Kamis, 22 Oktober 2026
18:13 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Pelepasan Agung

Pelepasan Agung

Bagikan:
Peristiwa dalam kehidupan Buddha GautamaTemplat:SHORTDESC:Peristiwa dalam kehidupan Buddha Gautama
"Abhiniṣkramaṇa" beralih ke halaman ini. Untuk teks Mahāyāna dengan nama yang sama, lihat Dharmaguptaka § Abhiniṣkramaṇa Sūtra.
Untuk puisi epik oleh Edwin Arnold, lihat The Light of Asia.
500px-Great_Departure_-_Schist_-_ca_2nd_Century_CE_-_Gandhara_-_Loriyan_Tangai_-_ACCN_5043_-_Indian_Museum_-_Kolkata_2016-03-06_1480.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pangeran Siddhārtha meninggalkan istana dengan menunggang kuda selama Pelepasan Keduniawian Agung. Para dewa menopang kuku kuda. Sekitar abad ke-2, India
250px-Great_Departure_of_SIDDHARTHA_in_Peace_Pagoda%2C_Darjeeling.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Pelepasan Agung[1] atau Kepergian Agung (Sanskerta: mahābhiniṣkramaṇa; Pali: mahābhinikkhamana) [2][3] adalah istilah tradisional untuk kepergian Pangeran Siddhattha (ca 563–ca 483 SM) dari istananya di Kapilavastu untuk menjalani kehidupan sebagai seorang pertapa (Sanskerta: śrāmaṇa, Pali: sāmaṇa). Peristiwa ini disebut Pelepasan Agung karena dianggap sebagai suatu pengorbanan besar. Sebagian besar catatan tentang peristiwa ini dapat ditemukan dalam teks-teks Buddhis pascakanonik dari beberapa tradisi Buddhis, yang merupakan yang paling lengkap. Akan tetapi, teks-teks ini lebih bersifat mitologis daripada teks-teks awal. Teks-teks ini terdapat dalam bahasa Pali, Sanskerta, dan Tionghoa.

Menurut catatan ini, pada saat kelahiran Pangeran Siddhārtha Gautama, calon Buddha, para Brahmana meramalkan bahwa dia akan menjadi guru dunia atau penguasa dunia. Untuk mencegah putranya beralih ke kehidupan religius, ayah Pangeran Siddhārtha dan raja dari klan Śākya, Śuddhodana tidak mengizinkannya melihat kematian atau penderitaan, dan mengalihkan perhatiannya dengan kemewahan. Selama masa kecilnya, Pangeran Siddhārtha sudah merasakan suatu pengalaman meditasi, yang membuatnya menyadari penderitaan (bahasa Sanskerta: duḥkha, bahasa Pali: dukkha) yang melekat pada semua kehidupan. Dia tumbuh dan memiliki masa muda yang nyaman. Namun, dia terus merenungkan pertanyaan-pertanyaan keagamaan, dan ketika berusia 29 tahun, dia melihat untuk pertama kalinya dalam hidupnya apa yang dikenal dalam Buddhisme sebagai empat penglihatan: seorang lelaki tua, seorang yang sakit, dan sesosok mayat, serta seorang pertapa yang menginspirasinya.

Lihat pula

Catatan

Kutipan

  1. ↑ "Riwayat Hidup Buddha Gotama – Bab II – Pelepasan Agung". Samaggi Phala. Diakses tanggal 15 Desember 2024.
  2. ↑ "The Great Departure or Mahābhiniṣkramaṇa". 24 Oktober 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Sattar, Noor (Mei 2022). "Feminine Participation in the Donors World: A Glimpse from the Inscribed Records of the Pāla - Sena Period". The Maha Bodhi The International Buddhist Journal.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Referensi

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Great Departure.
40px-Buddhism_Symbol.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail   Topik Buddhisme   40px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme awal
Benua
Populasi signifikan
Aliran arus utama
Sinkretis
Theravāda
Mahāyāna-Vajrayāna
Kitab daring
Buddha saat ini dan keluarga
4 tempat suci utama
Buddha penting sebelumnya
Buddha selanjutnya
Bawahan
Mahāyāna-Vajrayāna
Jenis penganut
4 tingkat kemuliaan
Tempat ibadah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan