Sabtu, 07 November 2026
20:34 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Caturpurusarta

Caturpurusarta

Bagikan:
Bagian dari seri
Agama Hindu
250px-Aum_Om_dark_red_circle_hollow_tomato.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Wheel_of_Konark%2C_Orissa%2C_India.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Relief Hindu di India

Caturpurusarta (Dewanagari: चतुर्पुरुषार्थ; ,IAST: Caturpuruṣārtha, चतुर्पुरुषार्थ), dalam agama Hindu, secara harfiah berarti "empat tujuan hidup manusia".[1] Ini merupakan konsep penting dalam agama Hindu, dan mengacu kepada empat macam hal yang harus dicapai dalam kehidupan manusia. Keempat purusarta meliputi: Darma (kebenaran, nilai-nilai moral), Arta (kemakmuran, kebutuhan pokok), Kama (kenikmatan jasmani-rohani, kasih sayang), dan Moksa (kemerdekaan, nilai-nilai spiritual).[2][3]

Semua bagian Caturpurusarta bersifat penting, tapi dalam hal konflik kepentingan, Darma dianggap sebagai yang paling penting daripada Arta maupun Kama menurut filsafat Hindu.[4] Moksa diyakini sebagai tujuan sejati dalam hidup manusia.[5]

Para cendekiawan India menyadari dan memperdebatkan perselisihan antara usaha mengejar kemakmuran (arta) dan kenikmatan (kama), dan menolak harta benda maupun kenikmatan demi kebebasan spiritual (moksa). Mereka menyatakan "hidup dengan penolakan", atau "bebas dari ketergantungan, hidup berlandaskan darma", yang juga disebut Nishkam Karma sebagai solusi memungkinkan terhadap perselisihan tersebut.[6]

Referensi

  1. ↑ puruSArtha Sanskrit-English Dictionary, Koeln University, Germany
  2. ↑ (Flood 1996, hlm. 17) harv error: tanpa target: CITEREFFlood1996 (bantuan), (Olivelle 1993, hlm. 216–219) harv error: tanpa target: CITEREFOlivelle1993 (bantuan); Cf. also (Apte 1965, hlm. 626) harv error: tanpa target: CITEREFApte1965 (bantuan); (Hopkins 1971, hlm. 78) harv error: tanpa target: CITEREFHopkins1971 (bantuan)
  3. ↑ M Hiriyanna (2000), Philosophy of Values, in Indian Philosophy: Theory of value (Editor: Roy Perrett), Routledge, ISBN978-0-8153-3612-9, pages 1–10
  4. ↑ Gavin Flood (1996), The meaning and context of the Purusarthas, in Julius_Lipner (Editor) - The Fruits of Our Desiring, ISBN978-1-896209-30-2, pp 16–21
  5. ↑ Alban Widgery (1930), The Principles of Hindu Ethics, International Journal of Ethics, 40(2): 239–240
  6. ↑ GH Rao (1926), The Basis of Hindu Ethics, International Journal of Ethics, 37(1): 19–35
Ikon rintisan

Artikel bertopik agama Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan