Senin, 21 September 2026
00:54 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Aṭṭhakathā

kitab-kitab tafsir tradisional Buddhisme Therawada

Artikel ini berisi tentang kitab komentar atau ulasan untuk Tripitaka Pali dalam Buddhisme Theravāda. Untuk kitab subkomentar, lihat Ṭīkā.
Artikel ini bukan mengenai Dhātukathā atau Kathāvatthu.
Aṭṭhakathā
JenisKitab komentar
Kitab parakanonis
IndukSastra Pāli
IsiSamantapāsādikā; Sumaṅgalavilāsinī; Papañcasūdanī; Sāratthappakāsinī; Manorathapūraṇī; Khuddakanikāya-aṭṭhakathā; Aṭṭhasālinī; Sammohavinodanī; Pañcapakaraṇa
MengomentariTipiṭaka
ṬīkāṬīkā
Singkatan-A; -a; Aṭṭha
250px-Palm-leaf_manuscript_of_Atthakatha.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Manuskrip daun lontar berisi Aṭṭhakathā dwibahasa, dengan teks Pali dan terjemahan bahasa Sinhala. Sri Lanka, 1756. Perpustakaan Inggris.
Berdasarkan Chaṭṭha Saṅgāyana
Eksegesis Pāḷi
330px-Palm-leaf_manuscript_of_Atthakatha.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lontar Aṭṭhakathā berbahasa Pāḷi dan Sinhala dari Sri Lanka tahun 1756
Bagian dari seri tentang
Buddhisme Theravāda
120px-Buddhism_dham_jak.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme
20px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalBuddhisme
Bagian dari seri tentang
Buddhisme
120px-Dharma_Wheel_%282%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Keyakinan
Tiga corak
Gugusan
Faktor mental
Meditasi
Bakti
Praktik lainnya

Kitab-kitab aṭṭhakathā (bahasa Pali),[1] juga dikenal sebagai kitab komentar, ulasan, dan penjelas makna,[a] merujuk pada berbagai kitab yang berisi komentar atau penjelasan tambahan terhadap Tripitaka Pali yang kanonis sebagaimana dilestarikan oleh Buddhisme Theravāda. Komentar-komentar tersebut memberikan penafsiran tradisional terhadap ayat-ayat dari bagian-bagian yang ada dalam Tripitaka Pali. Komentar-komentar utama ini didasarkan pada komentar-komentar yang sudah ada sebelumnya, tetapi sekarang telah hilang, yang ditulis dalam bahasa Prakerta dan bahasa Sinhala pada masa yang sama dengan penulisan Tripitaka Pali, yaitu pada abad terakhir sebelum Masehi. Beberapa isi kitab komentar ini pun ditemukan dalam kitab-kitab kanonis yang diterima aliran Buddhisme lainnya (di luar Theravāda). Hal tersebut menunjukkan bahwa isinya memang bersumber dari masa Buddhisme awal.

Asal-usul

Buddhaghosa menulis bahwa ia mendasarkan komentarnya pada karya-karya kuno yang dibawa ke Sri Lanka ketika Buddhisme pertama kali tiba di sana, dan diterjemahkan ke dalam bahasa Sinhala. Menurut K. R. Norman, ada bukti bahwa beberapa bagian dari komentar tersebut sudah sangat tua:[2]

Belum ditemukan bukti langsung yang menunjukkan bahwa materi dalam [kitab-kitab] komentar benar-benar [pernah] dibacakan pada Sidang Buddhis Pertama, tetapi ada bukti jelas bahwa beberapa bagian komentar tersebut sudah sangat tua, bahkan mungkin sudah ada sejak zaman Sang Buddha, karena komentar-komentar tersebut memiliki kemiripan dengan teks-teks yang dianggap kanonis oleh aliran-aliran lain [selain Theravāda], dan karenanya pasti sudah ada sebelum perpecahan antara aliran-aliran tersebut. Seperti yang telah dicatat, beberapa teks kanonis [Theravāda] juga mencakup bagian-bagian kitab komentar, sementara keberadaan Komentar Kuno dalam Vinayapiṭaka dan status kanonis kitab Niddesa [yang awalnya juga merupakan bagian dari komentar] membuktikan bahwa beberapa jenis teks-teks eksegesis (tafsir) dirasa dibutuhkan pada tahap awal Buddhisme.[2]

Edisi

Seperti halnya Kanon Pali (Tripitaka Pali) itu sendiri, isi dari edisi kumpulan komentar Theravāda, yang disusun sejak abad keempat Masehi dan seterusnya, bervariasi antaredisi. Koleksi minimal yang ditemukan dalam edisi Thailand (1992) mencakup komentar-komentar berikut (Skilling 2002).

Selain itu, berikut ini disertakan dalam satu atau kedua edisi lainnya: edisi Chaṭṭhasaṅgāyana Burma (daftar isi dapat ditemukan di Thein Han 1981) dan edisi Simon Hewavitarne Bequest Sinhala.

  • Pāṭimokkha (Pruitt & Norman 2001, halaman xxxvi) dan komentarnya yang berjudul Kaṅkhāvitaranī, dianggap berasal dari Buddhaghosa.
  • Komentar Dhammapāla atas kitab Netti, sebuah karya yang terkadang dimasukkan dalam Kanon.
  • Vinayasaṅgaha, pilihan beberapa bagian dari Samantapāsādikā yang disusun berdasarkan topiknya oleh Sāriputta pada abad ke-12 (Crosby 2006).
  • Saratthasamuccaya, komentar atas paritta. Dalam bahasa Sinhala (Malalasekera 1938).

Selain itu, terdapat kitab-kitab ikhtisar seperti Visuddhimagga karya Buddhaghosa, sebuah penyajian sistematis atas ajaran tradisional. Karya ini, yang dikenal dalam tradisi Sinhala (Mori et al. 1994) dan Burma, terkadang secara longgar disebut sebagai "komentar" atas empat kitab nikāya pertama (Dīghanikāya, Majjhimanikāya, Saṁyuttanikāya, dan Aṅguttaranikāya) karena materi yang dirincinya, meskipun secara tradisional tidak dianggap sebagai "Aṭṭhakathā" (lihat Pakaraṇavisesa).

Buddhaghosa

Lihat pula: Buddhaghosa

Di bawah ini adalah daftar empat belas kitab komentar yang diduga berasal dari pengomentar abad ke-4 atau ke-5 Masehi, Buddhaghosa, atas Tipitaka Pāli.[3]

Daftar Aṭṭhakathā Gubahan Buddhaghosa
Tipiṭaka Pāli Aṭṭhakathā
dalam
Vinayapiṭaka
Vinaya (umum) Samantapāsādikā
Pāṭimokkha Kaṅkhāvitaraṇī
Māṭikaṭṭhakathā
dalam
Suttapiṭaka
Dīghanikāya Sumaṅgalavilāsinī
Majjhimanikāya Papañcasūdanī
Saṁyuttanikāya Sāratthappakāsinī
Aṅguttaranikāya Manorathapūraṇī
dalam
Khuddaka
-nikāya
Khuddakapāṭha Paramatthajotikā I
(Khuddakapāṭha-aṭṭhakathā)
Dhammapada Dhammapada-aṭṭhakathā
Suttanipāta Paramatthajotikā II[b]
(Suttanipāta-aṭṭhakathā)
Jātaka Jātaka-aṭṭhavaṇṇanā
(Jātaka-aṭṭhakathā)
dalam
Abhidhamma
-piṭaka
Dhammasaṅgaṇī Aṭṭhasālinī
Vibhaṅga Sammohavinodanī
Dhātukathā Pañcapakaraṇa-aṭṭhakathā
Puggalapaññatti
Kathāvatthu
Yamaka
Paṭṭhāna

Walaupun catatan tradisional mencantumkan Buddhaghosa sebagai penulis semua karya ini, beberapa cendekiawan berpendapat bahwa hanya Visuddhimagga dan kitab komentar atas empat kitab nikāya pertama (Dīgha, Majjhima, Saṁyutta, dan Aṅguttara) yang merupakan karya Buddhaghosa.[c] Sementara itu, Maria Heim berpendapat bahwa Buddhaghosa adalah penulis kitab-kitab komentar atas empat nikāya pertama, Samantapāsādikā, Paramatthajotikā, Visuddhimagga, dan tiga kitab komentar atas kitab-kitab Abhidhamma.[4] Maria Heim mencatat bahwa beberapa cendekiawan modern berpendapat bahwa Buddhaghosa berperan sebagai kepala tim yang terdiri dari beberapa cendekiawan dan penerjemah kuno, dan bahwa pendapat tersebut bukanlah skenario yang tidak mungkin.[5]

Dhammapāla

Lihat pula: Dhammapāla

Masa hidup pengomentar bernama Dhammapāla tidak pasti. Dia menulis setelah masa Buddhaghosa, dan mungkin setelah abad ke-7.[6] Komentar atas kitab-kitab Khuddakanikāya-nya dihimpun dalam kitab Paramatthadīpanī yang mengandung:

Komentar Khuddakanikāya lainnya

Kitab-kitab komentar atas berbagai kitab lainnya dalam Khuddakanikāya adalah sebagai berikut:

Tiga kitab yang terdapat dalam beberapa edisi Khuddakanikāya: Netti, Peṭakopadesa, dan Milindapañha. Dari semua itu, hanya kitab Netti yang memiliki komentar dalam edisi standar.

Terjemahan

Bahasa Inggris

  • Samantapāsādikā
    • Bagian Introduction diterjemahkan sebagai "The inception of discipline" oleh N. A. Jayawickrama, dalam 1 volume dengan kitab berbahasa Pali, "Vinaya nidāna", 1962, PTS, Oxford
    • Adaptasi Tionghoa berjudul Shan chien p'i p'o sha tr P. V. Bapat & Akira Hirakawa, Bhandarkar Oriental Research Institute, Poona.
  • Pātimokkha tr K. R. Norman, 2001, PTS, Oxford.
  • Kaṅkhāvitaranī: terjemahan oleh K. R. Norman & William Pruitt dalam persiapan.
  • Sumaṅgalavilāsinī (dalam bagian terpisah)
    • Introduction diterjemahkan dalam jurnal ilmiah pada tahun 1830-an.
    • Komentar atas Brahmajāla Sutta, ringkasannya tr Bodhi dalam The All-Embracing Net of Views, BPS, Kandy, 1978. Tersedia untuk diunduh di sini.
    • Komentar atas Samaññaphala Sutta, ringkasannya tr Bodhi dalam The Discourse on the Fruits of Recluseship, BPS, Kandy, 1989. Tersedia untuk diunduh di sini.
    • Komentar atas Mahanidāna Sutta, ringkasannya tr Bodhi dalam The Great Discourse on Causation, BPS, Kandy, 1984. Tersedia untuk diunduh di sini.
    • Komentar atas Mahāparinibbāna Sutta tr Yang-Gyu An, 2003, PTS, Oxford.
  • Papañcasūdanī (dalam bagian terpisah)
    • Komentar atas Mūlapariyāya Sutta, ringkasannya tr Bodhi dalam The Discourse on the Root of Existence, BPS, Kandy, 1980. Tersedia untuk diunduh secara gratis di sini.
    • Komentar atas Sammādiṭṭhi Sutta, tr Nanamoli dalam The Discourse on Right View, BPS, Kandy, 1991. Tersedia untuk diunduh secara gratis di sini.
    • Komentar atas Satipaṭṭhāna Sutta, tr Soma dalam The Way of Mindfulness, Saccanubodha Samiti, Kandy, 1941; dicetak ulang BPS, Kandy. Tersedia untuk diunduh secara gratis di sini.
  • Sāratthappakāsānī (Komentar atas Saṁyuttanikāya)
  • Manorathapūranī (salah satu bagian saja): kisah-kisah bikuni dan umat awam perempuan terkemuka, tr Mabel Bode dalam Journal of the Royal Asiatic Society, seri baru, volume XXV, hlm. 517-66 & 763–98.
  • Paramatthajotikā atas kitab Khuddakapāṭha, tr Nanamoli sebagai "The illustrator of ultimate meaning", dalam 1 volume dengan "The minor readings" (Khuddakapaṭha), 1960, PTS, Oxford.
  • Komentar Dhammapada (Dhammapada-aṭṭhakathā), diterjemahkan dalam dua bagian
    • Cerita yang memberikan latar belakang untuk setiap syair, tr E. W. Burlingame sebagai Buddhist Legends, 1921, 3 volume, Harvard Oriental Series; dicetak ulang PTS, Oxford.
    • Penjelasan setiap syair yang diterjemahkan dalam terjemahan Dhammapada oleh John Ross Carter & Mahinda Palihawadana, Oxford University Press, 1987; hanya dimasukkan dalam edisi sampul keras, tidak dalam edisi sampul dipis World Classics.
  • Komentar atas Udāna tr Peter Masefield, 1994–5, 2 volume, PTS, Oxford.
  • Komentar atas Itivuttaka tr Peter Masefield, 2008–2009, 2 vol., PTS, Oxford.
  • Komentar atas Vimānavatthu, tr Peter Masefield sebagai Vimana Stories, 1989, PTS, Oxford.
  • Komentar atas Petavatthu, tr U Ba Kyaw & Peter Masefield sebagai Peta-Stories, 1980, PTS, Oxford.
  • Komentar atas Theragāthā: ekstrak substansial diterjemahkan dalam Psalms of the Brethren, tr C. A. F. Rhys Davids, 1913; dicetak ulang dalam Psalms of the Early Buddhists, PTS, Oxford.
  • Komentar atas Therīgāthā, tr sebagai The Commentary on the Verses of the Theris, oleh William Pruitt, 1998, PTS, Oxford.
  • Komentar atas Jātaka
    • Introduction tr sebagai The Story of Gotama Buddha oleh N. A. Jayawickrama, 1990, PTS, Oxford.
    • Sebagian besar sisanya diterjemahkan dalam terjemahan Jātaka oleh E. B. Cowell et al., 1895–1907, 6 volume, Cambridge University Press; dicetak ulang dalam 3 volume oleh PTS, Oxford.
  • Komentar atas Paṭisambhidāmagga - bagian kedua: Saddhammmappakāsinī - Annotated Translation on the Section of Yuganaddha diterjemahkan oleh Dr. Thiri Nyunt; bagian ketiga: Paññāvagga (dalam persiapan oleh Aggācāra Dhamma).
  • Madhuratthavilāsinī, tr sebagai The Clarifier of the Sweet Meanlng oleh I. B. Horner, 1978, PTS, Oxford.
  • Aṭṭhasālinī, tr sebagai The Expositor oleh Pe Maung Tin, 1920–21, 2 volume; dicetak ulang dalam 1 volume, PTS, Oxford.
  • Sammohavinodanī, tr sebagai The Dispeller of Delusion, oleh Nanamoli, 1987–91, 2 volume, PTS, Oxford.
  • Komentar atas Kathāvatthu, tr sebagai The Debates Commentary oleh B. C. Law, 1940, PTS, Oxford.
  • Visuddhimagga
    • The Path of Purity, tr Pe Maung Tin, 1923–31, 3 volume; dicetak ulang dalam 1 volume, Pali Text Society, Oxford.
    • The Path of Purification, tr Nanamoli, Ananda Semage, Colombo, 1956; dicetak ulang Buddhist Publication Society, Kandy, Sri Lanka. Tersedia untuk diunduh di sini.

Lihat pula

Catatan

  1. Terkait terjemahan istilah aṭṭhakathā dalam bahasa Indonesia, karya-karya DhammaCitta Press dan Dhammavihārī Buddhist Studies menggunakan istilah "komentar"; Saṅgha Theravāda Indonesia dan Yayasan Satipaṭṭhāna Indonesia mengistilahkan "ulasan"; Pa-Auk Tawya Indonesia mengistilahkan "penjelas-makna".
  2. Sebenarnya, komentar ini pada awalnya tidak memiliki judul ini, tetapi secara tradisional dikenal dengan judul tersebut. Hinüber 1996, hlm. 129, hlm. 129 bag. 255, menulis:
    "Baik penulis maupun judulnya tidak disebutkan dalam Pj [Paramattha-jotikā] II … Jadi, awalnya Pj II bersifat anonim, dan terlebih lagi seperti Dhp-a [Dhammapada-aṭṭhakathā] dan Ja [Jātakatthavaṇṇanā] juga tanpa sebuah judul sendiri: Pj mungkin dipilih di kemudian hari karena sebagian besar bagiannya tumpang tindih dengan Pj I. [Hal ini dikarenakan sebagian besar isi kitab Khuddakapāṭha diambil dari Suttanipāta]. Hal ini menghubungkan komentar ini dengan Pj I…
    Namun, secara keseluruhan, Pj I dan Pj II sangat berbeda sehingga sulit membayangkan bahwa penulisnya sama. …"
  3. Misalnya saja, mengenai komentar-komentar Khuddaka Nikāya, Hinüber 1996, hlm. 130–1, bag. 259, 260, menulis:
    "Baik Pj [Paramattha-jotikā] I maupun Pj II tidak dapat ditentukan tanggal penyusunannya, bahkan dalam kaitannya satu sama lain, kecuali bahwa keduanya mengandaikan Buddhaghosa [sebagai penyusunan]. Meskipun 'kolofon Buddhaghosa' ditambahkan pada kedua komentar ... tidak ada hubungan langsung dengan Buddhaghosa yang dapat dikenali....
    Baik Ja [Jātakatthavaṇṇanā] maupun Dhp-a [Dhammapada-aṭṭhakathā] secara tradisional dikaitkan dengan Buddhaghosa, sebuah asumsi yang telah dipertanyakan dengan tepat oleh penelitian modern...."

Referensi

  1. Rhys Davids & Stede (1921–25), hlm. 24-25, entri untuk Attha mendefinisikan aṭṭhakathā sebagai "eksposisi makna (exposition of the sense), penjelasan (explanation), komentar (commentary)...."
  2. 1 2 Norman, K. R. (1983) Pali Literature, hlm. 119. Otto Harrassowitz, Wiesbaden.
  3. Norman 1983.
  4. Heim 2018, hlm. 19.
  5. Heim 2013, hlm. 9.
  6. Lihat Encyclopedia of Buddhism Vol.4, hlm. 502-503.

Daftar pustaka

  • Crosby, Kate (2006). Dalam Journal of the Pali Text Society, volume XXVIII.
  • Hinüber, Oskar von (1996), A Handbook of Pali Literature, New Delhi: Munshiram Manoharal Publishers Pvt. Ltd., ISBN 81-215-0778-2
  • Malalasekera, GP (1938). Dictionary of Pali Proper Names, volume II. London: John Murray untuk Pemerintah India.ISBN0-8288-1721-9Bahasa Indonesia: ISBN Telepon: 0-8288-1721-9.
  • Mori, Sodo, Y. Karunadasa & Toshiichi Endo (1994). Pali Atthakatha Correspondence Table. Oxford: Pali Text Society.
  • Norman, K.R. (1983). Pali Literature, Wiesbaden: Otto Harrassowitz.
  • Pruitt, William dan KR Norman (2001). Patimokkha, Oxford, Pali Text Society.
  • Rhys Davids, T.W. & William Stede (editor) (1921–5). The Pali Text Society’s Pali–English Dictionary. Chipstead: Pali Text Society. Mesin pencari daring umum untuk PED tersedia di http://dsal.uchicago.edu/dictionaries/pali/ . Diakses 2007-05-09.
  • Keterampilan, Peter (2002). Dalam Journal of the Pali Text Society, volume XXVII.
  • Thein Han, U (1981). Dalam The Light of the Dhamma. Daring di .

Pranala luar

Umum

Kitab komentar daring

40px-Buddhism_Symbol.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail   Topik Buddhisme   40px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme awal
Benua
Populasi signifikan
Aliran arus utama
Sinkretis
Theravāda
Mahāyāna-Vajrayāna
Kitab daring
Buddha saat ini dan keluarga
4 tempat suci utama
Buddha penting sebelumnya
Buddha selanjutnya
Bawahan
Mahāyāna-Vajrayāna
Jenis penganut
4 tingkat kemuliaan
Tempat ibadah
Kuno
Pertengahan
Modern awal
Modern
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan