Senin, 02 November 2026
10:33 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Caturpurusarta

Caturpurusarta

Bagikan:
Bagian dari seri
Agama Hindu
250px-Aum_Om_dark_red_circle_hollow_tomato.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Wheel_of_Konark%2C_Orissa%2C_India.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Relief Hindu di India

Caturpurusarta (Dewanagari: चतुर्पुरुषार्थ; ,IAST: Caturpuruṣārtha, चतुर्पुरुषार्थ), dalam agama Hindu, secara harfiah berarti "empat tujuan hidup manusia".[1] Ini merupakan konsep penting dalam agama Hindu, dan mengacu kepada empat macam hal yang harus dicapai dalam kehidupan manusia. Keempat purusarta meliputi: Darma (kebenaran, nilai-nilai moral), Arta (kemakmuran, kebutuhan pokok), Kama (kenikmatan jasmani-rohani, kasih sayang), dan Moksa (kemerdekaan, nilai-nilai spiritual).[2][3]

Semua bagian Caturpurusarta bersifat penting, tapi dalam hal konflik kepentingan, Darma dianggap sebagai yang paling penting daripada Arta maupun Kama menurut filsafat Hindu.[4] Moksa diyakini sebagai tujuan sejati dalam hidup manusia.[5]

Para cendekiawan India menyadari dan memperdebatkan perselisihan antara usaha mengejar kemakmuran (arta) dan kenikmatan (kama), dan menolak harta benda maupun kenikmatan demi kebebasan spiritual (moksa). Mereka menyatakan "hidup dengan penolakan", atau "bebas dari ketergantungan, hidup berlandaskan darma", yang juga disebut Nishkam Karma sebagai solusi memungkinkan terhadap perselisihan tersebut.[6]

Referensi

  1. ↑ puruSArtha Sanskrit-English Dictionary, Koeln University, Germany
  2. ↑ (Flood 1996, hlm. 17) harv error: tanpa target: CITEREFFlood1996 (bantuan), (Olivelle 1993, hlm. 216–219) harv error: tanpa target: CITEREFOlivelle1993 (bantuan); Cf. also (Apte 1965, hlm. 626) harv error: tanpa target: CITEREFApte1965 (bantuan); (Hopkins 1971, hlm. 78) harv error: tanpa target: CITEREFHopkins1971 (bantuan)
  3. ↑ M Hiriyanna (2000), Philosophy of Values, in Indian Philosophy: Theory of value (Editor: Roy Perrett), Routledge, ISBN978-0-8153-3612-9, pages 1–10
  4. ↑ Gavin Flood (1996), The meaning and context of the Purusarthas, in Julius_Lipner (Editor) - The Fruits of Our Desiring, ISBN978-1-896209-30-2, pp 16–21
  5. ↑ Alban Widgery (1930), The Principles of Hindu Ethics, International Journal of Ethics, 40(2): 239–240
  6. ↑ GH Rao (1926), The Basis of Hindu Ethics, International Journal of Ethics, 37(1): 19–35
Ikon rintisan

Artikel bertopik agama Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan