Rabu, 04 November 2026
17:58 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan

Kitab buddhis awal

Bagikan:
Bagian dari seri tentang
Buddhisme Awal
120px-Ashoka_Chakra_Y.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme

*Daftar ini merupakan penyederhanaan. Kemungkinan besar, perkembangan aliran-aliran Buddhis tidaklah linear. Terdapat pula perbedaan pendapat di kalangan para cendekiawan.

icon PortalBuddhisme
Bagian dari seri tentang
Buddhisme
120px-Dharma_Wheel_%282%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Keyakinan
Tiga corak
Gugusan
Faktor mental
Meditasi
Bakti
Praktik lainnya

Kitab buddhis awal, Kitab Buddhis Awal (dengan kapitalisasi; disingkat KBA), sastra buddhis awal, diskursus buddhis awal, dikenal dalam bahasa Inggris sebagai Early Buddhist texts (EBT), adalah kitab-kitab sejenis yang dipakai oleh berbagai aliran Buddhisme terdahulu, seperti empat kitab Nikāya berbahasa Pali, kitab Āgama berbahasa Sanskerta, dan sadurannya dalam bahasa Tionghoa Klasik.[1][2][3][4] Beberapa ahli berpendapat bahwa sebagian kitab Vinaya, seperti yang digunakan aliran Patimokkha, serta beberapa bagian dari kitab Abhidharma, juga termasuk dalam kitab buddhis awal.[5]

Daftar KBA

Daftar kitab-kitab yang umumnya diakui sebagai KBA:

Selain itu, fragmen-fragmen sebagaimana dilestarikan beberapa aliran buddhis awal juga termasuk KBA:

KBA dalam Tripitaka Pali

Tripitaka Pāli sebagaimana dilestarikan aliran Theravāda mengandung kumpulan KBA terlengkap dalam rumpun bahasa Indo-Arya yang masih bertahan hingga saat ini.[6] Menurut aliran Theravāda, setelah diturunkan secara lisan, kitab-kitab tersebut pertama kali dituliskan pada abad pertama SM di Sri Lanka.[7]

Kitab-kitab dalam Tripitaka Pāli yang termasuk dalam KBA:[8][9][10]

KBA dalam Tripitaka Taishō

KBA yang dilestarikan dalam Tripitaka Tionghoa, terutama Tripitaka Taishō, mencakup Āgama, kumpulan sutra yang paralel dengan Nikāya Pali baik dalam isi maupun strukturnya. Terdapat juga beberapa perbedaan antara Nikāya dengan Āgama sebagaimana ditunjukkan oleh studi perbandingan modern, seperti penghilangan materi, penambahan, dan pergeseran lokasi frasa.[11] Berbagai Agama ini mungkin diturunkan dari aliran Sarvastivāda (Samyukta Āgama dan Madhyama Āgama), Dharmaguptaka, dan aliran Kasyayipa.[12] Vinaya Piṭaka aliran Mahasaṁghika juga masih ada dalam terjemahan bahasa Tionghoa.[13] Beberapa Āgama telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Āgama Research Group (ARG) di Dharma Drum Institute of Liberal Arts.[14]

Kitab-kitab dalam Tripitaka Taishō yang termasuk dalam KBA:

  • Āgama:
    • Dīrgha Āgama
    • Madhyama Āgama
    • Saṁyukta Āgama
    • Ekottarika Āgama (dengan penyisipan konsep-konsep Mahāyāna)[15][16]
  • Dharmapada (Dharmapada termasuk dalam kategorisasi Jātaka)
  • Beberapa bagian Vinaya
  • Beberapa bagian Kitab Abhidharma

Meskipun isi dari kitab-kitab Āgama Tionghoa lainnya sebagian besar konsisten secara ajaran dengan Nikāya Pali, telah disepakati oleh para ahli, seperti Johannes Bronkhorst dan Etienne Lamotte, bahwa kitab Ekottarika Āgama ditambahkan konsep-konsep Mahāyāna yang muncul belakangan.[17] Menurut Lamotte, 'interpolasi' ini mudah dilihat.[18] Menurut Bhante Analayo, hipotesis yang paling sering diajukan adalah kitab tersebut berasal dari aliran Mahāsāṁgika.[19]

Referensi

  1. ↑ Tse-Fu Kuan. Mindfulness in similes in Early Buddhist literature in Edo Shonin, William Van Gordon, Nirbhay N. Singh. Buddhist Foundations of Mindfulness, page 267.
  2. ↑ Mun-Keat Choong (1999). The Notion of Emptiness in Early Buddhism, Motilal Banarsidass, p. 3.
  3. ↑ Rupert Gethin (1998), The Foundations of Buddhism, OUP Oxford, pp. 42-43.
  4. ↑ Shulman, Eviatar. Mindful Wisdom: The Sati-paṭṭhāna-sutta on Mindfulness, Memory, and Liberation. Vol. 49, No. 4 (May 2010), pp. 393-420
  5. ↑
  6. ↑ Crosby, Kate; Theravada Buddhism: Continuity, Diversity, and Identity, 2013, page 2.
  7. ↑ Gethin, Rupert (1998). The Foundations of Buddhism. hlm. 42. ISBN 978-0-19-289223-2.
  8. ↑ Abeynayake, oliver. A textual and Historical Analysis of the Khuddaka Nikaya. Colombo, First Edition – 1984, p. 113.
  9. ↑ Gethin, Rupert (1992). The Buddha's Path to Awakening. Leiden: E. J. Brill. hlm. 42.
  10. ↑
  11. ↑ Anālayo (2005). "Some Pali discourses in light of their Chinese parallels, part two" (PDF). Buddhist Studies Review. 22 (1): 93–105. doi:10.1558/bsrv.v22i2.14020. S2CID 247872609.
  12. ↑ Warder, A. K. Indian Buddhism, page 6
  13. ↑ Warder, A. K. Indian Buddhism, page 7
  14. ↑ "Āgama research group". Diarsipkan dari asli tanggal 2018-04-29. Diakses tanggal 2017-10-28.
  15. ↑ Bronkhorst, Johannes. The Two Traditions of Meditation in Ancient India, page 14
  16. ↑ Lamotte, History of Indian Buddhism, From the origins to the Saka era, Institut Orientaliste Louvain-la-neuve, 1988, page 156.
  17. ↑ Bronkhorst, Johannes. The Two Traditions of Meditation in Ancient India, page 14
  18. ↑ Lamotte, History of Indian Buddhism, From the origins to the Saka era, Institut Orientaliste Louvain-la-neuve, 1988, page 156.
  19. ↑ Analayo, Mahāyāna in the Ekottarika-āgama, Singaporean Journal of Buddhist Studies, Volume 1, 2013.

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik Buddhisme ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan