Senin, 21 September 2026
00:04 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Hatthaka

Untuk sesosok yaksa, lihat Āṭavaka.
Hatthaka Āḷavaka (Pali);
Hastaka Āṭavika (Sanskerta)
Kehidupan pribadi
Lahir
Orang Tua Raja Āḷavaka (Ayah)
Pekerjaan Upāsaka
Kehidupan beragama
Agama Buddhisme
Kesenioran
Guru Buddha Gotama
Terjemahan dari
Hatthaka Āḷavaka
PaliHatthaka Āḷavaka
SanskertaHastaka Āṭavaka
Tionghoa曠野手; 手阿羅婆長者; 呵侈阿羅婆
(Pinyin: Kuàngyěshǒu; Shǒu'āluópó Chángzhě; Hēchǐ'āluópó)
Jepang曠野手(こうやしゅ); 手阿羅婆長者(てあらばちょうしゃ); 呵侈阿羅婆(かしあらば)
(rōmaji: Kōyashu; Tearaba-chōsha; Kashiaraba)
Korea광야수; 수아라바; 가치아라바
(RR: Gwangyasu; Suaraba; Gachiaraba)
Thaiหัตถกอุบาสก
(RTGS: Hatthako Ubasok)
Daftar Istilah Buddhis
Bagian dari seri tentang
Buddhisme
120px-Dharma_Wheel_%282%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Keyakinan
Tiga corak
Gugusan
Faktor mental
Meditasi
Bakti
Praktik lainnya
Bagian dari seri tentang
Buddhisme Theravāda
120px-Buddhism_dham_jak.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme
20px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalBuddhisme

Hatthaka Āḷavaka (Pali; Sanskerta: Hastaka Āṭavaka), juga dikenal sebagai Hatthaka dari Āḷavī (Pali; Sanskerta: Hastaka dari Āṭavī), adalah salah satu murid awam laki-laki (upasaka) utama Sang Buddha, bersama dengan Citta. Ia tercerahkan sebagai seorang anāgāmi (Yang Tidak Kembali). Hatthaka dianggap sebagai murid awam Sang Buddha yang terdepan dalam mengumpulkan pengikut dengan menggunakan "empat dasar simpati", dan dikenal karena kemampuannya dalam mengenalkan orang lain ke Buddhisme.[1][2]

Etimologi

Nama Hastaka berasal dari kata bahasa Sanskerta hasta yang berarti "tangan." Hal ini mengacu pada murid yang diserahkan kepada Sang Buddha oleh yaksa bernama Āṭavaka, dan kemudian oleh Sang Buddha diserahkan kepada utusan raja.[butuh rujukan]

Kualitas individu

Menurut kitab komentar Pali untuk Saṁyuttanikāya (SA.iii.223), Hatthaka adalah salah satu dari tujuh umat awam yang selalu ditemani oleh lima ratus umat awam. Beliau disebutkan dalam kitab Buddhavaṁsa xxvi.19 bersama dengan Citta sebagai seorang kepala umat awam dan dianggap sebagai yang terdepan dalam mengumpulkan pengikut dengan menggunakan "empat dasar simpati" yang dijelaskan sebagai berikut:

1) memberi hadiah
2) berbicara dengan kata-kata yang baik
3) melakukan kebajikan
4) memperlakukan orang secara setara

Sang Buddha memujinya karena memiliki delapan kualitas tambahan:

1) keyakinan
2) sila/moralitas
3) rasa malu berbuat jahat
4) rasa takut berbuat jahat
5) kemampuan mendengarkan dengan baik
6) kemurahan hati
7) kebijaksanaan
8) kesederhanaan

Kewafatan dan prestasi

Hatthaka akhirnya mencapai tingkat anāgāmi dan terlahir kembali di surga Aviha di alam brahma Kediaman Murni (suddhāvāsa). Sebagai makhluk surgawi, ia pernah mencoba mengunjungi Sang Buddha, tetapi pingsan dan tidak dapat berdiri tegak. Sang Buddha menyarankan agar ia mengambil bentuk fisik yang lebih kasar. Setelahnya, ia dapat memperoleh kembali ketenangannya.

Hatthaka memberi tahu Sang Buddha bahwa di dunia ini, dirinya selalu dikelilingi oleh para dewa yang ingin mempelajari Dhamma darinya. Dia juga menyatakan bahwa dia meninggal dunia dengan tiga penyesalan:

1) belum cukup melihat Sang Buddha
2) belum cukup mendengar tentang Dharma
3) belum cukup berbakti pada Sangha[3]

Kisah dalam teks Mahāyāna

Versi bahasa Tionghoa dari Vinayavibhaṅga (T1442 dalam Tripitaka Taisho) menceritakan kisah Jataka tentang salah satu kehidupan lampau dari Hatthaka (Hastaka).

Alkisah ada dua bersaudara yang tinggal di hutan. Kakak laki-lakinya bernama Hastapādajālin (手足網鞔, pinyin: Shǒuzúwǎngmán; bahasa Tibet: rKang lag dra ba can) dan adik laki-lakinya bernama Nirhastapādajālin (無網鞔, pinyin: Wúwǎngmán; rKang lag dra bas ma 'brel ba; atau sederhananya Jālika). Yang lebih tua adalah seorang petapa, sementara yang lebih muda berlatih di bawah bimbingan seorang guru.

Pada suatu kesempatan, salah satu putri guru tersebut menyatakan minatnya untuk menikahi Nirhastapādajālin. Dia menolak dan dia menjadi marah. Oleh karena kemampuannya merentangkan lengannya hingga jarak yang jauh dan ia tinggal serumah dengan setan, saudara laki-lakinya memutuskan untuk melarikan diri. Dia mengejarnya dan dalam amarahnya, mencoba membunuhnya dengan pedangnya. Pada saat-saat terakhir, Nirhastapādajālin berseru dalam pengabdian kepada kakak laki-lakinya, Hastapādajālin, yang membawanya pergi ke pertapaannya. Di sana, ia menjadi seorang petapa dan mengembangkan lima kekuatan supernormal seperti saudaranya.

Teks tersebut menjelaskan bahwa Hastapādajālin adalah Sang Buddha, Nirhastapādajālin adalah Hastaka Āṭavaka, dan wanita tersebut adalah Ratu Śyāmavatī.[4]

Lihat juga

Referensi

  1. Malalasekera, Gunapala Piyasena (2007). Dictionary of Pāli Proper Names: A-Dh (dalam bahasa Inggris). Motilal Banarsidass. ISBN 9788120830219.
  2. Dhammika, Shravasti (2005-12-01). The Buddha and His Disciples (dalam bahasa Inggris). Buddhist Publication Society. hlm. 85. ISBN 978-955-24-0280-7.
  3. "Hatthaka, called Alavaka". Buddhist Dictionary of Pali Proper Names. Diakses tanggal 2019-07-15.
  4. Karashima, Seishi; Vorobyova-Desyatovskaya, Margarita I. (2015). "The St. Petersburg Sanskrit Fragments" (PDF). 1. The Institute of Oriental Manuscripts of the Russian Academy of Sciences and the International Research Institute for Advanced Buddhology, Soka University: 229. Diakses tanggal 2019-07-15.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=

Pranala luar

40px-Buddhism_Symbol.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail   Topik Buddhisme   40px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme awal
Benua
Populasi signifikan
Aliran arus utama
Sinkretis
Theravāda
Mahāyāna-Vajrayāna
Kitab daring
Buddha saat ini dan keluarga
4 tempat suci utama
Buddha penting sebelumnya
Buddha selanjutnya
Bawahan
Mahāyāna-Vajrayāna
Jenis penganut
4 tingkat kemuliaan
Tempat ibadah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan