Ajahn (2019). "The Mystery of the Breath Nimitta" (PDF). Diakses tanggal Februari 8, 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. Xuanzang; Vasubandhu (2018). Xuanzang; Vasubandhu; Vasubandhu (ed.). Three texts on consciousness only: Taishō volume 31, numbers 1585, 1586, 1590. BDK English Tripiṭaka series. Diterjemahkan oleh Cook, Francis H. (Edisi Second printing). Moraga, California: BDK America, Inc. ISBN 978-1-886439-04-7.
40px-Buddhism_Symbol.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail   Topik Buddhisme   40px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme awal
Benua
Populasi signifikan
Aliran arus utama
Sinkretis
Theravāda
Mahāyāna-Vajrayāna
Kitab daring
Buddha saat ini dan keluarga
4 tempat suci utama
Buddha penting sebelumnya
Buddha selanjutnya
Bawahan
Mahāyāna-Vajrayāna
Jenis penganut
4 tingkat kemuliaan
Tempat ibadah
Topik
Āstika
Nāstika
Teks
Filosofer
Konsep
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan