Minggu, 20 September 2026
21:22 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Lobha

Untuk konsep nafsu-keinginan, lihat Taṇhā.
Bagian dari seri tentang
Buddhisme
120px-Dharma_Wheel_%282%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Keyakinan
Tiga corak
Gugusan
Faktor mental
Meditasi
Bakti
Praktik lainnya

Dalam Buddhisme, lobha (bahasa Pali) merujuk pada konsep "keserakahan" yang merupakan suatu faktor mental berupa kotoran batin yang menjadi salah satu dari tiga akar kejahatan (ti akusalamūla)—lobha, dosa, dan moha.[1][2] Lobha berhubungan erat dengan konsep taṇhā (nafsu-keinginan, nafsu-kehausan).[3]

Dalam agama Hindu, lobha (Sanskerta: लोभ) adalah konsep penderitaan karakter yang merujuk pada segala bentuk "sensualitas, nafsu, keinginan" atau "keterikatan terhadap objek sensual".[4][5][6] Lobha adalah salah satu dari lima klesha yang menimpa Atman.[7] Lobha adalah salah satu dari Sadripur atau Arisadwarga.[8]

Lobha juga merupakan istilah teknis bahasa Sanskerta yang digunakan dalam yurisdiksi, yang berarti "keserakahan akan kekayaan"[9] Hal ini telah disebutkan sebagai salah satu penyebab sumpah palsu.[9]

Buddhisme

Lobha

Lobha (keserakahan, ketamakan, atau loba) diidentifikasi dalam konteks-konteks berikut:

Alobha

Alobha (tanpa keserakahan) adalah istilah Buddhis yang diartikan sebagai tiadanya keterikatan atau keinginan terhadap hal-hal duniawi atau kehidupan duniawi. Hal ini menyebabkan seseorang tidak melakukan tindakan yang tidak baik.[12][13] Ini adalah salah satu faktor mental dalam ajaran Abhidharma.

Alobha diidentifikasi dalam konteks-konteks berikut:

Abhidhamma Theravāda

Bagian dari Abhidhamma Theravāda
52 Cetasika
250px-Tilted_heraldic_lotus.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme Theravāda
6 sesekali (pakiṇṇaka)
14 tidak baik (akusala)
4 tidak baik universal (akusalasādhāraṇa)
3 keserakahan (lobha)
4 kebencian (dosa)
3 yang terakhir
20px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalBuddhisme

Lobha-cetasika

Dalam tradisi Abhidhamma Theravāda, faktor mental lobha adalah suatu faktor-mental tidak baik, dan didefinisikan dalam empat batasan sebagai berikut:

  • Karakteristik: mencengkeram atau menggenggam objek (ārammaṇaggahaṇalakkhaṇa).
  • Fungsi: menempel atau melekatkan (abhisaṅgarasa).
  • Manifestasi: tidak rela, tidak ikhlas, atau tidak melepaskan (apariccāgapaccupaṭṭhāna).
  • Sebab-terdekat: melihat adanya kenikmatan di dalam dhamma-dhamma yang terkait dengan belenggu (saṃyojaniyadhammesu assādadassanapadaṭṭhāna).

Lobha adalah faktor mental yang menginginkan, mendambakan, atau merindukan objek. Lobha adalah faktor-mental yang membuat seseorang tergila-gila (sārāga) pada saṃsāra. Lobha (keserakahan) adalah penanggung jawab utama atas terjadinya pelekatan batin pada objeknya.[14]

Alobha-cetasika

Dalam tradisi Abhidhamma Theravāda, faktor-mental alobha (tanpa-keserakahan) memiliki sifat-sifat yang berlawanan dengan lobha. Alobha-cetasika adalah suatu faktor-mental indah, dan didefinisikan dalam empat batasan sebagai berikut:[14]

  • Karakteristik: bebas dari keserakahan/ketamakan terhadap objek kesadaran (ārammaṇe cittassa agedha-lakkhaṇa) atau keadaan yang tidak melekat (alaggabhāva-lakkhaṇa).
  • Fungsi: tidak menggenggam (apariggahaṇa-rasa).
  • Manifestasi: tidak melekat (anallīnabhāva-paccupaṭṭhāna).
  • Sebab-terdekat: tidak disebutkan.

Lebih lanjut, dijelaskan:[14]

Walaupun dinamakan tanpa-keserakahan (alobha), ... bukan berarti bahwa jika satu kesadaran (citta) muncul tanpa disertai dengan keserakahan (lobha) maka pada saat itu faktor-mental tanpa-keserakahan (alobha) juga muncul. Kesadaran yang berakar pada kebencian (dosa-mūla-citta) muncul tanpa disertai oleh keserakahan (lobha), tetapi dalam hal ini, bukan berarti faktor-mental tanpa-keserakahan (alobha) ada di kesadaran tersebut.[note 1] ... Oleh karena itu, faktor-mental ini kemudian diterjemahkan sebagai tanpa-keserakahan. Jadi, disebut sebagai tanpa-keserakahan karena faktor-mental ini mempunyai kualitas yang berkebalikan dengan keserakahan atau lawan dari keserakahan.

Trio keserakahan

Trio keserakahan atau lobha tri adalah suatu kelompok faktor mental buruk yang terdiri dari tiga faktor mental, yaitu:

  1. keserakahan (lobha),
  2. pandangan-salah (diṭṭhi), dan
  3. kesombongan (māna).

Keserakahan berperan sebagai akar dan pemimpin dari dua faktor mental lainnya. Faktor mental pandangan-salah dan kesombongan hanya bisa muncul jika keserakahan muncul. Tiga faktor mental ini disebut sebagai dhamma yang memperpanjang saṃsāra (Pāli: papañca dhamma).[14]

Abhidharma Mahāyāna

Rāga-caitasika

Artikel utama: Rāga

Alobha-caitasika

Kitab Abhidharma-samuccaya menyatakan:

Apa itu alobha? Alobha berarti tidak menjadi melekat dengan suatu gaya hidup dan segala sesuatu yang terkait dengannya. Fungsinya adalah untuk memberikan dasar agar tidak terjebak dalam tindakan yang tidak berbudi luhur.[15]

Hinduisme

Bagian dari seri
Agama Hindu
250px-Aum_Om_dark_red_circle_hollow_tomato.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Kata lobha digunakan dalam literatur keagamaan seperti Manusmerti.[16] Lobha mengacu pada keserakahan material. Menurut Wisnupurana, lobha melambangkan jenis penderitaan spiritual yang bersifat emosional.[17] Dengan demikian, "orang bijak menyelidiki tiga jenis penderitaan duniawi, atau penderitaan mental dan fisik dan sejenisnya, dan memperoleh pengetahuan sejati serta keterlepasan dari objek-objek manusia, sehingga mencapai kepunahan hakiki".[18] Ramayana menasihati para penghuni hutan untuk meninggalkan lobha dalam syair 2.24.

Catatan

  1. Dengan kata lain, tradisi menganggap lobha-cetasika dan alobha-cetasika sebagai dua entitas yang berbeda dan berdiri sendiri. Alobha-cetasika tidak semata-mata berarti "tidak ada lobha-cetasika", meskipun keduanya tidak dapat muncul secara bersamaan dalam suatu kesadaran (citta).

Referensi

  1. "The Noble Eightfold Path: The Way to the End of Suffering". Access to Insight. Diakses tanggal 2024-08-10.
  2. "AN 6.39: Nidānasutta". SuttaCentral. Diakses tanggal 2024-08-10.
  3. 1 2 Kheminda, Ashin (2019-09-01). Manual Abhidhamma: Bab 2 Faktor-Faktor-Mental. Yayasan Dhammavihari. ISBN 978-623-94342-7-4.
  4. Thomas William Rhys Davids; William Stede (1921). Pali-English Dictionary. Motilal Banarsidass. hlm. 567. ISBN 978-81-208-1144-7.{{cite book}}: Ketidakcocokan ISBN / tanggal
  5. Pali Text Society (1921-1925), “lobha”, in Pali-English Dictionary, London: Chipstead, page 588
  6. Turner, Ralph Lilley (1969–1985), "lobha", in A Comparative Dictionary of the Indo-Aryan Languages, London: Oxford University Press, page 649
  7. Patañjali; et al. (2007). "Aphorisms, Section II of Pātañjalayogasūtra-s". Diarsipkan dari asli tanggal 2007-12-22. Diakses tanggal November 23, 2007.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) quite : अविद्यास्मितारागद्वेषाभिनिवेशाः पञ्च क्लेशाः॥३॥ Avidyāsmitārāgadveṣābhiniveśāḥ pañca kleśāḥ
  8. Shadripu, Ṣaḍripu: 2 definitions, Wisdom Library.
  9. 1 2 Lobha: 38 definitions, Wisdom Library.
  10. "The Noble Eightfold Path: The Way to the End of Suffering". Access to Insight. Diakses tanggal 2024-08-10.
  11. "AN 6.39: Nidānasutta". SuttaCentral. Diakses tanggal 2024-08-10.
  12. Guenther (1975), Kindle Locations 536-537.
  13. Kunsang (2004), hlm. 25.
  14. 1 2 3 4 Kheminda, Ashin (2019-09-01). Manual Abhidhamma: Bab 2 Faktor-Faktor-Mental. Yayasan Dhammavihari. ISBN 978-623-94342-7-4.
  15. Guenther, Herbert V. & Leslie S. Kawamura (1975), Mind in Buddhist Psychology: A Translation of Ye-shes rgyal-mtshan's "The Necklace of Clear Understanding". Dharma Publishing. Kindle Edition.
  16. Manusmriti with the Commentary of Medhatithi by Ganganatha Jha, Verse 8.120, quite: लोभात् सहस्रं दण्ड्यस्तु मोहात् पूर्वं तु साहसम् । भयाद् द्वौ मध्यमौ दण्डौ मैत्रात् पूर्वं चतुर्गुणम् ॥ १२० ॥
  17. The Vishnu Purana 6.5.1-6. Horace Hayman Wilson, Wisdom Library.
  18. Lobha: 38 definitions, , Wisdom Library.
40px-Buddhism_Symbol.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail   Topik Buddhisme   40px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme awal
Benua
Populasi signifikan
Aliran arus utama
Sinkretis
Theravāda
Mahāyāna-Vajrayāna
Kitab daring
Buddha saat ini dan keluarga
4 tempat suci utama
Buddha penting sebelumnya
Buddha selanjutnya
Bawahan
Mahāyāna-Vajrayāna
Jenis penganut
4 tingkat kemuliaan
Tempat ibadah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan